Anda di halaman 1dari 3

Dekantasi adalah suatu cara pemisahan antara larutan dan padatan yang paling

sederhana yaitu dengan menuangkan cairan perahan-lahan sehingga endapan


tertinggal dibagian dasar bejana. Cara ini dapat dilakukan jika endapan mempunyai
ukuran partkel yang besar dan massa jenisnyapun besar, sehingga dapat terpisah
dengan baik terhadap cairannya. Jika massa jenis dan dengan ukuran partikel relatif
kecil sehingga ada sebagan padatan yang melayang atau mengapung maka cara
pemisahan yang paling tepat adalah dengan penyaringan atau sentrifugasi
Contoh dekantasi ialah antara air dan pasir atau campuran suspensi lain antara
padatan dan cairan. Bahkan sebenarnya dekantasi juga bisa dilakukan antara 2 cairan
yang ditak bercampur seperti air dan minyak.Contoh campuran yang bisa dipisahkan
terlihat seperti pada gambar di bawah.

Teori Dasar

Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu sebagian
besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian (Poedjiadi, A.
2009).
Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan
tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud
penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan dalam
bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-jari teras,
kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-65% berat
kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi kentang (Gunawan,2004).
Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari
glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %) dan sisanya amilopektin.
a). Amilosa
: Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan
ikatan 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka.
b). Amilopektin
: Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar
mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6-glikosidik. adanya ikatan
1,6-glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin
berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar dari pada
molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A. 2009).
Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80%
bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama mineral
menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif (Gunawan,
2004).
Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah
C6H11O6 dan rumus bangun dari - D- glukosa :
Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga
menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim
amilase, dalam air ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat
amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat pada makanan kita oleh
enzim amilase, amilum diubah menjadi maltosa dalam bentuk maltosa
(Poedjiadi,A. 2009).
Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari berbagai
bagian tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan padi ;
dari umbi kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang Metroxylon
sagu (pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang meliputi Canna
edulis, Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi larut) (Fahn,
1995).

Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi adalah


jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum tuberosum), ketela
rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot utilissima) (Gunawan, 2004)
Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Zea mays
Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum tuberosum
Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentu polygonal, membulat atau
sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum dan kentang
mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing mempunyai 2 tipe
granul yang berbeda (Gunawan, 2004).
Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai bahan
pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi tablet,
bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat
diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum
gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria
(Gunawan, 2004).
Sebagai amilum normal, penggunaanya terbatas dalam industri farmasi. Hal ini
disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang kurang
baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi
tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago,
bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar, 2004).
Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan sebagai
pengencer plasma (dalam larutan 6%). Ini merupakan pengibatan tasmbahan untuk
kejutan yang disebabkan oleh pendarahan, luka terbakar, pembedahan, sepsis, dan
trauma lain. Sediaan amilum yang terdapat dalam pasaran adalah Volex
(Gunawan, 2004).
Fungsi amilum dalam dunia faramasi digunakan sebagai bahan penghancur atau
pengembang (disintegrant), yang berfungsi membantu hancurnya tablet setelah
ditelan (Syamsuni H,A. 2007).
Sumber : http://vhakerabatflamer.blogspot.com/2011/12/pembuatan-amilim-1.html

Anda mungkin juga menyukai