Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENYULUHAN

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH


SEKOLAH DASAR NEGERI V TEJAKULA
KABUPATEN BULELENG BALI

Pembimbing
dr. Kadek Awi Darma Putra

Disusun oleh:
dr. Erdhy Kus Renova

Untuk Memenuhi Kegiatan Peserta Internship Dokter Indonesia Di Puskesmas


Tejakula I Kabupaten Buleleng
PERIODE SEPTEMBER 2013 JANUARI 2014

I.

LATAR BELAKANG
Penetapan tiga pilar utama dalam Kebijakan Indonesia Sehat 2010 yang terdiri

dari lingkungan yang sehat, perilaku hidup sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil
dan merata Untuk mendukung upaya peningkatan perilaku sehat ditetapkan Visi Nasional
Promosi Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. No. 1193/MENKES
/SK/X/2004 yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 (PHBS 2010). (Dinkes,
2006)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan paradigma
sehat dalam budaya perorangan , keluarga, dan masyarakat yang berorientasi sehat,
bertujuan untuk meningkatkan kesehatan baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial.
Upaya pengembangan program promosi kesehatan dan PHBS yang lebih terarah,
terencana, terpadu dan berkesinambungan, dikembangkan melalui Kabupaten/ Kota
percontohan integrasi promosi kesehatan dengan sasaran utama adalah PHBS Tatanan
Rumah Tangga (individu, keluarga, masyarakat), tatanan dalam pendidikan (sekolah),
tempat umum, tempat kerja, institusi kesehatan. dan diharapkan akan berkembang kearah
Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan Kabupaten/Kota sehat. (Dinkes, 2006).
PHBS di sekolah adalah upaya untuk memperdayakan seluruh warga sekolah agar
tahu, mau, dan mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan
sekolah sehat. PHBS juga merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, sehingga dapat secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan llingkungan sehat (Depkes RI,
2007)
Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring dengan
munculnya berbagai macam penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6-10
tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Seperti yang kita ketahui anak
anak sekolah sangat rentan terhadap perilaku yang tidak bersih dan sehat. Karena
kebanyakan anak anak mengadopsi perilaku dari lingkungan sekitar mereka, sebut saja
perilaku anak dalam hal membuang sampah masih di sembarang tempat.

Menurut data Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2004 menyatakan
bahwa sekitar 3% anak-anak mulai merokok sejak kurang dari usia 10 tahun. Selain itu
terdapat hasil survey Subdit diare tahun 2002 dan 2003 pada 40 SD di 10 propinsi
menunjukkan prevalensi cacingan berkisar antara 2,2% - 6,3% (Dinkes Jabar, 2006).
Berdasarkan hasil pengamatan tahun 2008, ditemukan kasus diare sebanyak 12.253
(38,11%) (Dinkes, Jabar 2009)
Gambaran kejadian tersebut di atas, sangatlah perlu untuk diperhatikan oleh
segala pihak, mengingat usia mereka relatif muda dan masa depan mereka yang masih
panjang. Oleh karena itu, pembinaan kesehatan kesehatan anak anak sekolah baik
jasmani, rohani, dan juga sosial merupakan suatu investment dalam bidang man power
dalam negara dan bangsa Indonesia.

II.

TUJUAN KEGIATAN
Tujuan dari kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut

1. Memperdayakan seluruh warga sekolah agar tahu, dan mampu menolong


diri sendiri di bidang kesehatan dengan menerapkan PHBS dan berperan
aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.

2. Meningkatkan pengetahuan tentang PHBS seluruh warga yang ada di


lingkungan sekolah

3. Meningkatkan peran serta aktif seluruh warga sekolah agar berperilaku


hidup bersih dan sehat di sekolah

4. Memandirikan seluruh warga sekolah berperilaku hidup bersih dan sehat


III.

MANFAAT KEGIATAN
1. Hasil kegiatan penyuluhan ini diharapkan agar seluruh warga sekolah dapat
mandiri dalam menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan meningkatan
tingkat kesehatannya masing - masing.
2. Hasil kegiatan penyuluhan ini diharapkan agar seluruh warga sekolah dapat
menjaga lingkungan yang bersih dan sehat yang ada di sekolah
3. Hasil kegiatan penyuluhan ini diharapkan agar seluruh murid dapat
meningkatkan minat serta semangat dalam belajar
4. Hasil kegiatan penyuluhan ini diharapkan menurunkan angka absensi siswa

karena sakit

IV.

ISI PENYULUHAN
Materi penyuluhan yang disampaikan meliputi:

1. Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


2. Pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah
3. Pengetahuan tentang macam macam indikator Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) di sekolah

V.

PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Waktu dan Tempat Kegiatan
a. Hari/ Tanggal

: Sabtu, 21 September 2013

b. Pukul

: 09.00 11.00

c. Tempat

: SD Negeri V Tejakula, Buleleng

2. Peserta
Jumlah peserta yang hadir saat penyuluhan sebanyak 47 siswa kelas V

3. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyuluhan dilakukan dokter internship yang sedang bertugas di
Puskesmas Tejakula I yang menguasai bahan mengenai Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Kegiatan ini didampingi oleh salah
satu konselor PHBS yang bertugas di Puskesmas Tejakula I

4. Proses Kegiatan
Rencana kegiatan penyuluhan dilaporkan dan disetujui oleh pembimbing
dokter internship Puskesmas Tejakula I yaitu dr. Kadek Awi Darma Putra.
Kegiatan ini kemudian diusulkan dan disetujui serta mendapat dukungan
pebuh oleh pihak sekolah yang akan dilaksanakan pada tanggal 21
September 2013. Penyuluhan ini berlangsung selama kurang lebih dua
jam, yang berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan antusiasme
dari para murid SD Negeri V Tejakula.