Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
Hipertensi pada anak dan remaja adalah suatu masalah yang terus berkembang
dan umumnya sering terlewatkan dari pemeriksaan oleh tenaga medis. Prevalensi
di Amerika Serikat dengan prehipertensi usia 3-18 tahun sebesar 3,4% dan
prevalensi hipertensi sebesar 3,6%. Prevalensi prehipertensi dan hipertensi dengan
obesitas sebesar >30% pada remaja laki-laki dan 23-30% pada remaja perempuan.
Intake sodium positif berhubungan dengan faktor risiko prehipertensi dan
hipertensi pada anak-anak dan remaja, dan berasosiasi kuat terutama pada berat
badan melebihi ideal atau obesitas.1,2
Tingginya tekanan darah pada usia anak-anak akan menyebabkan munculnya
hipertensi pada dewasa. Anak dengan hipertensi memiliki bukti kuat kemungkinan
adanya kerusakan target organ seperti hipertrofi ventrikel kiri dan perubahan
patologis pembuluh darah. Hipertensi primer pada anak sering berhubungan
dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular.1
Anak dan remaja memiliki tingkat insidensi yang lebih tinggi menderita
hipertensi sekunder dibandingkan dengan dewasa. Hipertensi primer sering
ditemukan pada usia remaja dan dewasa muda. Hipertensi sekunder akan lebih
sering ditemukan pada anak dengan usia lebih muda dan anak dengan hipertensi
tingkat dua. Pengukuran tekanan darah pada anak dan remaja berdasarkan usia,
jenis kelamin, dan tinggi badan dengan menggunakan tabel standar internasional.
Pengukuran tekanan darah dengan membandingkan rasio tekanan darah terhadap
tinggi badan menunjukkan hasil akurasi yang baik dan mudah diaplikasikan untuk
skrining prehipertensi dan hipertensi usia 6-17 tahun. Hipertensi primer dideteksi
pada anak atau remaja yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, obesitas, dan
faktor gaya hidup.1,3,4,