Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH BIOKIMIA

TRANSPORTASI PADA MEMBRAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Yang Diberikan Oleh


Dosen Mata Kuliah : Ahmad Marasabessy S.Si.,M.Tech.,Apt

Disusun Oleh :
1. Latif Yudha Arditama (13040021)

6. Nova Astiana (13040030)

2. Maysela Anggraeni P (13040024)

7. Noviana Setiawati (13040031)

3. Murti Dwi Adiyati (13040027)

8. Nur Annisatus Soliha (13040032)

4. Nina Indah Lestari (13040028)

9. Nuri Amaliah (13040033)

5. Nira Amalliyah (13040029)

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH


JL. RAYA PEMDA TIGARAKSA KM 4 NO. 13
TANGERANG
2015

MAKALAH BIOKIMIA
TRANSPORTASI PADA MEMBRAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Yang Diberikan Oleh


Dosen Mata Kuliah : Ahmad Marasabessy S.Si.,M.Tech.,Apt

Disusun Oleh :
1. Latif Yudha Arditama (13040021)

6. Nova Astiana (13040030)

2. Maysela Anggraeni P (13040024)

7. Noviana Setiawati (13040031)

3. Murti Dwi Adiyati (13040027)

8. Nur Annisatus Soliha (13040032)

4. Nina Indah Lestari (13040028)

9. Nuri Amaliah (13040033)

5. Nira Amalliyah (13040029)

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH


JL. RAYA PEMDA TIGARAKSA KM 4 NO. 13
TANGERANG
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih
dan Maha Penyayang. Karena dengan rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan tugas makalah Transportasi Pada Membran mata kuliah
Biokimia, yang diberikan oleh dosen pembimbing kepada kami untuk dapat
diselesaikan dengan sebaik mungkin. Shalawat serta salam semoga selalu
tercurahkan pada Rasulullah Muhammad Shalaulahualaihi wasalam, keluarganya
yang mulia, para sahabatnya yang agung sampai akhir zaman nanti.
Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman
serta dosen pembimbing yang dengan setia mendampingi, memberi semangat dan
arahan kepada kami untuk menyusun makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun menyadari masih banyak
kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun dari para pembaca, agar makalah ini dapat menjadi lebih baik
lagi. Akhir kata, besar harapan penyusun semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Tangerang, Mei 2015


Penyusun

Makalah Transportasi Pada Membran

Page ii

DAFTAR ISI
Lembar Judul ................................................................................................

Kata Pengantar ..............................................................................................

ii

Daftar Isi ........................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................

A. Latar Belakang ........................................................................................

B. Rumusan Masalah ....................................................................................

C. Tujuan Penulisan ......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................

A. Pengertian Membran ...............................................................................

1. Komposisi membran sel ......................................................................

2. Fungsi Membran sel ...........................................................................

11

B. Pengertian Mekanisme Transpor pada Membran ....................................

12

C. Jenis-jenis Mekanisme Transpor pada Membran ....................................

13

1. Transpor Membran Aktif ....................................................................

14

2. Transpor Membran Pasif .....................................................................

16

D. Perbandingan Mekanisme Transpor pada Membran ...............................

18

E. Penerapan Konsep Transport melalui Membran .....................................

19

1. Pemanisan ............................................................................................

19

2. Pengasinan ...........................................................................................

19

BAB III PENUTUP ......................................................................................

20

A. Simpulan ..................................................................................................

20

B. Saran ........................................................................................................

20

DAFTAR PUSTAKA

Makalah Transportasi Pada Membran

Page iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan
terciptanya lalu lintas membran. Molekul yang dapat melewati membran sel
ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air,
etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran
besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus
agar dapat masuk ke dalam sel.
Membran plasma merupakan batas kehudipan, batas yang memisahkan sel
hidup dan sekelilingnya yang mati. Lapisan tipis yang luar biasa ini tebalnya
kira-kira hanya 8 nm. Membran plasma mengontrol lalulintas ke dalam dan ke
luar sel yang dikelilinginya. Seperti semua membran biologis, membran
plasma memiliki permeabilitas selektif, yakni membran ini memungkinkan
beberapa substansi dapat melintasinya dengan lebih mudah dari pada substansi
yang lainnya. (Campbell, dkk.,2002).
Membran biologis merupakan contoh sempurna dari struktur supramolekul
atau banyak molekul yang disusun ke dalam tingkat organisasi yang lebih
tinggi. Membran plasma membatasi isi sel dengan lingkungan di sekitarnya.
Membran plasma tersusun atas dua lapisan lemak yang di bagian luarnya
diselimuti lapisan protein. Membran plasma bersifat semipermeabel (selektif
permeabel) sehingga ada zat yang dapat melalui membrane secara spontan dan
ada pula yang tidak. Zat-zat melewati membran melalui transport pasif atau
transport aktif.
Transport pasif terjadi secara spontan dan tidak menggunakan energi sel,
misalnya difusi dan osmosis. Transport aktif adalah transport zat yang terjadi
dengan menggunakan energi dari sel. Begitu besarnya peranan membran sel
terhadap kelangsungan hidup sel membuat orang tidak pernah puas dan
berhenti mempelajarinya. Banyak penemuan di berbagai bidang yang
berhubungan dengan struktur, komposisi, maupun sistemtranspor. Oleh karena

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 1

itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimana membran seluler
mengontrol perlintasan zat-zat pada membran.
Pada makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai transpor membran
dan dimulai dengan menggambarkan beberapa prinsip umum bagaimana
molekul kecil yang larut air melewati membran sel, kemudian akan dibahas
mengenai 2 kelas utama dari protein membran yang menengahi lalu lintas dari
molekul yang keluar dan masuk melewati lipid bilayer: transporter (protein
pembawa) yang berperan dalam memindahkan bagian pada transpor molekul
spesifik yang melewati membran, dan channels (protein membran), bentuk
pori hidrofobik yang sempit, mengijinkan perpindahan transmembran pasif,
utamanya pada ion anorganik yang kecil.
Transporter bersama dengan sumber energi untuk mengkatalis transpor
aktif dan mengkombinasi permeabilitas transpor pasif dan transpor aktif
membuat perbedaan yang besar pada perbandingan komposisi sitosol dengan
cairan ekstraseluler lainnya atau cairan pada membran penutup organel.
Dengan perbedaan konsentrasi ion yang melewati lipid bilayer, membran sel
menyediakan energi potensial dalam bentuk gradian elektrokimia, dimana
mengerakkan bermacam proses transpor, menyampaikan sinyal elektrik dalam
sel, dan (pada mitokondria, kloroplas dan bakteri) membuat sebagian besar
ATP sel. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dipelajari lebih lanjut mengenai
prinsip transpor membran dan mekanisme pendukung lainnya.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian membran dan Transport Membran?
2. Apa sajakah yang menyusun membran sel?
3. Apa saja fungsi dari membran sel?
4. Mekanisme proses membran sel beserta pembagiannya?
5. Perbandingan mekanisme transport pada membran beserta penjelasannya?
6. Macam-macam penerapan konsep transport melalui membran di dalam
kehidupan sehari-hari?

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 2

C. Tujuan Penulisan
1. Mengenalkan dan memahamkan bahasa biokimia : Kosakata (istilah dan
struktur kimia), tatabahasa (reaksi-reaksi kimia), struktur kalimat (Jalur
metabolisme) dan arti (keterkaitan metabolik).
2. Mengetahui prinsip transpor membran plasma.
3. Mengetahui mekanisme traspor pasif dan transpor aktif membran.
4. Mampu mengidentifikasi tipe proses transport pada membran.
5. Mampu

menjelaskan

pentingnya

sistem

tansport

membran

dan

pasangannya.
6. Mampu menjelaskan osmosis, endositosis, eksositosis.
7. Menjelaskan transport biomolekul dan energi.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Membran
Membran plasma merupakan batas kehudipan, batas yang memisahkan
sel hidup dan sekelilingnya yang mati. Lapisan tipis yang luar biasa ini
tebalnya kira-kira hanya 8 nm. Membran plasma mengontrol lalu lintas ke
dalam dan ke luar sel yang dikelilinginya. Seperti semua membran biologis,
membran plasma memiliki permeabilitas selektif, yakni membran ini
memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengan lebih mudah
daripada substansi yang lainnya. (Campbell, dkk.,2002).
Membran sel sering juga disebut membran plasma. membran merupakan
batas dari sel dan bagian internalnya yang bervariasi. Membran sel beperan
dalam menetapkan batas-batas dari sel, sebagai tempat terjadinya fungsifungsi khusus, berisi protein transport yang menyediakan dan mengatur
pergerakan substansi-subtansi yang masuk ke dan keluar dari sel dan bagianbagiannya, mengandung reseptor yang diperlukan untuk mendeteksi sinyalsinyal eksternal dan melakukan suatu mekanisme untuk komunikasi sel

Gambar 01 : Membran Sel


Diunduh dari (http://id.wikipedia.org/)

Membran sel Tersusun dari lipid, protein (penyusun utama) dan


makromolekul lain (karbohidrat). Membran sel terdiri atas dua lapis molekul
fosfolipid. Bagian ekor dengan asam lemak yang bersifat hidrofobik (non

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 4

polar), kedua lapis molekul tersebut saling berorientasi kedalam, sedangkan


bagian kepala bersifat hidrofilik (polar), mengarah ke lingkungan yang berair.
Komponen protein terletak pada membran dengan posisi yang berbeda-beda.
Beberapa protein terletak periferal, sedangkan yang lain tertanam integral
dalam lapis ganda fosfolipid. Komposisi lipid dan protein penyusun membran
bervariasi, bergantung pada jenis dan fungsi membran itu sendiri. Namun
demikian membran mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu bersifat selektif
permeabel terhadap molekul-molekul. Air, gas, dan molekul kecil hidrofobik
secara bebas dapat melewati membran secara difusi sederhana. Ion dan
molekul polar yang tidak bermuatan harus dibantu oleh protein spesifik untuk
dapat diangkut melalui membran dengan proses yang disebut difusi terbantu
(fasilitated diffusion). Kedua cara pengangkutan ini disebut transpor pasif.
Untuk mengangkut ion dan molekul dalam arah yang melawan gradien
konsentrasi, suatu proses transpor aktif harus diterapkan. Dalam hal ini
protein aktifnya memerlukan energi berupa ATP,

Gambar 02 : Membran Sel


Diunduh dari (http://iws.collin.edu)

1. Komposisi membran sel


Membran sel terdiri atas lipida, protein, dan karbohidrat. Rasio antara
lipida, protein dan karbohidrat tergantung pada tipe sel dan spesiesnya.
Lipid dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran,
meskipun karbohidrat juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan
protein dinamakan lipoprotein.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 5

Gambar 03 : Membran Sel & Membran RE


Diunduh dari (http://biologos.hol.es/)
a. Lipid
Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah
dalam sebagian besar membran. Kemampuan fosfolipid untuk
membentuk

membran

disebabkan

oleh

struktur

molekularnya.

Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik, yang berarti bahwa


molekul ini memiliki daerah hidrofilik (menyukai air) maupun daerah
hidrofobik (takut dengan air).

Gambar 04 : Bagian dan komposisi dari molekul fosfolipid (fosfatidilkolin)


Diunduh dari (www.bio-j.com)

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 6

Perbedaan pada panjang dan tingkat saturasi dari bagian ekor


(hydrokarbon) molekul fosfolipid mempengaruhi fluiditas dari suatu
membran
Komponen lain dalam lapisan lemak (lipid bilayer):
1) Kolesterol
memperbesar batas permeabilitas dari lipid bilayer
mengurangi fluiditas dari membran sel
mencegah rantai hidrokarbon berikatan satu sama lain dan
berkristalisasi
2) Glikolipid
Penambahan gugus gula pada molekul lipid berperan penting
dalam interaksi sel dengan lingkungannya, seperti :
Melindungi membran terhadap adanya kondisi ekstrem (misalnya:
ph yang rendah dan enzim degradatif)
Merubah konsentrasi ion (terutama Ca 2+ pada plasma membran
Proses pengenalan sel, yaitu adhesi antar sel
Komposisi lipid dari 2 lapis lipid bilayer pada banyak membran
berbeda membentuk lipid asimetris.
Contoh: membran eritrosit manusia, pada lapisan luar terdiri dari
molekul fosfatidilkolin dan spingomielin, sedangkan pada lapisan
bagian dalam terdiri dari molekul fosfatidilethanolamin dan
fosfatidilserin.
Pada sel hewan, terbentuknya fosfolipid asimetris merupakan suatu
tanda untuk membedakan sel yang masih hidup dan sel yang mati.
Contoh: pada sel yang mengalami apoptosis, fosfatidilserin
bertranslokasi

dari

monolayer

sitoplasmik

ke

monolayer

ekstraselular.

Kolesterol dalam
lipidbilayer

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 7

Distribusi asimetris fosfolipid dan posisi glikolipid dalam lipid bilayer dari
eritrosit manusia

b. Protein
Protein plasma memiliki fungsi yang sangat luas, antara lain
sebagai protein pembawa (carrier) senyawa yang melewati membran
plasma, menerima isyarat (signal) hormonal, dan meneruskan isyarat
tersebut ke bagian sel sendiri atau ke sel lainnya. Protein membran
plasma juga berfungsi sebagai pangkal pengikat komponen-komponen
sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Molekul-molekul
protein permukaan luar memberikan ciri-ciri individual tiap sel dan
macam protein dapat berubah sesuai dengan differensiasi sel. Protein
perifer tidak berinteraksi dengan bagian tengah membran hidrofobik,
tetapi terikat secara langsung melalui asosiasi dengan protein integral
membran atau secara langsung berinteraksi dengan bagian polar lipida
membran.

Misalnya

protein

sitokeleton,

protein

kinase

(pada

permukaan sitoplasmik membran), dan protein matriks ekstraseluler


(permukaan eksoplasmik). Protein transmembran mengandung segemen
panjang asam-asam amino hidrofobik yang tertanam pada bilayer
lipida. Ada dua tipe interaksi yang menstabilkan protein integral
membran, yaitu interaksi ionic dengan daerah kepala yang bersifat polar
dan interaksi hidrofobik dengan bagian tengah yang bersifat hidrofobik,
misalnya glikoforin. plasma.
Makalah Transportasi Pada Membran

Page 8

Bagian hidrofobik berinteraksi dgn bagian hidrofobik molekul


lipid, sedangkan bagin hidrofiliknya berada pada bagian lain dari
membran yang terpapar air.
Sebagian besar protein transmembran terglikosilasi penambahan
gugus gula/oligosakarida pada sisi membran yang non sitoplasmik
Transmembran protein dapat dilarutkan/dipisahkan oleh larutan yang
dapat memecahkan asosiasi hidrofobiknya dan merusak lipid bilayer.
Miasalnya, dengan larutan deterjen ionik SDS (sodium deodecyl
sulfate) atau deterjen nonionik Triton X-100. Berbagai bentuk asosiasi
protein membran dengan lipid bilayer
1) helix tunggal
2) multipel helix
3) -sheet yang memutar (-barrel)
4) Amphipatik helix terikat pada monolayer sitoplasmik
5) Protein membran yang menempel pada monolayer sitoplasmik
6) Protein membran yang memenpel pada monolayer nonsitoplasmik
melalui ikatan oligosakarida
7) Interaksi dengan protein membran lain melalui ikatan nonkovalen
Contoh-contoh bentuk asosiasi protein pada lipid bilayer
1) helix tunggal
Glikoporin, banyak terdapat pada membran luar eritrosit; fungsi
belum diketahui
reseptor permukaan sel
2) Multipel helix
Band 3 protein, terdapat pada membran eritrosit; fungsinya
membaea Co2 dari jaringan ke paru-paru
3) Protein membran peripheral
Spektrin, pada membran eritrosit, yang memelihara integritas
struktural dan bentuk bikonkaf eritrosit

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 9

c. Karbohidrat

Gambar 05 : Struktur Karbohidrat Membran


Diunduh dari (http://rc84.wordpress.com)

Karbohidrat pada membran plasma terikat pada protein atau lipida


dalam bentuk glikolipida dan glikoprotein. Karbohidrat ini memegang
peranan penting dalam berbagai aktivitas sel, antara lain dalam sistim
kekebalan. Karbohidrat pada Molekul karbohidrat bertanggung jawab
terhadap kekhasan sifat antigenis membran sel. Sifat antigenis ini
berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) tubuh dan kemampuannya
membedakan sel sendiri dari sel asing. Selasing dapat dikenali sebagai
sel asing, karena glikoprotein pembentuk membrannya memiliki
karbohidrat yang berbeda dengan karbohidrat glikoprotein pembentuk
membran sel penerima. Keadaan seperti ini memacu tanggapan
kekebalan. Karbohidrat Berperan dalam pengenalan sel kemampuan
sel untuk membedakan sel yang satu dengan sel lainnya . Penting pada
perkembangan jaringan dan organ, Dasar pada penolakan sel asing oleh
sistem imun. Berdasarkan struktur tersebut maka membran sel bersifat
semi permeable atau selektif permeable yang berfungsi mengatur
masuk dan keluarnya zat dari sel.
Karbohidrat membran memiliki fungsi untuk mengenali satu jenis
sel tetangga, yang menjadi dasar penolakan terhadap sel asing.
Karbohidrat pada membran biasanya berbentuk oligosakarida. Beberapa

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 10

oligosakarida secara kovalen terikat dengan lipid (membentuk


glikolipid) dan sebagian besar terikat secara kovalen dengan protein
(membentuk glikoprotein). Molekul dan lokasi yang beragam pada
permukaan sel membuat oligosakarida dapat berfungsi sebagai penanda
yang membedakan sel yang satu dengan yang lainnya.
Peran penting karbohidrat dalam berbagai aktivitas sel :
1) Sistim Kekebalan
Karbohidrat

pada

Molekul

karbohidrat

bertanggung

jawab

terhadap kekhasan sifat antigenis membran sel. Sifat antigenis


ini berkaitan

dengan sistem

kekebalan

(imun)

tubuh

dan

kemampuannya membedakan sel sendiri dari sel asing. Sel asing


dapat dikenali sebagai sel asing, karena glikoprotein pembentuk
membrannya

memiliki

karbohidrat

yang

berbeda

karbohidrat glikoprotein pembentuk membran sel

dengan

penerima.

Keadaan seperti ini memacu tanggapan kekebalan.


2) Pengenalan Sel
Karbohidrat mampu membedakan sel

yang satu dengan sel

lainnya. Penting pada perkembangan jaringan dan organ, Dasar


pada penolakan sel asing oleh sistem imun.

2. Fungsi Membran sel


Membran sel memiliki peranan yang sangat penting yaitu: membatasi
sel dengan lingkungan,adanya organel yang membatasi setiap organel
sngat penting,karena kegiatan didalam setiap orgnel dapat berjalan dengan
lancar tanpa gangguan dari organel lain.. Bertindak sebagai reseptor, misal
terhadap zat kimia dan hormon. Berperan sangat penting dalam dalam
transpor berbagai molekul, baik mikromolekul maupun makromolekul.
Transpor mikromolekul dapat berlangsung secara pasif, misalnya melalui
difusi, difusi terbantu dan osmosis dan dapat pula berlangsung secara aktif.
Transpor makromolekul dapat berlangsung secara endositosis, eksositosis
dan pertunasan. Ciri khas transport makromolekul adalah subtansi atau
materi yang diangkut selalu dikemas dalam suatu vesikula yang berbatas

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 11

membran. Sebagai pengatur permeabilitas Mengontrol lalu lintas zat


keluar dan masuk sel.

B. Pengertian Mekanisme Transpor pada Membran


Mekanisme transpor pada membran adalah proses keluar masuknya
molekul melewati membran sel. Berbagai macam molekul, seperti glukosa,
oksigen, dan karbondioksida senantiasa harus melewati membran sel untuk
keluar-masuk sel dalam proses metabolisme.

Gambar 06 : Membran Sel


Diunduh dari (http://citadel.sjfc.edu)

Gambar 07 : Membran Sel


Diunduh dari (http://www.goldiesroom.org)

Membran sel terbentuk dari struktur fosfolipid bilayer. Bagian luar


bersifat hidrofilik, sementara bagian dalam bersifat hidrofobik. Sifat kimia
membran sel tersebut, berpengaruh terhadap molekul-molekul yang bergerak

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 12

melewatinya. Untuk lebih mendalaminya, berikut ini disajikan berbagai


macam jenis-jenis mekanisme membran sel dan perbandingannya.
Pada makhluk uniseluler, transportasi antarsel dilakukan melalui
membrane sel. Ini adalah beberapa manfaat transport zat bagi sel :
1. Menjaga kestabilan pH
2. Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim
3. Memperoleh pasokan zat makanan, bahan energy dan bahan mentah lain
4. Membuang sisa metabolisme yang beracun
5. Memasok ion-ion penting untuk kegiatan saraf dan otot

Membran plasma mempunyai sifata selektif, yaitu mampu memilih zat


yang dapat menembusnya. Hal tersebut berkaitan dengan sifat permeabilitas
membran. Beberapa sifat permeabilitas membran adalah sebagai berikut :
1. Permeable, dapat ditembus oleh semua zat
2. Impermeable, tidak dapat ditembus oleh semua zat
3. Impermeable diferensial, hanya dapat ditembus oleh beberapa jenis zat.

C. Jenis-jenis Mekanisme Transpor pada Membran

Gambar 08 : Analogi perbedaan transpor mebran pasif dan aktif


Diunduh dari (http://www.lionden.com/slides-cell.htm)

Transpor membran pada sel dibedakan menjadi dua berdasarkan


penggunaan energinya, yakni transpor membran aktif yang memerlukan
energi dan transpor membran pasif yang tidak memerlukan energi.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 13

1. Transpor Membran Aktif

Gambar 09 : Transpor mebran aktif


Diunduh dari (http://sharingandchatting.wordpress.com)

Mekanisme transpor pada membran secara aktif terjadi karena molekul


tidak bisa dilewatkan secara langsung melewati fosfolipid bilayer atau
karena jumlah molekul di luar sel yang lebih sedikit. Molekul yang
mengalami kesulitan untuk melewati membran sel umumnya terjadi karena
interaksi antara membran sel yang memiliki ekor bagian dalam yang
bersifat hidrofobik non polar dengan molekul yang bersifat hidrofilik dan
atau polar. Selain itu, ukuran molekul yang besar juga merupakan faktor
penghambat untuk melewati membran sel.
Transpor membran secara aktif sendiri terdiri dari beberapa macam,
antara lain:
a. Pompa ATP
Mekanisme pompa ATP terjadi akibat perubahan pada protein
membran yang mengalami perubahan bentuk sehingga memungkinkan
molekul bisa melewatinya untuk keluar atau masuk sel. Perubahan

Makalah Transportasi Pada Membran

Diunduh dari (pelauts.com)

Gambar 10 : Pompa ATP

konformasi itu sendiri terjadi dengan penggunaan ATP.

Page 14

b. Kotranspor
Kotranspor adalah transpor zat yang mengaktifkan transpor zat lain
melewati membran plasma. Kotransport dibedakan menjadi dua, yaitu
simport dan antiport. Disebut simport apabila kedua jenis zat memiliki
arah pergerakan yang sama, dan disebut antiport apabila arah
pergerakannya berlawanan. Contoh mekanisme kotranspor, berupa
pompa potasium dan sodium.

Gambar 11 : Kotranspor
Diunduh dari (http://keepinapbiologyreal.wikispaces.com)

c. Endositosis dan Eksositosis


Endositosis adalah transpor makromolekul dan materi ke dalam sel
dengan

cara

membentuk

vesikula

baru

dari

membran

plasma. Endositosis dibagi menjadi 2, yaitu pinositosis (pemasukan zat


cair) dan fagositosis (pemasukan zat cair). Sedangkan eksositosis
adalah transpor makromolekul dan materi ke luar sel dengan
membentuk vesikula baru.

Gambar 12 : Eksositosis dan Endositosis


Diunduh dari (http://alevelnotes.com)

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 15

2. Transpor Membran Pasif


Mekanisme

transpor

membran

secara

pasif

terjadi

dengan

memanfaatkan prinsip sederhana difusi. Molekul akan berpindah dari


seuatu area yang konsentrasinya tinggi ke rendah. Hal ini menyebabkan sel
tidak perlu mengeluarkan energi.

a. Difusi
Difusi adalah perpindahan molekul atau ion. Sebagai akibat gerak
acak, dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi
rendah. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya
tergantung pada gradien konsentrasi (perbedaan konsentrasi antar ruang
pada sel), tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut dalam lipid dari
partikel-partikel tersebut. Pada umumnya zat-zat yang larut dalam lipid,
yaitu molekul hidrofobik, lebih mudah berdifusi melalui membrane
daripada molekul hidrofilik. Membrane sel, kurang permeable terhadap
ion-ion (seperti Na+, Cl-, K+) dibandingkan dengan molekul kecil yang
tidak bermuatan. Dalam keadaan yang sama, molekul kecil lebih cepat
berdifusi melalui membrane sel daripada molekul besar

Gambar 13 : Difusi
Diunduh dari (http://www.biologyguide.net)

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi ialah:


1) Jarak
2) Luas permukaan
3) Beda konsentrasi

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 16

4) Suhu
5) Permeabilitas membran
6) Ukuran molekul
b. Osmosis
Osmosis adalah bagian khusus dari difusi. Osmosis ialah
pergerakan air dari konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah melewati
membran semipermeabel.

Gambar 14 : Osmosis
Diunduh dari (www.thestudentroom.co.uk)

Dampak peristiwa osmosis terjadi akibat sel ditempatkan pada


kondisi hipertonik maupun hipotonik.

Gambar 15 : Dampak Terjadinya Osmosis


Diunduh dari (http://bioserv.fiu.edu)

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 17

c. Difusi Terfasilitasi
Difusi terfasilitasi adalah adalah difusi yang dibantu protein
pembawa atau dengan saluran protein.

Gambar 16 : Difusi Terfasilitasi


Diunduh dari (http://biology.about.com)

Molekul-molekul yang melewati membran sel dengan difusi


terfasilitasi adalah molekul-molekul berukuran besar seperti glukosa
maupun molekul-molekul kecil seperti air yang memiliki protein
membran khusus sebagai media transpor.

D. Perbandingan Mekanisme Transpor pada Membran


Selain penggunaan energi. Perbedaan lain antara transpor membran pasif
dan aktif adalah arah pergerakan zat yang ditranspor terhadap gradien
konsentrasinya. Pada mekanisme transpor pasif, arah pergerakan zat terhadap
konsentrasinya adalah dari tinggi ke rendah. Sebab pada mekanisme transpor
ini tidak ada pengeluaran energi. Sedangkan pada mekanisme transpor aktif,
zat yang ditranspor bergerak dari gradien konsentrasi rendah ke tinggi. Hal ini
dimungkinkan sebab ada penggunaan energi. Selain itu, perbedaan lainnya
adalah penggunaan karakteristik molekul yang ditranspor. Molekul
bermuatan seperti ion dan yang berukuran besar hanya ditranspor secara aktif
karena tidak bisa menembus fosfolipid bilayer.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 18

E. Penerapan Konsep Transport melalui Membran


Teknik

dan

Teknologi

Pengawetan

pada

Makanan

Pemanisan

dan Pengasinan
Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang
menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Caranya
pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan, namun inti dari pengawetan
makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro
organisme pada makanan. Berikut adalah tekniknya.
1. Pemanisan
Pemanisan makanan yaitu dengan menaruh atau meletakkan makanan
pada medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar
40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika dicelup pada
konsenstrasi 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh
makanan yang dimaniskan adalah seperti manisan buah, susu, jeli, agaragar, dan lain sebagainya.
2. Pengasinan
Cara yang terakhir ini dengan menggunakan bahan NaCl atau yang kita
kenal sebagai garam dapur untuk mengawetkan makanan. Tehnik ini
disebut juga dengan sebutan penggaraman. Garam dapur memiliki sifat
yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme
perusak atau pembusuk makanan. Contohnya seperti ikan asin yang
merupakan paduan antara pengasinan dengan pengeringan.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 19

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Metabolisme merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan energi yang
diperlukan untuk hidup. Berbagai macam molekul, seperti molekul makanan
maupun gas oksigen dan karbondioksida senantiasa keluar-masuk sel dalam
proses tersebut. Setiap molekul memiliki sifat yang khas, begitu pula membran
sel. Transport membran selain merupakan sebuah proses gerakan, ternyata
sangat dipengaruhi oleh interaksi antara membran sel dengan molekul-molekul
yang ditranspor. Hal itu bisa dilihat pada keragaman jalur berbagai molekul
untuk melewati membran sel.

B. Saran
Demikianlah uraian makalah tentang (Transport Pada Membran) yang
dapat kami sampaikan. Selaku insan, pasti mempunyai kekurangan dan ketidak
tahuan dalam penulisan maupun dalam menyampaikan isi makalah ini. Kritik
yang bersifat membangun adalah harapan penulis dalam merevisi subtansi
makalah ini.
Mudah-mudah makalah yang disusun dengan sangat sederhana dan singkat
ini, dapat menjadi salah satu referensi bagi para pembaca untuk mempelajari
tentang transport pada membran sel, serta dapat menambah wawasan
pengetahuan kita semua dalam memahami ruang lingkup dari membran sel ini.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 20

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Fungsi Membran Sel. (http://www.pustakasekolah.com/fungsimembran-sel.html, diakses pada 30 April 2015 pukul 17.00 WIB).
Anonim. 2012. Mekanisme Transpor Pada Membran Plasma. (http://alwaysbiology.blogspot.com/2012/06/mekanisme-transpor-pada-membranplasma.html, diakses pada 24 April 2015, pukul 08.54 WIB).
Asmarinah. 2005. Membran Sel Dan Sistem Transport Pada Membran.
Departemen Biologi FKUI : Depok.
Campbell, dkk. 2002. Biologi Edisi ke-5 Jilid 1. Erlangga : Jakarta.
Campbell, dkk. 2008. Biologi Edisi ke-8 Jilid 1. Erlangga : Jakarta.
Hidayah, Nur. 2013. Mekanisme Transpor Membran. (https://nurhidayah49.
wordpress.com/2013/06/13/7/, diakses pada 23 April 2015, pukul
15.03 WIB).
Kanela, Lisa. Tanpa Tahun. Membran sel. (http://lisakarnela.meximas.com/
membran-sel/, diakses pada 30 April 2015 pukul 17.00 WIB).
Suarsana, I Nyoman. 2009. Transport Membran. Universitas Udayana : Denpasar.

Makalah Transportasi Pada Membran

Page 21