Anda di halaman 1dari 19

Sanitasi & Higiene

2011

Sanitasi Perusahaan
Sanitasi : usaha-usaha dan tindakan yang dilakukan
untuk secara langsung maupun tidak langsung
mengubah pengaruh lingkungan yang buruk bagi
kesehatan manusia menjadi yang menguntungkan.
Sanitasi perusahaan : tindakan-tindakan menciptakan
kebersihan,menjaga kesehatan dan memelihara
kenyamanan lingkungan kerja di dalam perusahaan.

Sanitasi Perusahaan
Contoh sanitasi dalam perusahaan :
a. sanitasi air,
b. Sanitasi halaman dan pekarangan pabrik,
c. Sanitasi bangunan, ruangan, instalasi pabrik,
d. Memelihara higiene perorangan,
e. pengembangan sistem pembuangan limbah industri

Higiene perusahaan dan


Higiene Perorangan
Higiene perusahaan :
# Mempelajari faktor-faktor dalam pekerjaan dan
lingkungan kerja yang dapat mengganggu kesehatan
karyawan dan masyarakat sekitar,
# Melakukan tindakan-tindakan pencegahan dan
penanggulangan dalam pekerjaan dan lingkungan kerja
untuk melindungi pekerja dan masyarakat sekitarnya
dari bahaya akibat kerja.

Higiene perusahaan dan


Higiene Perorangan
Higiene Perorangan :
Higiene perusahaan dapat dimulai dari higiene
perorangan, karena titik sentral kegiatan perusahaan
adalah manusia sebagai tenaga kerja.
Higiene perorangan di CPOB 2006 : bab 5.1-5.12

Sanitasi & Higiene di


Industri Farmasi
Sangat penting dalam keberhasilan penerapan CPOB di
Industri Farmasi
Tujuan : menghindarkan produk dari cemaran
mikroorganisme atau cemaran lain yang berasal dari
mesin/peralatan, ruangan, manusia, bahan awal dll.
Melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan dari
bahaya di tempat kerja dan bahaya akibat kerja.
Aturan, prosedur yang menyangkut Sanitasi & higiene harus dipatuhi
oleh seluruh karyawan.

Sanitasi & Higiene di


Industri Farmasi
Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi harus diterapkan
pada setiap aspek pembuatan obat.
Sumber pencemaran dan sumber bahaya harus
dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene
yang menyeluruh dan terpadu.
Tingkat sanitasi dan higiene pada pembuatan produk
steril : lebih ketat daripada pembuatan produk nonsteril

Sanitasi & Higiene


(CPOB 2006 bab 5)
Ruang lingkup :
- Personalia,
- Bangunan,
- Mesin dan Peralatan,
- Bahan awal dan wadahnya,
- Semua hal yang dapat merupakan sumber
pencemaran produk dan sumber bahaya,

Personalia
# Pemeriksaan Kesehatan sebelum bekerja dan selama
bekerja.
# Semua karyawan harus menerapkan higiene
perorangan dengan baik.
# Pelatihan yang baik bagi karyawan tentang penerapan
higiene perorangan.
# Semua karyawan yang berhubungan dengan proses
pembuatan harus memperhatikan tingkat higiene
perorangan yang tinggi.

Personalia
# Larangan buat karyawan mengidap suatu penyakit
atau menderita luka terbuka yang dapat merugikan
mutu produk utk menangani bahan awal,bahan
pengemas, bahan yg sedang diproses dan obat jadi.
# Semua personil diwajibkan dan didorong untuk
melapor kepada atasan langsung tiap keadaan yang
menurut penilaian mereka dapat merugikan produk

Personalia
Hindarkan sentuhan langsung antara tangan dengan :
bahan baku, produk antara dan produk ruahan yang
terbuka,
bagian peralatan yang bersentuhan dengan produk.

Personalia
# Gunakan pakaian pelindung yang bersih,termasuk
penutup rambut.
# Pakaian pelindung yang sesuai dengan kegiatan yang
dilaksanakan.
# Pakaian pelindung untuk melindungi produk dari
pencemaran dan untuk keamanan sendiri.
# Pakaian yang kotor dan lap pembersih yang kotor
disimpan di dalam wadah tertutup sampai saat pencucian.
.

Personalia
# Pembatasan bagi karyawan untuk memasuki daerah
tertentu, kecuali petugas yang berwenang saja.
# Cuci tangan yang bersih, bilas dengan desinfektan
sebelum masuk ke ruang produksi
perlu dipasang
poster
# Larangan makan,minum,merokok,mengunyah, menyimpan
makanan,minuman,barang milik pribadi di daerah
produksi,gudang,daerah lain yang dapat merugikan mutu
produk.
# Tersedia Protap (SOP) memasuki ruang produksi buat
karyawan, pimpinan,auditor, tamu dll.
# Persyaratan khusus untuk pembuatan produk steril

Bangunan
Dirancang dan dibangun dengan tepat untuk
memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik.
Harus dijaga dalam kondisi bersih,bebas dari
gangguan binatang mengerat,burung, serangga dll.
Tersedia toilet dalam jumlah yg cukup dengan ventilasi
yang baik dan tempat cuci tangan (wastafel) yang
mudah dicapai dari daerah kerja.

Bangunan
Fasilitas penyimpanan pakaian dan milik pribadi
karyawan di tempat yang tepat.
Daerah/ruang khusus untuk makan (kantin).
Sampah dan limbah : dikumpulkan dan sering dibuang
secara aman dan memperhatikan persyaratan
kebersihan

Prosedur Tetap Sanitasi


Harus dibuat Prosedur tetap (Protap) sanitasi :
penanggung jawab sanitasi,
jadual,
metode,

peralatan,
bahan pembersih yang digunakan,
fasilitas yang harus
dibersihkan

Mesin dan Peralatan


# Setelah digunakan, mesin dan peralatan dibersihkan
dengan baik sesuai Protap.
# Dijaga dan disimpan dalam kondisi bersih.
# Sebelum dipakai, periksa lagi kebersihannya.
# Pembersihan dilakukan dengan cara vakum atau cara
basah.
# Hati-hati bila membersihkan dengan menggunakan
udara bertekanan dan sikat.
# Pembersihan dan penyimpanan peralatan yg dapat
dipindah-pindahkan dilakukan di ruang terpisah dari ruang
pengolahan.

Mesin dan Peralatan


# Prosedur tetap pembersihan dibuat dirancang dengan
tepat dan rinci agar pencemaran mesin dan peralatan oleh
bahan pembersih dapat dicegah.
# Isi Protap Pembersihan meliputi :
- Penanggung jawab pembersihan,
- Jadual,
- Metode,
- Peralatan dan bahan yang dipakai,
- Metode pembongkaran dan perakitan kembali
mesin/peralatan yang dibersihkan yang mungkin
diperlukan untuk memastikan terlaksananya pembersihan
yang cermat

Mesin dan Peralatan


# Tambahkan jika perlu :
- Sterilisasi peralatan,
- Penghilangan identifikasi bets sebelumnya,
- Perlindungan peralatan yg telah bersih terhadap
pencemaran sebelum dibersihkan
# Catatan pembersihan :
- Pelaksanaan pembersihan,
- Sanitasi,
- Sterilisasi,
- Inspeksi sebelum digunakan
# Catatan pembersihan harus disimpan
# Desinfektan dan deterjen harus dipantau terhadap
pencemaran mikroba