Anda di halaman 1dari 10

BAB II

HISTOLOGI DAN FISIOLOGI GONAD JANTAN MAMALIA


Histologi dan Fungsi Gonad Jantan Mamalia
Organ reproduksi hewan jantan dapat dibagi atas 3 komponen yaitu :
a). Organ kelamin primer
Organ kelamin primer pada hewan jantan yaitu gonad jantan, dinamakan testis
atau testikulus (jamak = testes) disebut juga orchis atau didymos.
b). Sekelompok kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap dan saluran-saluran
Kelenjar kelamin yang biasa terdapat pada hewan jantan terdiri dari: kelenjar
Vesikularis, kelenjar Prostata, dan kelenjar Cowper, sedangkan saluran
salurannya terdiri dari epididimis, vas deferens, dan uretra.
c). Alat kelamin bagian luar atau organ kopulatoris (bagian yang digunakan saat
intromisi) yaitu penis.

Gambar 3. Organ-organ reproduksi sapi jantan

Gambar. Mikriskopis Testis


Sumber: http://fluktuantes.files.wordpress.com/2013/08/testis_40x.jpg

1. Testis
Bagian mediastinum testis terdapat cabang yang membagi
testis menjadi 250 lobulus disebut septula testis, karena letaknya diantara
lobulus disebut jaringan interlobularis.dalam lobulus terdapat jaringan
penyambung yang disebut jaringan intertubularis (antara tubulus). Dalam
lobulus terdapat 1-4 tubulus contortus (berkelok). Tubulus contourtus
menuju mediastinum testis lurus disebut tubulus rectus testis dalam
mediastinum terdapat saluran yang saling berhubungan disebut rete testis
sebanyak 10-20 (15) ductus eferen.

2. Tubulus seminiferus
Tubulus seminiferus merupakan tubulus kontortus yang
membentuk jala-jala yang berujung buntu dan pada ujung lain menjadi
saluran lurus dengan lumen menyempit dan dibatasi oleh epitel selapis

kubus berflagela satu. Bentuk lurus ini dinamakan tubulus rektus. Bagian
ini pendek yang bermuara pada saluran-saluran yang beranastomosis yang
dinamakan

rete

testis.

Tubulus

seminiferus

terdiri

dari

epitel

germinativum, lamina basalis, dan tunika jaringan ikat fibrosa. Epitelnya


terdiri dari 2 jenis sel yaitu sel Sertoli dan sel-sel spermatogenik yang
tersusun atas 4-8 lapisan. Urutan sel-sel dari lapisan yang paling dasar
hingga mendekati lumen adalah spermatogonium, spermatosit primer,
spermatosit sekunder, spermatid, dan spermatozoa.
Sel Sertoli merupakan sel-sel piramidal panjang yang saling
bertautan dengan sel-sel spermatogenik. Dasar sel Sertoli melekat pada
lamina basalis, sedang ujung apikalnya menjorok kedalam lumen tubulus
seminiferus. Akibat adanya sel-sel spermatogenik di sisi lateral dan di sisi
basalnya, maka bentuk sel Sertoli menjadi tidak teratur. Sel-sel Sertoli
mempunyai 3 fungsi utama yaitu pelindung, penyokong, dan pengatur
nutrisi sel-sel spermatogenik yang sedang berkembang; fagositosis, yaitu
membuanng kelebihan sitoplasma spermatid dalam proses spermiogenesis
(perubahan spermatid menjadi spermatozoa); dan sekresi, yaitu sel-sel
Sertoli mensekresi sekret untuk transpor spermatozoa.

Gambar. Tubulus seminiferus


Sumber : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

3. Tubulus rektus
Tubulus rektus merupakan bagian akhir dari tubulus seminiferus
yang merupakan saluran pendek yang lurus dengan lumen sempit. Saluran
ini dilapisi oleh sel epitel kubus dengan satu flagel. Tubulus rektus
bermuara pada rete testis.
4. Rete testis
Rete testis terdapat pada bagian mediastinum testis. Rete testis
dilapisi oleh epitel kubus. Dari rete testis keluar 10-20 vas eferens.

5. Ductus eferens

Gambar. Duktus Eferens


Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Vas eferens terletak dalam jaringan ikat epididimis. Vas eferens


dilapisi oleh epitel kubus dan berganti menjadi epitel columnar bersilia

setelah mendekati epididimis. Dibawah lapisan epitel terdapat lamina


propria dengan jaringan ikat padat dan otot polos.2
6. Epididimis

Gambar. Duktus Epididimis. Sumber :


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Epididimis merupakan satu saluran panjang yang sangat


berkelok-kelok dengan panjang sekitar 4-6cm. Saluran yang panjang ini
dengan jaringan ikat membentuk corpus dan caudal epididimis. Caput
epididimis berisi vas eferens. Epididimis dilapisi oleh epitel berlapis
semicolumnar dengan sel-sel columnar yang sangat panajng dengan
stereosilia yang panjang dan sel basal yang kecil. Lamina proprianya tipis
dengan jaringan ikat dan otot polos. Segerombol spermatozoa dapat
terlihat dalam lumen epididimis.
7. Vas deferens

Gambar. Duktus Deferens


Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Vas deferens merupakan saluran lurus yang keluar dari caudal


epididimis. Saluran ini berdinding tebal terdiri dari lapisan mukosa yang
tipis dan lapisan muskularis yang tebal dan dikelilingi oleh lapisan
adventisia. Lapisan epitelnya merupakan epitel berlapis semicolumnar
dengan stereosilia. Sel columnarnya lebih pendek dibandingkan sel
columnar epididimis. Lapisan ototnya terdiri dari lapisan otot polos yang
tipis dengan susunan longitudinal di bagian dalam, luar, dan tengahnya
merupakan lapisan otot yang tebal dengan susunan sirkuler. Lapisan
mukosanya pada vas deferens awal membentuk vili-vili sederhana, tetapi
pada bagian ampula, vas deferens melebar, dan terdapat vili-vili yang
membentuk kripta-kripta itu merupakan kelenjar yang menghasilkan
sekret penting untuk kehidupan spermatozoa. Pada bagian akhir ampulla,
saluran ini bersatu dengan kelenjar vesicula seminalis dan selanjutnya
salurannya mengecil dan masuk kedalam prostat dan bermuara pada
uretra. Bagian yang masuk prostat dinamakan duktus ejakulatorius dengan
lapisan mukosa sama dengan ampulla tetapi tanpa lapisan otot.2

8. Penis

Gambar. Penis
Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Penis terdiri atas 3 massa dilindris dari jaringan erektil, uretra dan
diluarnya diliputi dengan kulit (terdiri dari epidermis dan dermis).
Jaringan erektil meliputi sepasang corpus cavernosum dan spongiosum
yang didalamnya terdapat uretra. Dibagian luar corpus dikelilingi oleh
jaringan ikat padat yaitu tunika albuginea. Diluar tunika albuginea
terdapat jaringan ikat longgar dan didalam corpus terdapat banyak
trabekula. Ditengah corpus cavernosum terdapat arteri.
9. Vesicula Seminalis

Gambar. Vesikula Seminalis


Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Vesicula seminalis terdiri dari 2 saluran yang sangat berkelokkelok dengan panjang 15cm. Lapisan mukosa dilapisi oleh epitel berlapis
semu silindris. Lapisan epitelnya membentuk kripta-kripta yang saling
beranastomosis. Epitel terdiri dari sel-sel basal dan lapisan sel kubus atau
silindris pendek yang kaya dengan granula sekret. Lamina proprianya
kaya dengan serabut elastin dan dikelilingi oleh lapisan otot polos yang
tipis. Pada lapisan ototnya terdapat serabut-serabut saraf dan ganglia
simpatis. Sekresi yang tertimbun dalam kelenjar dikeluarkan waktu
ejakulasi oleh kontraksi otot polos.

10. Glandula Prostat

Gambar. Glandula Prostat


Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Prostat merupakan kumpulan 30-50 kelenjar tubulo-alveolar


bercabang yang saluran keluarnya bermuara pada uretra pars prostatika.

Prostat menghasilkan cairan prostat yang disimpan dan dikeluarkan pada


waktu ejakulasi. Prostat dikelilingi oleh capsula fibroelastin yang kayak
akan otot polos. Kelenjar prostat dibagi menjadi 3 struktur yaitu kelenjar
mukosa, submukosa, dan utama. Kelenjar-kelenjar ini bermuara pada
uretra pars prostatica.

11. Glandula Bulbouretralis

Gambar. Glandula Bulbouretralis


Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Testiclehistology-boar-2.jpg

Kelenjar bulbouretralis merupakan bentukan seperti kacang


polong yang terletak dibelakang uretra pars membranosa dan bermuara
kedalam uretra tersebut. Kelenjarnya merupakan kelenjar tubuloalveolar.
Kelenjar dikelilingi oleh jaringan ikat dan otot lurik. Unit sekresinya
bervariasi struktur dan ukuran. Kebanyakkan merupakan alveoli dan yang
lain merupakan tubuler. Sekresinya terutama adalah mucus. Sel-sel
sekretorik berbentuk kubus atau silindris pendek. Kelenjar littrei terletak

dibawah lamina propria dan diatas trabecula. Kelenjar ini dilapisi oleh
sel-sel epitel berlapis silindris atau berlapis semua silindris.

DAFTAR PUSTAKA
Sloane E. Sistem reproduksi, kehamilan, dan perkembangan. Dalam: Anatomi dan
fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2003.h.345-351.
Fawcett dan Bloom. Sistem reproduksi pria. Dalam: Buku ajar histologi. Edisi ke-12.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2002.h.687-730.
Eroschenko VP. Male reproductive system. In: Difiores atlas of histology with
fuctional correlations. 9th edition. Jakarta: EGC; 2003.p.477-502.
Sherwood L. Sistem reproduksi. Dalam: Fisiologi manusia. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2012.h.641-694.
Corwin JC. Sistem reproduksi. Dalam: Buku saku patofisiologi. Edisi ke-3. Jakarta:
EGC; 2009.h.770.