Anda di halaman 1dari 5

Soal Sederhana:

1.
2.
3.
4.

-------------

Soal Kasus:
Perusahaan Bumi Bangsa (PBB Tbk) adalah industry kertas yang diresmikan di Yogyakarta pada tanggal 4 Oktober 1986
dengan kapasitas terpasang 30.000 ton kertas per tahun, dan di akhir tahun 2012 telah mencapai 50 juta ton/tahun.
Pesatnya perkembangan PBB Tbk dilatarbelakangi oleh intangible assets yang cukup tinggi baik dari faktor internal
(komitmen pimpinan dan teknologi, dedikasi, loyalitas, teamwork seluruh karyawan) juga dari faktor eksternal (brand image,
reputasi, brand loyalty pelanggan). Selain itu, struktur kepengurusan yang menganut system dua badan (two board system),
yaitu Dewan Komisaris yang telah membentuk komite fungsional untuk memberdayakan Satuan Pengawas Intern (SPI) di
bawah Direktur Keuangan dan Direksi (terdiri dari Direktur Utama, Direktur Produksi, Direktur SDM, Direktur Keuangan,
Direktur Umum dan Hubungan Masyarakat dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan) yang juga concern dalam
mengawal dan mengimplementasikan Good Corporate Governace (GCG) hingga membentuk Tim Penanganan Pengaduan
Masyarakat dan Pegawai yang berindikasi korupsi
Mengingat pesatnya pertumbuhan perusahaan, maka perusahaan membutuhkan 5 unit mesin pengolah kertas untuk
ditempatkan pada pada area Yogyakarta, Medan, Padang, Bandung dan Makassar. Namun disatu sisi PBB Tbk tidak
mempunyai kas yang cukup, akhirnya Direktur Utama, Bapak Yos mengambil kebijakan untuk membeli mesin tersebut
melalui proses pertukaran dengan 50 unit kendaraan dinas sebagai berikut:

Merek - Tipe

Jumlah

Daihatsu Xenia*

15

1 Agustus 2012

Harga
Perolehan/
Unit
130.000.000

2
3

Toyota Avanza*
Nissan Grand
Livina*
Suzuki Ertiga *

15
10

1 September 2012
1 Agustus 2013

136.000.000
145.000.000

80.000.000
90.000.000

5
5

Garis Lurus
Garis Lurus

10

1 Desember 2013

150.000.000

100.000.000

Garis Lurus

No

Perolehan

70.000.000

Umur
Ekonomis
(Tahun)
5

Garis Lurus

Harga Jual/
Unit**

Metode
Depresiasi

Keterangan:
* Tidak ada ketentuan nilai residu pada aset kendaraan

** Harga Jual/Unit yang diberikan oleh Ka. Biro Umum dan Humas, Bapak Johan kepada Direktur Utama PT. Mulia Abadi,
Bapak Yudi.
Ketentuan prosedur pada pertukaran asset:
1. Pertukaran asset dengan nilai < 3 M = dilaksanakan secara mandiri oleh Kepala Biro Umum dan Hubungan
Masyarakat
2. Pertukaran asset dengan nilai 3 sd 5 M = dilaksanakan oleh Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat melalui
perhitungan tim penilaian asset (appraisal) Biro Keuangan dan sepersetujuan Direktur Utama
3. Pertukaran asset lebih dari > 5 M = dilaksanakan oleh Tim pertukaran asset PBB Tbk yang dibentuk dan diangkat
oleh Direktur Utama PBB Tbk
Pada tanggal 1 Mei 2014 Bapak Yos mendelegasikan wewenangnya kepada Direktur Umum dan Hubungan Masyarakat,
Bapak Johan yang langsung bertemu dengan Direktur Utama PT. Mulia Abadi, Bapak Yudi dan saling tukar informasi. Bapak
Yudi memberitahukan bahwa harga/unit mesin pengolah kertas dalam kondisi baru senilai @ Rp. 1.000.000.000. Bapak Yudi
bersedia melakukan pertukaran aset tersebut pada tanggal 1 Juni 2014 dengan menambah/membayar uang kas sebesar
Rp. 200.000.000 kepada PBB Tbk. Tanpa berfikir panjang, Bapak Johan segera mengeksekusi pertukaran asset tersebut
tanpa meminta pertimbangan dan perhitungan dari tim penilaian asset Biro Keuangan. Akibat pertukaran tersebut, tanggal 2
Juni 2014 ada seorang pegawai, Bapak Muhsin, staf Tim Appraisal Biro Keuangan PBB Tbk, yang melaporkan bahwa
pertukaran aset tersebut menimbulkan kerugian senilai Rp. 235.000.000,- pada PBB Tbk. Laporan tersebut ditindaklanjuti
dengan audit investigasi yang menetapkan batas nilai kerugian yang dapat ditolelir dari pertukaran aset maksimal 7% dari
total nilai buku seluruh unit kendaraan tersebut.
Anda selaku Internal Auditor diminta untuk menyelesaikan masalah-masalah berikut:
1.

Berapa akumulasi depresiasi dan nilai buku dari masing-masing tipe/merek kendaraan? Dan berapa total
akumulasi seluruh kendaraan (poin 15)

2.

----

3.

Hitung laba/rugi akibat pertukaran aset? Bila rugi apakah sudah melampaui batas materialitas?Siapa yang
dianggap paling bertanggung jawab akibat pertukaran aset tersebut dan apa buktinya? (poin 10). Apabila Ka. Biro
Umum dan Humas menggunakan perhitungan Tim Penilai Asset Biro Keuangan, bagaimana jurnal terhadap pertukaran
tersebut (poin 5)

4.

Sebutkan tujuan dari operasi pertukaran asset dan resiko yang apa saja yang dapat terjadi dari pertukaran asset ?
(poin 10)

5.

---

6.

A. Dari kasus tersebut, buatlah abstraksi temuan terdiri dari: (poin 15)
a. Kondisi

b.
c.
d.
e.
f.
B. ----

Kriteria
Sebab
Akibat
Temuan
Rekomendasi

---------------------------------------------

Selesai -------------------------------------------------------

01/06/201
4
No
1

Merek Tipe

Jumlah

Perolehan

Daihatsu
Xenia

15

Agust-12

Toyota
Avanza

15

Nissan
Grand
Livina

10

Suzuki
Ertiga

10

Sep-12

Agust-13

Des-13

Harga
Perolehan/
Unit

Total Harga
Perolehan/M
erek

Umur
Ekonomis
(Tahun)

130.000.00
0

1.950.000.0
00

136.000.00
0

2.040.000.0
00

145.000.00
0

1.450.000.0
00

150.000.00
0

1.500.000.0
00

Nilai
Depresiasi/
Tahun
26.000.000

27.200.000

29.000.000

30.000.000

Hari
Depresiasi
669

638

304

182

Bulan
Depre
siasi

Nilai
Depresia
si/ Bulan

Akumula
si
Depresia
si

22

2.166.66
7

47.666.6
67

715.000.000

2.266.66
7

47.600.0
00

714.000.000

2.416.66
7

24.166.6
67

241.666.667

2.500.00
0

15.000.0
00

150.000.000

21

10

6.940.000.0
00
Materialitas

Total
Akumulasi
Depresiasi

1.820.666.6
67

Nilai
Buku/Kendar
aan
82.333.333

88.400.000

120.833.333

135.000.000

426.566.667

kas

358.353.333
200.000
.000

Harga Perolehan Kendaraan Daihatsu


Xenia

1.950.000.0
00

Nyatanya:

Total penyusutan hingga tanggal


pertukaran

715.000.000

Nilai jual kendaraan o' Ka. Biro Umum

4.150.000.0
00

Nilai buku kendaraan Xenia

1.235.000.0
00

Kas yang masuk PBB Tbk

200.000.000

Harga perolehan mesin baru

3.950.000.0
00

4.150.000.0
00

Harga beli mesin pengolah semen @ 1


M

5.000.000.0
00

Nilai buku kendaraan pada saat


pertukaran

5.119.333.3
33

Nilai penjualan kendaraan

Selisih nilai buku

(119.333.33
3)

Harga perolehan
kendaraan

6.940.000.0
00

Total Nilai
Buku
Kendaraan
1.235.000.0
00

Nilai
Kendaraan
Saat
Pertukaran/Uni
t
70.000.000

1.050.000.00
0

1.326.000.0
00

80.000.000

1.208.333.3
33

90.000.000

1.350.000.0
00

100.000.000

5.119.333.3
33

3.950.000.0
00

Total Nilai
Kendaraan
Saat
Pertukaran

1.200.000.00
0
900.000.000

1.000.000.00
0
4.150.000.00
0

Seharusnya (Perhitungan Tim


Appraisal):

Akumulasi depresiasi

Tambahan kas masuk Rp. 200.000.000,-

Nilai buku kendaraan

5.119.333.3
33

Rugi pertukaran

(969.333.33
3)

Kas yang masuk PBB Tbk

(119.333.33
3)
200.000
.000

Laba pertukaran

80.666.667

Selisih nilai buku

1.820.666.6
67

Jurnalnya:

Laba pertukaran mengurangi harga perolehan aset yang baru,yaitu:

Mesin baru

3.950.000.0
00

Harga mesin pengolah


semen

5.000.000.0
00

Akumulasi depresiasi kendaraan

1.820.666.6
67

Laba pertukaran

80.666.667

Kas

200.000.000

Harga mesin (baru)

4.919.333.3
33

Sehingga jurnalnya:
Mesin pengolah semen
(baru)
Akumulasi penyusutan kendaraan
Kas

Kendaraan dinas

Kendaraa
n
Rugi pertukaran

4.919.333.
333
1.820.666.
667
200.000
.000
6.940.000.0
00

6.940.000.
000
969.333
.333

>

358.353.333