Anda di halaman 1dari 4

Anthurium si burgundi tanduk :

Warna jadi salah satu eksotika dari daun anthurium, termasuk di dalamnya jenis
burgundi yang menawarkan warna hijau, hitam, dan ungu. Paduan tiga warna
dalam satu tanaman itu, membuat jenis ini jadi salah satu anthurium wajib bagi
penghobi. Bentuknya yang beragam, membuat burgundi termasuk dalam
anthurium tingkat atas yang juga mempunyai harga mahal.
Anthurium terkenal dengan serat, bentuk, dan warna daun yang eksotik. Unsur warna
sendiri memegang peranan besar, terutama untuk varian yang menghasilkan rona merah
maupun hitam. Harga kedua jenis warna tersebut bisa berlipat dibandingkan warna hijau.
Keistimewaan dari burgundi memang dari kekuatan warna daun yang diyakini bukan dari
mutasi atau silangan dari berbagai warna. Tapi burgundi mempunyai satu species sendiri
yang mampu menghasilkan keturunan sama persis dengan indukannya, sehingga untuk
melakukan perbanyakan bagi nurseri bukan hal yang mustahil.
Secara tak langsung, nama burgundi memang terdongkrak dari hingar-bingarnya
anthurium, terutama dari jenis jenmanii yang harganya paling mahal. Beberapa tren
anthurium pun sempat silih berganti, seperti tren dari karakter daun, bentuk daun hingga
terakhir dari kombinasi warna, seperti jenmanii black dan red.
Dari tren warna yang sedang dicari pembeli, secara tak langsung membuat pamor
burgundi kembali naik. Apalagi dari kombinasi tiga warna yang jarang dimiliki oleh jenis
anthurium lainnya. Begitu juga dengan warna tanaman pun mengikuti, dimana gabungan
warna hijau, hitam, dan ungu akan menghasilkan satu warna burgundi yang terpancar di
beberapa bagian daun.
Hermansyah dari Kebun Kita Nurseri km 10 Kaliurang, Jogjakarta, mengatakan warna
burgundi akan terlihat mulai dari batang, tulang, urat daun, hingga tepi daun. Burgundi
saat ini mempunyai kelas tersendiri yang sejajar dengan anthurium lainnya, seperti
jenmanii maupun gelombang cinta. Contohnya, koleksi burgundi tanduk miliknya yang
sudah menunjukkan karakter sempurna, dimana warna burgundi sudah merata terlihat
pada hampir semua bagian tanaman.

Mulai dari batang tunas yang pupus keluar sudah memperlihatkan karakter warna
burgundi. Warna yang dimiliki akan bertahan dan tidak pudar, meski daun sudah dewasa.
Bahkan saat daun sudah besar di tepinya/lis akan berwarna ungu yang melingkari semua
daun, sehingga bila dilihat, daun burgundi tanduk ini seperti diberi frame/pigura dengan
warna ungu di semua tepi daunnya. Sangat menarik, terutama bila terkena matahari,
dimana kontras warna antara hijau-ungu dan hitam akan terlihat. Kesan eksotis pun
secara tidak langsung menghinggapi tanaman ini.
Dari beberapa varian burgundi, jenis tanduk mempunyai karater yang cukup kuat, dimana
bentuk daun sangat tegas yang lurus dan meruncing di ujungnya. Sementara tepi daun
mempunyai riak gelombang kecil yang mempertegas kekuatan dari tanaman. Dilihat dari
atas, daun sudah terlihat rouset dan menonjolkan tulang dan urat daun yang mempunyai
warna kehitaman. Mulai dari bentang, daun warna burgundi sudah terlihat, namun tidak
begitu tegas, terutama untuk daun yang sudah tua. Tapi pada tunas yang baru
tumbuh/pupus, warna burgundi akan terlihat kuat antara bonggol hingga separuh dari
batang daun. Bentuk daun mulai dari bawah sudah melebar dan memanjang hingga
setengah panjang daun.
Selanjutnya, daun sedikit melebar dan langsung meruncing di ujungnya yang menyerupai
tanduk. Karakter daun sendiri di beberapa bagian sudah terlihat adanya warna burgundi,
terutama pada ujung daun yang sudah tersirat warna ungu ke-hitaman. Warna di daun
akan lebih cerah bila sinar matahari langsung mengenai daun. Tapi tentu tidak bisa
dibiarkan lebih lama di bawah terik matahari. Sebab, bisa membuat tanaman ini kriting
karena dehidrasi.
Warna ke-unguan dari tulang daun sendiri sudah terlihat sejak daun sudah pupus
sempurna. Semburat warna sendiri akan mengisi bagian atas dari tulang daun yang
merata di semua permukaan daun. Secara keseluruhan, burgundi tanduk layak jadi salah

satu koleksi yang mempunyai harga cukup menarik. Untuk ukuran 6 daun, Hermansyah
menawarkan harga hingga Rp 5 juta. Sedangkan bibitan cambah, di kisaran harga ratusan
ribu rupiah.
Sebagai salah satu jenis dari anthurium, burgundi memberikan satu pilihan bagi penghobi
untuk mencoba memiliki tanaman yang kaya akan warna ini. Apalagi diprediksi, ke
depan burgundi akan memiliki pamor setingkat dengan jenmanii. Itu dilihat dari kekuatan
warnanya yang menggabungkan tiga warna sekaligus.
Di beberapa bursa tanaman hias, posisi burgundi sendiri berada di atas beberapa jenis
anthurium, seperti gelombang cinta maupun hookeri. Bahkan bila burgundi yang dijual
sudah sempurna, dimana semburat warna sudah merata mulai dari batang, tulang daun,
dan daun, harga sudah bisa disejajarkan dengan jenmanii. [wo2k]
Jaga Intensitas Matahari, Kelembapan, & Media Tanam

Menghasilkan warna yang sempurna pada tanaman burgundi ternyata gampang-gampang


susah. Pasalnya, harus memperhatikan tiga usur utama, yaitu sinar matahari, kelembapan,
dan media tanam yang berhubungan dnegan nutrisi yang digunakan. Terlalu banyak sinar
matahari, warna burgundi akan lebih hitam di daun. Sementara tulang daun cenderung
hijau.
Dari kasus tersebut, maka burgundi harus berada dalam naungan dengan paranet minimal
60% dan lebih tinggi bila berada di wilayah yang lebih panas. Sedangkan kekuranagn
sinar matahari akan membuat tanaman berdaun panjang, karena mencari sinar dan warna
akan pucat. Sebab, klorofil tidak tumbuh sempurna.
Kelembapannya berpengaruh dengan kebutuhan air yang berkaitan erat dengan
pertumbuhan burgundi. Kelembapan terlalu kering, meski sinar matahari sudah tepat,
tetap membuat tanaman tidak bisa tumbuh secara sempurna, bahkan bisa cenderung
kerdil, karena kekurangan air. Namun terlalau lembab, akan membuat tanaman rawan
penyakit dan paling parah akan membuat daun dan akar cepat busuk. Bukan pertumbuhan
cepat yang didapat, tapi burgundi akan masuk dalam tahap kritis, bahkan terancam mati.
Media tanamnya sendiri sangat berpengaruh terhadap kekuatan akar dalam
menyerap nutrisi, sehingga porous jadi syarat utama, karena akar anthurium

sensitif dengan kelembapan, sehinga dengan media tanam yang porous, akan
mempercepat pertumbuhan anthurium. Sebab, akar bisa bergerak bebas. [wo2k]