Anda di halaman 1dari 3

Dalam bidang Kedokteran Gigi, dikenal istilah bahan dan teknologi untuk Kedokteran

Gigi. Bahan dan teknologi ini nantinya bisa diaplikasikan pada kehidupan di masyarakat.
Salah satu contohnya adalah bahan Kedokteran Gigi yang digunakan untuk mengisi saluran
akar. Dalam skenario ini, akan dibahas mengenai bahan-bahan untuk mengisi saluran akar.
Pada skenario, dijelaskan bahwa rongga bekas jaringan pulpa yang telah
disterilisasikan, dilakukan pengisian dengan bahan pengisian saluran akar sebagai pengganti
pulpa yang telah di ambil. Pengisian saluran akar tersebut sampai menutup rapat apeks gigi.
Jenis bahan yang digunakan ada banyak macamnya, pemilihan bahan tersebut tergantung
jenis diagnosanya, jenis gigi. Dari pernyataan tersebut, kami diharapkan bisa mengetahui
bahan-bahan pengisi saluran akar dari segala aspek agar kami bisa menyeleksi bahan pengisi
saluran akar yang paling baik dan tidak merugikan bagi masyarakat.
1

Rumusan Masalah

1.Menjelaskan bahan pengisi saluran akar :


a

Jenis bahan pengisi saluran akar

b Komposisi bahan pengisi saluran akar


c

Sifat bahan pengisi saluran akar

d Aplikasi dan indikasi bahan pengisi saluran akar


2

Tujuan

Dapat menjelaskan bahan pengisi saluran akar


a Dapat menjelaskan jenis bahan pengisi saluran akar
b Dapat menjelaskan komposisi bahan pengisi saluran akar
c Dapat menjelaskan sifat pengisi saluran akar
d Aplikasi dan indikasi bahan pengisi saluran akar

Maping

BAHAN PENGISI
SALURAN
AKAR
BAHAN PENGISI
SALURAN AKAR

PADAT

syarat

SEMI PADAT

JENIS

KOMPOSISI

keuntungan
SIFAT
kerugian
APLIKASI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tahap pengisian saluran akar atau obturasi pada perawatan saluran akar selalu
mendapat perhatian yang besar. Menurut sejarah, pengisian merupakan tahap yang
sangat kritis, dan menjadi penyebab dari hampir seluruh kegagalan perawatan. Suatu
laporan kasus lama yang sering dikutip menyatakan bahwa hampir seluruh kegagalan
perawatan disebabkan oleh obturasi yang tidak sempurna.
Bahan pengisi saluran akar merupakan bahan yang dimasukkan pada saluran akar
setelah gigi dipreparasi dan diirigasi. Bahan ini diberikan untuk memberikan kekuatan

pada gigi, yaitu sebagai bahan pengganti dentin dan jaringan yang diambil saat
preparasi, dengan harapan bahan pengisi saluran akar dapat berfungsi sebagai gigi pada
umumnya.
Fungsi bahan pengisi saluran akar yaitu mengobturasi saluran akar dan
menghilangkan semua pintu masuk antara periodonsium dan saluran akar. Makin baik
penutupnya makin baik prognosis gigi. Namun untuk mendapatkan bahan penutup yang
ideal sama rumitnya dengan anatomi system saluran akar itu sendiri. Karena semua
bahan pengisi saluran akar harus menutup semua foramina yang menuju ke dalam
periodonsium, maka suatu bahan pengisi ideal harus dapat memadat dengan baik, harus
sesuai dan melekat pada dinding saluran yang telah diinstrumentasi, dan harus berakhir
pada penyatuan saluran akar dan periodonsium. (Torabinejad, 1998: 264)
Tujuan mengobturasi saluran akar adalah memasukkan suatu bahan pengisi
pengganti lamban (inert) ke dalam ruangan yang sebelumnya ditempati oleh jaringan
pulpa, guna mencegah infeksi berulang melalui sirkulasi (anakoresis) atau melalui suatu
retak pada keutuhan mahkota gigi. Naidorf menyatakan bahwa obturasi mahkota yang
tidak memadai menyebabkan terbukanya saluran terhadap cairan jaringan periapikal,
yang memberikan bahan untuk tumbuhnya mikroorganisme atau lokalisasi bakteri
dalam ruangan-ruangan mati semacam itu oleh suatu bakteremia transien. Menurut
suatu studi yang dibuat oleh Ingle dan Beveridge, 58% kegagalan endodontic dapat
dihubungkan dengan obturasi saluran akar yang tidak sempurna. (Torabinejad, 1998:
264)