Anda di halaman 1dari 6

Unilever memiliki kerangka kerja pengendalian yang

didokumentasikan,

ditelaah

dan

diperbaharui

secara

berkala oleh Direksi. Kerangka kerja tersebut meliputi :

Pengendalian Internal
Perusahaan ini mencakup :

Kerangka

kerja

pengendalian

didukung

melalui

CoBP,

yang

menetapkan standar profesionalisme dan integritas untuk operasional


Unilever di seluruh dunia
Kepatuhan terhadap Sarbanes-Oxley Act, khususnya section 404
tentang proses Operational Control Assessment untuk keperluan
pelaporan entitas induk, yang mensyaratkan manajemen senior di
setiap

unit

untuk

melakukan

pengendalian finansial.

penilaian

terhadap

efektivitas

Direksi bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan


menilai risiko yang dihadapi Perseroan dan memastikan bahwa
risiko-risiko tersebut dikelola secara efektif. Direksi didukung oleh
Komite

Manajemen

Risiko

Korporasi,

yang

mengatur

desain,

implementasi dan pemutakhiran sistem manajemen yang efektif


secara teratur. Komite ini terdiri atas Group Audit Manager, Financial
Controller, Commercial Manager, Business System Manager dan
Sekretaris Perusahaan, dan diketuai oleh Chief Financial Officer.

Beberapa resiko penting dalam perusahaan Unilever


diantaranya :