Anda di halaman 1dari 9

TUGAS V

PENGUJIAN HIPOTESIS

OLEH:
KELOMPOK III
RATIH NOVIYANTI

NIM. 1113031028

NI MADE ERNA PURNAMA DEWI

NIM. 1113031029

I DEWA GEDE ABI DARMA

NIM. 1113031064

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2015

1.1 Statistik dan penelitian


Dalam statistik, hipotesis dapat diartikan sebagai pernyataan statistik tentang parameter populasi.
Statistik adalah ukuran-ukuran yang dikenakan pada sampel ( X

rata rata, ),

s = simpangan

baku, s2 = varians, r = koefisien korelasi, dan parameter adalah ukuran-ukuran yang dikenakan
pada populasi ( rata rata, simpanganbaku, 2 var ians, koefisienkorelasi ). Dengan
kata lain hipotesis adalah taksiran terhadap parameter populasi, melalui data sampel . penelitian
yang didasarkan data populasi , atau sampling total , atau sensus tidak melakukan pengujian
hipotesis statistik. Penelitian yang demikian dari sudut pandang statistik adalah penelitian
deskriptif.

Gambar 1.1 Hipotesis Statistik


Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis, yaitu hipotesis nol dan alternatif.
Pada statistik hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara parameter dan
statistik, atau tidak adanya perbedaan antara ukuran pupulasi dan ukuran sampel. Dengan
demikian hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena memang peneliti tidak mengharapkan
adanya perbedaan populasi dengan sampel. Selanjutnya hipotesis alternatif adalah lawannya
hipotesis nol, yang berbunyi adanya perbedaan antara data populasi dengan data sampel. Dalam
penelitian hipotesis nol juga menyatakan tidak ada, tetapi bukan tidak adanya perbedaan antara

populasi dan data sampel, tetapi bisa berbentuk tidak adanya hubungan antara satu variabel
dengan variabel lain, tidak adanya perbedaan antara satu variabel atau lebih pada
populasi/sampel yang berbeda, dan tidak adanya perbedaan antara yang diharapkan dengan
kenyataan pada satu variabel atau lebih untuk populasi atau sampel yang sama.
1.2 Bentu-bentuk Rumusan Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian memiliki arti sebagai jawaban sementara terhadap rumusan
masalah dalam penelitian. Dalam statistik dan penelitian terdapat dua macam hipotesis yaitu
hipotesis nol dan alternatif. Hipotesis nol diartikan sebagai tidak adanya perbedaan antara
parameter dan statistik, atau tidak adanya perbedaan antara ukuran populasi dan sampel.
Sedangkan hipotesis alternatif adalah lawannya hipotesis nol yaitu adanya perbedaan antara data
populasi dengan data sempel.
Dalam penelitian, hipotesis nol juga menyatakan tidak ada, tetapi bukan tidak adanya
perbedaan antara data populasi dengan data sampel, tetapi bisa berbentuk tidak adanya hubungan
antara satu variabel dengan variabel lain, tidak adanya perbedaan antara satu variabel atau lebih
pada populasi/sampel yang berbeda, dan tidak adanya perbedaan antara yang diharapkan dengan
kenyataan pada satu variabel atau lebih untuk populasi atau sampel sama.
Menurut tingkat eksplanasi hipotesis yang akan diuji, rumusan hipotesis dapat
dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu hipotesis deskripsi, hipotesis komparatif dan
hubungan.
1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis Deskriftif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat
perbandingan atau hubungan. Dalam perumusan hipotesis statistik antara hipotesis nol (H o)
dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan bila salah satu ditolak maka yang lain pasti
diterima, sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau H 0 ditolak pasti alternatif
(Ha) diterima.
Berikut ini diberikan contoh berbagai pernyataan yang dapat dirumuskan hipotesis deskriftifstatistiknya:
Suatu perusahaan minuman harus mengikuti ketentuan, bahwa salah satu unsur kimia
hanya boleh dicampurkan paling banyak 1% (paling banyak berarti lebih kecil atau
sama dengan: ). Dengan demikian rumusan hipotesis statistiknya adalah:

H 0 : 0,01
H a : 0,01

Dapat dibaca: Hipotesis nol untuk parameter populasi berbentuk proporsi (1% =
proporsi) lebih kecil atau sama dengan 1% dan hipotesis alternatif, untuk populasi
yang berbentuk proporsi lebih besar dari 1%.
2. Hipotesis komparatif
Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai dalam satu variabel
atau lebih pada sampel yang berbeda.
Contoh rumusan hipotesis komparatif:
Rumusan masalah:
a. Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan B?
b. Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai golongan I, II, III?
Rumusan Hipotesis:
1) Untuk rumusan masalah a:
Tidak terdapat perbedaan daya tahan lampu merk A dan B
Daya tahan lampu merk B paling kecil sama dengan daya tahan lampu merk A
Daya tahan lampu merk B paling tinggi sama dengan daya tahan lampu merk A
Hipotesis Statistiknya:

H 0 : 1 2

Rumusan ujian hipotesis dua pihak

H a : 1 2
H 0 : 1 2

Rumusan ujian hipotesis pihak kiri

H a : 1 2

H 0 : 1 2

H a : 1 2

Rumusan ujian hipotesis pihak kanan

3. Hipotesis hubungan (Asosiatif)


Hipotesis hubungan (Asosiatif) suatu pernyataan yang menunjukkan dugaan tentang
hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh rumusan masalahnya adalah adakah
hubungan antara gaya kepemimpimpinan dengan efektivitas kerja?
Rumusan hipotesis nolnya adalah tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan
efektivitas kerja.

Hipotesis statistinya adalah

H0 : 0

= Simbol yang menunjukkan kuatnya hubungan

H a : 0

1.3 Taraf Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis


Menguji hipotesis adalah menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel.
Terdapat dua cara menaksir yaitu:
a) a point estimate (titik taksiran) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan satu
nilai data sampel.
b) Interval estimate (taksiran interval) adalah suatu taksiran parameter populasi berdasarkan
nilai interval data sampel.
Contoh :
Peneliti berhipotesis bahwa daya tahan kerja orang indonesia 10 jam/hari. Hipotesis ini disebut
point estimate. Bila hipotesisnya berbunyi daya tahan kerja orang indonesia antara 8 sampai
dengan 12 jam/hari, maka hal ini disebut interval estimate. Nilai intervalnya adalah 8 sampai
dengan 12 jam. Menaksirkan parameter populasi menggunakan nilai tunggal (point estimate)
akan mempunyai resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan interval estimate.
2. Uji Satu Pihak (One Tail Test)
a. Uji Pihak Kiri
Uji Pihak kiri digunakan apabila hipotesis nol berbunyi tidak ada perbedaan atau sama
dengan dan hipotesis alternatifnya lebih kecil. Dalam uji pihak kiri ini berlaku ketentuan, bila
harga t hitung jatuh pada daerah penerimaan H0 (harga t hitung lebih kecil atau sama dengan t
tabel), maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Daerah
Penolakan H0

Daerah
Penerimaan H0

Gambar Kurve Uji Pihak Kiri

Rumus untuk menghitung besar t hitung sama dengan uji dua pihak, yaitu

x 0
s/

Sebelum dimasukkan ke dalam rumus maka perlu dihitung rata-rata dan simpangan bakunya.
b. Uji Pihak Kanan
Uji pihak kanan digunakan apabila hipotesis nol (H 0) berbunyi tidak ada perbedaan
atau sama dengan dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi lebih besar. Dalam uji pihak
kanan ini berlaku ketentuan bahwa, bila harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel, maka
H0 ditolak dan Ha diterima.

Gambar Kurve Uji Pihak Kanan

Uji Statistik Chi Kuadrat (2) Satu Sampel


Chi Kuadrat ( 2) satu sampel, adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji
hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih kelas/kategori, data berbentuk nominal
dan sampelnya besar. Rumus dasar Chi Kuadrat adalah
2

=
Dimana :
2 = Chi Kuadrat
F0 = Frekuensi yang diobservasi
Fh = Frekuensi yang digharapkan

f0 fh h

i 1

fh

Chi Kuadrat untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel) terdiri atas chi kuadrat dua
katagori dan chi kuadrat untuk 4 katagori.
1. Chi Kuadrat untuk dua katagori
Contoh
Telah dilakukan pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana kemungkinan rakyat
dikabupaten bangli dalam memilih dua calon kepala desanya. Calon yang satu adalah wanita
dan calon yang kedua adalah pria. Sampel sebagi sumber data diambil secara random
sebanyak 300 orang. Dari sampel tersebut ternyata 200 orang memilih pria dan 100 orang
memilih wanita.
Hipotesis yang diajukan adalah:
H0 : peluang calon pria dan wanita adalah sama untuk dapat dipilih menjadi kepala desa.
Ha : peluang calon pria dan wanita adalah tidak sama untuk dapat dipilih menjadi kepala
desa.
Penyelesaian
Data dibuat dalam bentuk tabel seperti dibawah ini:

Tabel 1. Peluang Pria dan Wanita Menjadi Calon Kepala Desa di Kabupaten Bangli
Alternatif Calon
Kepala Desa

Frekuensi yang
diobservasi (f0)

Frekuensi yang
diharapkan (fh)

Calon Pria
200
150
Calon Wanita
100
150
Jumlah
300
300
Catatan : jumlah frekuensi yang diharapkan adalah sama yaitu 50% : 50% dari seluruh
sampel.
Untuk menghitung chi kuadrat (X2) dengan mengunakan rumus dasar diperlukan tabel penolong.
Tabel 2. Tabel Penolong untuk Menghitung Chi Kuadrat dari 300 Orang Sampel
Alternatif
pilihan

f0

fh

(f0-fh)

(f0-fh)2

Pria

200

150

50

2500

(f 0 - f h ) 2
fh
16,67

Wanita
Jumlah

100
300

150
300

-50
0

2500
5000

16,67
33,34

Catatan : frekuensi yang diharapkan (fn) untuk kelompok yang pria dan wanita = 50%. Jadi
50% x 300 = 150.

Sehingga harga chi kuadrat = 33,34

untuk dapat membuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak,
maka harga chi Kuadrat tersebut perlu dibandingkan dengan Chi Kuadrat tabel dengan dk
dan taraf kesalahan tertentu. Dalam hal ini berlaku ketentuan bila Chi Kuadrat hitung lebih
kecil atau sama dengan Chi Kuadrat tabel, maka H o diterima, dan apabila lebih besar dari
harga Chi Kuadrat tabel maka Ho ditolak.
Derajat kebebasan untuk Chi Kuadrat tidak tergantung pada jumlah individu dalam
sampel. Tetapi derajat kebebasan tergantung pada kebebasan dalam mengisi kolom-kolom pada
frekuensi yang diharapkan (fh) setelah disusun dalam table seperti berikut.

kategori
I
II

a
b
(a+b)

m
n
(m+n)

Dimana fo harus sama dengan fh. jadi (a+b) = (m+n) dengan demikian kebebasan yang
dimiliki untuk menetapkan frekuensi yang diharapkan (fh) = (m + n). sehingga untuk model ini
derajat kebebasannya (dk) =1. Berdasarkan dk = 1 dan tarap kesalahan yang ditetapkan 5%,
maka harga Chi kuadrat tabel = 3,48. Ternyata harga chi kuadrat hitung > dari tabel, maka harga
H0 ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulannya, H0 yang diajukan bahwa peluang pria dan wanita sama untuk dipilih
menjadi kepala desa di kabupaten Bangli tersebut ditolak. Dengan hasil penelitian menunjukkan
bahwa masyarakat dikabupaten bangli cenderung memilih pria menjadi kepala desa.

2.

Chi Kuadrat untuk empat kategori


Contoh:
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kemungkinan beberapa warna
mobil dipilih oleh masyarakat Bali. Berdasarkan pengamatan selama 1 minggu terhadap
mobil-mobil pribadi ditemukan 1000 berwarna biru, 900 berwarna merah, 600 berwarna
putih, dan 500 berwarna lain.
H0 : peluang masnyarakat bali Untuk memilih empat warna mobil adalah sama.
Ha : peluang masyarakat bal untuk memilih empat warna mobil tidak sama.
Dalam penelitian ini harus terdiri dari 4 kategori, sehingga memiliki (dk) = 4-1 = 3
Penyelesaian

Tabel 3. Frekuensi yang Diobsevasi dan Diharapkan dari 300 Warna Mobil yang Dipilih
oleh Masyarakat Bali
Warna mobil

fo

Biru
1.000
Merah
900
Putih
600
Warna lain
500
Jumlah
3000
Dimana frekuensi

(f 0 - f h ) 2
fh
(f0-fh)
(f0-fh)
fh
750
250
62.500
83,33
750
150
22.500
30,00
750
-150
22.500
30,00
750
-250
62.500
83,33
3000
0
170.000
226,67
yang diharapkan (fh) untuk tiap kategori adalah 300 : 4 = 750.
2

Berdasarkan dk = 3 dan kesalahan 5%, maka diperoleh harga chi kuadrat tabel = 7,815. Ternyata
harga chi kuadrat hitung > chi kuadrat tabel (226,67>7,815), sehingga H0 ditolak dan Ha
diterima. Kesimpulanya adalah peluang masyarakat Bali untuk memilih empat warna mobil
berbeda atau tidak.