Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang
menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam

masyarakat bertambah dan

kemakmuran masyarakat menjadi meningkat. Dari satu periode ke periode lainnya


kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan semakin meningkat. Hal
ini disebabkan karena faktor produksi akan selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan
kualitasnya. Investasi menambah modal, teknologi yang dipergunakan menjadi berkembang
dan juga tenaga kerja akan bertambah sebagai akibat perkembangan penduduk. Pertumbuhan
ekonomi yang tinggi hal yang sangat diinginkan semua negara maupun daerah. Pertumbuhan
ekonomi mencerminkan kegiatan ekonomi yang dapat bernilai positif dan bahkan dapat pula
bernilai negatif. Jika pada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan yang positif,
maka kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami peningkatan, tetapi jika pada suatu
periode perekonomian mengalami pertumbuhan yang negatif, berarti kegiatan ekonomi pada
periode tersebut mengalami penurunan. Pertumbuhan ekonomi nasional yang dihitung melalui
GDP (Gross Domestic Product) dapat juga dijadikan indikator atas laju perekonomian
nasional yang dalam hal ini menyangkut efektifitas dari tingkat investasi dalam maupun luar
negeri.
Selama ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan
yang belum terpecahkan, seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan
tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan rata-rata
masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang
sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut
dengan kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini
memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan arti dari
pembangunan.
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua istilah yang berbeda,
sekalipun ada beberapa ahli mengatakan sama. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu
1

indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi. Jadi akan ada pertumbuhan ekonomi jika
ada pembangunan ekonomi dimana pembangunan ekonomi itu mengakibatkan perubahanperubahan pada sektor ekonomi. Pendirian industri-industri baru dan meningkatnya kegiatan
ekspor dan impor akan membawa perubahan dalam sektor industri dan sektor perdagangan.
Sektor pertanian juga akan berubah melalui pembangunan di bidang sarana dan prasarana,
seperti penambahan ruas jalan.
Perubahan-perubahan pada berbagai sektor ekonomi tersebut akan mengakibatkan
terjadinya pertumbuhan ekonomi, yang ditandai dengan naiknya produksi nasional,
pendapatan nasional, dan pendapatan perkapita. Situasi semacam itu akan berlangsung secara
terus-menerus.
B.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rumusan Masalah
Apa pengertian pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana cara menghitung pertumbuhan ekonomi ?
Apakah sumber-sumber pertumbuhan ekonomi ?
Apa teori-teori pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana kebijakan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi ?
Apakah manfaat pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana gambaran pertumbuhan ekonomi Indonesia ?

C. Tujuan
Makalah kami yang berjudul Pertumbuhan ekonomi ini dimaksudkan untuk mengungkap
dan mengidentifikasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta dapat mengetahui kondisi
fundamental makro ekonomi di Indonesia. Selain itu, di dalam makalah ini dijelaskan juga
tentang cara menghitung pertumbuhan ekonomi, cara mempercepat pertumbuhan ekonomi,
dan mengetahui gambaran pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia.

BAB II
PERTUMBUHAN EKONOMI
2

A. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat
bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat
dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan
kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang
sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan
produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari
potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi
suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap
penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun
sebelumnya. Berkelanjutan pertumbuhan ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih
tinggi nyata dan kerja meningkat.
Menurut Sadono Sukirno (1996: 33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output
perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut
merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin
tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat,
meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Simon Kuznet
mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai kemampuan negara itu untuk
menyediakan barang-barang ekonomi yang terus meningkat bagi penduduknya, pertumbuhan
kemampuan ini berdasarkan pada kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian
ideologi yang dibutuhkannya.

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi.

Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)


Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)
3

Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB,
karena angka PDB hanya melihat batas wilayah, terbatas pada negara yang bersangkutan.
Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita.
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total
sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi
selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah
negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui :
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika
stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang
produktif dibandingkan tenaga kerja lama.
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan
angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan
secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan
sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
3. Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi
lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk
perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan
Fair, 199: 326).

Perbedaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi :


1. Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi,
tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian.
4

2. Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan


dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan
Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi :
1. Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.
2. Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.
3. Kedua-duanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat.
4. Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat
B. Cara menghitung Pertumbuhan Ekonomi
Untuk dapat mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, maka harus dipahami terlebih
dahulu apa yang dimaksud dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic
Product (GDP). PDB atau GDP adalah total produksi barang dan jasa yang dihasilkan di
dalam suatu wilayah pada periode tertentu, misalnya satu tahun. (Di level provinsi di
Indonesia biasanya disebut Produk Domestik Regional Bruto-PDRB). PDB jika dibagi
dengan jumlah penduduk maka menjadi PDB per kapita. Ukuran ini lebih spesifik karena
memperhitungkan jumlah penduduk serta mencerminkan kesejahteraan penduduk di suatu
tempat. Ada banyak pendapat mengenai penyebab naik turunnya total produksi barang dan
jasa, namun banyak ahli ekonomi yang setuju akan dua penyebab berikut ini :
1.

Sumber pertumbuhan. Ahli-ahli ekonomi sering merujuk pada tiga sumber

pertumbuhan, yaitu : (a) peningkatan tenaga kerja, (b) peningkatan modal, dan (c)
peningkatan efisiensi dimana kedua faktor ini digunakan. Jumlah tenaga kerja dapat
meningkat jika pekerja yang telah tersedia bekerja lebih lama, atau jika ada tambahan
tenaga kerja baru. Sedangkan persediaan modal dapat meningkat jika perusahaan
mendorong kapasitas produktifnya dengan menambah pabrik dan peralatan (investasi).
Efisiensi bertambah ketika output yang lebih dapat diperoleh dari jumlah tenaga kerja
dan/atau modal yang sama. Ini sering disebut sebagai Total Factor Productivity (TFP).
2. Terjadinya penurunan (downturns) pada ekonomi. Ini menjawab pertanyaan mengapa
output dapat turun atau naik lebih lambat. Secara logika, apapun yang menyebabkan
penurunan pada tenaga kerja, modal, atau TFP akan menyebabkan penurunan pada output

atau setidaknya pada tingkat pertumbuhan output. Misalnya, peristiwa seperti bencana
alam, penyebaran penyakit berbahaya dan kerusuhan.
Lalu bagaimana PDB diukur ? Caranya, total nilai berbagai macam barang dan jasa
diagregasikan. Namun karena berton-ton baja tidak mungkin dijumlahkan begitu saja
dengan, misalnya, produksi roti, maka proses agregasi dilakukan berdasarkan nilai uang
produksi barang-barang tersebut. Di Indonesia PDB diukur setiap tiga bulanan dan
tahunan oleh Biro Pusat Statistik (BPS).
Nilai total pendapatan nasional dalam satuan harga sekarang disebut dengan PDB
nominal (PDB atas dasar harga berlaku). Nilainya tentu berubah dari waktu ke waktu,
seiring dengan perubahan kuantitas produksi barang/jasa atau dalam harga dasarnya. Jika
nilai nominal ini dihitung dalam harga yang tetap atau dipatok, didapatlah nilai PDB riil
(PDB atas dasar harga konstan). Untuk menghitung nilai riil tersebut dipilihlah satu tahun
dasar. misalnya tahun 2000. Kemudian, nilai semua barang dan jasa dihitung berdasarkan
harga masing-masing yang berlaku pada tahun tersebut. Karena harga barang sudah tetap,
PDB riil dianggap hanya berubah sesuai dengan adanya perubahan kuantitas barang/jasa.
C. Sumber-sumber Pertumbuhan Ekonomi
Perumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan factor-faktor produksi dalam
suatu Negara. Konsep-konsep dasar ekonomi mikro dalam teori produksi dapat dijadikan
landasan untuk melihat faktor- faktor penentu dalam pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan konsep mikro dalam teori produksi, jumlah output sangat ditentukan oleh
input-input yang terlibat dalam proses produksi. Input adalah faktor produksi yang terlibat
dalam proses produksi. Secara umum faktor produksi tersebut dapat berupa sumber daya
alam, barang skill (keahlian). Hubungan antara input dan output dapat di nyatakan dalam
bentuk fungsi berikut:
Q=f(R,K,L,S)
OUTPUT

R=SUMBER DAYA ALAM


K=BARANG MODAL

L=TENAGA KERJA
Konsep mikro tersebut dapat di kembangkan dalam analisis pertumbuhan ekonomi.
S=KEAHLIAN
Adapun faktor yang menunjang pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain sumber daya
alam (R), sumber daya manusia (L), sumber daya modal (K), teknologi dan inovasi (T),
keahlian berupa manajemen dan kewiraswastaan (S), dan informasi (inf). Semua faktor ini
sangat mempengaruhi pertumbuhan GNP suatu Negara .
Hubungan antara produk nasional dan faktor faktor pertumbuhan ekonomi tersebut
dapat di nyatakan dalam bentuk fungsi :
6

Q = f(R,L,K,,S,inf)

Q = output nasional(GNP)

Selanjutnya akan dijelaskan maksud dari faktor-faktor (input-input) yang akan menunjang
pertumbuhan ekonomi suatu Negara, yaitu sebagai berikut.
1. Sumber daya manusia
Input Tenaga kerja terdiri dari kuantitas tenaga kerja dan keterampilan angkatan kerja.
Banyak ekonomi meyakini bahwa kualitas input tenaga kerja yaitu keterampilan,
pengetahuan, dan dispilin adalah satu-satunya unsur penting dari pertumbuhan
ekonomi. Perkembangan teknologi dalam kegiatan perekonomian sangat menuntut
ketersediaan tenaga kerja yang terlatih dan terampil. Misalnya perkembangan
teknologi informasi harus didukung oleh tenaga kerja yang terlatih dan terampil di
bidang komputer.
2. Sumber daya alam
Kekayaan alam suatu Negara meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan
cuaca, jumlah dan jenis hasil hutan, hasil laut, serta jumlah dan hasil kekayaan
tambang. Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan
perekonomian

suatu

Negara,

terutama

pada

masa-masa

permulaan

proses

pertumbuhan ekonomi, di setiap Negara berkembang peranan barang-barang pertanian


dan industri pertambangan minyak yang di ekspor, menjadi penggerak utama bagi
permulaan pertumbuhan ekonomi terutama di Asia. Meskipun demikian, sumber daya
alam tidak selamanya menjamin terjadinya pertumbuhan ekonomi. Karena banyak
negara yang tidak mempunyai kekayaan alam seperti jepang, meskipun tidak memiliki
sumber daya alam yang potensial, namun pertumbuhan ekonominya tetap bisa
berkembang pesat.
3. Sumber daya modal
Sumber daya modal ada yang disebut barang modal, dan ada pula yang disebut
modal uang. Barang-barang modal penting peranannya dalam meningkatkan
pertumbuhan di bidang ekonomi. Negara-negara yang tumbuh pesat cenderung
melakukan investasi sangat besar dalam pembentukan barang modal baru. Upaya
berinvestasi bertujuan untuk meningkatkan social overhead capital seperti
membangun jalan, irigasi, sarana dan prasarana lainnya. Setelah itu terbukti bahwa
peningkatan social overhead capital sangat dibutuhkan untuk mendorong terjadinya
pertumbuhan ekonomi. Sedangkan uang juga merupakan modal yang sangat
7

menentukan dan berkontribusi secara langsung dalam pertumbuhan ekonomi, oleh


sebab itu, makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi, makin besar
output yang dihasilkan asalkan pengunaannya dikelola secara efisien.
4. Teknologi dan inovasi
Kemajuan ekonomi yang berlaku di berbagai Negara secara umum ditimbulkan oleh
kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi menimbulkan beberapa efek positif dalam
pertumbuhan ekonomi. Efek yang utama adalah :
a. Dapat mempertinggi efisiensi dalam kegiatan produksi.
b. Menimbulkan penemuan barang-barang baru yang belum pernah diproduksi
sebelumnya.
c. Meninggikan mutu barang yang diproduksi tanpa meningkatkan harga.
Disamping faktor-faktor tersebut masih ada faktor lain yang turut berperan dalam
menentukan pertumbuhan ekonomi, yaitu sistem sosial dan sikap masyarakat. Sistem
sosial misalnya adat istiadat dan tradisi dapat menghambat masyarakat untuk
menggunakan cara berproduksi yang modern. Selain itu juga terdapat sikap
masyarakat yang dapat memberi dorongan kepada pertumbuhan ekonomi. Sikap
tersebut antara lain sikap berhemat, sikap mengharagai kerja keras dalam setiap
kegiatan ekonomi.
Menurut Samuelson (2011), pertumbuhan ekonomi merupakan pertumbuhan GNP
yang bersumber dari hal-hal berikut :
1. Pertumbuhan dalam tenaga kerja.
2. Pertumbuhan dalam modal.
3. Pertumbuhan inovasi dan teknologi.
Disamping sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, yang perlu diketahui adalah
seberapa besar kontribusi perumbuhan tenaga kerja (L), pertumbuhan modal (M) dan
pertumbuhan inovasi, dan teknolgi terhadap pertumbuhan ekonomi ? Hal ini dapat
dihitung sebagai berikut.
Dengan asumsi : tenaga kerja bertambah 1% dan modal bertambah 5% sedangkan
teknologi tidak berubah. Bila 3/4 bagian dari produk nasioanal diterima tenaga kerja
sebagai upah, dan hanya 1/4 nagian diterima oleh pemilik modal. Pertumbuhan produk
nasional yang terjadi dapat dihitung sebagai berikut.

Perbandingan kontribusi antara pertumbuhan modal terhadap produk nasioanl


tidaklah selalu sama. Dari asumsi di atas dapat dinyatakan :
Perbandingan kontribusi

L : M = 3/4 : 1/4 atau kontribusi L : M = 3 : 1

Pertumbuhan Produk Nasional

= 3/4 (1%) + 1/4 (5%)


= 3/4% + 5/4%
= 8/4%
= 2%

D. Teori Pertumbuhan Ekonomi


Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat
dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu
kebijakan. Terdapat beberapa teori yang mengungkapkan tentang
konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai
berikut:
Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

Werner Sombart
Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi
tiga tingkatan:
1. Masa perekonomian tertutup
Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi
kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus
konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini
memiliki ciri-ciri:
1. Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
2. Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
9

3. Belum ada pertukaran barang dan jasa


2. Masa kerajinan dan pertukangan
Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif
maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban. Peningkatan kebutuhan
tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang
sesuai dengan keahlian masing-masing.
Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran
barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari
keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa
kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
1. Meningkatnya kebutuhan manusia
2. Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
3. Timbulnya pertukaran barang dan jasa
4. Pertukaran belum didasari profit motive
3. Masa kapitalis
Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis). Dalam menjalankan
usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh). Produksi yang
dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya,
tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis
menjadi empat masa sebagai berikut:
Tingkat prakapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
1. Kehidupan masyarakat masih statis
2. Bersifat kekeluargaan
10

3. Bertumpu pada sektor pertanian


4. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
5. Hidup secara berkelompok
Tingkat kapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
1. Kehidupan masyarakat sudah dinamis
2. Bersifat individual
3. Adanya pembagian pekerjaan
4. Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
Tingkat kapitalisme raya
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
1. Usahanya semata-mata mencari keuntungan
2. Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
3. Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
4. Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
5. Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
Tingkat kapitalisme akhir
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
1. Munculnya aliran sosialisme
2. Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
11

3. Mengutamakan kepentingan bersama

Friedrich List
Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi
empat tahap sebagai berikut :
1. Masa berburu dan pengembaraan
2. Masa beternak dan bertani
3. Masa bertani dan kerajinan
4. Masa kerajinan, industri, perdagangan

Karl Butcher
Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi
empat tingkatan sebagai berikut:
1. Masa rumah tangga tertutup
2. Rumah tangga kota
3. Rumah tangga bangsa
4. Rumah tangga dunia

Walt Whiteman Rostow


W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang
bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan
perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:
1. Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
1. Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsifungsi produksi yang terbatas.
12

2. Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern


3. Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai

2. Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take
off)
1. Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada
dalam proses transisi.
2. Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi
produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.

3. Periode Lepas Landas (The take off)


1. Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalangpenghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
2. Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
3. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
4. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih
dari jumlah pendapatan nasional.
5. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada
mengalami ekspansi dengan cepat.
4. Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)

13

1. Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa


teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi
modern.
2. Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari
pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
3. Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
4. Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
5. Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan
industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern

5. Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)


1. Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector)
bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
2. Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar
masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan
pangan dasar, sandang, dan pangan.
3. Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
4. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi
Teori Klasik dan Neo Klasik

Teori Klasik
Adam Smith
Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu
pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka
14

akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam
bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of
Nations.

David Ricardo
Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai
menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja
melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah
tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga
perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini
dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.

Teori Neoklasik
Robert Solow

Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian


kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi
modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak
positif dan dapat berdampak negatif. Oleh karenanya, menurut Robert Solow
pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.

Harrord Domar
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan
ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut. Teori ini juga
membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

E. Kebijakan Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi


Cara mudah untuk memprcepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan menaikan
tingkat tabungan dan investasi nasional. Untuk meningkatkan tabungan nasional dapat
melalui kebiakan fiskal dan moneter. Dengan kebijakan fiskal, yaitu menurunkan pajak
akan menaikan daya beli masyarakat dan uga mendorong kenaikan tabungan masyarakat.
Dengan demikian objek pajak bertambah dan sumber dana untuk keperluan investasi

15

meningkat.sedangkan melalui kebiakan moneter, yaitu menaikan bunga tabungan


sehingga akan menarik minat masyarakat untuk meningkatkan tabungannya.
Menurut EDWARD DENISON (samuelson, 1992), hasil penelitiannya menyatakan
langkah langkah yang dapat mempercepat peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah
sebagai berikut:

Menaikan investasi netto nasional dan tingkat tabungan


Meningkatkan penelitian untuk membantu pertumbuhan ekonomi
Menurunkan tingkat pengangguran
Menghilangkan semua pemogokan
Mengalihkan program-program strategis menjadi investasi pemerintah.

Menurut Sadono Sukirno (2004), kebijakan-kebijakan yang dapat dijalankan untuk


mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut :
1. Kebijakan diversifasi kegiatan ekonomi yaitu kebijakan dalam modernisasi kegiatankegiatan ekonomi yang ada atau melakukan transformasi kegiatan ekonomi yang
bersifat tradisional kepada kegiatan yang modern. Secara umum Negara yang belum
maju atau lambat pertumbuhannya adalah Negara agraris yang produk nasioanlnya
didominasi oleh hasil pertanian. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Negara
agararis, adalah dengan cara melakukan inovasi-inovasi baru dalam jenis hasil
pertanian. Misalnya menciptakan varietas-varietas baru dari jenis hasil pertanian,
sehingga terjadi kenaikan produktivitas sektor pertanian dan sekaligus menunjang
ekspor dan sektor industri.
2. Mengembangkan infrastruktur. Modernisasi ekonomi memerlukan infrastruktur yang
modern pula. Hal ini dikarenakan kegiatan ekonomi akakn berkembang dengan baik
apabila didukung oleh infrasttruktur yang tersedia dengan kondisi yang baik. Seperti
jalan dan jembatan, lapangan terbang, pelabuhan, kawasan industri, irigasi,
penyediaan listrik, jaringan telepon dan lain sebagainya. Berbagai jenis infrastruktur
ini sangat diperlukan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan efisiensi
operasiny. Dengan demikian pengembangan infrastruktur untuk menggalakkan
pembangunan ekonomi merupakan tahnggung jawab pemerintah dan dilakukan
secara terus-enerus.
3. Meningkatkan taraf

pendidikan

masyarakat.

Peningkatan

taraf

pendidikan

masyarakat akan meningkatkan kualitas tenaga kerja. Semakin banyak tenaga kerja
yang berkualitas tinggi akan semakin cepat terjadinya pertumbuhan ekonomi,
karena :
16

a. Semakin tersedia tenaga kerja yang ahli dan terampil.


b. Manajemen perusahaan-perusahaan modern yang dikembangkan lebih efisien
c. Penggunaan teknologi modern dalam kegiatan ekonomi lebih cepat berkembang.
d. Pendidikan yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya pemikiran masyarakat,
sehingga mampu melahirkan ide-ide cemerlang yang dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi.
4. Mengembangkan institusi yang mendorong pembangunan. Pembangunan ekonomi
harus secara terus menerus diikuti dengan perkembangan institusi yang dapat
memberi dorongan pada perkembangan berbagai kegiatan ekonomi. Institusi-institusi
yang perlu dikembangkan misalnya dalam bentuk peraturan yang diberlakukan untuk
mendapatkan pendidikan, subsidi untuk petani yang mau menanam bahan makanan
pokok, institusi dalam mengembangkan investasi, dan lain sebagainya.
5. Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi. Meningkatkan pertumbuhan
ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter tidak akan ada artinya tanpa
merumuskan berbagai kegiatan dapat diselaraskan dan arah pembangunan ekonomi
jangka panjang dapat ditentukan. Setiap perencanaan ekonomi perlu menentukan
tujuan pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai dan menentukan strategi dalam
melaksanakan perencanaan ekonomi yang telah dirumuskan.
Selanjutnya, kebijakan untuk meningkatkan standar hidup jangka panjang menurut
Muana Naga (2011) adalah :
1. Kebijakan mempengaruhi tingkat tabungan. Meningkatkan tabungan nasional adalah
merupakan penentu yang penting dari standar hidup jangka panjang. Caranya adalah
melalui kebijakan tingkat bunga riil, karena tabungan bersifat responsif terhadap
tingkat bunga riil. Kemudian dari segi pemerintah secara langsung dapat dengan
menaikkan tingkat tabungan nasional, melalui penerimaan disektor pemerintah
sehingga APBN surplus. Dengan naiknya pajak dapat mengurangi defisit anggaran
dan sekaligus mempengaruhi konsumsi jadi turun dan tabungan meningkat.
2. Kebijakan meningkatkan tingkat pertumbuhan produktivitas dapat melalui :
a. Perbaikan infrastruktur. Tingkat produktivitas suatu Negara sangat didukung
oleh ketersediaan dan kualitas infrastruktur yang ada. Berbagai hasil penelitian
menunjukkan adanya kaitan yang signifikan antatra produktivitas dengan mutu
infrastruktur yang dimiliki suatu Negara.
b. Membangun sumber daya manusia (Building Human Capital). Pemerintah dapat
meengaruhinya melalui kebijakan pendidikan, pelatihan tenaga kerja, serta
mengembangkan entrepreneural skill di setiap jenjang pendidikan.
17

c. Mendorong penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan sehubungan dengan


perkembangan iptek internasional.
3. Kebijakan industrial, merupakan strategi

pertumbuhan dimana pemerintah

menggunakan berbagai instrumen seperti pajak, subsidi atau regulasi untuk


mempengaruhi pola industri suatu bangsa. Disamping itu pemerintah juga turut
mempromosikan industri-industri berteknologi tinggi (high-tech industries).

F. Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut :


Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan
nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran
penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin
tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk
perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan
prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional
lainnya.
Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi
perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumber daya
(tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651). Pertumbuhan
ekonomi diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Ada
tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam definisi tersebut, yaitu :
(1) proses,
(2) output per kapita, dan
(3) jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses, bukan suatu gambaran
ekonomi pada suatu saat.
Simon Kuznet mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai
kemampuan negara itu untuk menyediakan barang-barang ekonomi yang terus
meningkat bagi penduduknya, pertumbuhan kemampuan ini berdasarkan pada kemajuan
teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.
18

Dalam analisanya yang mendalam, Kuznet memisahkan enam karakteristik yang


terjadi dalam proses pertumbuhan pada hampir semua negara dan dari pendapatnya
tersebut di bawah ini terlihat bahwa salah satu faktor yang sangat penting untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu perdagangan (ekspor).
Dua variabel ekonomi agregatif :
tingginya tingkat pertumbuhan output per kapita dan populasi dan tingginya tingkat
kenaikan produktivitas faktor produksi secara keseluruhan atau terutama produktivitas
tenaga kerja.
Dua transformasi struktural :
tingginya tingkat transformasi struktur ekonomi dan tingginya tingkat transformasi sosial
dan ideologi.

Dua faktor yang mempengaruhi meluasnya pertumbuhan ekonomi internasional :


kecenderungan negara-negara maju secara ekonomi untuk menjangkau seluruh dunia
untuk mendapatkan pasar (ekspor) dan bahan baku dan pertumbuhan ekonomi ini hanya
dinikmati oleh sepertiga populasi dunia.

G. Gambaran Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia


Selama satu dekade terakhir, perekonomian global dilanda krisis dan ketidakpastian.
Kondisi global ini pun menyeruak masuk melalui berbagai saluran keterkaitan untuk
mempengaruhi
perekonomian

perekonomian
domestik

pun

nasional.
tidak

Menjadikan

mudah

untuk

perkembangan

diprediksikan

dinamika

secara

akurat.

Ketidakpastian global mempengaruhi pola pertumbuhan perekonomian Indonesia dalam


dekade ini.
Secara perlahan namun pasti pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 20012005 mengalami peningkatan, perekonomian tumbuh secara berurutan sebesar 3,6%, 4,5%,
4,8%, 5,0% dan 5,7%. Mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai
mengalami recovery dari krisis Asia 1998. Pertumbuhan ekonomi dalam periode ini
ditopang oleh tumbuhnya konsumsi domestik dan membaiknya kinerja perdagangan
internasional sebagai akibat meningkatnya volume perdagangan dunia. Investasi terutama
di sektor komunikasi dan beberapa sektor lain yang mengandalkan teknologi pun tumbuh.
Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) pun mengalami pertumbuhan signifikan.
Namun karena berbagai kerusakan fasilitas infrastruktur sebagai akibat terjadinya
beberapa bencana alam (antara lain: Tsunami di Aceh dan gempa bumi di Sumatera Barat
dan Yogyakarta) mengakibatkan pelambatan investasi sehingga pertumbuhan ekonomi

19

pada tahun 2006 sedikit mengalami koreksi. Perekonomian hanya mampu tumbuh sebesar
5,5%; lebih rendah dari tahun 2005 yang mencapai 5,7%.
Pertumbuhan Ekonomi 2001-2013 :

Pada tahun 2007, perekonomian Indonesia kembali mengalami peningkatan


pertumbuhan yang pesat. Ditopang oleh kembali bergairahnya sektor perdagangan dan
sektor manufaktur serta didorong oleh konsumsi publik dan meningkatnya kinerja
ekspor, perekonomian berhasil tumbuh sebesar 6.3%. Akan tetapi momentum ini tidak
bertahan lama, tahun 2008 perekonomian hanya mampu tumbuh 6% karena dampak
pelambatan perekonomian global akibat pelemahan perdagangan dunia sejalan krisis
yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Setahun berikutnya, kondisi krisis global ini
semakin memburuk dengan spektrum yang semakin meluas dan membawa imbas bagi
ekonomi Indonesia sehingga hanya mampu tumbuh sebesar 4,6%. Walau pun angka ini
termasuk tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara berkembang lainnya.
Tahun 2010 dan 2011, perekonomian Indonesia mampu tumbuh cukup tinggi 6,2%
dan 6,5%. Walaupun krisis global belum pulih, namun sektor perdagangan, industri
manufaktur, pertambangan dan pertanian kembali menggeliat untuk menopang
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ini. Tahun 2012, walaupun perekonomian
dunia masih suram ditandai dengan penurunan tingkat pertumbuhan volume
perdagangan dunia, pertumbuhan perekonomian Indonesia masih cukup kencang di
level 6,2% (Putri, 2014).
Badan Pusat Statistik pada Februari 2014 mempublikasikan bahwa pertumbuhan
ekonomi 2013 sebesar 5,8%. Pelemahan pertumbuhan ekonomi di developed countries
dan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global sebagai respon rencana
pengurangan stimulus ekonomi di Amerika Serikat membawa dampak koreksi atas
20

pertumbuhan ekonomi di emerging market, termasuk Indonesia. Pelambatan


pertumbuhan perekonomian dunia dan meningkatnya risiko perekonomian global, telah
memaksa pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan serangkaian paket kebijakan
penyelematan ekonomi untuk menavigasi biduk perekonomian bangsa agar tidak karam
dihempas gelombang; agar tetap mampu berjalan selamat menjaga momentum
pertumbuhan yang sudah mulai nyata.

BAB III
SIMPULAN & SARAN

A. Simpulan
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadinya perkembangan GNP
yang mencerminkan adanya pertumbuhan output perkapita dan meningkatnya standar
hidup masyarakat. Adanya pertumbuhan ekonomi sangat penting karena dapat
mempengaruhi hal-hal tentang tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, dan distribusi
pendapatan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, diperlukan beberapa faktor yang
sangat penting yaitu, sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya modal, dan
teknologi & inovasi.
B. Saran
Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan
terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas ekonomi. Hal ini tidak
dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan
pelayanan jasa sosial yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

21

22