Anda di halaman 1dari 3

SIFAT PATOGENITAS

Tidak semua orang yang tereksposi pada gonorea menjadi terinfeksi oleh penyakit tersebut.
Apa sebabnya masih bel urn jelas. Mikrobiota normal yang terdapat pada alat kelamin
mungkin turut menimbulkan kekebalan terhadap infeksi oleh gonokokus. Juga masih belum
diketahui apakah oleh gonorea secara alamiah dapat menimbulkan kekekerasan terhadap
reinfeksi (infeksi ulang) oleh galur-galur gonorrhoeae yang sama ataupun yang berbeda.
Menempelnya gonokokus dengan bantuan pili telah diperkirakan merupakan faktor virulensi.
Setelah pelengketan pada mukosa (selaput lendir), gonokokus tiba pada jaringan penghubung
subepitel denga cara menembus ruang-ruang epitel interseluler. Gonokokus mengandung
endotoksin, dan juga dapat mengekskresikan toksin yang dapat merembes yang menginduksi
terjadinya kerusakan pada selaput lendir. Sel-sel gonokokus juga terdapat pada dan di dalam
leukosit polimorfonuklir. Walaupun kebanyakan gel gonokokus yang tetrelan (oleh leukosit
itu) terbunuh tetapi banyak mikrobiologiwan berpendapat bahwa beberapa gonokokus dapat
bertahan hidup dan berkembang biak dalam fagosit.
Telah diamati pula bahwa gel-gel gonokokus yang tidak mempunyai pili mudah ditelan dan
dibunuh, sedangkan yang mempunyai pili tetap hidup ekstraselular (di luar gel). Bayi yang
melewati saluran lahir seorang ibu yang terinfeksi dapat menderita infeksi yang dapat
menyebabkan

kebutaan

(ophthalmia

neonatorum).

Sebagaimana

telah

disebutkan

sebelumnya, infeksi semacam ini dapat dicegah dengan meneteskan larutan perak nitrat pada
mata bayi segera setelah lahir. Pada pria maupun wanita, infeksi dapat menyebab di
sepanjang saluran kelamin. Pada pria bila infeksi meluas sampai ke prostat, epididimis
(bagian saluran mani yang terletak buah zakar), dan buah zakar, maka dapat mengakibatkan
kemandulan. Pada wanita, penyebaran lebih umum terjadi dan akibat lanjutannya lebih
gawat. Pada lebih kurang 15% wanita yang terinfeksi, infeksi menjalar sampai ke tuba falopii
(saluran yang membawa telur dari kandung telur ke rahim). Dan menyebabkan peradangan
(salpingitis).
Pada masa haid yang pertama, timbul rasa sakit dibagian perut sebelah bawah. Salpingitis
menyebabkan penyumbatan tuba falopii yang mengakibatkan kehamilan dalam tuba atau
kemandulan. Tertanamnya telur yang telah dibuahi di dalam tuba falopii dapat mematikan
dan biasanya membutuhkan pembedahan secepatnya. Gonorea tidak selalu terbatas pada
saluran kelamin dan kemih. Pada beberapa penderita, bakteri penyebabnya masuk ke dalam
darah dan menyebab ke seluruh tubuh sehingga menginduksi demam, rasa menggigil, serta

hilangnya nafsu makan. Bakteri-bakteri tersebut kemudian berkumpul diberbagai bagian


tubuh; mereka menyebabkan bisul merah kecil pada kulit atau artritis pada persendian (lutut,
pergelangan tangan serta sendi-sendi pada jari dan tangan). Komplikasi endokarditis dan
meningitis dapat pula terjadi. Infeksi oleh gonokokus juga mungkin terjadi di dalam dubur
dan tenggorokaan dan mungkin disebabkan oleh berubahnya preferensi dan cara-cara
melakukan hubungan kelamin.
DIAGNOSA LABORATORIUM
1. Pemeriksaan hematologi:
a.Hitung leukosit menunjukkan adanya lekositosis
b.Hitung jenis leukosit menunjukkan adanya peningkatan gel-gel tembereng.
2. Pemeriksaan bakteriologis :
a. Pemeriksaan sediaan
Sediaan gram dari sekret mukopurulen (uretra, serviks dan lain-lain) menunjukkan adanya
diplokokus gram negatif yang berada dalam gel leukosit gel tembereng. Tehnik antibodi
fluoresensi dapat dipergunakan dan merupakan cara yang khas dan peka.
Pada laki-laki mulut uretra dibersihkan dengan kain kasa yang dicelupkan lebih dahulu dalam
air garam fisiologis dan contoh sekret diambil dengan menggunakan sengkelit platina yang
biasa digunakan untuk pembiakan dan pembuatan sediaan.
Pada wanita, disamping sekret uretra, diperiksa juga usap serviks. Pada lnfeksi kronis,
mungkin tidak ada sekret uretra. Disini eksudatnya diambil melalui masase prostat. Diagnosa
dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis bakteri penyebabnya di dalam spesimen dari
penglepasan atau discharge dengan cara menumbuhkan serta mengamati gonokokus di dalam
bahan-bahan yang diperoleh dari bagian dalam uretra pada pria, dari mulut rahim dan uretra
pada wanita, dan dari situs lain manapun yang dicurigai. Pewarnaan gram eksudat dari uretra
dan endoserviks diangkat diagnostik bagi gonorea bila teramati adanya diplokokus yang khas
gram negatif di dalam leukosit.
Gonokokus dibiakkan pada medium agar coklat atau medium Thayer dan Martin. Biakan
harus diinkubasikan pada 36C C selama 48jam dengan CO2 (5-10%). Koloni gonokokus
yang khas diperkuat oleh reaksi oksidase, perwamaan gram dan uji peragian gula. (Reaksi

oksidase dilakukan dengan dengan menggenangi koloni dengan 1% tetrametil-pfenilendiamin; koloni-koloni Neisseria akan berubah dari putih jemih menjadi ungu.