Anda di halaman 1dari 5

-1-

SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Pada hari ini Jumat Tanggal Dua Puluh
Empat bulan juni tahun dua ribu sebelas. Yang bertanda tangan di bawah ini :
I.

Nama
: Elia Yusuf
Alamat
: Komp.BTN Paropo Blok C no.3 Pekerjaan
: Direktur PT.Mega Buana Investindo
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
II.

Nama
: Herry K,SE
Alamat
: Jln.Gunung Merapi No.244
Pekerjaan
: Sub Kontraktor
KTP. Nomor : 7371041011560004
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat mengadakan perjanjian pelaksanaan
pekerjaan pembangunan Ruko PATALASSANG -KAB.TAKALAR .
Yang terletak di Jalan Srigala Kota Makassar, Dengan perjanjian sebagai berikut :
BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM
Pasal 1
Uraian Umum

Lingkup pekerjaan : Pembangunan ruko PATTALASSANG yang terletak di Jl.


Poros Takalar - Jeneponto Kab.Takalar
PIHAK PERTAMA (Pemberi pekerjaan) adalah Direktur PT.Mega Buana
Investindo Pemilik perumahan Ruko Pattalassang yang beralamat di Jalan BTN
Paropo Blok C No.3 -Makassar
PIHAK KEDUA (Penerima Pekerjaan) adalah Sub kontraktor yang diamanahkan
melaksanakan pekerjaan Ruko Pattalassang 5 Unit Tahap pertama (sesuai site plan&
gambar kerja)
Pasal 2
Ketentuan Perjanjian Pekerjaan

PIHAK PERTAMA memberi pekerjaan pada PIHAK KEDUA dengan ketentuan


sebagai berikut :

PIHAK KEDUA menyediakan tenaga tukang dan material yang sesuai dengan
spesifikasi bahan bangunan sebanyak 5 unit.

PIHAK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan harus juga sesuai dengan


spesifikasi teknik, metode kerja, gambar dan time schedule kerja yang diberikan oleh
PIHAK PERTAMA dan disepakati oleh PIHAK KEDUA.

-2
BAB II
SYARAT SYARAT ADMINISTRASI
Pasal 1
Jangka Waktu Pekerjaan

Pekerjaan ini harus dilaksanakan dan diselesaikan dalam jangka waktu 10


(Sepuluh) bulan, terhitung 7 (tujuh) hari sejak ditanda tanganinya surat perjanjian ini.
Bila PIHAK KEDUA menghendaki perpanjangan waktu pelaksanaan, maka
PIHAK KEDUA diwajibkan menyampaikan ke PIHAK PERTAMA dan disertai
dengan alasan-alasan.
Pasal 2
Jangka Waktu Pemeliharaan

Jangka waktu pemeliharaan 45 (Empat puluh Lima) hari kelender atau 1 (satu
setengah) bulan terhitung dari tanggal penyerahan pekerjaan (Pekerjaan Rampung
100%), dalam jangka waktu tersebut, maka Pihak Kedua wajib memperbaiki
pekerjaan yang kurang sempurna dan melengkapi seluruh kekurangan yang terjadi
dalam pelaksanaan yang telah ditetapkan dalam gambar kerja dan BILL OF
QUALITY.
Penyerahan untuk kedua kalinya (terakhir) harus dilakukan saat masa
pemeliharaan berakhir ditandai dengan Berita Acara Penyerahan Terakhir.
Pasal 3
Pengunduran Waktu / Keterlambatan

Pengunduran waktu / keterlambatan yang disebabkan oleh PIHAK KEDUA,


maka diberlakukan ketentuan tentang denda dalam Bab II Pasal 7.
Pengunduran waktu yang disebabkan oleh akibat memaksa, maka diberlakuan
ketentuan Forche Majaure disertai dengan Addendum.
Pasal 4
Kontrak

Kontrak atau surat perjanjian pelaksanaan Pekerjaan ini berisi ketentuan


ketentuan seperti tersebut dalam lampiran kontrak.
Surat perjanjian ini ditandai tangani oleh kedua belah pihak (PIHAK PERTAMA
dan PIHAK KEDUA) disertai dengan saksi-saksi kedua belah pihak.
Nilai kontrak keseluruhan sebagai berikut :
Borongan / m Ruko Rp. 1.600.000,- dengan type 145.5
= Rp 232.800.000, Borongan 5 Ruko Rp. 240.075.000,= Rp 1.164.000.000,Dibulatkan = Rp. 1.164.000.000,Terbilang : (Satu Milyar Seratus Enam Puluh Empat Juta Rupiah)

-3
Pasal 5
Pembayaran
Pembayaran menggunakan sistem progres fisik pekerjaan dengan pengaturan
sebagai berikut :

Termin
I
II
III
IV

Uraian Opname
Nilai Bayar
Pembayaran
Sebesar 25% pada saat Bobot
Rp.660.206.250,Mencapai 30%
Sebesar 50% pada saat bobot
Rp.660.206.250,pekerjaan mencapai 55%
Sebesar 75% pada saat bobot
Rp.660.206.250,pekerjaan mencapai 80%
Sebesar 95% pada saat bobot
Rp.528.165.000,pekerjaan mencapai 100%
Sisa 5% dari sisa kontrak
setelah masa pemeliharaan Rp.132.041.250,berakhir

Tanggal rencana selesai


28 Desember 2011
21 Maret 2012
15 Juni 2012
27 Agustus 2012
15 Oktober 2012

NB : Termin Ke-3 (tiga) retensi 5% Pembayaran, 1 bulan setelah serah


terima pertama dan menganggap bangunan sudah jadi utuh tanpa adanya
komplain dari pihak pertama ataupun pihak pembeli (user).
PIHAK PERTAMA akan membayar berupa kwitansi pelunasan pembayaran
pemborongan pekerjaan ataupun dapat melalui fasilitas perbankan (Cek /Bill Giro)
kepada PIHAK KEDUA.
Pasal 6
Keadaan Memaksa (Force Majure)

Yang dianggap keadaan memaksa (force majure) adalah keadaan atau kejadian
yang nyata diluar kekuasaan dan kemampuan kedua belah pihak untuk mengatasinya
seperti gempa bumi dan bencana alam lainnya.
Atas kejadian tersebut PIHAK KEDUA (Sub Kontraktor) harus melaporkan pada
PIHAK PERTAMA 1 X 24 jam dari saat kejadian dengan pengesahan pejabat yang
berwenang setempat.
Pasal 7
Sanksi Denda

Apabila PIHAK KEDUA terlambat dalam pelaksanaan pekerjaan (sesuai pasal 1


tentang jangka waktu pelaksanaan), maka PIHAK KEDUA akan dikenakan sanksi
berupa denda 0.02 % perhari dari nilai kontrak.
Pasal 8
Pekerjaan Tambah Kurang
Pekerjaan tambah/kurang, akan diutarakan dengan perintah tertulis dari PIHAK
PERTAMA.

-4

Biaya pekerjaan tambah/kurang akan diperhitungkan sesuai dengan harga satuan


penawaran dari PIHAK KEDUA.
Pekerjaan tambah kurang yang harga satuannya tidak tercantum dalam penawaran
PIHAK KEDUA, maka harga satuan akan ditentukan melalui musyawarah antara
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
Pasal 9
Permulaan Pelaksanaan Pekerjaan

Pada saat permulaan pelaksanaan pekerjaan PIHAK KEDUA harus meminta


petunjuk dari PIHAK PERTAMA untuk menentukan titik peil guna pemasangan
Bowplank.
PIHAK KEDUA tidak diperkenankan memulai pekerjaan tanpa ada petunjuk.
Dan selalu menanyakan bila terdapat permasalahan dilapangan mengenai spesifikasi
bangunan kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 10
Penyelesaian Perselisihan

Segala penyelesaian perselisihan yang menyangkut pelaksanaan tekhnis maupun


non tekhnis akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.
Pasal 11
Lain-Lain

Hal-Hal lain yang dianggap perlu namun belum termaktub dalam perjanjian ini,
maka hal tersebut akan diatur dalam aturan tambahan.

Demikian surat perjanjian pelaksanaan ini dibuat dalam keadaan sadar dan dibuat dalam
rangkap dua serta ditanda tangani dan dibubuhi materai yang cukup, masing-masing
memiliki dasar hukum yang sama.
Makassar, 10 Oktober 2011
Pihak Pertama

( Elia Yusuf )
Saksi Pihak Pertama :
1. Aloysius Dugo Dady, SH
Saksi Pihak Kedua :

Pihak Kedua

( Herry K, SE )
1.(..............................)

1.(.............................)