Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

I . 1 Tujuan Praktikum
Memahami peranan usaha , gaya dan energy dalam kehidupan sehari-hari
Memahami dan mengamati tekanan di dalam siring
Mengamati adanya udara dari luar ke dalam siring

I . 2 Latar Belakang
Dalam teknik mesin, kebanyakan alat-alat yang digunakan adalah alat yang
menggunakansystem kerja pneumatic dan hidrolik. Oleh karena itu, diharapkan
mahasiswa dapat mempelajaridan memahaminya. Dalam alat berat, system kerja alat
pengangkat menggunakan tekanan fluidahidrolik, oleh karena itu harus adanya
penguasaan ilmu dalam bidang system hidrolik tersebut. Disini akan dibahas 7
bahasan pokok dan job hidrolik. Seperti kurva tekanan/kurva pompa, katup control
arah 2/2,3/2,4/2, katup control hidrolik yang dapat diatur, silinder 2 gerakan,
resistansi aliran, katup pengaman pengontrolan langsung. Motor hidrolik ini adalah
dasar dari system hidrolik yang sekarang banyak diaplikasikan di perindustrian dan
alat berat.
Hidrolik dapat dinyatakan sebagai alat yang memindahkan tenaga dengan mendorong
sejumlah cairan tertentu. Komponen pembangkit aliran fluida bertekanan disebut
pompa, dan komponen pengubah tekanan hidrolik menjadi gerak mikanik
(lurus/rotasi) disebut elemen kerja (silinder/motur hidrolik).

BAB II
TEORI DASAR

A. Kenaikan Tekanan / Kurva Pompa


Dalam sistem hidrolik, energi mekanik motor kendali diubah menjadi
energi hidrolik.Pompa hidrolik bertugas untuk menghasilkan aliran
volumetrik tertentu dan menjaganya untuk tetap konstan, walaupun ada
resistansi hidrolik. Untuk latihan ini dipakai katup pembantu untuk
menghasilkan resistansi yang beragam karena katup relief ini lebih sensitif
terhadap kenaikan tekanan. Pada awal percobaan, katup relief seyogyanya tidak
bertekanan. Katup ini diatur (untuk percobaan ini) agar didapat tekanan operasiyang
setinggi mungkin. Dalam rangka menemukan suatu kemasan pendapat tentang
keluasan penggunaan hidrolik, perlu diketahui terlebih dahulu berbagai perlengkapan
hidrolik dan penggunaannya dalam sistemkontrol hidrolik. Untuk itu diperlukan
material training yang cukup baik untuk menunjang peranan training yang efektif.
Ketika pompa ganda dijalankan, aliran volumetrik Q mengalir melalui
tekanan P1. Katup pembantu dan tangki ukur kembali ke tangki. Walaupun katup
pembantu telah dikeluarkan t e k a n a n n y a , t e t a p a d a k e n a i k a n t e k a n a n
( w a l a u p u n k e c i l ) d i j a l u r P 1. K e n a i k a n t e k a n a n i n i disebabkan oleh
gesekan dan resistansi dijalur dan perlengkapan hidrolik. Resistansi akibat luas
penampung juga diperhitungkan, kenaikan tekanan akan meningkat. Dalam
percobaan ini, perubahan resistansi yang kontinu dihasilkan oleh gaya pegas yang
berubah-ubah secara kontinu dari katup relief.
KOMPONEN UTAMA SISTEM HIDROLIK
Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:
1. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/ minyak hidrolik
Pada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:

Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar

Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik
sehingga pompa hidrolik bekerja

Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik

Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga, relief


valve

2. Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi


tenaga mekanik Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:

Penggerak lurus (linier Actuator) : silinder hidrolik

Penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator

3. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.


Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang macam-macamnya
akan dibahas berikut ini.
1. Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)
Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk
melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut.
Contoh jenis katup pengarah: Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah dengan
piring putar, katup dengan pegas bias.
2. Katup Pengatur Tekanan,
Tekanan cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk
membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk mengatur tekanan agar
penggerak hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk mengurangi tekanan yang
mengalir dalam saluran tertentu menjadi kecil.
4. Flow Control Valve,
Katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur kecepatan
gerak actuator (piston).
Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik

2. Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem


3. Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah
yaitu melalui fixed orifice.
Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai
dengan keperluan
Flow control yang dilengkapi dengan check valve
Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan

Komponen dan Simbol


a. Hidrolik Tangki / Hydraulic Reservoir
Tangki hydraulic sebagai wadah oli untuk digunakan pada sistem hidrolik.
Oli panas yang dikembalikan dari sistem/actuator didinginkan dengan cara
menyebarkan panasnya. Dan menggunakan oil cooler sebagai pendingin oli,
Gelembung-gelembung udara dari oli mengisi ruangan diatas permukaan oli.
Untuk mempertahankan kondisi oli baik selama mesin operasi, dilengkapi dengan
saringan

yang

bertujuan

agar

kotoran

jangan

masuk

kembali

tangki

Hidrolik tangki diklasifikasikan sebagai Vented Type reservoir atau pressure


reservoir, dengan adanya tekanan di dalam tangki, masuknya debu dari udara akan
berkurang dan oli akan didesak masuk kedalam pompa.
b. Pompa
Pompa hydraulic berfungsi seperti jantung dalam tubuh manusia adalah sebagai
pemompa darah Pompa hidrolik merupakan komponen dari sistem hidrolik yang
membuat oli mengalir atau pompa hidrolik sebagai sumber tenaga yang mengubah
tenaga mekanis menjadi tenaga hidrolik.
c. Motor

Simbol untuk Fixed displacement motor adalah sebuah lingkaran dengan


sebuahsegitigadidalamnya. Simbol pompa mempunyai segitiga yang menunjukkan
arah aliran. dan simbol motor memiliki segitiga

yang mengarah kedalam

Simbol untuk Single elemen pump / motor yang juga termasuk reversible memiliki
dua segitiga di dalam lingkaran, masing-masing menunjukkan arah aliran.
Sebuah variable displacement pump/motor diperlihatkan sebagai simbol dasar dengan
tanda anak panah yang digambarkan menyilang
d. Saluran Hose (Pipa)
Ada tiga macam garis besar yang dipergunakan dalam penggambaran symbol grafik
untuk melambangkan pipa, selang dan saluran dalam sehubungan dengan komponenkomponen hidrolik Splid line digunkan melambangkan pipa kerja hidrolik. Pipa kerja
ini menyalurkan aliran utama oli dalam suatu sistem hidrolik. Dashed line digunakan
untuk mlambangkan pipa control hidrolik. Pipa control ini menyalurkan sejumlah
kecil oli yang dipergunakan sebagai aliran bantuan untuk menggerakkan atau
mengendalikan komponen hidrolik. Suatu ilustrasi simbol grafik terdiri dari line
kerja, Line control dan line buang yang saling berpotongan. Perpotongan di
gambarkan dengan sebuah setengah lingkaran pada titik perpotongan antara satu garis
dengan garis line, atau digambarkan sebagai dua garis yang saling bepotongan.
e. Silinder hidrolik
Silider hidrolik merubah tenaga zat cair menjadi tenaga mekanik. Fluida yang
tertekan , menekan sisi piston silinder untuk menggerakan beberapa gerakan mekanis.
Singgle acting cylinder hanya mempunyai satu port, sehingga fluida bertekanan
hanya masuk melalui satu saluran, dan menekan ke satu arah. Silinder ini untuk
gerakan membalik dengan cara membuka valve atau karena gaya gravitasi atau juga
kekuatanspring.Double acting cylinder mempunyai port pada tiap bagian sehingga
fluida bertekanan bias masuk melalui kedua bagian sehingga bias melakukan dua
gerakanpiston.Kecepatan gerakan silinder tergantung pada fluid flow rate
(gallonminute) dan juga volume piston.Cycle time adalah waktu yang dibutuhkan
oleh silinder hidrolik untuk melakukan gerakan memanjang penuh.

f. Pressure Control Valve


Tekanan hidrolik dikontrol melalui penggunaan sebuah valve yang membuka dan
menutup pada waktu yang berbeda berdasar aliran fluida by pass dari tekanan tinggi
ke tekanan yang lebih rendah. Tanda panah menunjukan arah aliran oli. Pressure
control valve bisanya tipe pilot, yaitu bekerja secara otomatis oleh tekanan hidrolik,
bukan oleh manuasia. Pilot oil ditahan oleh spring yang biasanya bias di adjust.
Semakin besar tegangan spring, maka semakin besar pula tekanan fluida yang
dibutuhkan untuk menggerakan valve.
g. Pressure Relief Valve
Presure Relief Valve membatasi tekanan maksimum dalam sirkuit hidrolik dengan
membatasi tekanan maksimum pada komponen-komponen dalam sirkuit dan di luar
sirkui tdari tekanan yang berlebihan dan kerusakan komponen. Saat Presure relief
valve terbuka, Oli bertekanan tinggi dikembalikan ke reservoir pada tekanan rendah.
Presure Relief valve biasanya terletak di dalam directional controlvalve.
h. Directional Controll Valve.
Aliran fluida hidrolik dapat dikontrol dengan menggunakan valve yang hanya
memberikan satu arah aliran. Valve ini sering dinamakan dengan check valve yang
umumnya menggunakan system bola. Simbol directional control valve ada yang
berupa gabungan beberapa symbol. Valve ini terdiri dari bagian yang menjadi satu
blok atau juga yang dengan blok yang terpisah. Garis putus putus menunjukan pilot
pressure. Saluran pilot pressure ini akan menyambung atau memutuskan valve
tergantung dari jenis valve ini normaly close Spring berfungsi untuk mengkondisikan
valve dalam posisi normal. Jika tekanan sudah build up pada sisi flow side valve,
saluran pilot akan akan menekan dan valve akan terbuka. Ketika pressure sudah turun
kembali maka spring akan mengembalikan ke posisi semula dibantu pilot line pasa
sisi satunya sehingga aliran akan terputus. Valve ini juga umum digunakan sebagai
flow divider atau sebagai flow control valve.
i. Flow Control Valve

Fungsi katup pengontrol aliran adalah untuk mengontrol arah dari gerakan silinder
hidrolik atau motor hidrolik dengan merubah arah aliran oli atau memutuskan aliran
oli.Flow control valve ada beragam macam, tergantung dari berapa posisi, sebagai
contoh:Flow control valve dua posisi biasanya digunakan untuk mengatur aliran
actuator pada system hidroliks ederhana.Simbol symbol flow control valve dibawah
ini menunjukan beberapa jenis cara pengoperasiannya, ada yang menggunakan
handle, pedal, solenoid dan lain sebagainya.
j. Flow Control Mechanis
Ada kalanya system hidrolik membutuhkan penurunan laju aliran atau menurunkan
tekana oli pada beberapa titik dalam sistem. Hal ini bias dilakukan dengan memasang
restrictor. Restrictor digambarkan seperti pengecilan dalam system, dapat berupa
fixed dan juga variable, bahakan bias dikontrol dengan system lain.
k. Filter
Pengkodisian oli bisa dilakukan dengan berbagai cara, biasanya berupa filter,
pemanas dan pendingin.

BAB III
METODELOGI PERCOBAAN

III.1 Alat-alat

Siring 50 ml

: tabung siring pada skala 50 ml

Siring 10 ml

: tabung siring pada skala 10 ml

Selang silicon : untuk mengalirkan fluida

Dasar statif

Batang statif : untuk penegak

Gelas piala 250 ml

: meletakan larutan sementara pada skala 250 ml

Klem universal

: untuk penyangga siring yg diberi slang

: untuk memperkokoh berdirinya standar

III.2 Bahan

Air : sebagai bahan yang akan dialiri pada slang

III.3 Cara kerja


a. Susunlah peralatan seperti gambar
b. Turunkan siring 10 ml sehingga bagian atasnya sejajar dengan bagian bawah
siring 50 ml

c. Buka piston pada masing-masing siring , kemudian isikan air sampai siring 10
ml penuh
d. Masukkan piston siring 10 ml tekan sampai piston masuk
e. Tambahkan air pada piston 50 ml sampai penuh kemudian masukkan
pistonnya
f. Naikkan kembali siring 10 ml sampai bagian atasnyarata dengan siring 50 ml
g. Tarik piston 10 ml sampai ke atas , perhatikan piston 50 ml apakah piston
tersebut tertarik ke bawah ?
h. Tekan piston siring 10 ml sampai semua piston masuk , terangkatlah piston
siring 50 ml ?
i. Tekan siring / piston 50 ml terangkatkah piston sirin 10 ml ?
j. Ulangi langkah 8 dan 9 sampai kamu bisa
III . 3 Skema kerja

Piston siring 10 ml di tarik dan piston siring 50 ml akan turun ke bawah

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV . 1 Hasil
N

Piston yang ditekan

o
1
2

Siring 50 ml
Siring 10 ml

ringan

berat

IV . 2 Pembahasan
Miniature pompa hidrolik merupakan alat peraga praktikum pada mata
pelajaran fisika. Alat ini digunakan untuk menjelaskan secara kualitatif prinsip dari
hukum pascal. Cara pembuatan alat ini sangat mudah dan murah, yaitu cukup dengan
menggunakan alat dan bahan yang sederhana seperti selang kecil, siring 50 ml dan 10
ml dan air. Dengan alat dan bahan yang sederhana ini kemudian rangkai alat dan
bahan tersebut dengan cara menyambungkan suntikan kecil dan besar dengan
menggunakan selang, lalu ikat kedua suntikan dan selang.
Dan dalam percobaan yang kami lakukan kami mendapatkan hasil pratikum
Fisika Terapan tentang POMPA HIDROLIK yaitu apabila siring yang 10 ml kami
tekan kebawah maka siring 50 ml akan naik keatas,sebaliknya apabila siring 50 ml
yang kami tekan kebawah maka siring yang 10 ml naik keatas.
Bedanya dari hasil praktikum ini adalah apabila siring 10 ml yang kami tekan akan
terasa gampang sekali menekannya,tetapi sebaliknya pada siring 50 ml yang kami
tekan akan terasa lebih susah menekannya.

BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Dari percobaan pompa hidrolik diatas dapat saya simpulkan bahwa pada
percobaan pompa hidrolik haruslah menggunakan siring dengan piston yang tidak
longgar dan selang silicon tidak boleh bocor, sehingga udara dari luar tidak akan
masuk ke dalam selang silicon.Karena apabila terdapat gelembung-gelembung pada
selang maka percobaan yang akan kita lakukan mengalami kegagalan.

V.2 Saran
Semoga untuk praktikum selanjutnya jauh lebih kompak dari pada sebelumnya,
karena di dalam praktikum sangat membutuhkan kekompakan, dan tidak kalah
pentingnya ketelitian, juga saling menghargai supaya hasil yang didapatkan jauh
lebih baik pula.

DAFTAR PUSTAKA

Pharmayeni. 2014.Modul Praktikum Fisika Terapan. Padang : ATIP


Purba, M . 2004. Kimia SMA Kelas XII. Erlangga : Jakarta
Nirmala, Dyah.1992. Fisika Dasar Jakarta : Universitas Terbuka
Modul Fisika Terapan

Anda mungkin juga menyukai