Anda di halaman 1dari 6

AGUNG PRIBADI 11.312.

011
Owner atau pemilik proyek konstruksi
Pemilik proyek atau owner adalah seseorang atau instansi yang memiliki proyek atau
pekerjaan dan memberikanya kepada pihak lain yang mampu melaksanakanya sesuai dengan
perjanjian kontrak kerja untuk merealisasikan proyek, owner mempunyai kewajiban pokok
yaitu menyediakan dana untuk membiayai proyek.
Tugas pemilik proyek atau owner adalah:
menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.
Mengadakan kegiatan administrasi.
Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek.
Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas atau manajemen
konstruksi ( MK )
Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
Wewenang yang dimiliki pemilik proyek atau owner adalah :
Membuat surat perintah kerja ( SPK )
Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.
Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil pekerjaan
konstruksi.
Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak dapat
melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak.
Konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek
Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk melaksanakan
pekerjaan perencanaan, perencana dapat berupa perorangan atau badan usaha baik swasta
maupun pemerintah.
Tugas konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:
Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan.
Membuat gambar kerja pelaksanaan.
Membuat Rencana kerja dan syarat sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai
pedoman pelaksanaan.
Membuat rencana anggaran biaya bangunan.
Memproyeksikan keinginan keinginan atau ide ide pemilik ke dalam desain
bangunan.
Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud di wujudkan.
Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan
konstruksi.
kemudian proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas
Wewenang konsultan perencana adalah:
Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak pihak pelaksana bangunan yang
melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 1

AGUNG PRIBADI 11.312.011

Konsultan Pengawas dalam pelaksanaan proyek


Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek ( owner ) untuk
melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas dapat nerupa badan usaha atau
perorangan.
Konsultan pengawas dalam suatu proyek mempunyai tugas sebagai berikut:
Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek.
Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek
Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek
maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.
Konsultan pengawas juga memilik wewenang sebagai berikut:
Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi penyimpangan
terhadap kontrak kerja.
Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan.
Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.
Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana proyek.
Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan ( site Instruction)
Kontraktor
Kontraktor adalah badan yang ditunjuk oleh owner (dapat melalui penunjukan langsung
atau melalui tender) sebagai pelaksana proyek. Pihak inilah yang akan menerjemahkan proses
perencanaan yang disiapkan oleh para konsultan ke dalam wujud yang sebenarnya. Dalam
prosesnya pihak kontraktor akan berhubungan dengan para konsultan ini untuk
mempermudah pelaksanaan di lapangan.
Safety dan K3
Pada beberapa perusahaan dimana safety menjadi prioritas utama, memiliki aturan
tersendiri dalam melaksanakan suatu project untuk memastikan pelaksanaan aktifitas dengan
aman, tidak membahayakan pekerja serta tidak mencemari lingkungan, aturan tersebut
1. Melakukan Project Safety, Health & environmental review pada setiap fase /
stage dari suatu proyek konstruksi untuk memastikan agar semua keputusan yang
dibuat pada fase engineering maupun konstruksi telah memenuhi standard yang telah
ditetapkan
2. Pada fase konstruksi ada beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menghindari atau
meminimalisasi resiko kecelakaan pada proyek konstruksi diantaranya :
1. Melakukan pengecekan rutin pada setiap equipment yang akan digunakan
disesuaikan dengan standard pengecekan yang sudah ada. Contoh pengecekan
tower crane, untuk metode serta jarak waktu antara dua pengecekan
disesuaikan dengan standard yag berlaku dan diberikan tanda berupa sticker
yang menyatakan bahwa tower crane tersebut dapat digunakan.
2. Mentraining karyawan berkenaan dengan pekerjaan mereka, sehingga mereka
dapat mengidentifikasi kemungkinan resiko bahaya dari pekerjaan tersebut
|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 2

AGUNG PRIBADI 11.312.011


dan mengerti metode kerja yang aman untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
dengan aman.
3. management menerapkan system punishment & reward akan prestasi yang
berkenaan dengan safety pada setiap karyawan, sehingga culture serta prilaku
yang kurang perduli terhadap safety setahap demi setahap dapat dirubah
Quantity Surveyor
Quantity Surveyor adalah salah satu dari Tim penasehat professional dalam industri
konstruksi, (juga disebut Construction Economists, Construction Cost Managers, Cost
Consultans, Cost Engineers, Estimators) yang memiliki keahlian yang meliputi:
o Melakukan estimate and monitoring construction cost dari tahap awal sampai tahap akhir
(termasuk menyiapkan Bill of Quantities)
o Menyelengggarakan tender
o Menetapkan type kontrak (termasuk menetapkan pasal khusus yang diperlukan)
o Menghitung pengurangan pajak konstruksi
o Menghitung nilai klaim asuransi dan claim konstruksi
o Menjalankan mediasi dan Arbitrase dalam suatu sengketa konstruksi.
Peran Quantity Surveyor
Sesuai dengan definisi tersebut diatas, maka peran seorang Quantity Surveyor, selama
tahapan proyek dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tahap Feasibility Study :
o Memberikan saran/nasehat kepada Owner (pemilik bangunan) agar dapat mencapai seluruh
kebutuhannya melalui bangunan, dengan biaya yang paling efisien (ekonomis)
Tahap Design :
o Melakukan Value Engineering terhadap design yang ada, untuk dapat menekan biaya
proyek tanpa mengurangi tujuan dan fungsi
o Mempersiapkan Bill of Quantities
o Menetapkan spesifikasi teknik dari proyek
o Menyusun Cost Budget (Owner estimate)
Tahap Procurement/Pengadaan:
o Menyiapkan dokumen pra qualifikasi/tender, termasuk menyarankan jenis kontrak, atau
pasal yang bersifat khusus.
o Menyelenggarakan pra qualifikasi/tender, dan termasuk mengevaluasi hasil nya (peran Q.S
untuk kontraktor pada tahap ini adalah menghitung penawaran tender, yang paling
kompetitif)
Tahap Construction (pelaksanaan proyek)
o Menilai progress pekerjaan untuk pembayaran
o Menghitung final measurement

|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 3

AGUNG PRIBADI 11.312.011


Tahap Pasca Construction
o Menghitung pekerjaan tambah/kurang, termasuk menghitung unit price pekerjaan baru
o Menghtiung pajak-pajak Konstruksi
o Menghitung nilai eskalasi proyek
o Menghitung claim konstruksi/asuransi
o Menyelesaikan sengketa konstruksi melalui mediasi /arbitrase
Pelayanan / Jasa Quantity Surveyor
Menurut Australian Institute of Quantity Surveyor, lingkup pelayanan Quantity Surveyor
meliputi pelayanan dalam bidang-bidang sebagai berikut:
Financial Advisor:
o Mempersiapkan budget untuk membangun proyek
o Memberikan saran kualitas bangunan sesuai dengan budget
o Mempersiapkan dokumen kontrak (seperti Bill of Quantities dan dokumen cost contol)
o Memberikan rekomendasi tipe kontrak, dan proses pelaksanaan untuk mencapai budget dan
waktu yang ditetapkan .
o Mempersiapkan perhitungan tax depreciation (pengurangan pajak)
Construction Advisor:
o Memberikan saran alternatif penggunaan material dalam perhitungan biaya proyek
o Memberikan saran construction methods, dalam perhitungan biaya proyek
o Memberikan saran tentang efek site condition terhadap budget
o Memberikan saran tentang feasibility
Contract Administrator:
o Memberikan saran tentang sesuatu hal antara Owner dan Konsultan
o Memberikan saran tentang sesuatu hal antara Owner dan Kontraktor
o Memberikan saran tentang sesuatu hal yang menyangkut kontrak (seperti pembayaran,
perubahan skope pekerjaan, perubahan pekerjaan, klaim, dan final accounts)
Quality control
Dalam rekayasa dan manufaktur, pengendalian mutu atau pengendalian kualitas
melibatkan pengembangan sistem untuk memastikan bahwa produk dan jasa dirancang dan
diproduksi untuk memenuhi atau melampaui persyaratan dari pelanggan maupun produsen
sendiri. Sistem-sistem ini sering dikembangkan bersama dengan disiplin bisnis atau rekayasa
lainnya dengan menggunakan pendekatan lintas fungsional
Supervisor
Supervisor adalah seseorang yang diberikan tugas dalam sebuah organisasi perusahaan
dimana mempunyai kekuasaan untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya.
Peran kerja supervisor berada di level tengah, yaitu di antara para atasan pembuat kebijakan
dan di antara para staf pelaksana rutinitas di lapangan. Dengan fungsi kerja yang berada di
antara itu, maka tugas utama supervisor adalah melakukan supervisi terhadap para staf
|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 4

AGUNG PRIBADI 11.312.011


pelaksanan rutinitas aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari. Supervisor adalah level
kepemimpinan yang tidak boleh membuat kebijakan yang bersifat strategis, tapi hanya
menerjemahkan dan meneruskan kebijakan strategis atasannya kepada para bawahan untuk
dikerjakan secara efektif dan produktif. Oleh karena itu, seorang supervisor harus memiliki
kompetensi berkualitas tinggi yang mencakup keterampilan membangun relasi di antara
atasan dan bawahan; keterampilan terhadap fungsi dan peran kerja agar mampu bekerja
secara optimal, kreatif, efektif, berkualitas, produktif, efisien, bersinergi, dan cerdas
melakukan supervisi terhadap bawahan; keterampilan kecerdasan emosional dan mind set
positif.
Administrasi proyek
Administrasi proyek merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan proyek. Salah satu
di antaranya adalah pembuatan laporan berkala. Laporan berkala merupakan alat komunikasi
resmi untuk menyatakan menyampaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan
penyelengaraan proyek. Tujuan dari pembuatan laporan berkala adalah membantu semua
pihak dalam upaya memantau dan mengendalikan secara terus menerus dan
berkesinambungan atas berbagai aspek penyelenggaraan proyek sampai dengan saat
pelaporan. Laporan berkala dibuat oleh kontraktor, disetujui oleh konsultan pengawas atau
MK. Laporan berkala dipakai pihak kontraktor sebagai bahan utama dalam rapat intern
kontraktor maupun rapat koordinasi dengan semua pihak yang terlibat dalam proyek
A. BUKU HARIAN
Penyedia jasa wajib membuat buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan berupa
rencana dan realisasi pekerjaan. Buku Harian harus disetujui oleh Direksi pekerjaan dan
Konsultan Pengawas (bila ada) Laporan Harian berisi :
Kuantitas dan macam bahan yang ada
Penempatan tenaga kerja, jumlah, jenis, dan kondisi peralatan
Keadaan cuaca
Catatan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan
B. LAPORAN MINGGUAN DAN LAPORAN BULANAN
Laporan Mingguan merupakan rangkuman laporan harian dan berisi kemajuan fisik pekerjaan
dalam periode satu minggu beserta hal hal yang perlu disampaikan. Laporan bulanan
merupakan rangkuman laporan mingguan dalam periode satu bulan, yaitu berisi kumpulan
dari laporan harian dan mingguan yang dijilid dalam satu periode bulanan yang bersangkutan
Isilaporan bulanan :
Kemajuan pelaksanaan pekerjaan fisik dibandingkan dengan jadual induk
Kendala-kendala yang dihadapi
Pembahasan dan usulan yang diajukan
dilengkapi grafik, tabel, dan data visual berupa foto-foto
Laporan Kemajuan menyajikan informasi tentang bagaimana sumber daya dipakai untuk
mencapai sasaran proyek, pelaporan status (menggambarkan dimana proyek itu sekarang
berdiri) dan pelaporan kinerja (menguraikan apa yang diselesaikan proyek).
Mandor
|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 5

AGUNG PRIBADI 11.312.011


Mandor bertugas mendatangkan sejunlah tenaga kerja sesuai kualifikasi yang diperlukan
seperti kelompok tukang kayu, batu, besi dan sebagainya, dan sekaligus memimpin dan
mengawasi pekerjaan mereka.
Mandor adalah selaku manajer pada line terdepan yang akan menetukan dalam
pencapaian hasil akhir dari suatu kegiatan. Bagian terbesar masalah-masalah produktivitas
dan efisiensi pekerjaan konstruksi yang harus diperhatikan dan dikendalikan terdapat pada
jenjang ini. Sehingga untuk dapat mengwujudkan cakupan fungsi dan tugas yang semakin
luas tersebut, wawasan dan kualifikasi mandor harus ditingkatkan pula. Salah satu cara untuk
menumbuhkan semangat profesional dalam rangka meningkatkan hasil karya yang lebih
sangkil, tugas kepada mandor diberikan dalam bentuk patisipasi pemborongan dan upah
tenaga kerja untuk suatu bagian pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu
tertentu. Perjanjian pemborongan tersebut tentu saja harus didasarkan pada kesepakatan yang
tegas, jelas, dan profesional, sebagaimana layaknya yang diterapkan dalam kontrak perjanjian
untuk pekerjaan subkontrak.

|HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN 6