Anda di halaman 1dari 11

Guillain-Barr Syndrome

dr. Suwito, SpS


Jombang, 9 Oktober 2013

Pendahuluan
Guillain-Barr syndrome adalah penyakit

autoimmune non kontagious, secara serologis


sering ditemukan bersamaan dengan infeksi
Campylobacter jejuni (32%), cytomegalovirus
(13%), Epstein-Barr virus (10%) dan
mycoplasma peumonia (5%).
Menyerang sekitar 1 per 100.000 penduduk di
Amerika
Karena agent penyebab penyakit tidak jelas
maka kelainan ini dikenal dengan syndrome
Guillain-Barr

Pendahuluan
Type :

- Acute inflammatory demyelinating


polyradiculoneuropathy (AIDP)
- Acute motor-sensory axonal neuropathy
(AMSAN)
- Acute motor axonal neuropathy (AMAN)
- Miller-fisher syndrome (ataxia, areflexia dan
opthalmoplegia)

Pathogenesis

Penyakit autoimmun akut


Didapatkan adanya
peningkatan limphosit T dan
limphosit B
Adanya kesamaan molekuler
antara epitope myelin dan
ekspresi glikolipid agent
infeksi sehingga
mentrigger reaksi immune.
Antibodi yang terbentuk
akibat agent infeksi
menyebabkan reaksi silang
terhadap antigen spesifik sel
Schwann atau axolemma

Pathogenesis

Ikatan antara antibodi dan


antigen pada nervus perifer
mengakibatkan blok
konduksi
Kerusakan bisa
demyelinating atau aksonal
Onset penyakit 1-3 minggu
setelah terpapar agent
infeksi
Kerusakan umumnya terjadi
pada segments antar
Nodes of Ranvier

Manifestasi Klinis
Signs and Symptoms
- Kelemahan ascenden dan simetris.
- Anggota gerak bawah terjadi lebih dulu dari anggota gerak
atas. Kelemahan otot proksimal lebih dulu dari otot distal,
kelemahan otot trunkal, bulbar dan otot pernafasan.
- Kelemahan terjadi akut dan progresif bisa ringan sampai
tetraplegi dan ganguan
- Gangguan sensoris biasanya ringan.
- Ganggua N. kranialis : fasial drop, diplopia, disartria dan
disfagia
- Ganggua otonom : takikardi, bradikardi, flushing
paroxusmal, hipertensi ortostatik, anhidrosis, retensio urine
dan ileus paralitik
- Gangguan nafas : dyspnoe, nafas pendek, sulit menelan,
bicara serak dan gagal nafas

Pemeriksaan Neurologis
Kelemahan N Kranialis III, IV, VI, VII, IX, X
Kelemahan ekstremitas bawah ascenden,

asimetris dengan ekstremitas atas


Reflek fisisologis : absen atau hiporefleks
Refleks patologi : -

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan LCS
EMG

Diagnosis Banding
Hipokalemia
Myastenia grafis
Polineuropati metabolik (DM, defisiensi vit B)

Treatment
Tidak ada terapi yang spesifik
Plasmapharesis
Immunoglobulins