Anda di halaman 1dari 4

Pusat Beban (Expense Centre)

Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang inputnya diukur dalam satuan
moneter, tetapi outputnya tidak. Terdapat dua macam pusat biaya, yaitu Pusat biaya tehnik dan
Pusat Biaya Kebijakan. Hal ini sesuai dengan biaya yang terjadi yaitu biaya tehnik yang
merupakan biaya yang jumlahnya dapat ditaksir secara pasti sesuai dengan output yang
dihasilkan, misalnya biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, suku cadang dll. Sedangkan
biaya kebijakan adalah biaya yang tidak dapat ditentukan secara pasti karena dikaitkan dengan
kebijakan manajemen. Ada dua jenis pusat biaya, yaitu :
1. Pusat Biaya Tehnik
Pusat biaya tehnik adalah pusat beban yang sebagian besar biayanya adalah biaya teknis
sehingga biaya yang harus terjadi dapat ditentukan di muka secara teliti (relatif tepat dan wajar)
dalam ukuran biaya standar. Biaya teknik adalah biaya-biaya yang jumlahnya secara tepat dan
memadai dapat diestimasikan dengan keandalan yang wajar. Sebagai contoh, biaya pabrik
untuk tenaga kerja langsung, bahan baku langsung, komponen, perlengkapan, dan keperluankeperluan. Ciri-ciri pusat beban teknik, yaitu :

Input-inputnya dapat diukur secara moneter.


Input-inputnya dapat diukur secara fisik.
Jumlah dolar optimun dan input yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit output
dapat ditentukan.
Efisiensi dan efektivitasnya dapat diukur.
Pusat beban teknik biasanya ditemukan dalam operasi manufaktur. pergudangan,

distribusi, pengiriman dengan truk, dan unit-unit serupa dalam organisasi pemasaran bisa
digolongkan ke dalam pusat beban teknik, sebagaimana juga dengan pusat tanggung jawab
dalam departemen administratif dan pendukung misalnya bagian piutang, utang, dan pembayaran
gaji di departemen kontroler; catatan catatan mengenai pegawai dan kafetarian di bagian
sumber daya manusia, catatan - catatan mengenai pemegang saham di secretariat perusahaan,
dan pangkalan kendaraan milik perusahaan. Beban teknik, output dikalikan dengan biaya standar
dari setiap unit, mengukur biaya standar dari produk jadi. Selisih antara biaya teoretis dan biaya
aktual mencerminkan efisiensi dari pusat beban yang sedang diukur. Pusat beban Teknik
mengacu pada pusat tanggung jawab dimana biaya biaya teknik paling banyak ditemukan,

walaupun hal itu tidak berarti bahwa estimasi biaya teknik

yang valid

dapat

dibuat

untuk

masing-masing pos.
2. Pusat Biaya Kebijakan
Pusat beban kebijakan adalah pusat beban yang sebagian besar biayanya adalah biaya kebijakan.
Biaya kebijakan adalah biaya yang tak tersedia estimasi tekniknya.Pusat beban kebijakan
meliputi unit-unit administratif dan pendukung (seperti,akuntansi, hukum, hubungan industrial,
hubungan masyarakat, sumber daya manusia),operasi litbang, dan hampir semua aktivitas
pemasaran. Output dari pusat biayai ini tidak bisadiukur secara moneter. Kebijakan tidak berarti
bahwa penilaian manajemen mengenai biaya optimum bersifat mendadak dan sembarangan.
Melainkan mencerminkan keputusan pihak manajemen berkaitan dengan kebijakan kebijakan
tertentu apakah akan menyamai atau melampaui upaya upaya pemasaran yang dilakukan oleh
para pesaing; tingkat pelayanan yang harus diberikan perusahaan kepada para konsumen dan
jumlah uang yang akan dikeluarkan dalam aktivitas litbang, perencanaan, keuangan, hubungan
masyarakat, dan aktivitas- aktivitas lainnya. Pusat beban kebijakan, selisih antara anggaran dan
biaya yang sesungguhnya bukanlah ukuran efisiensi. Hal tersebut hanya merupakan selisih antara
input yang dianggarkan dan input yang sesungguhnya, serta tidak mencakup nilai output. Jika
biaya yang sesungguhnya tidak melebihi jumlah anggaran, maka pihak manajer sudah hidup
sesuai dengan anggaran akan tetapi karena, anggaran tidak dimaksudkan untuk meramalkan
jumlah pengeluaran yang optimum, maka menjalankan usaha dalam batas-batas anggaran

yang

ada tidak selalu berarti menunjukkan kinerja yang efisien.


Ciri ciri pengendalian umum terdiri dari :
1. Penyusunan Anggaran
Manajemen membuat keputusan anggaran untuk pusat beban kebijakan yang terpisah
dari pusat beban teknik. Perhatian utama bukanlah volumenya, karena hal tersebut
sebgaian besar ditentukan oleh tindakan tindakan yang diambil oleh pusat tanggung
jawab lainnya. Misalnya, kemampuan departemen pemasaran untuk meningkatkan
penjualan. Pihak manajemen merumuskan anggaran pusat beban kebijakan dengan
menentukan besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pusat beban kebijakan terbagi ke dalam dua kategori umum :


a. Berkesinambungan : berkesinambungan

(continuing work) dilakukan secara konsisten

dari tahun ke tahun, seperti pembuatan laporan keuangan oleh kontroler perusahaan.
b. Bersifat khusus. Pekerjaan khusus adalah proyek satu langkah. Sebagai contoh,
pengembangan dan penyusunan sistem pembuatan anggaran laba dalam sebuah divisi
baru.
Suatu teknik yang sering digunakan dalam membuat anggaran untuk pusat beban kebijakan
disebut sebagai manajemen berdasarkan tujuan (management objective), yaitu suatu proses
formal di mana pembuat anggaran mengusulkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dan
menyarankan ukuran yang akan dipakai dalam evaluasi kinerja. Fungsi perencanaan bagi pusat
pengeluaran yang tak direncanakan biasanya dijalankan dalam satu diantara dua cara ini, yaitu :
a. Anggaran Inkremental
Anggaran inkremental adalah penganggaran yang didasarkan pada level biaya
kini yang selanjutnya disesuaikan dengan inflasi dan perubahan lingkungan lainnya.
Kekurangan pembuatan anggaran inkremental, yaitu:
Tingkat pengeluaran yang ada dari pusat beban kebijakan, diterima, dan tidak dikaji

ulang selama proses pembuatan anggaran.


Para manajer pusat beban ini biasanya meningkatkan tingkat pelayanan dan dengan
demikian cenderung meminta tambahan sumber daya dan berusaha agar

permintaannya dikabulkan.
b. Tinjauan Berdasarkan Nol (Zero-Base Review)
Tinjauan berdasarkan nol adalah pendekatan untuk menganalisi setiap pusat
kebijakan berdasar jadwal yang mencakup semua tugas yang mencakup jangka panjang,
misalnya lima tahun.
Kelemahan tinjauan berdasar nol, yaitu :
a. Tinjauan ini memerlukan benchmarking biaya dan keluaran dari perusahaan lain,
namun sulit dilakukan.
b. Tinjauan
ini mungkin

menimbulkan

masalah potensial,

misalnya banyak

mengkonsumsi waktu dan menimbulkan trauma bagi manajer yang kegiataanya


dikaji.
c. ini sulit dilakukan karena mungkin para manajer cenderung mempertahankan Statua
quo.

2. Variasi Biaya
Biaya dalam pusat beban kebijakan cukup terlindungi dari fluktuasi jangka
pendek karena dalam membuat anggaran untuk pusat beban kebijakan, para manajer
cenderung untuk menyetujui perubahan yang terkait dengan perubahan volume penjualan
yang terkait dengan perubahan volume penjualan yang diantisipasi, mengizinkan untuk
menambah tenaga kerja jika volume penjualan bergerak naik, dan untuk mengurangi
tenaga kerja jika volume penjualan sedang menurun.
3. Jenis Pengendalian Keuangan
Tujuan utama dari pusat beban kebijakan adalah untuk mengendalikan biaya
dengan mengikut sertakan para manajer guna berperan serta dalam perencanaan, bersama
sama mendiskusikan langkah apa yang akan diambil, dan tingkat usaha yang
bagaimana yang tepat untuk masing masing.
4. Pengukuran Kinerja
Laporan prestasi pusat beban kebijakan digunakan untuk menjamin bahwa tugas
yang direncanakan telah dilaksanakan dengan biaya yang telah dianggarkan, dan tidak
ada pengeluaran dapat melampaui anggaran tanpa persetujuan manajemen puncak lebih
dahulu.