Anda di halaman 1dari 142
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang ; bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 11 huruf a Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, peru menetapkan Peraturan — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Pangsional Pengawas Sckolah dan Angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lemberan Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Gura dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tabun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916]; 4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang, Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomer 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4332}; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, © Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor15, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4263), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik IndonesiaPahun 2009 Nomor 164); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republikindonesia Nomor 4496), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410}; 8, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 17 ‘Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105}, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157}; 10. un 12. 13. 14, 15. 16. 17. 18, 19. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Llembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135}; Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 121, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomnor 5258); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon 1 Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014; Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu Tl, sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor §4/P Tahun 2014; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya; Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/I/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawes Sekolah dan Angka Kreditnya; Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 107/U/2001 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Jarak Jauh; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 ‘Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Program Studi Di Luar Domisili Perguruan Tinggi; 20. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 ‘Tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan, Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil; ‘MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK ‘TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA. Pasal 1 (1) Petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah yang selanjutnya disebut Petunjuk Teknis merupakan pedoman bagi pengawas sekolah/madrasah, pengelola pendidikan, Tim Penilai dan Sekretariat Tim Penilai, dan para pejabat pemangku kepentingan pendidikan, (2) Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) scbagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini Pasal 2 Penilaian angka kredit untuk kegiatan unsur utama dan unsur penunjang jabatan fungsional pengewas sckolah dan angka kreditnya berdasarkan Keputusan Menteri Pendidiken dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya masih tetap berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. Pasal 3 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dicabut dan dinyatakan tidak berlakcu, Pasal 4 Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia, Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2014 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, REPUBLIK INDONESIA, TID. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. REPUBLIK INDONESIA, TD. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 1677 Salinan sesuai dengan aslinya, Kepela Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TID. Ani Nurdiani Azizah NIP 195812011985032001 SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS —PELAKSANAAN —_ JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA I. PENDAHULUAN A.UMUM. 1, Bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, 2. Sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 ini telah ditetapkan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/1/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolahdan Angka Kreditnya. 3. Untuk memperjelas penerapan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/1/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 perlu disusun Petunjuk Telmis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, B. TUJUAN ‘Tujuan penyusunan petunjuk teknis ini adalah: 1. sebagai acuan teknis dalam menerapkan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya; 2, memberikan suatu petunjuk standar bagi pejabat yang berwenang dalam membina dan menentukan karier pengawas sekolah/madrasah; 3. menetapkan kesamaan persepsi dalam penilaian angka kredit pengawas sekolah/madrasah yang dilaksanakean oleh Tim Penilai Pusat, Tim Penilai_ Instansi, Tim —Penilai Provinsi/Kabupaten/Kota. C. PENGERTIAN Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: 1, Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademil dan manajerial pada satuan pendidikan. 2. Pengawas Sekolah adalah Pengawas Sekolah/Madrasah yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung Jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan, 10. ut 12. 13, 14, 15, Satuan Pendidikan adalah Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA}, Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(SD/Ml), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah {SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MAJ, Sckolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), Pendidikan Luar Biasa (PLB] atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan Iuar biasa sebagaimana dimaksud angka 3 diatas adalah melalui satuan pendidiken khusus (TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB). Kegiatan pengawasan adalah kegiatan Pengawas Sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, mengevaluasi hasil _pelaksanaan program pengawasan, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Pengembangan profesi Pengawas Sekolah adalah kegiatan yang dirancang Pengawas Sekolah dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sikap dan keterampilen untuk peningkatan profesionalisme maupun dalam —_rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan sekolah, Tim Penilai Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan bertugas menilai prestasi kerja Pengawas Sekolah. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Pengawas Sekolah dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Daerah Khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau dacrah yang berada dalam keadaan darurat lain, Penyusunan Program Pengawasan adalah kegiatanpengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan akademik dan manajerial, program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, program pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, dan program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah, Pelaksanaan Program Pengawasan adalah kegiatan pengawasan yang wajib dilaksanaken oleh setiap Pengawas Sekolah berdasarkan program pengawasan yang telah isusun sebelumnya, Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan adalah kegiatan menilai keberhasilan pelaksanaan program pengewasen yang Wajib dilaksanakan oleh setiap Pengawas Sekolah Prestasi kerja Pengawas Sekolah adalah hasil kerja yang dicapai Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya. Kriteria penilaian adalah ukuran minimal yang digunakan dalam menilai prestasi kerja Pengawas Sekolah sebagai dasar untuk penetapan angka kredit. Pendidikan dan pelatihan fungsional Pengawas Sekolah adalah pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi jabatan fungsional Pengawas Sekolah yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan masing-masing. 2 16, Karya inovatif adalah karya yang dihasilkan melalui gagasan baru ata pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, Didang seni dan pengembangan standar/pedoman atau sejenisnya yang bermanfaat bagi pendidikan dan pengawasan. 17. Koordinator Pengawas Sekolah atalah Pengawas Sekolah yang dipilih olehsemua Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kementerian Agama, ataukementerian lainnya/lembaga pemerintah non kementerian dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kepala___Kantor Kementerian Agama di_—=—~Provinsi/Kabupaten/Kota ataukementerian Iainnya/lembaga pemerintah non kementerian yang memiliki tugas dan wewenang mengoordinasikan kegiatan pengawasan dilingkungan kerjanya. 18.Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) adalah wadah atau forum Kegiatan bagi para Pengawas TK/RA, SD/MI di tingkat Provinsi, Kebupaten/Kota dan para pengawas PLB di tingkat Provinsi yang dikelola oleh pengurus dengan anggota terdiri dari Pengawas TK/RA, SD/MI dan pengawas PLB. 19. Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) adalah wadah atau forum kegiatan bagi para pengawas SMP/MTs,SMA/MA, dan SMK/MAK di tingkat Kabupaten/Kota yang dikelola oleh pengurus, dengan anggota terdiri dari pengawas sejenis menurut kelompok masing-masing, yakni Pengawas SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK. D.RUANG LINGKUP Dalam petunjuk teknis ini diatur hal-hal yang berkenaan dengan pengangkatan, bidang pengawasan dan’ beban kerja, kriteria pelaksanaan unsur utama dan penunjang, pengawasan akademik dan manajerial, pengembangan profesi, penilaian dan penetapan angka kreditymekanisme dan prosedur kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat, pembebasan sementara, pengangkatan kembali dan pemberhentian dari jabatan fungsional Pengawas Sekolah. E, JENJANG JABATAN, PANGKAT, GOLONGAN RUANG, DAN ANGKA KREDIT YANG DIPERSYARATKAN Jenjang jabatan, pangkat, dan golongan ruang Pengawas Sekolah serta persyaratan angka kredit Kumulatif minimal untuk kenailan Jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi setiap jabatan Pengawas Sekolah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi sebagaimana tercantum dalam tabel berikut Tabel 1.1 Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan/Pangkat Se un aa Jenjng Jaan ey ee no | “Fongan | Pasetatden celeste | aat/oencat Sekolah ) | Komulatif Interval oo ~ [Rennwne Sean [eae a5 | 08 tae Tense iat TA [ 300 | 100 Festina Wa ‘00 [80 a, [Rng S61 ine nga No | sso | 89 Fentine odes We [700 | 80 Penna Bama Maa gwen seo « [reererssone [ia 200 ae Pembina Utama, IV/e 1050 1, Angka kredit kumulatif minimal pada kolom 4 adalah jumlah angka kredit kumulatif minimal yang diperlukan untuk kenaikan Jabatan/pangkat, 2. Angka kredit pada kolom 5 adalah jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaiken jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 3. Jumlah angka Ikredit yang dipersyaratkan untuk _kenaikan jabatan/pangkat fungsional Pengawas Sekolah dengan ketentuan: ‘a. paling sedikit 80% angka kredit berasal dari Unsur Utama, tidak termasuk anglsa kredit pendidikan; dan b. paling banyak 20% angka kredit berasal dari Unsur Penunjang. Contoh: Hartini, $.Pd., Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata Tingkat I golongen ruang IlI/d memiliki angka kredit kumulatif 320. Agar dapat naik menjadi Pengawas Sekolah Madya pangkat Pembina, golongan ruang IV/a, yang bersangkutan harus mengumpulkan angka kredit paling sedikit 80 untuk mencapai angka kredit kumulatif minimal 400 yang dipersyaratkan dengan perhitungan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Tabet 1.2 erhitungan Pemenuban Angka Kredit gu [Raa eat Bars yong aus eoteh | Jamia a Unsur Dama Seow | minal yang paren | Penecibanaar |] UO | hares Pengawasan Profesi aad diperoleh sm | mninass | minima | ESS | soo Keteranga: a. dari golongan Ill/d ke IV/a memeriukan 80 angka kredit baru (dari angka kredit kumulatif 320 menjadi angka kredit kumulatif 400) », Unsur pengembangan profesi yang wajib diperoleh ke golongan IV/a minimal sejumlah 8 Unsur utama baru yang wajib diperoleh minimal 80% x 80 = 64 Unsur penunjang baru maksimal 20% x 80 = 16 Unsur utama/diklat dan pengawasan yang wajib diperoleh adalah 64 ~ 8=56 §. Yang bersanglcutan akan memperoleh angka Kredit kumulatif dengan Tincian sebagai berikut: ope Angka Kredit lama 320 unour diklat dan pengawasan baru 56 unsur pengembangan profesi bara = 8 unsur penunjang baru 16 Jumlah = 400 Contoh: Robert Sianipar, S.Pd., Pengawas Sckolah Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a memiliki PAK dengan angka Kredit kumulatif 434. Yang bersangkutanmengajukan usul kenaikan pangkat ke IV/b, dengan menyertakan bukti fisik baru berupa: (1) ijazah pendidikan $2 yang sesuai dengan bidang tugasnya, (2) unsur pengawasan’ (3) pengembangan profesi dan (4) unsur penunjang. Perhitungan perolehan angka kredit yang diajukan sebagaimana tercantum dalam tabel berilcut. Tabet 1.9 Perhitungan Pemenuhan Angka Kredit Age Ket Baru yang har peo Taman naka Unsor Uren rina Stet [penaicean | Dineen | Pengenbangan | QU | Zane Formal $2} | Pengawasen | Prof ey «ea | 0 s280 | Minimo | 2320 | 580 a, Kenaiken pangkat pembina golongan ruang IV/a ke IV/b memerlukan 116 angka kredit baru yang berasal dari 550 - 434. b. Angke kredit pendidikan S2 yang relevan adalah 50 yang berasal dari selisih angka kredit ijazah $2 ~ S1 yaitu 150 ~ 100 = 50 c. Unsur pengembangan profesi yang wajib diperoleh untuk kenaikan golongan 1V/b minimal 10 4. Unsur utama baru yang wajib diperoleh minimal 80% x 116 = 92,80. fe. Unsur penunjang bara maksimal 20% x 116 = 23,20. f£ Unsur utama/diklat dan pengawasan yang wajib diperoleh adalah 92,80 ~ 10 = 82,80 g. Yang bersangkutan akan memperoleh angke kredit kumulatif dengan rincian sebagai berilcut: Angka Kredit lama Angka Kredit Pendidikan S2 Angka kreditdilelat dan pengawasan baru Angka Kredit pengembangen profesi baru unsur penunjangbara Jumlah Kewajiban Robert Sianipar, S.Pd untuk kenaikan pangkat dari Pembina Golongan ruang IV/a ke Pembina Tingkat 1 Golongan ruang IV/b adalah 550 angka Kredit. Dengan demikian yang bersangkcutan telah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Pengawas Sekolah Madya dengan Pangkat Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b. Mengingat yang bersangiutan memperoleh ijazah $2, diberikan angka kredit sejumlah 50, sehingga angka kredit kumulatif yang bersangkutan menjadi 550 + 50 = 600. F. BIDANG PENGAWASAN, KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA PENGAWAS SEKOLAH 1, Bidang Pengawasan Bidang pengawasan Pengawas Sekolah meliputi a. Pengawas TK/RA, adalahPengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengewasan akademik dan manajerial pada TK/RA (Pendidikan Anak Usia Dini formal) b. Pengawas Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, ‘wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. c. Pengawas Sekolah rumpun mata pelajaran/mata pelajaran adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung Jawab, wewenang dan hal secara penuh dalam melaksanakan tugas pengewasan akademik rumpun mata pelajaran/mata pelajaran yang relevan dan tugas pengawasan manajerial pada SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. d. Pengawas Pendidikan Luar Biasa adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak Secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial di Pendidikan Luar Biasa. ¢, Pengawas Bimbingan dan Konseling adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak Secara penuh dalam melaksanakan | tugas pengawasan kegiatan bimbingan dan konseling pada sekolah/madrasah. 2. Kedudukan Pengawas Sekolah berkedudukean sebagai pelaksana__teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manejerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 8. Wilayah kerja Pengawas sekolah melaksanakan tugas pengawasan pada sekolah binaan, dan dapat lintss eatuan—pendidikan pada provinsi/kabupaten/kota yang sama atau antarkabupaten/kota sesuai dengan ketetapan pejabat yang berwenang. Tl, TUGAS POKOK, BEBAN KERJA, DAN PENGATURAN TUGAS PENGAWAS SEKOLAH A. Tugas Pokok ‘Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan didaerah khusus. Rincian kegiatan tugas pokok setiap jenjang jabatan dan pangkat Pengawas Sekolah sebagaimana tercantum dalam tabel berilaut. No. Pengawas Pengawas ngawas Mi Rincian Kegiatan Muda_| Pengewas Madya Utama Tye [i/a [W7a_[IW7b [iV7e [17a [IWe ‘Menyusun program pengawasan Melaksanakan pembinaan guru Melaksanakan pembinaan kepala sekolah ee Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian ‘Memantau pelakeanaan standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar 1 pengelolaan, standar sarana dan prasarana, dan standar | pembiayaan ‘Melaksanakan penilaian kinerja guru | Melaksanakan penilaian kkinerja kepala sekcolah Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program | pengawasan pada sekolah binaan Mengovalsa hal ieee ww | aw jaw | ew | oe | w | ow provnseabapaten ota | No. Rincian Kegiatan, Pengawas Muda. Pengawas Madya Pengawas Utama Wye [mye We We We Wa [vie 10. Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGBK dan sejenisnya u 12, ‘Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya tw | ow ‘Melakssnakan pembimbingan dan pelatihan profesional gure 13. ‘Melaksanaken pembimbingan dan pelatinan profesional kepala sekolah. 14. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekoleh, rencena kerja, pengawasan den evaluasi, Kepemimpinen sekolah, dan sistem informasi dan meanajemen w | ow 15, | Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru. 16. Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan professional kepala sekolah ww | ow 17, Membimbing Pengawas Sekolah Muda dalam melaksanakan tugas pokok w | ww 18. ‘Membimbing Pengawas Sekolah Madya dalam. melaksanakan tugas polok tw ow 19. Melaksanakan pembimbingan | dan pelatihan profesional Guru dan kepala sckolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) dan atau penelitian tindakan sekolah ers) tw No. Pengawas 7 Pengawas Rincian Kegiatan Meda Herren Utama ive [at7a [IVa JWT ]IWTe [174 [Ve ‘Melakeanakan tugas pengawasan didaerah khusus| “ | ~ | ~ | * | ™ | ™ | * 21. Peagembangan Profesi (menyusun karya tulis ilmiah dan/atau Penerjemahan/ penyaduran buku dan/ateu karya ilmiah di bidang pendidikan formal/ pengawasan dan/atau membuat kerya inovati) Keterangan a b. © w = wajib tw= tidak wajib pelakcanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru @ilaksanaken di forum KKG/MGMP/MGBK atau pembimbingan dan pelatihan profesional guru yang diselenggarakcan oleh lembaga lainnya. . pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah dilaksanaken di forum KKKS/MKKS atau pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi/kabupaten/kota. Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat pengawas sekolah utama untuk melaksanaken kegiatan pada nomor 9 dan 19, maka pengawas sekolah madya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pejabat berwenang unit kerja yang bersangkutan. B, BEBAN KERJA DAN PENGATURAN TUGAS PENGAWAS SEKOLAH Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Beban kerja Pengawas Sekolah Beban kerja Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan adalah 37,50 jam perminggu di dalammya termasuk penyusunan program —pengawasan, —pelaksanaan program. pengawasan, melaksanakan evaluasi program pengawasan, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional “Guru danjatau Kepala Sekolah/Madrasah di Sekolah/Madrasah binean dengan sasaran diatur sebagai berilcut: a. Untuk TK/RA paling sedikit 10 satuan pendidikan; b, Untuk SD/MI paling sedikit 10 satuan pendidikan; c. Untuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK paling sedikit 7 (tajuh) satuan pendidikan dan/atau paling sedikit 40 (empat puluh) guru; d. Untuk Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru; ©. Pengawas Bimbingan dan Konseling paling se puluh) guru Bimbingan dan Konseling; it 40 (empat 2. {. Pengawas Rumpun Mata Pelajaran/mata pelajaran Agama dan Pengawas Sekolah Muda untuk TK dan SD paling sedikit 60 (enam puluh) guru, untuk SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK paling sedikit 40 (empat puluh) guru; g. Pengawas Sekolah yang bertuges di daerah khusus paling sedikit 5 (ima) satuan pendidikan lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan, Pengaturan Beban Kerja a. Untuk mencapai beban kerja Pengawas Sekolah sebanyak 37,50 jam perminggu dapat dipenuhi melalui kegiatan tatap muka dan non-tatap muka. Contoh pengaturan distribusi beban kerja sebagaimana tabel berikut, Tabel 2.2 Beban Kerja Pengawas SMP Jenjang Madya Dalam 1 Minggu Tatap | NonTatap | Distribusi No. is Pokok aa Muka | Muka | jam/minggu 1)Melaksanakan pembinaan gura_| 2a 1 |) Menyusun program dan i 13,50 laporan hasil pembinaan guru : ‘Jumlah Jam 28 13,50 37,50 Catatan: 1. 1 jam = 60 menit 2. Tagas pokok yang Iain direncanakan peda minggu beriicatnya. Sehingga pengaturan distribusi beban kerja per minggu dapat berbeda. b. Kegiatan tatap muka dan Non-Tatap Muka untuk mencapai beban kerja 37,50 jam per minggu dapat didistribusikan sebagaimana pada tabel berikut, Tabel 2.3 Beban Kerja Pengawas SMP Jenjang Madys Pada 7 (tujuh) Sekolah Binaan/Minggu wo Bulan/ nan rs Kunjungan sekolah dan inca Keplatan Trap | Jumah mines “efor | MSP BTS TETFTS 1 2 3{4[5[6]% 9{[ 10 1 1, Panyasunan roan Bulan | HE tenyuoun progam tet | penguanen nan, srso | °759 ‘8&0 | semester, RPA dan RPM ae tel B. Henk aan (Manajerial dan Pengawasan Akademik) r Tie Pe eusoshahan peabnean ke-1 guru id - i 37,50 Ming |. Menyusun laporan hasil 5,50 at ke-2 pembinaan Lt 10 Bulan/ minggu Kunjungan sekolah dan Alokasi Waktu Won ‘Tatap Muka Jumiah io a Bulan ket ke-3 + Melaksanakan pembinaan 24 Ming |, Menyusun laporan hasil 13,50 37,50 jam Bulan ke-1 + Membina kepala sckolah alam pengelolaan dan administrasi sekolah + Penyusunan Program Sekolah (RKJM/RKT/ RKAS)/Rencana, Pengembangan Sekolah 32 ke-4 WMinggu | Mengerjakan laporan nasil 5,50 37,50 jam Bulan | ke-2 Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah + Penyusunan Program Sekolah (RKJM/ RKT/ RKAS)/ Rencana Pengembangan Sekolah 24 ke-l Minggu | Mengerjakan laporan nasil 13,50 37,50 jam C. Pemantauan (Manajerial dan Akademilj Bulan ke-2 ‘Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi Tulusan, dan standar 32 ke-1 Winggu | Penyusunan laporan 5,50 37,50 jam Bulan ke-2 pelaksanaanstandar isi, standar proses, standar kompetensi Iulusan, dan stander penilaian 24 Minggu ke-2 Penyusunan laporan 13,50 37,50 jam Bulan ke-2 ‘Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar 32 Mingew ke-3 Penyusunan laporan 5,50 37,50 jam Non Bulan/ Kunjungan sekolsh dan Rincian Kegiatan. Tatap | Jumah minggu Alokasi Waktu mae (eee A[B[C]D[E|FIC i 2 s[4[slel7lsfey 10 i Memantau Butan | Pelaksanaanstandar isi, hea | Standar proses, standar siefs| 2 | srs kompetensi lulusan, dan ia standar penilaian I Ming | Penyasunan laporan a ke-¢ | pemantauan 1D. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional guru dan/atau kepala sekolah ‘Menyusun program. pembimbingan dan Bulan | pelatihan profesional KS di ke-3 | KKKS/MKKS dan +e sejenisnya 37,50 Pelatihan Manajemen dan jam. Minggu | Administrasi Sekolah 4sekolah | Sekolah | 9, ke-1 | berbasis TIK di KKKS/ (14 jam) | (10 jam) MKKS dan sejenisnya Menyusun program pembimbingan dan Rule | pelatinan profesional gura 13,50 4i KKG/MGMP /MGBK dan ao sejenisnya fia Pelatihan Pembelajaran Minggu | berbasis TK, Model-model | 4 Sekolah |3-Sekolan | 4 xe-2 | pembelajaran yang inovatit | (14 jam) | (20 jam) ai KKG/MOMP i E_Penelitian | Bulan ees 37,50 Mengolah hasil pengawasen oz y winagr| Nene! penges aro | 9750, kes | Bulan | pelaksanakan penilaian a Ienerja guru dan kepala i 37.50 | * Mingz® | cetolah jam ket Bulan | Dan seterusnya en _ | (diii kegia ms (dist Kegiatan tatap mula arso | 9780 | Mingga | dan Non-Tatap Muka jam ken | leinnya) Catatan: Pengaturan wakty disesuaikan dengan jumlah sekolah binaan dan kondisi geografis setempat serta kondisi lainnya, minimal pengawasan tiap sekolah 1 (satu) kali dalam sebulan. 12 c. Pengawas Sekolah yang belum memenuhi ketentuan beban kerja Karena kondisi tertentu (misalnya jumlah pengawas yang ada belum memenuhi seluruh mata pelajaran) dapat memenuhi kekurangannya dengan: 1) melaksanakan tugas pengawasan pada_—mata pelajaran/rumpun, jenis dan jenjang pendidikan yang berbeda; 2) mutasi ke daerah lain yang masih kekurangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan d. Dalam hal jumlah Pengawas Sekolah tidak mencukupi sedangkan jumlah sekolah yang diawasi cukup banyak, maka Dinas Pendidikan Provinsi/Kentor Wilayah Kementerian Agama atau kementerian lain/lembaga pemerintah non kementerian sesuai kewenangannya, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/ Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota atau kementerian Jain/lembaga pemerintah non kementerian dapat memberikan tugas melebihi dari jumlah sekolah/Madrasah yang seharusnya diawasi. ¢. Bagi Pengawas yang berkedudukan di provinsi dapat melaksanakan kewajiban beban kerja pada saseran sekolah binaan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi untuk satu kabupaten/kota atau lebih, Pemenuhan jumlah jam beban kerja Pengawas Sekolah dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota. 1, Pengaturan Bidang dan Sasaran Pengawasan ‘@ Dalam kondisi jumlah sckolah/madrasah dan gura sebagai sasaran pengawasan kurang dari yang ditetapkan, maka depat dilalukan pengawasan akademik secara lintas tingkat satuan dan jenjang pendidikan. b. Dalam kondisi jumlah Pengewes Sekolah lebih dari yang ditetapkan, dilakukan pembagian ruang lingkup/materi pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan, Contoh: Drs. Ahmad, M.Pd. dan Drs, Budi, M.Pd. adalah dua orang Pengawas Sekolah yang berasal dari daerah dengan kondisi kelebihan Pengawas Sekolah. Drs, Ahmad, M.Pd. melakuken pengawasan manajerial dalam penyusunan Rencana Kerja Sekolah yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 dan Drs. Budi, M.Pd. “melakukan —pengawasan/pendampingan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan penilaian juge pada SMA Negeri 10 tersebut. Sasaran pengawasan untuk unsur pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan sasaran pembinaan yang dilalcaken secara individu atau kelompok yaitu 40 guru untuk SMP/MTs, SMA/MA,SMK/MAK, PLB, atau 60 guru kelas untuk TK, SD dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus dalam satu bulan pada tahun berjalan. 13 2, Pengaturan Tugas Koordinator Pengawas Sekolah ‘2. Koordinator Pengawas Sekolah adalah Pengawas Sekolah yang dipilih oleh Pengawas Sekolah semua jenis dan jenjang pendidikan di lingkungan dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota, Kementerian Agama, atau instansi Kementerian lain/lembaga pemerintahan non kementerian yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Kantor Kementerian ‘Agama di Kabupaten/Kota, atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan pada instansi lain, yang memiliki tugas dan wewenang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pengawasan di lingkungan kerjanya. Dalam kondisi tertenta Koordinator Pengawas dapat merangkap sebagai ketua MKPS (Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah) b. Persyaratan untuk menjadi Koordinator Pengawas Sekolah paling rendah menduduki jabatan Pengawas Sekolah Madya, dan memiliki masa kerja minimal 3 (tiga) tahun. c. Memiliki sikap, pengetahuan, keterampilan dalam manajemen sekolah dan kepemimpinan bidang pendidikan serta menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi. 4. Tugas dan wewenang koordinator pengawas: 1) Melakukan pengaturan tugas Pengawas Sekolah, 2) Mengkoordinasikan scluruh kegiatan Pengawas Sekolah. 3) Memberi pertimbangan dalam proses penetapan angka kredit Pengawas Sekolah sebegai bahan usulan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, 4) Melaporkan kegiatan pengawasan sekolah seluruh jenjang pendidikan setiap talrun secara berkala. 5) Mengusuikan hasil penilaian pelaksanaan kinerja_para Pengawas Sekolah kepada -—Kepala.—‘Diinas, Provinsi/Kabupaten/Kota. 6) Untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenangnya, maka koordinator pengawas dalam mengkoordinasikan tugasnya dapat dibantu oleh pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari setiap jenis dan jenjang pendidikan. fe. Masa penugasan Koordinator Pengawas Sekolah adalah 3 (tiga) tahun, dan yang bersangkutan dapat menjadi Koordinator Pengawas Sekolah 2 (dua) masa tugas secara berturut melalui proses pemilihan kembali oleh para pengawas disetiap jenjang dan jenis pendidiken, Setelah tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) masa tugas yang bersangkutan dapat diangkat kembali Pengangkatan dan pemberhentian Koordinator Pengawas Sekolah. 1) Pengangkatan a) Kepala Dinas Pendidikan melakukan sidang pemilihan calon. b) Pengawas Sekolah memilih calon yang memenuhi yang diajukan kepada Kepala Dinas pendidikan ©) Pemilihan dilakukan secara rahasia dengan cara setiap Pengawas Sekolah secara tertulis memilin dua orang alon. d) Hesil pemilihan diurutkan sesuai dengan jumlah perolehan suara. 1“ ¢) Kepala Dinas Pendidikan menetapkan koordinator Pengawas Sekolahdiantara peringkat satu atau dua, ) Pemilihan dapat juga dilakukan dengan cara rausyawerah para Pengawes Sekolahdan perwakilan Kepala sekolah pada setiap jenjang pendidikandi Kabupaten/Kota, 2) Pemberhentian a) Koordinator pengawas dapat diberhentikan Karena salah satu sebab sebagai berikut: (i)dibebaskan/diberhentikan dari jabatan Pengawas Sekolah. (2)telah 2 (dua) Kali masa tugas sebagai koordinator Pengawas Sekolah, (3)menduduki jabatan lain di luar jabatan Pengawas Sekolah. (4)mengundurkan diri. (6)pindah ke kabupaten /kota atau provinsi lainnya. (6)berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil. (7)dijatuhi huluman disiplin tingkat sedang atau berat yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetep. (8)tidak bisa melakukan tugas (misalnya karena keuzuran jasmani/sakit dan sebageinya). b) Tata cara pemberhentian Dalam hal Koordinator Pengawas Sekolah mengalami salah satu keadaan seperti tersebut 2}. a) nomor(1) sampai (8), Kepala Dinas Pendidikan memberhentikan Koordinator Pengawas Sekolah. Pengangkatan dan pemberhentian _Koordinator Pengawas Sekolah diluar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan Kementerian yang bersangkutan. g Pengaturan tentang kelompok kerja Pengawas (Pokjawas} di Lingkungan Kementerian Agama akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Agama. Il, PEJABAT YANG BERWENANG MENETAPKAN ANGKA KREDIT Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, adalah: 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Pejabat lain yang ditunjuk setingkat Exelon I menetapkan angka kredit untuk: a. Kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Utama de: pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d menjadi Pengawas Sckolah Utama dengan pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e; b. Pengawas Sekolah Utama dengan pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e setiap tahun; dan c. Pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Utama, Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanyang menangani Pengawas —Sekolah[Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Dirjen Pendidikan Dasar, Dirjen Pendidikan Menengah] sesuai dengan kewenangan masing-masing menetapkan angka kredit untuk: a. Kenaiken jabaten/pangkat Pengawas Sekolah Madya dengan pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c menjadi Pengawas Sekolah Utama dengan pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/di D. Kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Madya dengan pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b, menjadi Pengawas Sekolah Madya dengan pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c; dan c. Pengangkatan scbagai Pengawas Sckolah Madya. Direktur Jenderal i lingkungan Kementerian Agama yang membidangi pendidikan untuk kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda golongan ruang II/d menjadi Pengawas Selcolah Madya dengan pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Agama, dan pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Madya di linglungan Kementerian Agama. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi untuk kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata, golongan ruang Ill/c menjadi Pengawes Sekolah Muda, pangkat Penata Tingkat 1, golongan ruang III/d dan pengangkatan sebagai Pengawes Sekolah Muda di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama dan pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Muda. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata golongan ruang Ill/e sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a dan pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Muda dan Madya di lingkungan Provinsi, Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan untuk kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata golongan ruang lll/e sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a dan pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Muda dan Madya di lingkungan Kabupaten Kota. 7. Pimpinan Instansi Pusat atau Pejabat Lain yang ditunjuk untuk kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata golongan ‘ruang Ill/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a, dan pengangkatan sebagai Pengawas Sekolah Muda dan Madya di luar Kementerian Agama. Dalam rangka tertib administrasi dan pengendalian, pejabat yang berwenang menetapkan angke Kredit sebagaimana dimaksud di atas, ‘harus membuat spesimen tanda tangan dan disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara/Kepala Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan, Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka credit, spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan tetap harus dibuat dan disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara/Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang bersangkutan. 7 IV, TIM PENILAIDAN SEKRETARIAT A. Kedudukan Tim Penilai Dalam menjalankan kewenangannya, pejabat yang berwenang menetapkanangka kredit dibantu oleh: 1. Tim Penilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat, dengan anggota yang berasal dari unsur: a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan b. Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi cc. Kementerian Agama d. Badan Kepegawaian Negara 2, Tim Penilai Pusat yang mewakili unsur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan térdiri atas: a. Pejabat struktural yang membidangi pembinean tenaga kependidikan pada Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Ditjen PAUDNI, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Ditjen Dikdas, dan Direktorat Pembinaan Pendidik dan ‘Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah Ditjen Dikmen; b. Pejabat struktural pembina kepegawaian yang relevan pada Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ; dan c. Unsur dosen dan Pengawas Sekolah yang telah mengilcati dan jutus diklat Calon Tim Penilai Pusat Angka Kredit Pengawas Sekolah; Penilai Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Agama yang selanjutnya disebut Tim Penilai kementerian agama, dengan anggota yang berasal dari unsur: a. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; b, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen; ©. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik; d. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu; e, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha; dan £. Biro Kepegawaian Kementerian Agama; 4. Tim Penilai Kantor Wilayah Kementerian Agama bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama yang selanjutnya disebut Tim Penilai Kantor Wilayah dengan anggota yang berasal dari: a. Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama/Bidang yang menangani pendidikan; dan b, Bagian yang menangani kepegawaian pada Kantor Wilayah Kementerian Agama, 5. Tim Penilai Provinsi bagi Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan yang selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi yang berkedudukan di Dinas Pendidikan Provinsi. 6. Tim Penilai Kabupaten/Kota bagi Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan yang selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota yang berkedudukan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 18 7, Tim Penilai Instansi kementerian lain yang selanjutnya disebut Tim Penilai instansi yang berkedudukan di instansi masing- masing. Anggota Tim Penilai 1. Susunan anggota Tim Penilai paling sedikit 7 (tujuh) orang terdiri dari unsur tenis, unsur kepegawaian, dan pejabat fungsional Pengawas Sekolah, dengan ketentuan sebagai berikut . seorang Ketua merangkep anggota dari unsur teknis; ». seorang Wakil Ketua merangkap anggota; ©. seorang Sekretaris merangkap anggota dari unsur kepegawaian; dan d._ paling sedikit 4 (empat) orang anggota. 2. Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada angka 1 paling sedikit 2 (dua) orang dari pejabat fungsional Pengawas Sekolah, 3. Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimakeud pada angka 1 tidak dapat dipenuhi, maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Tim Teknis yang mempunyai kompetensi dalam penilaian prestasi kerja pengawasan akademik dan manajerial dan atau pengembangan profesi. Syarat Anggota Tim Penilai 1. Menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah yang dinilai; 2. Memiliki keahlian serta mampu untuk menilai prestasi Kerja Pengawas Sekolah; 3. Aktif melalukan penilaian; 4. Lulus pendidikan dan pelatihan calon Tim Penilaidan mendapat sertifikat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; dan 5. Memiliki etika dan integritas sebagai Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai ‘Tim Penilai dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh sekretariat Tim Penilai. Kedudukan Sekretariat Tim Penilai sebagai berileut: 1. Sekretariat Tim Penilai Pusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dipimpin oleh Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2, Sekretariat Tim Penilai Direktorat Jenderal Kementerian Agama di Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama dan dipimpin oleh Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama. 3. Sekretariat Tim Penilai Kantor Wilayah Kementerian Agama di Bagian Kepegawaian Kantor Wilayah Kementerian Agama dan dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama. 4, Sekretariat Tim Penilai tingkat Provinsi di bagian yang menangani Kepegawaian pada Dinas yang membidangi pendidikan di Provinsi dan dipimpin oleh pejabat struktural paling rendah eselon Il] yang menangeni kepegawaian di lingkungan provinsi. 5. Sekretariat Tim Penilai tingkat Kabupaten/Kota di bagian yang menangani kepegawaian pada Dinas yang —membidangi pendidikan di Kabupaten/Kota dipimpin oleh pejabat struktural paling rendah eselon Ill yang menangani kepegawaian di lingkcngan Kabupaten/Kota. 9 6. Sekretariat Tim Penilai Instansi kementerian lain berkedudukan di instansi masing-masing yang dipimpin oleh pejabat struktural paling rendah eselon Ili yang menangani kepegawaian di lingkungan kementerian yang bersangkutan. BE. Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Tim Penilai dan Sekretariat TimPenilai 1. Pengangkatan a. Anggota Tim Penilai Pusat dan Sekretariat Tim Penilai Pusat diangkat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. b. Anggota Tim Penilai dan Sekretariat Tim Penilai Kementerian ‘Agama diangkat oleh Direktur Jenderal yang menangani pendidiken di lingkungan Kementerian Agama. ¢. Anggota Tim Penilai Provinsi dan Sekretariat Tim Penilai Provinsi diangkat oleh gubenur atau pejabat terkait yang ditunjuk. d. Anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota dan Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota diangkat oleh Bupati/Walikota atau pejabat terkait yang ditunjuk. Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. f Usul calon anggota Tim Penilai dan Sekretariat ‘Tim Penilai haras sudah disampaikan kepada pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Tim Penilai selambat- lambatnya 6 (enam} bulan sebelum tanggal mulai masa jabatan Tim Penilai tersebut atau 6 {enam) bulan sebelum hhabis masa jabatan Tim Penilai yang akan diganti. g. Surat Keputusan pengangkatan Tim Penilai dan Sekretariat Tim Penilai oleh pejabat berwenang sudah diterbitkan selambat-lambatnya 2 (dua) bulen sebelum dimulainya masa jabatan Tim Penilai. hh. ‘Anggota Tim Penilai yang telah menjabat 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan, i, Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan tetap, maka ketua Tim Penilai mengusulkan pengganti antar waktu untuk meneruskan sisa masa tugas, kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. Dalam hal terdapat Tim Penilai yang turut dinilai, Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti, 2. Pemberhentian a. Tim Penilai ‘Tim Penilai diberhentikan dari jabatannya apabila: 1) Habis masa jabatan; dan/atau 2) Mengundurkan dari Tim Penilai; dan/atau 3} Tidak memenuhi syarat lagi sebagai Tim Penilai; dan/atau 4) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap; dan/atau 5) Berhenti atau diberhentikan sebagai pengawai negeri sipil. b. Anggota Sekretariat Tim Penilai Anggota Sekretariat Tim Penilai diberhentikan dari jabatannya apabila: 1) Mengundurkan diri; dan/atau 2) Pindah tempat bekerja; dan/atau 20 3) Berhenti atau diberhentikan sebagai pengawai negeri sipil; dan/atau 4) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. F. Tugas Tim Penilai 1. ‘Tugas Tim Penilai Pusat: a, membantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I dalam menetapkan angka Kredit kredit Pengawas Sekolah untuk pengangkatan dalam jabatan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina Tingkat 1, golongan ruang IV/b, dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat menjadi Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e, serta Pengawas Sekolah Utama golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah. . melaksanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberiken oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I. 2. Tugas Tim Penilai Kementerian Agama: a. membantu Direktur Jenderal yang menangani madrasah di lingkungen Kementerian Agama atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal dalam menetapkan angka kredit Pengawas Sekolah untuk pengangkatan dalam jabatan Pengawas Sekolah Medya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawes Sckolah Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang Ill/d sampai dengan Pengawas Sekolah Madya pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat 1, golongan ruang IV/b. b, melaksanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberiken oleh Direktur Jenderal yang menangani madrasah di linglcungan Kementerian Agama 3. ‘Tugas Tim Penilai Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama a, membantu Kepela Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama atau Pejabat lain yang ditunjuk Kepala Kantor Kementerian Agama dalam menetapkan angka kredit untuk pengangkatan Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang Ill/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama golongan ruang IV/d dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata golongan ruang III/e yang akan naik pangkat menjadi Penata Tingkat 1 golongan ruang Ill/d di lingkungan Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama yang bersangkutan b, melaksanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberiken oleh Kepala Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama. 4, Tugas Tim Penilai Provinsi: @ membantu Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan dalam menetapkan angka Kredit _ untuk pengangkatan Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, a golongan ruang Ill/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata golongan rueng Ill/c yang akan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I golongan rang III/d sampai dengan Pengawas Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat 1 golongan ruang IV/b. b. melaksanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberikan oleh Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan. 5. Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota: a. membantu Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidiken dalam menetapkan angka Kredit untuk pengangkatan Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang Ill/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkcungan Provinsi dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangket Penata golongan ruang Iil/c yang akan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I golongan ruang II/d sampai dengan Pengawas Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I golongan ruang 1V/b. b. melaksanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberiken oleh Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan. 6. Tugas Tim Penilai Instansi: a, membantu pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang Gitunjuk dalam = menetapkan angka ~—kredit untuk pengangkatan Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang Ill/c sampai dengan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi dan kenaikan jabatan/pangkat Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata golongan ruang Ill/c yang akan nail pangkat menjadi Penata Tingkat | golongan ruang IlI/d sampai dengan Pengawas Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan instansi pusat di luer Kementerian Agama, b, melakanakan tugas-tugas relevan lainnya yang diberikan oleh pimpinan instansi puset atau pejabet lain yang ditunjuk 7. Lain-lain: a. Apabila Tim Penilai instansi belum dibentuk, penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada ‘Tim Penilai Pusat. b. Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dibentuk, penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten Kota lain terdekat atau Tim Penilai Provinsi yang bersanglcutan atau Tim Penilai Pusat. c. Apabila Tim Penilai Provinsi belum dibentuk, penilaian angka kredit Pengawas Sckolah dapat dimintakan kepada ‘Tim Penilai Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Pusat. 22 4. Apabila Tim Penilai Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama belum dibentuk, penilaian angka kredit Pengawas Sekolah dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kantor Wilayah Provinsi terdekat atau Tim Penilai Kementerian Agama. G, Rincian Tugas Tim Penilai 1. Memeriksa kebenaran bukti-bukti prestasi kerja Pengawas Sekolah dan memberi angka kredit ates dasar kriteria yang telah ditentukan. 2. Menuangkan angka kredit yang telah disepakati dalam butir dan kolom/jalur yang sesuai dengan menggunakan formulir Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) sebagaimana tercantum dalam Format Il. 3, Menyimpulkan jumlah angka kredit kumulatif hasil penilaian sebagai dasar pertimbangan untuk kenaikan jabatan/pangkat sesuai ketentuan yaitu paling sedikit 80% unsur utama dan paling banyak 20% unsur penunjang dan jumlah angka kredit kumulatif tugas pokok yang harus dipenuhi setiap tahun bagi Pengawas Sekolah Utama golongen ruang IV/e. H, Tugas Sekretariat Tim Penilai Sekretariat Tim Penilai bertugas membantu pelaksanaan tugas Tim Penilaidengan rincian sebagai berilcut: 1. Menerima dan mengadministrasikanusulan penetapan angka kxredit Pengawas Sekolah. 2. Menghimpun data prestasi kerja Pengawas Sekolah yang akan dinilai dan diberi angka Kredit, berdasarkan usulan yang disampaikan oleh pejabat berwenang. Memeriksa kelengkapan dan kebenaran bukti-bukti fisik DUPAK, Menyiapkan persidangan penilaian prestasi kerja. Menyampaikan kelengkapan dan bukti-bukti fisik DUPAK kepada Ketua Tim Penilai. 6. Membantu Tim Penilai dalam menuangkan pemberian angka kkredit Pengawas Sekolah yang telah disepakati Tim Penilai dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dengan menggunakan formulir sebagaimana tercantum dalam Format Vil. 7. Menyiapkan keperluan Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. 8. Mendokumentasikan hasil kerja Tim Penilai dan bukti hasil penilaian prestasi kerja yang telah dinilai 9. Mengelola Sistem Informasi Penetapan Angka Kredit (SIMPAK). 10. Melaporkan pelaksanaan penilaian prestasi kerja Pengawas Sekolah kepada Ketua Tim Penilai sae 23 I, Tim Penilai Teknis Apabila terdapat prestasi kerja Pengawas Sekolah yang dinilai memiliki kekhususandan Tim Penilai tidak mampu melakuken penilaian, maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Pengawas Sekolah dapat membentuk Tim Penilai teknis. Ketentuan ‘Tim Penilai Teknis sebagai berikut: 1, Anggota Tim Penilai teknis terdiri dari para abli, antara lain: dosen, widyaiswara, anggota masyarakat, organisasi profesi, dan lain sebagainya baik yang berkedudukan sebagai PNS atau buken PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. 2. Tugas tim teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberiken penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 3. Tim teknis dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. V. KELENGKAPAN DAN TATA CARA PENGAJUAN USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT A.Kelengkapan Setiap Pengawas Sekolah diwajibkan mengusulkan hasil prestasi kerja untuk dinilaisetiop tahun berdasarian bul sebagai bert: Salinan/fotokopi sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP9} atau hasil penilaian prestasi kerjal (satu) tahun terakhir. 2. Salinan/fotokopi sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir/kenaikan pangkat. 3. Salinan/fotokopi sah surat keputusan terakhir tentang pengangkatan dalam jabatan Pengawas Sekolah, 4. Salinan/fotokopi sah surat keputusan pengangkatan sebagai koordinator Pengawas Sekolah apabila diangkat sebagai korwas/Pokjawas. 5. Bukti fisik pelaksanaan tugas unsur utama dan penunjang 6. Salinan/fotokopi sah penetapan angka kredit teralshir. 7. Lampiran surat keputusan pengangkatan dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah (khusus bagi Pengawas Sekolah yang naik pangkat pertama kali dalam jabatan Pengawas Sekolah) Prestasi kerja dengan angka kredit yang diusulkan, dituangkan dalam unsur, sub unsur, butir dan kolom dalam lajur yang sesuai dengan menggunakan formulir Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DuPAK). 26 B. Tata Cara Pengajuan Usul Penetapan Angka Kredit 1. Prosedur pengusulan penilaian angka kredit bagi Pengawas Sekolah golongan IIl/e 5.4 IV/a TPAK BKN/KANREG BEN PROVINSUKABUPATEN/KOTA, a SEKRETARIAT TPAK PROVINSU/KABUPATEN/KOTA. PENGAWAS YBS, SET. TPAK YBS, KAROPEG/ BKDIBAGPEG INST Yes 3b KADISDIK PROVINSVKAB/KOTA Gambar 1. Prosedur Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional, ‘Pengawas Pangkat/Golongan Ruang IlI/c s.d. 1V/a Keterangan: 1. Pengawas menyiapkan bahan/berkas usulan _penilaian dituangkan dalam DUPAK (contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format Il) dilengkapi dengan bukti-bukti fisik berikut surat pernyataan (contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format Ill sampai dengan Format VI). DUPAK tersebut disampaikan kepada pimpinan unit kerja/kepala dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di provinsi/kabupaten/ kota; 2, Kepala _dinas__pendidikan _provinsi/kabupaten/kota menyampaikan DUPAK kepada Sekretariat TPAK provinsi/ kabupaten/kota; 3a, Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota melakukan verifikasi tethadap DUPAK Pengawas, dan menyerahkan DUPAK Pengawas yang telah memenuhi syarat kelengkapan kepada ‘TPAK provinsi /Ikabupaten/kota untuk dinilais 3b. Apabila DUPAK tidak lengkap, maka Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota akan memberitahukan ketidallengkapan DUPAK kepada kepala dines pendidiken provinsi/kabupaten/kota dengan tembusan kepada Pengawas yang bersangkutan untuk dilengkapi, dan DUPAK yang sudah dilengkapi dikirim kembali oleh Kepala dinas provinsi/ kabupaten/kota ke Sekretariat TPAK provinsi/kabupaten/kota; 4. ‘TPAK provinsi/kabupaten/kota menyerahkan Kembali hasil penilaian DUPAK kepada Sekretariat TPAK kabupaten/kota untuk dituangkan ke dalam format PAK; 25 Sekretariat TPAK provinsi/kabupsten/kota menyerahkan hasil penilaian angka kredit yang telah dituangkan dalam format PAK kepada kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota untuk ditetapkan; 6a. Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengirimkan asli PAK yang telah ditetapken kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Kantor Regional (KANREG) BKN; 6b. Kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota mengirimkan a» tembusan PAK kepada Pengawas yang bersangkutan, Selretariat TPAK, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Karopeg Kemdikbud), BKD provinsi/kabupaten/kota, Kepala agian _Kepegawaian (Kabegpeg) instansi yang bersangkutan. 2, Prosedur pengusulan penilaian angka kredit Pengawas Sekolah golongan IV/b s.d IV/e TPAK PUSAT a SEKRETARIAT TPAK DIREKTUR PusAT PPTK PAUDNU/ DIKDASDIKMEN ADSOW KA KANMIUKA "ANTOR EIENAG. ‘aRoPce Kempuxoun! ROY RABLPATENNOTA, 'KAROPEG KENENAGE ON STAN PAE KEMENTERIAN LAD, ADISDLK PROVABROTA PENGAWAS. Gambar 2, Prosedur Ponilalan Angka Kredit Jebatan Fungsional Pengawas Pangkat/Golongan Ruang IV/b sd. IV/e Keterangan: 1 Pengawas menyiapkan bahan/berkas usulan __penilaian dituangkan dalam DUPAK (contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format Il) dilengkapi dengan bukti-bukti fisik berikuut surat pernyataan (contoh formulir sebagaimana tersebut pada Format IN sampai dengan Format VI). DUPAK tersebut disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepela Kantor Wilayeh Provinsi/Kepala Kantor Kementerian ‘Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat menyampaiken DUPAK Pengawas Sekolah kepada Sekretariat TPAK Pusat; 26 3a, 3b. 5a, 8b. Sekretariat TPAK Pusat melakukan verifikasi terhadap DUPAK Pengawas Sekolah, dan menyerahkan DUPAK Pengawas yang telah memenuhi syarat kelengkapan kepada TPAK Pusat untuk dinilai; Apabila DUPAK tidak lengkap, maka Sekretariat TPAK Pusat akan memberitahukan ketidaklengkapan DUPAK kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat dengan tembusan kepada Pengawas Sekolah yang bersangkutan untuk dilengkapi, dan DUPAK yang sudah dilengkapi dikirim kembali oleh Kepala Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten /Kota atau Pimpinan Instansi Pusat ke Sekretariat TPAK Pusat; ‘TPAK Pusat menyerahkan Kembali hasil penilaian DUPAK kepada Sekretariat TPAK Pusat untuk dituangkan ke dalam format PAK; Sekretariat TPAK Pusat menuangkan hasil penilaian angka kredit yang memenuhi syarat ke dalam format PAK untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN melalui Direktur PPTK PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN; Sckretariat TPAK Pusat menyampaikan surat pemberitahuan hasil penilaian angka Kredit yang belum memenuhi syarat kepada Pengawas yang bersangkutan melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kepala_ Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Pimpinan Instansi Pusat; Direktur PPTK PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN menyampaikan hasil penilaian angka kredit yang telah dituangkan dalam format PAK kepada Direktur Jenderal PAUDNI/DIKDAS/DIKMEN untuk ditetapkan sesuai dengan kewenangannyas Sekretariat Tim Penilai Pusat mengirimkan asli PAK yang telah ditetapkan kepada Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama/Kementerian Lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/ Kebupaten/Kota yang bersangiutan. Pengajuan usul penetapan angka kredit kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit selambat-lambatnya pada: a. 15 Desember untuk Pengawas Sekolah yang akan naik pangkat pada periode April tahun berikutnya; b. 15 Juni untuk Pengawas Sekolah yang akan naik pangkat pada periode Oktober talnun yang sama; Penyampaian usul penetapan angka kredit diajukan secara kolektif atau perseorangan dengan mekanisme sebagai berilcut: a. Bagi Pengawas TK/RA usul disampaikan kepada Direktur PPTK PAUDNI Direktorat Jenderal PAUDNI Kemdikoud melalui PO Box 4644 JKP.10046; b. Bagi Pengawas SD/MI dan SMP/MTs disampaikan kepada Direktur PPTK Dikdas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud melalui PO Box 1316 JKS.12013; ©. Bagi Pengawas SMA/MA dan SMK/MAK disampaikan kepada Direktur PPTK Dikmen Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud melalui PO Box 1050 JKS.12010; d. Bagi Pengawas Sekolah yang belum ditetapkan sebagai pengawas satuan pendidikan sesuai jenjang pendidikan (masih sebagai pengawas sekolah lintas jenjang satuan a7 pendidikan), usul penilaian disampaikan kepada Kepala Biro Kepegawaian Kemdikbud, Gedung C Lantai 5, Senayan Jakarta Pusat. VI. TATA CARA PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. Tata Cara Penilaian 1 2. 3 Persidangan ‘Tim Penilai dilaksanakan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Desember dan bulan Juni. Pengambilan keputusan dalam pemberian angka kredit dilakukan melalui prosedur sebagai berikct. a. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota ‘Tim Penilai. b. Setiap usul dinilai oleh dua orang anggota, dengan menggunakan formulir yang tersedia seperti contoh sebagaimane tercantum pada Format Il. ¢. Setelah masing-masing anggota melakukan _penilaian, hasilnya disampaikan kepada Ketua Tim Penilai melalui Sekretaris Tim Penilai untuk disahkan. d. Apabila angke kredit yang diberikan oleh dua orang penilai tidak sama, maka pemberian angka kredit dilaksanakan dalam sidang Pleno Tim Penilai dengan mengkeji dan menelaah ulang bukti yang dinilai, . Pengambilan keputusan dalam sidang Pleno ‘Tim Penilai dilakukan secara eklamasi atau setidak-tidaknya melalui suara terbanyak. f Sekretaris Tim Penilai menuangkan angka kredit hasil Keputusan sidang pleno dalam penetapan angka kreditseperti contoh sebagaimana tercantum pada Format VII. Keputusan pemberian angka kredit oleh Tim Penilai dilaksanakan, atas dasar kesepakatan persidangan Tim Penilai. B. Prestasi Kerja Pengawas Sekolah Yang Dapat Dinilai Dengan Angka Kredit Prestasi kerja Pengawas Sekolah yang dapat dinilai dengan angka Kredit adalah prestasi kerja yang diperoleh setelah tanggal penilaian terakhir kecuali sub unsur pendidikan, Kriteria, bukti fisik dan pemberian angka kredit setiap unsur, sub unsur, dan butir kegiatan adalah sebagai berilcut. 28. 6c ‘uerroffureiog Sues anpqeso) woregel/vexBued vesUoN, eran qn senshi repsoad oped spayed unjoqos yopoIed undpysoUr pay BUY LeaHD yedep weqeuniKp uno Bes Yoel () 05 edureyu eeu wists foissFeH) z ypony mee uesgedepuou ye: UES feiup yeured yngosson wore! wep SL anges sng wuefiag yeempuout ynqosi91 YepOH>S SOAVALDY “exISLY UEMIpIpuaN vUvLEES WEZEL] UEP ODI iek yy eu roe. arpa teyenBuedoy /ueangel wostsnday, WETEp LEAMIUEP ‘uo(ivg tere yesundwaur Van wemfefod meus undiacu sumed BuEs003 ‘ynor Bund quaeh/soi98 pac vrBee uSuop (ow oro) uorqZoqp Kousod Su TosecoT-0E1T fue esmue ysis sesoqes yolePE uEMUOR BuwA ypant efbie mew! “enses Lump BIUn sngoH Tue yore! /so|e9 yopeseduiows enaedy (@) eH ejoqas eemeduod sein Buepiq UeBLop yzel ueTensasay ueuodtog BuvA reqefed yoto ureyserayp Seed roquioy umniuesuad 3s wep uEreqet byep ereyuibag uesnqaqusag 3S Wai BueA seleioq Se8M HS ‘ere funy 99 ere few Moyne UesIpIpusd yedwen ueBUaD | ‘Sede veday tqnelean exef eqgede) seleaq Uys WINE doves “z| € renuresepngay (pug z oz. ed ‘ped yodey sent were uved wis. “a | ‘es/es yUN weppuado ost senciuad ‘sens /usaeu ou fuenpipuedan, oor a ‘Bowpig wep 1S Buvfuoh mun wegpypuadey FuEpIG ors 7 aay "Twa AVaTINaA "Vv aASNAEAS wvmIaraNaa aSuA—"T oe TALIS WTO AEP HUY BURN ERT BASTIIRT usoyensiusjoeip epgede wep sept sree sXureredtiuopofuo (0) wep ‘mene ref eran nen fonsos SupK Howes |femow Sued uetE] PHT MEye LeyLagIp HBA TEV) EyeLA NEE WeHeL ueBureriey, SSH woneS THELIST RRTERE Hep WomTpTpUDATHMRT, PEL TENG oLOTRTED UepreTOT NE TA HMA WOOT “TWNOISONDENVETLVTGE RVG NVHTGIONGE LLAMIONAW “O PADS pemiug weveaet Buuat ves, nutes seqefad wep seSny FIRS “T Jaatas wae | sa aN ars THALEST MPanESa wep REAIPIPNSAETEL PPURL TNS i inp PP MO sae, = THVIONGS SVAVONGd NOTVS TVNOISONDANVAILVIGI NVa NVMIGIONGE HLASONAW “el AASNAAS te "IETOHT BPRTRT HOVE] Dap FIN UwSuG UD TECTURE TAP TT qemu ‘fie uogeg wena! RnuowoN) YeloHos wredox| oxo top (ysionee wTedoH synfaraye Burak eqeiod jumprprod ‘seump uep seo, B- wre ceeep wezodeT yurein semetuay Eeteoses = wen anc veusied | spypos wep uPipequda ysusyedaien rndrow qojoaoe viedo] weeuiguiod uoyeyy | PApEUI SEmERLD « suvtust| orgs eaeinnaegas psnilinds lem oe | ume dense eng Seog wed ‘yeuojeojosd fofopod reunadwon pindyous Tun ueeuLQued Hoye | epnursemedag + | wsi0del doves: ae sR Ne “SURED STL BUY TAS 7 WeTooe vedio ene ep wom wevTaiaEM GeeN ae AVSVAiVONSE HVSDOWd NVVNVSAVIga “a RNSNNANS TORS BRIG MEET TR a P oe‘ = wusein seta yore emediiad = semeug | woyssip ue aq] o6to= ehbeu were Baek urediosg 2] (sy rmyup uep “reyuumuod vie ‘ueyesoBuad "pn TeUETEY) SEIUBP] ‘Semedug + ‘suo ‘sEMoy, Teneo 09'0= venues | pep ueseinaed mas “1 sjodse ureus pynuourouy Hues umemawBad uretosd uaumsiop BDH | eM seme + wR | SE FANE iz SST pay EAE Teremeieg wong aaRNKH Y SEEOT TevaDous AvARSAANad Vv FIASNAGAS TVREIVAVE Nva SINAC NVSVRVONSA wiswa “i we wun yojoyee yous eq newuedyp Sek BOOS EH SOSA RUSTY Ue BEST SAT ST ERATBST TuenejUeuiod p90 EBLE SET TTT 1898 BUgyp SPA roa EU! woTMUD.A ‘eutap Seek runs ysrunf eye “nan Buxes0 op eurguaDu TUT! Cg UPD skh SemUBUad “ms SuwIO op ToUTUTUL BuIquIOW UOUIP semeiusd wfouotucn "ueseanduad wereses wep winx Wogan UeSUap 199 NPM DTUY IN ex8i0s013 “IR Mea FS TANT EP TL >efunne “rnd wenn eet a= wen ues quad /ecnpv seu somnng + ep semsoy eee ode sapeus | “Semiod + aeons young yous = | soup donoe mg |__vowansednconauot esedet | "jonny pure coneisnaed veruenteed esoey pan | Wen sensing « | wosed; dienes sae! SEE Ta Soe] Wes way | — Tae ETIS TEIN OTGN pang wntop worueNapoT MATIN ETH se ‘NVSVAVONG WVEOOUT NVVAVEHVIad a “HnSNnans: SF Beayp =a Some > 909 Beary -ehpre reed“ os'sxor poss renelimg “© pany eo ye seat Beso ra oq e106 : smog egos eng wanipant au uebura fund open “Mgossy weRaN= sep Sees, eBues0 3 Gear WIeda Tee [EMP WD UASUIGUER PSE TATTLE, ‘ype byedor neve /ep nnd weeurquied esy unas (p) “eswoypasy mB yo wTEu Bue U wu Bes nIK yoTUI cusyeqel Susfuat eases ehunypeny wxBue yop MATE MEUIP BUPA eK 9gs upon] wyBue wEBuMATDG tang éonos /eerodoy denoa arqun seLOeNP pom wy eee ‘qoyoyes epaday neve ep rum _goyoyae eda] eye /uep RR BO ejoyoe suanBdad Golo UnqeO(uTp AueK YoIONSs Breday BeUPy UoTETUGY suck equ /oempppued soup seated foenpypuad soup cep sem oqo ea uosode ‘ania wrnfueronoa serevoseudox unaurequieduoy umyeusousssts aun sesep joes weeny ang ang pecs | MERRLETTEUE Ine ons rots eon oe mesa yuuzog yoru | "nin etauy wefund soy srfeuDduiu Yee Wires /eApeu EPA wuemreieqes deysuoy wezode] pod ne semeBuog ee | ura denos epnws someatag «| umiodet dena pas BU | TERA UTES Teas Hea Weis ap ta Soy eT SeUENTT ee OR HVSVAVONG NVWOOUd NVVNVERVIad “a ENSNNANS er SRI TE -ynfurasp Bue yeqefed/wexprpuod a 209 notes9q BUCK eusin ‘eulp Up seeoy a dymun eyo3 /uoaed semediag | yato uenyesrp dexua] wesodeT | “yp ussemedued weioig uveusEroed \sonea NoeH woxeKeT PH RIE esta BRE PEATE mon /aovengey TATA Ip CETENTTET wie i TWWSVAVONGE RVEOONA NVVNVSHVIGE TSVH 1SVATVAS 9 WASNNEAS ueiuap umqensaetp _jsonyeso ueuody Suis jusseun ypant exBire weBuep crea ssenqoroEp Seek eos UaBuop egy Towed p Bus yeores wreday neve nnd yepune Yopepe wesode} depos sSonTeAG LOAETESSE retus3 srepun wep “ue und wou} wee ‘up, wooed ueEUNNT suck wap sqvod unpre “ 4 . eas “repun wep ‘wendaysoy ‘semper peo ‘gs eommrueHiod et cemuag | ESP NOH HeTO REP BEIT) reg) ye umMMIUEUd unm ENE zl ‘nk young yore sens donee ‘euwuarogie dosuoy esc) ve TERT ‘aeraya Wileyse wped wesravdued wroiiond uvriemyeied Wea TWVSVAVONGa RVHOGWE NVVNVERV Tid 1ISYH ISYNIVAG se (01°0 = 070% 9/¢ = eaeapony exe re amuse unre ueBuIquiquiad yer Z MEAUEABOLMUOE EprU YEIDHES semeBUDE ‘ehureaduad jeuo}suny ‘ueeget Suefuof rensos efeupeny wafuy oq MENTOR 9 Bea uMBuIguIqued weifard ye! YOpOPY UMPUNAUNquIOd urBIBoxd HPN EAE FN be ode dens rus wenn? pat BUY a seo Yo = wun nasa up nqeeg eMnoUNNRE oP emeiing + iubuapsonebe Aum Sopp /soonr semetuag| “7g /O301 AHOR thee Tung! | ep-tdon nove /oep mand fuotsjaad : Stefan |" "teunesd ewp wetted | eg 300 sou dense fog | __retenered dense -| ‘uni jeuoysajoad weunsted wep uneurgusiguied UIeiBOLd BIW BRB TER way Tea ES ekveraofoe wep SDE] SHEP 9g eredou wep JO] OURK/ANON Wp land pucwayod eeqnved uvp urduyqanqued uaorg eneniwow'T OCT ‘und TWNOISaAOwE BILVTEH AVE ONTEWTER aw "a wnsNnEAS URE ToT oOo A FUT TERSATD PHD ERA TEST ERIE A BRB) SON Selim TevUTTEET umqep wépour wep epnta Uejoyr eometuad weSegUIgKN ‘ejoyos ueerorsSued urerep yployas efedoy weSegunquiad 2 "1Ie= isp}ond weSurqequing“p Syojorps eredany oe SN ST POTS TTT ET TTT ‘SWIM /Sed wp OTeS eredoyiuewurgued uous “S ‘SOPIN/SEX Bp Welowas vredeguceutqurod uateHt“y rae regen ep ‘opm /sen wp ubtones wredoyuvetrqued uoeueEeed (eapeL "e ianany senciing ‘SpDIN/SEa tP weIoneg wredoy, ueemquod apex Teed cee ‘sopmn/ SEX IP Uelores eledayumpuiquied uedue=y wang “T ‘eApour feud woos opt acoemouoqeaoad | S1'0 = eau senda usugered wep uesurqunquied ueseuvefefed wesede7 SOV ‘weneiuog + RESTS SST ae TPA Say ie] wep UeTouoe aruRtanudoy ysen(was wep p eurquaiqured weeuneyefed :¢ MeyeTOH jana “0 BOSNORS aaa RTE ORTON mevenniiaad ‘yeqonee fio wesSoad weemverrered ‘ysporoe vfiox wrwsBoad unenfeout wrofep GULOHDe Vyedoy TEPTEIPG Heh TEND TWHOISaaOuA AILV TEN AVE SW ARNT HOT E MOTOR WTO TOUE UPA TURE FUMTNTE ekusumvlued feu erage! Stpfuof rensos eitnypass BUR ToL UNITED 9 Beg uNBuquIqued YETUNE ‘YeIeDE UWBUIGUIqUIOM UEyeUESAEION! ype] EXILE ‘uniyei onze /rezodet dane sun UeAUDaTP IPSN wEY ee ‘SIDI TSE WERE ep ATOR 7 OH/AWOR sp prong wppdoy nese Upp fun ueewiquid t)seu See; EPUNL “L ‘SOpIM [Sey NeW /UePALOK /O9D1/AWON ipumoyeg wmedaynere/up runs Ueeurgured ysey ete “9 ‘SODIN/SEM neve /ep XBOK/ONA/AOM Bp ypores eedaynsie/usp runB uveurgWiad uounZSEI “S| ‘SODIN/SEX Neve /uep YEOK/ODA/AHOM ip yeprs vredoynere ep curd wevuiatod UsEH “y "SyIN/SEN NEE /Wep YEOH /O/AWOM Za 9X9 /e AAT RAT HT UNIT APP soasoy meno | yp yejonag vreday neve/uep rund uweurguied ewUeOMeed Tear = suse op roeieg Baek wpeUerE ‘SoPiN/SEN NIE /eP HADH/OIDH/ANON SenBuod « LueSugp tonsos Bue SIDHH/SHIM, ip wejowes wredoseie/uep nund ueutalaed seu see % 6 = vipa seasting| _ fison/0% [ARON B WeI-o7>s ‘SHEA SEW HELE WED YADA /ON/ADH eaciuog + vwerege’| eyedax neie/ wep rand reurajoud | sp yojoyag vreday amie / op Tund UbeLtGd UebuARe TITS “T Buvtust| ‘aqviad wep ueerqunquied ‘exuomp yeoNes fed reve/ wep rund austTeuoIsaod 9= | _emyer dene ‘enws ummuessed deb rode fod Uep urdulquyquied usyeuenrefed uesodey pmmuoyt | PPM semetes «| mesode dons FIRST STG SESTEOL any | se wo cc A i a MOROEATOR eC AOI, A ‘nuind TWAOISSGOWA HTLV Taw NVa ONTENTGNaN “a HRSNAaDS -vipens ere uep pies qoqore semeed uesuqunIquied psey Inf EPL “2 neve/tsp epmun yeroyse semediod ueinnqunjquied yoy Terndun ‘ekpow neve/ep Spr Ysloyps seaeiuad waduqunqitiod Uouny peat mew/anp wpm Usoyos senBuod MIAN somes, ° r snysioyp wep eyeu94 Bue | nov ep epnts yeoyos somusd uefarqungtiod ueEURENPA Temper °C Suyguagiy Suecw/pets rene /tuep epnus yoo seaeBuod pe eye Z|) urn = ewer somo mp ouput epnw ypjoj9s suaesod uedunqaayqurod ee somefuad + “SAPO tog fed Sey UyoULSe|au WTETED esp Sv'0 = 2oeu semeBuag pur yotongs semetuad uesrguqnd urourneed uesoder pinay | semua + SEPT, pany ora, oO Seay TURP Weep PKPEW HEMETTSINT OwaT Gea wod Fay ‘BUAD TWNOISSIOwd HILVIGH AVa ONIGWIGNaW ‘a WASNNaAS SOTEX SL ORG = GHENT OTE IATA BIST YOHTS Bpedoy were Sfosrure Tetig Py] Uerodey dens 25/9 x Sc ‘Oe = HoteiBox Hes 9 SeUR bles yjoyoe vfedoy newe/efeensms istzoq ex) wez0de] done | 7 denas /resede eyos sean tnTeGI pany eABUY weaueso1y seas UPL wep mqeog winsusTs Ue semeurg erect ‘Suviooh 129p wrpuas weoDg vTedoy mew /uep nuns ‘wes uop sodiqiitquiod wenieuduweuesseped isengeao (sey serodey PANU aes sts Ra ea era ma ap BE SORT we Gb Oa TNG/E ARMOR RATE STTOTONS Raa COTTE (oc 10-52 0x5 /e = weitoud z véuey wonusioges epedox eeusiyed weed g tat “unger dees plod donee jun wessoqyp Mpa BLY weluesn99 I ‘Sain TSE TORS TURNING ENE UT VEL OPAL Z| I OS DET STE BRATS NTR TN HRI PSS ED WTA TOT ‘umes denas /uvseeh sypeny wate ueSuop yeBruugp aepR xdever WEE “ENED wees erodon ep nad euoiajoid unypeiad up uBuiguiiquod vesreussfepow Jedep/ysoq Yeon see youd umeuressead woe werent eursin sean ce ‘paren seed aR TARA WepTsTeT TSH TY TT RS quad THUAN @ TT SETH TESTE = FOS TE ToT PRT UTSTIS UEP e1'0« $0'0 X9/z = eAunpa2y wxfue reve eee ‘un\IAs WTP ‘ehuypany wSue requ exe WUD ep URBUIQUquUEd URCUEDTEIEd YSTUINE YoTEPE Uw wna 7 Brey GEaTIA a jou wpeyyoemeBuog “S ‘yowwoy weauesoiey co pane reunsp seesued HOI soeHepURIS UOC someting PENIS HEPES) ANSE | Heekueningossad seqwL “INpN! URI ZED Teuowsdury ‘were iy weiieg eShay yop uopURA Buvfonued ‘Saoiuoh ‘eftmern eunduraresuyepnos "enweg hwy dens o6'ct nana BRST Tea oeRBS pp TOTTI wre TTA TREY TRIUH 1! Ua ‘uriengured ‘NVONVanizONad * une or = wun, Teemedung = ote Bipot seanug Peaeaod + weveqet | Buvfot -Suremoyae sent] YorDU Tp TEN or = spe | enues | evuja viedoy wep sol -musoqri yo snenep yesoop wugoe UE semethiog « BOERS ais RAPE Ta aT SST FERRED WORPOOA UTEP epeiog SHeK WISEp HVT TENOR waeSTay UNE VaesuNG HuETETTDIE BUA EIDE Wie] ETeFu ueBaOp wesTVeaIod TMuieup ‘qowedioy Sued yupe yeaesedevas yerpuoy weduap Yesoup ‘Fureserogiey mess [ousdioy Fue yesoup 1p wesearued som eevee sae wTOH ‘SASAHD HVUAVG 1d NVGVAVONGE SVONL NVVNVEOVIGA ‘4 uNnSNngNS ov FRSA TAS NP EPH TTS “ypyone euaeod ured eae fousnl mye ped usqocip esse ynqasio: en yun une BUNS bypass wise round jayne yesun yea wise eeu yer womaToH ‘eérmy done a eee ‘eT PERSE TEWED Tp LOGY SHANSST HG TUNA UAT leoneuod edn ‘wyeus ‘S9f09 ETE yey g se pg EY Be Sues qeorsg semedtied soyeurpe00g ]o ETUESTP feraet 9Ng819 IS8 TIO “E “ueeEpNgSY wep wenpIptod TeuoqeeN (eESTEEPUS tassod yj Buroinpued mendwepuendwe wep eyMend Mmyep IsuIq Fuefunuog weFem | ‘wepag) dNsa Hep Uereitad ebro ues wespynfimeaur Buek ye INE “A mee SRE ar ormes rose maT a unary a 1d rave yores sp weduerp mse emegiey drofiuy wopep ULEUELDEP YOY wo uBMAONP >oPN bq "Yoong swatusUDy iejedra ‘yoru fousnt wped yenunp yor finde tp Weseaneduad Tew; wextprpued BUEPIG ueres992% unadwey ap wqeisng syed snoyrer08399 Buvk yejoxag someBug oreo don2s » ee TATE SERA THOS 2eyep ‘requme8 map ‘foaey 8B) feasoeR sTe Buekuenirgpsiod 3equ, sureey “ep py Teay wee, IOS auefanuad q ueqEpUL, wesog egiog ‘Tene weeq wep wiproepyuod tseM Exod trey depos | veninouod young} gubion ‘uepoued Tsey wesodey ednsoq eTaeV | _uesoder Sa Ta away | HH ws BLT RPRA TET TEmI _B] oe Tag SINATRA wea SRST regeaouiow ede weep sqnuod 9p] /teee -yeorss "aenopes Bre seaeBiog sgmieag yppeseu vesnesnu wep yoreseus Sure reaoysstuny vueeget rong Bega yorope ‘wessBo8 peoy GORA Bust paras ue eqneunyeqe eduumem eped “waniquoued wa! ‘paras [Hep uenyusrey propBuats woredes [sey [pre Uostnuod joy wSUO.0yf érea dons + FRE aT Tay eT ueMS, OA AT PAA MTT TST PAT TEATS WUT TT TO IS PAN _TSREREIST TaD LT OPTS TSH MP BeTUIO|UT MUNTUSGUSUL ATAU UENCSTAMUSN |steq WEEP MUNIpUOT Toe "uesemedued /you05 ‘uesgprpuod Suepig azeyep ueyeyesmuiod Burquay HypuDs uesYEH [sey YsLiDg AULA TONG WeTEDE rosemedusd /eussey wo nave'yen irene ‘oyna mauve wped wpe ‘efmunnse yay Bea “uBeASPNASS ‘wep Uefpypued UAsDHUDW! ‘worsmnauag sop GIMP; whee denae moral aT TEAS ap ae Taner ay ere TENURE TET ore939 aE eT = Tieng eyed = Sngnued ¢ ‘uenofer Dues exp Ep 1302) Yolo BurEMMpYP INqesIay WoesyEqUA smpmaaeisa Boek ros domes 2 pra aaa — TR eS no TOATINT CATH RAGUSA vImOTREH | TOT aq ese xy aera jowmay | uesesonoy, ‘sap gun unuey “BRI hipany bxdue recunduout veqmeng seyea + uondaag + rp H00) >to p wesemesad ‘weireueseg Buvk yeoHes seawTud soxset ues snawy yngoesny ao UAE eum z | Sumprp jnqosy voseyequieg “eAuUEEEG YOK ‘ayeyend seyop yunusus STEVE -dnanwad (0) ep "wepeseus weseyegt yonsoe ‘eurein toqeseus weseded juijrensqe weles (2) 35] wore ead SICH aN comet nqgey gore sea | yp oe reversfery | wenyngiaul Bek Sumoinpusd = Toul yp ‘uedes 8 eee uno ee Sucfust Fee cme eee | anqassoy yereyeur ete ‘eArey depot a Tontnorp food ton ose | mee /aeaten spareey LTRS N TRUCE seid usredureKuaN “s:uETeoY TOTO worn ‘went, seep ed sNAE (ag semvduog rojodea ueBuep reness umeuig YP Tedniva Tedep Such were yey wma werope werebed peey Gora jose weroreny «| _ webu. weqmeng mea + wemdaig = ‘ueno[es Sued wyop emp p09) Yolo BUMBINPIP ingesio ueseyequiag “eéuumparg YejoHse IP wosomedued eu) Emypipued Buspiq —usduop | ueynapoq Sued yopeeat luefjeoouour exedn werep sled apt /uverae eu “uuseYUqUINg + samoxee "Beye! Buk oy ooy webu 09) wae, = senedtid woreseur vesnuons ep yorese Buea FuDa TwENIRAD Ug = twueaury ceasgy vege anopuag jeBeqos yoqepe ueseBeB ye Ke unfeot pp wesmuad sqnewarsis_ valu vd eu vy dono ening | _ueyyntanatste guru wus “t | HEP MeMsUeIDy HroaNOG ues READE ‘ab ne Ta RRP "wax [ope oc seat WEN NSE may — TaRUATETUSE uw TouUD] WEN pIpUET Huy STEP eeraprpuod Suopra wep unieonsiused Seamus spuds uesuBed pewy teI09 Hex MING HeTEPS -reaouod /fent0 a | wetensney netererum wenn pote Hues Tong wdnsea eq ‘UveEES yey yu0q BuEK reINg MILES ION. ERP ORT TAN OE yoru ese rove wnefun Suvfunuow sun sojedp Bues wep SusyuDy woNEere| “uendue] wep wyeisnd ieyep eyes joueq Suefumueg wesieg usjndus qea + s09/ eo MEIN MELEE “T srepeeBuesog Beh YeIOKS oe TOAATOT ARNG OTR oquane tepeeur/nsng eid eu BuMoUred Hep UH jeunes ueprpusd Fumpig ump yuod Suvpig tnuop urging Suk reremur/roing ENS UBxVEENEATTAUU yoTEE uEAYEUUDGONO A « | _YeAERIOIS ‘uejons seaeog euoyssuny cweeusstionp Beek rang pep fs BUEN proyBuous weyeUTEfoy NMG fe BABLEIDH rey done 1 psn 7 TESTDT Taney | ee ara rina Te TROON BSS TORTS WERT WET WIGY [PILOT TTDIPIRT BOR TONE UAPENIA TaCTTEMTSTOA "TAOS _aeeeATaG emaOT wonpIONOT HANpIa w MOTEL WATEG WHTE/ ep nag MUMPEATDG /aETEMS/OUIT q? TANTS ‘pe SRHUDESAT HORNSTEIN Tae SUK “weERTECTT PaO) VEN PIP TT joao reseed neve efiovod jet teodet tet0g Buss ues Yerepe WeAAN wAGOS wpe Twereren | weSuerarey, drag eye Bueso (euTu sod TRUST FAG WSS Tape [TOT RTRY GAT B] NTUpNTEA 7oeRU TIT TPE up TneueAT ‘saquins yepeaems/romng Bydro et Buesoured top Er pymTurous enzey fe) noys9q Teeqas MEIN weMEA=y MPLBU MpesUsA ena exo tyengas wep Tes oxo eqs due) seqoq sieoes uvsemedued/eusoy weyprpued Zuvplq WOR sq vhs METUEGMOEUSN/qeqUII UNERATOE Tere "qesim) twesoens neweeg ume 29] ques ESEKE aS ‘upiors sweated Buefuat ‘eds donas ‘eng ron wep IF mBuroN prof wet, myn os'e sone SRST ea Ta eay | RPT ORES Tama TLS CMT Suepig Fp essing Seek woquisy ‘weesepngsy uep uespipued reenuowr:efuy ont eye) Taek ueemeSued /reutioy ueEpEpUSd BurEpIg wep UESEMEDKiad NEI i eve eysuopm eeedjed tele 2y tqessep Psmyen neve aulee ererER HEP req Ue weUTST TTT run rey | weBemoiox eurnt sep veers crema} poguaes eeyeUDty se FANE ‘stmiumsny | efi dense os'e| Hest” PIRI oS a ST HRA TTT ANSEL TATU TUN pep Wei TT Te TL uedces01o4 usyeustion rustox8 seating reuopaany wereqet suelo ‘enu3g Sara io [HDT SANE STON THIN TP NET ‘ehuniquoud yeurnf rep yey page uesrinuad is exBueray | wees den2s ost pen oaay TREE SSW A TT romnuorox nnoyuous tenyeUah pA SESSI/CS RP MATION steeqiog tpuous roteroq wees senvuad ‘ueynapuresiog Bek euogstury | prep wejewax urevesused sequisy “4 apne, ayuow (yniad van) o¢ jeune uexetefoquiod syseqsoquipuew meq | seen uefuwp yvjoyes vyedoy neve/uep nun uvewquied vie, fee tmvode] “e | yun saindisey sisequag expuBN vefe(eq UEUEG Japnl ENP) z denas'e » yoed Jed SeISEU/IO serep Adeoyos ues some neve apa ednoq YG ‘sere Werety-oquiod eEpOU O1oS “P ‘Seaetuag s01SuIpso0y, wemeitod vpje uexpsasied requ] “> euorsauny ‘usieo(dueeiog ek fayuows gt rewuqusyeeunp soynduse, toereqet | ump ueyesy ueeyesusd requiey “4 uw foapla ‘nyuauay rere /epueg fepou! "werpipued eure seoteot ‘uerfopquied | ep “requetiog sorsod udrued) yeyoyes ejeday /nand uedurquanqwed kro ‘enuig | opourwerenquod feet tmmodey “e | /ueynved yruun uewfepqund spou yun (uwdeiop) g dees c. * yered bd bisrpusey /ao exerep seme 4 euorsairy comet | foamed feousteus syst o¢ jseanpssq yopous useuETIad serfio Tussen-y8uad) pow | copia weap ydexduanp (weSurququed /ueunsfed /weseteraqiiad hse, ‘ennog | _welureq-tastiod pseu weiodey “e | /vauiofeueu/uesemedusd) jepour uesuequiotuad rset (en) z denies “t + seoqed sod ERSTE aE ase aR —| Terres eaoidiog poor “S Ba Fei OORT RUNS ELA Feng weNOTOR —T “SLLVAONI VASA ENATS FADES TEP {doayjor tens I8OI7Te/OOPIA ‘oye unrefejsquipd e1pauu O10 ‘semeing JOVeuIps003, seaiad uso wogesadusd s2qw7 ruorsBuny myeo(dursioq 3uek foruous gt peu Toewqet | Hep ueyseoy ueeresused requioT'd jsewUE/oopI “nyuoLes yqe /¥pLAG [PpOKE aeofeot Tueswfejoquiod | rere ‘sequredsog aoysod edeaoa) uvjoose are ‘anag | pour unenquisd aseu weeds] °| /ueuneied min wenfeiagiied wpeur yun (redun) y sones -c z ese og PRIPHRE [ao WETS CSTETPY yuo o¢ aod yrempisg jepow weouEsopea copie weBuap Weuonp (aetinqulqued fueURDIad /weselojequied key Jaausfeeus preeemeBad) (opous ueBuequnBuod sey (ave) 1 donos'T z ed tad SoS Rey —eruemres E ‘wabiepos HOIST a oma euoyssuny ‘woreqot Suctuat wend cy ‘onitog | symun wwepuvtaion Sued yexruasuon/ursous/rvre wun fone) z dens “S ’ ed 2 romeBuad ousyury weeyeget Sureol uesemvdued ire ees owe-nquod jew tecodey ‘e| Yuepig ymqunsandwox seme _ursBosd_tenp) 2 deneS “e » yored od T 7 HASHIR Bey uouiseTeae see of eumuyu ney uowasuere ueindiaND| roNg “Tema oy (eusTUNE weinduinay mane “a 2 (yraioy) seque9q nou ng eng eng “= eho asts9q fee MINE ranges fup5'T ’ seed og sind wemnduiny yg “vedi OF ‘Syordwon oder = ques ere FEET] TOT OTTEIOOT bmp ogee, ueeresiod equa “4 woxgprpuad esr, mun woyuemieg Sues teynsssuen /uyeout/ije yun (rave) 1 denog “s z ered sod | sresenad ear Suepa anu soindwoy yeryde _wosBord (mise) ( deneg_“b z ed ad upp sande 1629509 pues refejaq weed Ado21jos -P ‘Semidtng s01eurps0oy oye uoupssauod requ “> semvud uuvineueing SUEK reno; | rep weqseay uosredusod requ] “q wweveqe! aIndo%, ‘yous (gntnd vn) og rou eexoh auelost ereecsq pone et | eeanp wetuep yost enon telefoey nord cand re Tenting | ueyea ume-nquod feet uezoder “e | yraun sondwoy siseqiog tmpuusTefeoq ey pn (nies) t danas “e z eyed 13d 1s aespyeey /co weep wes someBuad eaoreSuny woreqet Septal usspevodhp wero) wep “epaqiag Buvé vuang tsvan of donas ares ‘enuiog | _yuoe weeydiound yee uesoder “© DUE 19 “y e sped Jad ee yoyera neve HIP IREG/A campep vArey uounaias/8d02qj08 > “erent Bue 138 rpoysore new yes2eg eETUaN NaigIsoq wep wspueso3p trey Ing edn0g eng new wepsaisup yep AUek eBoy austere wer OT AEROS “@ ued ne ywpntg depos neve rue, ueUTEEE sul Yaio Wea sep Suk ee] npr 9 den9g kre SESH HOS “6 ’ pox Jad wumasag ep “wOTETOTN se ‘onutog | quae treydouad peoy uesodey -e * Lyra ad TTT TEP TGS rsersose new yeseeC UENO ssemoqr seep weesay2x #0QW027 “P ‘Hep wertevon uveresared requiay ¢ yp Bek nie gop yon | woeqeensod /sueyeur yore Wee ere uss wendioued peo wetodet H peed 204 Nagri9q ‘ne, wouosueTD yeISOU 4g reumonn ee] uouoeuere eqns} noind “Temnd og UNUM fam ana “a 18 py) requresroq faeot nigh en NES "= hse, Nasrsea nee nine ‘enews 1496 “1 yored soa waRAOpe nero e TRIPURUUTIO WEP ‘menfara-zad e9pin NW "e304 > Tupaaqa: Buvk 98 ssojsose new yeseea uLE==y, tiemag i2ep usBusso}oy seqt>1 “P reff ousuyw semnp Fe} .yyeept/swsopou si baesp [Rpvl fBuUNSAeU neve impnf myes ones — susp yeyEIpUIS NEE hres, "paged 135 9 spored sa yuo og pempaqut ysomp uetuap woo iseune rrstsore new yesoeq UeIuas=y, TeNOG HED uedUEIONDA TAT -P | whecee yeTunsoq Bucs poo uesTHAN yuOs we sol "Pemvag JOTeUIpIOOy, tres ene / He yoo usuesBuod sequiyy > en wep “epaqiog Stk youdoseyvu9s eArest og de vusineuessog Suck wee ep ueysean ueeiedused requir | Yeiay wep epaqzon Sued sures /eespyn Bumped /wespN| 9 de at Tenuiog | "yang Umeidouod psey wosodeT “S| redrad 95 “6 sowed 30 mo/uoredngey /ssuyord /oucrso yexSun wp pany wate ‘ehsoy 0 ‘Uep uewopog /repuvig wounensuag meveniog neoyauayy 1 | Ti0Me depos sywowiog peurumus yeommp reper weSuap wmyespuDS nee asept/usopour um) eureap impnfg TeuNSToU nave ywpn{ mee dena | ae suesnfungzad was 9 fe rove tog aspase ‘umjep seeurze copia nee "O04 > "uenayos BUS Hs syMow g¢ peuanw yseonp Ueduap wySD eouTU O9plA doNDg “P rsersore neve yeszeq ueINaSy, beng wep usdueraI9y equ] -P semetuad ‘SomeBuog s0veupI003, euossury ajo uvypsosund sequsoy > ueeqet ‘ueyrouesiog Bek ‘pep uesvox uvereduied sequoT-q | wep “epoqung Hues sguserox /uespyn/Buraed fabspyn ¢ des“ ares, sednurwog “s z sae sag | wexeBesedip yejoy wep ‘epoqieg Sues eueeng reve s depos kre, ‘enang | _ use urnidousd ysey wosodeT “© RUOENE FS p z sped sad as Tundelousdampasd rane upon Seep AIA WEEE HE as ol eee soon eee fenwessd | ong Seeiot ‘seBng uvBuap yensas juss mere BojouyD} wep weNYe Jusdues79% ‘nag "utes gpd RovpiaUoTepe sever 3ued sou ex snqune wey | tome demas weed 7 Na TEareray | weve SAORI | — aaa Bak aps Fang we wep NP Zo snpan eEneEAOT[TRETMOG HMAONE “TUNE HVIONSS NVSVAVONGd/TYNRIOM RVMIGIONSd ONVGIE 10 VARVH VIOT/AVNINGS WV TVG VIMGS KVUSd BOGAN Gas *V *ANSNA GAS ‘ONVENONGS ansKA “Ad fssaysord reuoysoe Yen pany meee Dad /sepueig ueuneTsuag LeTeIBON NMTUON "2 revoir denag | eAre 124 Fucquatueg araivont | © ‘Sujseu-Buysow wep euzein exdiouad wnquied ym 98'0 = Ex KOv HoTEPE eAuypaNy wasue cwsequIed wyeUT Sufewur Suse ump wuran eidhouod /renquiad ymquN T= Z x 90S YBIEpE wétngpeD| BAUS UNBEqUIad TELE" SIpaBT We TOR TSGID ARPT WAUSTISVST MRP RRO HAPTINT/IMGUBT BU Buse F Wop Yicar wowed Pnquied Heh mausquied edu sxquoquiod vy ‘wuequopes rad frenquiad amun O2't » ZX #09 YORE eAuyIpeny wyBE ueBequiod exSLE ‘Md >UDd) Hoze7H | “Ea EASED Yep 'SAUSRISIDE Cop WITTY ATU VwHqMT WEL TRIO FTE ‘rquoquiad vidi Sujseua-Suyseu wep wareyn exdiouad /iwnquiod amUN O9'T = » x %OR HETEPE eAntpODy ene weequned YEU ratrequiod wid Bursoua-Suysew wep vuan widpouod/immauied RUN Z = F< NOS HTEpE wAupany wslIe reiequrad wEU ‘STO ‘npumquid widtouod fiona srerdwoy, uep eurn widhouod/senqurod mun Ope « bX 509 HEIEDE eAUIIpADY wAPUY UU BEAuIed eeu ‘eidjouod/yenquod SEH ‘OnsTeH, Baero Tes NEP UNET BeTMAD /enaTp KAN KATE pay eTUE TeTUMATTIUST opovH aert ‘ona aaDaTRSDG coveget Buck qeioyes seandusg sey weBuap wosops soar Buck OLEH Buetuat euorseu youn exiyopuos-ayepunsae Te matiiey | uesimsisy, ‘entuog wea uenuraiad warosad wep "uvseyeg daauy "eeSSuapesug os't = enioxt| 30mg doneg ERROR ‘ SE pan eBay | WH weMES Wea wonmewoa weed jeer Wel core ehioy uefuvouns ney Ueypreseuod yoyod mens seyUquIEU ArH Sae6 Seer0 foun weindunsoy uerseyBaoul ean ope Ruypour-Ruysecs Ypres eqaEN!OS unsed umreesiropsiuaw ueyfesuad teu9q ue fuser eo TopiopaR wes Sex pSou joreouSUN ION wIUTIST e@Buajostp Bues yoruHy wontayod yolEPE cA veBuesiey drone /seUrIVe YORE = (/setjequied/soquains exe seura yore mae “ypjoyps seaseSung sOreUNpI0OH, edeqas uvwwfuedusd ys UUs Lume nie eure suimizoq tee exeseM- TEMES | NYE denasy xs ware 3S waa pn BEY Tivioxeg standwog soveulpiooy Weeqes any WEARER TV TONGS SVAVONAd ONIDIAGNSE NVLVIOGH NVAVAVSHV TaN UOSNA ans “G AAGNA NS sup aeueaniee Hep FerU someBuod | 9mtioq you’ wesuezaray YeINS ‘ueveqet ‘omg, Luana comahaebinenled bie 2 serup Bucs ueluat 9 uso BENESIP -Bueuomieg Bush veqefod ojo we 4 vand ‘onuiog | Suekeytag uty we Hloyo1og =| _rejuad wh moIUE ypefuou unyer nhes YEIor wALsTEsRO| SEATS “T +0 ‘dens DERI TERE Fas Toney | Tse wens promos swavdueg Twaoqsteny uryeael Period WEL woase tpefuond Heya THIWIOWaS SVAVONGA TVNOISDNAS NVLVEVE LIGHREH VHONV IVIINGA WIL HVIVG NVVLODONVaH AGHA Ws “O ANSNA sas —genaouid epIe FOI P aay ea ‘srurdusd neve eo%Bue ype “> od womUy misant ao, Boefoot sioBue nase oxono (a foams eng srunduod reBeqes ys (P ¥s aes Ws RE ea To wees Seaiad eajord yeesyuvivo weep oldue spefoow wee “TSgdOUd ISVEINVONO HVIVE NVVLODONTVaN wnswn as “a TuNSKA GAS wemaiaad anges wind iy, “E : se ee sumaea yond wna “z 7 enaag | __ sussuareAeg umoong ydoxcnog ‘unger goindos “1 1 uaeog SERRE Fs RE a pan emay | Tee ues was vine] warauepehes uveinewiued welepuoy -< wdepaon -¢ seBon r ~ eeppUee | uepia werep exeou up *esBuog ‘esnw spedon uempqeed uropep Yofong comeduay BresooKoe fedeoMp Suc smsaxd SeTe Jajoxd wesHUEBLO NEVE Uehul feestedz0 rele Buise eedou reve eisouopu] aaindog yEtoUg qalo UeyLOGIP SUD weyeusoyoH wpuE yorepE ‘eee! wpUy/reEBIN(BIOL meBues2099 € mm ‘nog /ustedngey NAO : A eae suehuot ost: sumed | ueetseyauad ‘enwog neve Buse watou /esouopa manda} eUNewDL YOIO UENO “L et reuse, dens ROE sista BESTT pan eay| REN EONS | ‘TEaioapayeoad seas veel epuey /ueeIeiuad yedepion T aIEEBOM Wave VaNVL/IVVOEVHONGA LVAVGNGN UNSNA GOS “a AANSNA GAS Tes jung esuey wsyews “eprued edesoqag ipefuau wures Sued nprem weTop vyLgede Bp eRIDd rpefuous Hex enDE MUN eeELDEEP YPEDY BUY ueBueIay semetaad usieqot ‘pemettog 20 uvfua! | ueqyosp Buee gnqosios eyed wep as dena, ‘enniag | tesninday yess Woven} neve Hy oso xs ees stg rams SHOT pong exsuy | ser memes ‘ppd yodeqoe nquoqi93 sedny yedepuoyt “em 19 {iedba [afan una Lap URTUDATP TST oyaude euSliey eoseg winong MPN /BBUL IETS eNIPA/UmIEC fe qezef uexjyonsSuom Suousausq Sek yequod eu ad = aa/eusties 7 {Wop itupresm wlsy woseaud ibeaitann Sextot cworeuad urejep wexBurargiodtp wn ota ee eng smupresay tomo’ feABue) UIs Yate si= seme WROTE nH Tea BEY “Broo HEA TESTER GRO WTSI TTS Bud qoquay weIey®UEBuad yg op uIeGet ‘ueenqny araeinmesepngoy usp Ue ‘upuayuouey SBut, ssuopaaig eped Loon so ota /raqes SeP% wong uep unef sep spmrs uTeABosd wea, "a [WUUN Seymore Sues rye uresBoad up JAAUn renaniiod He ‘teynofluvssog Suek yexBueg /usreqee ‘uooandex. wiopep umguEaro9 NRE ‘hae Baep weduop ponsee eH Seed CCAS ‘sevcefiesen Teed edepROH ZANE Taio ey Bun weranod woo {Bum wenuaniod wep uerzoqyp 29(88 eygede wuotres wees WHOLY AMIySN/BAYL IAPS EMD genet requesatuous 3 jwousmng Bueé recog ‘pomeued usweael sireat ‘png st Paw Eira ‘Enion Rosa MenPOnueL Baek Gequrey ied Feneg SuowoH/mESUAOHTH soIH0 wae ION TAA ‘VaknaWvid ONVA DNVGIG RVONAG IVSAS NVGHL ONVA HVZVrI/uVIaD WaTOUaAWaW Unshn EAs “a *nsuA ans ‘asda rony Bun werantaad ayo swetsaip Bek 9p yam weoSepnaen sep Usp SNOB, mENNpUEG Tesopuer OD Uped HsBoN Je] Lez el WL Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Sekretariat Tim Penilai menyiapkan rancangan_penetapan angka kredit (PAK) atas dasar keputusan Tim Penilai, dengan menggunakan formulir dan petunjuk seperti contoh sebagaimana tercantum pada Format III. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit wajib menelaah kembali kebenaran angka kredit yang diberikan oleh ‘Tim Penilai. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mengubah angka kredit yang diberikan oleh Tim Penilai, apabila setelah ditelaah terdapat kesalahan dalam pemberian angka kredit. Perubahan angka kredit tersebut ditulis pada kolom yang sesuai dalam Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) bagi jabatan Pengawas Sekolah seperti contoh formulir sebagaimana tercantum pada Format I. Pejabat yang berwenang menetapkan angka _kredit menandatangani penetapan angka kredit dan menyerahkan kepada sekretaris Tim Penilai untuk segera dikirim kepada yang berkepentingan. Tanggal penandatangan penetapan angka kredit: a. Periode penilaian Desember adalah 31 Desember. b. Periode penilaian Juni adalah tanggal 30 Juni. Tanggal mulai berlakunya penetapan angka kredit adalah tanggal 1 (satu) bulan berikutnya dilihat dari tanggal penandatanganan penetapan angka kredit yaitu 2 Januari atau iJuli, sesuai tanggal penilaian. Pengiriman penetapan angka kredit (PAK) disampaikan oleh pejabat yang berwenang kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara u.p. Deputi Mutasi atau Kepala Kantor Wilayah Badan Administrasi Kepegawaian Negara sesuai_ dengan kewenangannya sedapat mungkin secara kolektif dengan menggunakan formulir seperti contoh sebagaimana tercantum pada Format IV. 63 Perbaikan Kesalahan Penetapan Angka Kredit 1. Apabila terdapat kesalahan dalam penetapan angka kredit, perbaikan sebagai berikut: a. Kesalahan yang diketahui oleh Tim Penilai atau pejabat yang lebih tinggi 1) Tim Penilai atau pejabst yang menemukan kesalahan memberitahukan kepada pejabat yang menetapkan angka kredit untuk ditinjau kembali. 2) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit meminta kepada Tim Penilai untuk melakukan penilaian ulang terhadap prestasi kerja Pengawas Sekolah yang bersangkutan. Apabila terbukti adanya kesalahan, maka penetapan angka kreditnya harus diperbaiki, sebaliknya jika tidak terbukti adanya kesalahan orang yang melaporkan adanya kesalahan peru diberitahu. Kesalahan yang diketahui oleh BKN Pejabat BKN memberitahukan kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, melalui atasan langsung pejabat penetap angka kredit yang bersangkutan. 2. Cara perbaikan kesalahan penetapan angka kredit: a. Perbaikan/koreksi hasil penilaian,tidak mengubah nomor dan tanggal penetapan PAK. Di bawah tanggal penetapan ditulis “Diperbaiki tanggal .......”. Setelah perbaikan penetapan angka kredit tersebut ditetapkan oleh pejabat yang berwenang kemudian disampaikan kapada yang terkait. 64 IX. PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENGAWAS SEKOLAH A, Pejabat yang Berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah: 1, 2. 3. Presiden bagi Pengawas Sekolah Utama. Gubernur/Bupati/Walikota bagi Pengawas Sekolah Madya dan Muda di lingkungannya. Pimpinan Instansi Pusat bagi Pengawas Sekolah Madya dan Muda di lingkungannya. B.Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah 1. Persyaratan Pengangkatan Persyaratan PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah: a, masih berstatus sebagai PNS dalam jabatan fungsional Guru dan memiliki Sertifikat Pendidik dengan pengalaman mengajar paling sedikit 8 (delapan) tahun atau Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah paling sedikit 4 (empat) tahun sesuai dengan jenjang dan jenis satuan pendidikannya masing-masing. Kesesuaian jenjang dan jenis satuan pendidikan yang dimaksud adalah: 1) Pengawas sekolah dengan bidang pengawasan TK diangkat dari Guru TK atau Kepala TK. 2) Pengawas sekolah dengan bidang pengawasan SD diangkat dari Guru SD atau Kepale SD. 3) Pengawas sekolah dengan bidang pengawasan PLB diangkat dari Guru SLB atau Kepala SLB. 4) Pengawas sekolah dengan bidang pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran diangkat dari Guru SMP/SMA/SMK atau Kepala SMP/SMA/SMK. 5) Pengawas sekolah dengan bidang pengawasanBK/ Konselor diangkat dari Guru BK/Konselor atau Kepala Sekolah yang berlatar belakang pendidikan BK/Konselor dan atau bersertifikat pendidik BK. berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang pendidikan atau Sarjana (S1)/Diploma IV bidang non kependidikan yang sudah memperoleh sertifikat pendidik dari Pendidikan Profesi Guru(PPG); 65 c. memiliki keterampilan dan keshlian yang sesuai dengan bidang pengawasan. Keterampilan dan keahlian tersebut dinyatakan dalam bentuk Surat Rekomendasi dari Kepala SKPD bidang Pendidikan. d. memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/¢; ¢. diutamakan belum berusia 50 (lima puluh) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh limaj tahun pada saat diangkat; f. Iulus seleksi calon Pengawas Sekolah. Seleksi calon pengawas sekolah meliputi seleksi administrasi dan seleksi akademik seleksi admnistrasi dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui SKPD bidang pendidikan, dan seleksi akademik/bidang — tugas pengawasan dilasanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku instansi pembina. g. telah mengikuti dildat fungsional calon Pengawas Sekolah dan memperoleh STTPP dari instansi pelatihan/lembaga pelatihan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. h, setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau Penilaian Prestasi Kerja Pegawai paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Contoh formulir Penilaian Prestasi Kerja, SKP, Penilaian Capaian SKP, dan hasil Penilaian Prestasi Kerja scbagaimana tercantum pada Format XVII. 2. Penentuan Angka Kredit Untuk menentukan angka kredit dan jenjang jabatan Pengawas Sekolah bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah digunakan angka kredit yang berasal dari guru. Contoh: Firdaus, S.Pd, lahir 10 Februari 1973, guru mata pelajaran IPA pada sebuah SMP, diangkat pertama kali dalam jabatan Guru TMT 1 Januari 2000, jabaten terakhir Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a, dengan angka kredit 460. Yang bersangkutan telah mengiluti dan lulus Diklat calon Pengawas Sekolah dan akan diusulkan untuk diangkat sebagai Pengawas Sekolah TMT 1 Mei 2014. 86 Berdasarkan data tersebut, Firdaus, S.Pd dapat diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah bidang pengawasan rumpun mata pelajaran IPA, dengan jabatan Pengawas Sekolah Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a, dengan angka kredit 460. Dengan pertimbangan: 1. Yang bersangkutan telah memiliki pengalaman sebagai guru selama 14 tahun 5 bulan; 2, Telah Iulus seleksi calon Pengawas Sekolah; 3, Telah lulus Diklat calon Pengawas Sekolah; 4. Usia 41 tahun; 5. Pangkat Pembina golongan ruang [V/a. 67 X. FORMASI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH Di samping telah memenuhi persyaratan pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah, pengangkatan Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah dengan ketentuan sebagai berikut: 1, Pengangkatan PNS Pusat dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan fungsional Pengawes Sekolah yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara; 2. Pengangkatan PNS Daerah dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah dilaksanakan sesuai formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing- masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan berdasarkan pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara, Formasi jabatan fungsional Pengawas Sekolah berdasarkan beban kerja Pengawas Sekolah: a. jumlah seluruh satuan pendidikan di provinsi/kabupaten/kota dibagi jumlah sasaran pengawasan; atau b.jumlah seluruh Guru di provinsi/kabupaten/kota dibagi sasaran Guru yang dibina. 68 69 T ‘ sopsucy/Ad sN-(ov/sa) : SN ov/sx Ov - Sk | 8x semeSueg | “s bN-(0b/vA) | bN-(S/>x) oN Ob/bA s/ox ob s oR bX ‘ald semesued | “p 7m WS /VINS/dINS en-lor/end pen (2/ex) en op/ex L/8x be ; eh ex semeuag zen-(09/za) | eN=(01/ex) | tN 09/EA. o1/ex 09 or cA_| eX as semesuod IN-(09/1A) | IN = (0T/TX) IN 09/TA O1/TX 09 OL TA 1X WL semeBuod mp werenp | yeIOyeS mung | ae ueorog | "EPPA | HIME stop | i048 nung wean] qepoxag yep | SOS Sd ueyuesepeq | nino | yeoyes | sed | u esemeiued | 5. weuesepng | nfummesepea | SI | ueyninaex | sa ueuminges | verume | were | werune] euane wereseg ee uefuragueg | uosuramwog | wesenesuog ‘WaBaRAIEHOg a snug songs vereseg werump ses3ct ptorag semeSueg ueynyngey weSumaTyzEg eo PAeL XI, PENILAIAN PRESTASI KERJA PENGAWAS SEKOLAH Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil didefinisikan sebagai suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS. Penilaian prestasi kerja pegawai meliputi aspek sasaran kerja pegawai (SKP) dengan bobot 60% dan perilaku kerja dengan bobot 40%. Ketentuan teknis penilaian SKP dan perilaku kerja diatur dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013. Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil merupakan pengganti DP3 yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Prestasi Pegawai. A. SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP PENGAWAS SEKOLAH) 1. Pada awal tahun setiap pengawas sekolah wajib menyusun SKP yang akan dilaksanakan dalam satu tahun berjalan. 2. SKP disusun berdasarkan kegiatan tugas pokok pengawas sekolah sesuai dengan jenjang jabatannya dan dapat ditambahkan kegiatan penunjang kepengawasan. SKP tersebut merupakan angka Kredit dalam rangke pengembangan karir dalam jabatan/pangkat. 3. SKP yang telah disusun harus disetujui dan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. 4. Untuk kepentingan dinas SKP yang telah disetujui dan ditetapkan dapat dilakukan penyesuaian. B, PERILAKU KERJA 1. Penilaian perilaku kerja yaitu penilaian terhadap perilaku kerja pengawas dalam melaksanakan tugasnya di sekolah/ madrasah. 2. Penilaian perilaku kerja meliputi aspek: orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, dan kerjasama. Penilaian perilaku kerja berdasarkan pengamatan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota/Kepala Kantor Wilayah Provinsi/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota/ Pimpinan Instansi Pusat. Contoh formulir Penilaian Prestasi Kerja, SKP, Penilaian Capaian SKP, dan hasil Penilaian Prestasi Kerja sebagaimana tercantum pada Format XVII 70 XII, KENAIKAN PANGKAT DAN JABATAN PENGAWAS SEKOLAH A.Kenaikan Pangkat Persyaratan kenaikan pangkat Pengawas Sekolah Penetapan kenaikan pangkat dapat dipertimbangkan apabila: LL a b. c minimal 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir, memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, dan setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Kelengkapan administasi usul kenaikan pangkat sebagai berikut: a. PAK asli, b. Fotokopi kenaikan pangkat teralshir, c. Fotokopi jabatan Pengawas Sekolah terakhir, dan d. Fotokopi DP3 atau Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (capaian SKP dan unsur perilaku kerja) 2 (dua) tahun terakhir, 3. Kenaikan pangkat diusulkan oleh: a. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Gubernur/ Bupati/Walikota, Pimpinan Instansi Pusat kepada Presiden bagi Pengawas Sekolah Madya pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat menjadi Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, golongan ruang IV/e, 2 (dua) set dengan tembusan Kepala BKN. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Gubernur/ Bupati/Walikota, Pimpinan Instansi Pusat kepada Kepala Kantor Regional BKN bagi Pengawas Sekolah Muda pangkat Penata, golongan ruang Ill/c yang akan naik pangkat menjadi Penata Tingkat I, golongan ruang III/d sampai dengan Pengawas Sekolah Madya golongan ruang IV/a. n B. Kenaikan Jabatan Kenaikan Jabatan Pengawas Sekolah setingkat lebih tinggi dapat dipertimbangkan apabila: 1. minimal 1 (satu ) tahun dalam jabatan terakhir, 2. memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi, dan 3. setiap unsur dalam Penilaian Prestasi Kerja Pegawai/Daftar Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3)paling Kurang bernilai baile dalam 2 (dua) tahun terakhir. Kenaikan jabatan dari jenjang Pengawas Sekolah Muda menjadi Pengawas Sekolah Madya ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing. Kenaikan jabatan dari jenjang Pengawas Sekolah Madya menjadi Pengawas Sekolah Utama ditetapkan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. 72 XII PEMBEBASAN SEMENTARA, PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM DAN DARI JABATAN PENGAWAS SEKOLAH A. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang membebaskan sementara, mengangkat Kembali, dan memberhentikan PNS dalam dan dari jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah: 1. Presiden bagi Pengawas Sekolah Utama. 2. Gubernur/Bupati/Walikota bagi Pengawas Sekolah Madya dan Muda di lingkungannya. 3. Pimpinan Instansi Pusat bagi Pengawas Sekolah Madya dan Muda di lingkungannya. Pembebasan sementara dan pengangkatan kembali bagi pengawas sekolah utama yang tidak dapat memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, atau Pengawas Sekolah Utama golongan ruang IV/e yang tidak dapat memenuhi angka kredit minimal setiap tahun dilaksanaken oleh Pejabat Pembina Kepegawaian instansi pusat/daerah. . _Pembebasan Sementara Pengawas Sekolah dapat dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: 1. Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila telah 5 (lima) tahun dalam jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi Pengawas Sekolah yang jabatannya lebih rendah dari jabatan yang setara dengan pangkat yang dimiliki. 2. Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang [V/e, dibebaskan sementara dari jabatennya apabila setiap tahun sejak menduduli jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan paling Kurang 25 (dua puluh lima) angka kredit dari kegiatan tugas pokok. 3. Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d atau Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e didahului dengan peringatan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 73 4. Peringatan dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan, dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tercantum pada Format vIn. 5. Selain pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada Nomor 1 s.d 2 Pengawas Sekolah dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: jatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun atau pemindahan dalam rangka penurunan jabatan sctingkat lebih rendah, b. diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil, c. ditugaskan secara penuh di luar jabatan Pengawas Sekolah, d. menjalani cuti di Iuar tanggungan negara kecuali persalinan keempat dan seterusnya, atau fe. tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, 6. Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang II/¢ sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d atau Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e yang dibebaskan sementara dalam menjalani hukuman tetap melaksanakan tugas pokok dan dinilai serta ditetapkan angka kreditnya. 7. Surat Keputusan pembebasan sementara dari jabatan Pengawas Sekolah dibuat menurut contoh _formulir sebagaimana tercantum dalam Format IX. ©. Pengangkatan Kembali Pengawas Sekolah yang telah menjalani pemebebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah apabila: 1. Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/e sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d atau Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e, apabila telah mengumpulkan angka kredit yang ditentukan, diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah. 14 Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara dari jabatannya karena dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat, dapat diangket kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah paling kurang 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara. Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara dari jabatannya karena diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil, dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. Pengawas Sekolah yang dibebaskan sementara karena ditugaskan secara penuh di luar jabatan Pengawas Sekolah, dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah apabila berusia paling tinggi 55 (lima puluh lima} tahun. Pengawas Sekolah yang telah selesai menjalani pembebasan sementara karenamenjalani cuti di luar tanggungan negara kecuali persalinan keempat dan seterusnya, dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah. Pengawas Sekolah yang telah selesai menjalani pembebasan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah. Pengangkatan kembali dalam jabatan Pengawas Sekolah bagi pengawas sekolah yang diberhentikan sementara karena dijatuhi bukuman disiplin tingkat sedang atau tingket berat, diberhentikan sementara_ sebagai Pegawai_—Negeri Sipilditugaskan secara penuh di Iuar jabatan Pengawas Sekolah,menjalani cuti di luar tanggungan negara (kecuali persalinan keempat dan seterusnya), atau tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan, dengan menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit dari tugas pokok Pengawas Sekolah yang diperoleh selama pembebasan sementara. Surat keputusan pengangkatan kembali dalam jabatan Pengawas Sekolah dibuat menurut contoh — formulir sebagaimana tersebut pada Format X. 75 D.Pemberhentian Pengawas Sekolah diberhentikan dari jabatannya apabila: 1. Dijatubi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun atau pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah; dan 2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya bagi Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c sampai dengan Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d atau Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e tidak dapat mengumpulkan angka Kredit’ yang ditentukan, sehingga/selanjutnya yang bersangicutan dapat diangkat pada jabatan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Contoh: Surat keputusan pemberhentian dari jabatan Pengawas Sekolah dibuat menurut contoh formulir sebagaimana tercantum dalam Format XI. E,CONTOH Pegawai Negeri Sipil yang pernah menjadi Pengawas Sekolah dan diangkat Kembali dalam jabatan Pengawas Sekolah dapat menggunakan jabatan dan angka kredit terakhir yang pernah dimilikinya sepanjang belum mencapai usia 55 tahun. 1, Drs. Ahmad, NIP 130415672, pada tanggal 1 Januari 2011, berusia 50tahun, adalah Pengawas Rumpun Mata Pelajaran IPA pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang bersangkutan menduduki jabatan Pengawas Sekolah Madya dengan pengkat Pembina, golongan ruang IV/a dengan angka kredit 420 yang terdiri dari unsur utama 330 dan unsur penunjang sebesar 90. a. Terhitung mmulai tanggal 1 April 2007 yang bersangkutan diangkat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kantor Dinas Pendidikan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 76 b, Pada bulan Oktober 2010, yang bersangkutan akan diangkat Kembali menjadi Pengawas Sekolah di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kulonprogo. Selama menjadi Kepala Bidang Pendidikan Menengah, pernah mengalami kenaikan pangkat menjadi Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b. c. Dalam kasus yang seperti ini, maka Drs. Ahmad, dapat diangkat kembeli dalam jabatan Pengawas Sekolah sebagai berikut: 1) Jabatannya ditetapkan sama dengan jabatan terakhir waktu menjadi Pengawas Sekolah yaitu Pengawas Sekolah Madya, dengan angka kredit 420 yang terdiri dari unsur utama 330 dan penunjang 90. 2) Pangkatnya ditetapkan sebagai Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b. 2. Drs. Rahmad, NIP. 131887200, lahir Desember 1957 berpengalaman sebagai guru selama 8 tahun, Guru Dewasa ‘Tk.l, pangkat Penata Tk.I, gologan ruang Ul/d. Pada tahun 2006 diangkat sebagai Kepala Seksi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Pada Desember 2010 yang bersangiutan akan diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah. Dalam contch kasus Drs, Rahmad tidak dapat diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah karena jabatan terakhir Drs. Rahmad adalah jabatan stuktural.Jika ingin menjadi Pengawes Sekolah saudara Drs.Rahmad harus menjadi guru terlebih dahulu minimal 1 tahun. 3. Drs. Herman, NIP. 131887201, lahir Desember 1960 berpengalaman sebagai guru selama 8 tahun, dengan jabatan Guru Dewasa Tk, pangkat Penata Tk.I, gologan ruang Ill/d. Pada tahun 2004 Drs, Herman diangkat sebagai Kepala Bidang Dikmen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Pada tahun 2008 yang bersangkutan telah diangkat kembali sebagai guru pangkat Pembina, gologan ruang IV/a dan telah mengilcuti seleksi dan lulus Diklat calon Pengawas Sekolah dan DP3 dua tahun terakhir baik. Pada Januari 2011 yang bersangkutan akan diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah. 7 Dalam contoh kasus Drs. Herman, yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan Pengawas Sekolah karena telah memenuhi persyaratan uum dan khusus sebagai Pengawas Sekolah. 78 ‘XII, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pejabat yang bertanggung jawab 1. Pembinaan a. Pembinaan secara nasional dilakukan oleh instansi pembina jabatan fungsional pengawas sekolah dalam hal ini Menteri pada Kementerian yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan atau pejabat yang ditunjuk yang membidangi pembinean pengawas sekolah dan Sekretaris Jenderal Kementerian yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan. b. Pembinaan tingkat daerah, yaitu provinsi/kabupaten/kota dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota yang secara fungsional bertugas untuk membina teknis pengawasan dan pembinaan kualitas pengawas sekolah. 2. Pengawasan Pengawasan secara nasional dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional yaitu Inspektorat Jenderal Kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. B. Bentuk dan Sasaran Pembinaan dan Pengawasan 1. Bentuk pembinaan dan pengawasan di Kabupaten/Kota Sasaran pembinaan dan pengawasan di Kabupaten/Kota sebagai berikut: a. Perencanaa pengawasan. b. Pelaksanaan pengawasan sckolah. c. Evaluasi hasil pengawasan. d. Pencapaian prestasi kerja Pengawas Sekolah beserta bukti fisilnya ¢. Pelaporan hasil pengawasan dan tindak lanjutnya. fHambatan, masalah, dan kelemahan atau kesulitan yang terjadi dalam penerapan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya beserta perangkatnya. . Sasaran Pembinaan dan pengawasan a, Pada Tim Penilai Pembinaan dan pengawasan pada Tim Penilai meliputi: 1) Kuantitas dan kualitas tenaga, sarana, dan prasarana. 2) Proses penilaian prestasi kerja Pengawas Sekolah dan penetapan angka kreditnya. 3) Kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi. 79 4) Hambatan, masalah, kesulitan, dan kelemahan yang dihadapi dalam penerapan penilaian prestasi kerja Pengawas Sekolah dan penetapan angka kreditnya. b. Pada pengelola Pembinaan dan pengawasan pada pengelola meliputi : 1) Pemahaman pengelola terhadap isi, makna, dan penerapan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi No 21 tahun 2010 tanggal 30 Desember 2010 beserta perangkatnya dalam menunjang atau yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas. 2) Kepekaan dan kecepatan para pengelola dalam menanggapi, menjaring, dan mencari pemecahan masalah dalam hubungannya dalam penerapan Keputusan Menpan No 21 tahun 2010 beserta perangkatnya. C.Pelaporan 1. 2. Setiap pejabat_menyampaikan Laporan hasil pembinaan dan pengawasan secara berjenjang. Kepala Dinas Pendidikan di provinsi yang bersangkutan melaporkan hasil pembinaan dan pengawasan melekatnya kepada Direktur Jendral yang terkait dan Sekretaris Jendral. Inspektorat Jendral melaporken hasil pengewasannya kepada Menteri yang bersangkutan melalui Sekretaris Jendral dan Direktur Jendral, kecuali yang telah diatur secara khusus seperti terjadinya pelanggaran peraturan perundang-undangan. Direktur Jendral yang terkait dan Sekretaris Jendral yang bersanglutan wajib menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoordinasi dengaan instansi yang terkait, 80 XIILKETENTUAN PERALIHAN 1, Penilaian angka kredit untuk kegiatan unsur utama dan unsur penunjang berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya masih tetap berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2015. 2. Pengawas Sekolah yang belum memiliki ijazah S1/Diploma IV dengan pangkat Penata Muda, golongan ruang Il/a sampai dengan pangkat Penata Tingkat 1, golongan ruang Iil/d melaksanaken tugas dan penilaian prestasi kerja sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010. 3. Pengawas Sekolah yang masih memiliki pangkat Penata Muda golongen ruang III/a dan pangkat Penata Muda Tingkat I golongan ruang IlI/b melaksanakan tugas sebagai Pengawas Sekolah Muda dan jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi untuk kenaikan pangkat Pengawas Sekolah, yaitu: a. Pengawas Sekolah yang berijazah SLTA/Diploma I adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran V Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010. b. Pengawas Sekolah yang berijazah Diploma I adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010. c. Pengawas Sekolah yang berijezah Diploma IM adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010. 4. Pengawas Sekolah yang belum memiliki ijazah S1/Diploma IV pada saat berlakunya Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/II/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya wajib untuk memperoleh ijazah S1/Diploma IV di bidang pendidikan. 81 5. Pengawas Sckolah yang belum memiliki ijazah $1/Diploma 1V sebageimana dimaksud pada angka 2, kenaikan pangkatnya paling tinggi Penata Tingkat I, golongan ruang IIl/d atau pangkat terakhir yang dimiliki pada saat Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/IlI/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Anga Kreditnya ditetapkan. 6. DUPAK Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angia 2 dibuat menurut contch formulir sebagaimana dimaksud pada Lampiran XII Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/IlI/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. 7. Setiap usul penetapan angka kredit Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 2 harus dilampiri dengan surat pernyataan sebagaimana ditentukan pada pasal 24 ayat (7) Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. 8. Surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada angka 7 harus disertai dengan bukti fisik. 9. Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila memperoleh ijazah $1/D-IV disesuaikan dalam jenjang jabatan Pengawas Sekolah. 10. Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 2 apabila memperoleh ijazah $1/D-IV, angka kredit diklat, tugas pokok, dan kegiatan pengembangan profesi diperhitungkan sebesar 65% {enam puluh lima persen), ditambah angka kredit ijazah S1/D-IV yang dihitung besarnya berdasarkan selisih angka kredit dengan ijazah yang dimiliki sebelumnya, dan tidak memperhitungkan angka Kredit dari kegiatan penunjang, 11.Pejabat yang berwenang menetapkan angka Kredit Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 2 adalah sebagai berikut: a. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi bagi Pengawas Sekolah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama; b. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah di lingkungan Provinsi; 82 c. Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah di_lingkungan Kabupaten/Kota; dan d. Pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Pengawas Sekolah di lingkungan instansi pusat di luar Kementerian Agama, 12.Dalam menjalankan kewenangannya, pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 11 dibantu oleh: a, Tim Penilai Kantor Wilayah Kementerian Agama bagi Pengawas Sekolah/ Madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama, b. Tim Penilai Provinsi bagi Pengawas Sekolah di lingkungan Provinsi, Tim Penilai Kabupaten/Kota bagi Pengawas Sekolah di lingungan Kabupaten/Kota, dan d. Tim Penilai Instansi bagi Pengawas Sekolah di lingkungan instansi pusat di nar Kementerian Agama. 13.Usul penetapan angka kredit Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 11 diajukan oleh: a. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama bagi Pengawas Sekolah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, b, Pejabat eselon II yang membidangi kepegawaian kepada Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah di lingkungan Provinsi, Pejabat eselon IM yang membidangi kepegawaian kepada Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Pengawas Sekolah di _—_lingkungan Kabupaten/Kota, dan d. Pejabat eselon IIT yang membidangi kepegawaian kepada pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Pengawas Sekolah di lingkungan instansi pusat di luar Kementerian Agama. 83 14. Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada angka 5 setiap tahun sejak menduduki pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang Til/d atau pangkat terakhir yang dimiliki wajib mengumpulkan paling sedikit 15 (lima belas) angka kredit dari kegiatan tugas pokok. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, TTD. MOHAMMAD NUH Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TTD. Ani Nurdiani Azizah NIP 195812011985032001 84 FORMAT I. KEPUTUSAN PRESIDEN /MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA*) NOMOR tiated TENTANG PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENGAWAS SEKOLAH PRESIDEN/MENTERI/ GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA,") Menimbang : a. bahwa sebagaimana Pasal 31 Peraturan Menteri_ Negara Pendayagunaan Aperatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Pungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dipandang perlu untuk mengangkat Saudara wwndalam jabatan Pengawas Sekolah 7 ita oo 7 ‘ Mengingat =: 1, Undang-Undang Nomor Tahun 2014; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah” dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2014; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 sebagaimana telah diubah dengan. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 sebagaimana telah diubeh dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009; 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya; 7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011 dan Nomor 6 tahun 2011, MEMUTUSKAN : Menetapkan : KESATO : Terhitung mulai tanga! Mengangkat Pegewai Neges Spit a Nama BM yen © Pangkat/golongan ruang/ IMT a. Unit teria Dalam jabatan.. wepua S000 KETIGA : KEEMPAT ierdapat ickelirian dalam Kepucusan in akan diadaican paral XBUIMA + fai Kepatuean in isampaikan kepada Pegged Nege Spl yang Bereangleutan untuk diketahui dan diindahken ‘sebagaiians mestinya, Ditetapkan at Hise Pada fangeal 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; 2. Kepala BKN/Kantor Regional BKN yang bersangkutan;") 3. Kepala BKD Provinsi/BKD Kabupaten atau Kota ata Biro/Bagian Kepegawaian instansi yang bersanglaatan;*) 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; MP, 5. Kepala Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara/Kepala Biro atau Bagian Keuangan Daerah yang bersangioatan.*), 6.Pejabat instansi lain yang berkepentingan, +) Coret yang tidal peri. **) Difsi apabila ada penambahan diktum yang disnggap perl [Ak npn DAFTARUSUL PLETAPAN ANGKA KREDT PENGAWAS SEXOLAH MUDA Nowor: Instanst Masa poilaian Buen. x KETERANGAN PERORANGAN 1 [Name InP Narr eral dan Taggal Laie 2 3 4 [Nao Se Karta Pega at 5 @ lens Kenia 7 Pekan yar el pertitungan Ang Kretya 8 |Ponalatolongen Ruang/Tar | atatan Fargawas SeloTT 1 aren carom = Tt ios Pega Sth 12 [omer SIRYANS ORLA iG ET BURNT %0 LUs1R SUBLNSLROANEUTREOIATAN TSTANR PEIGUBA. Tw PSA TWA [BARD [oan] CAWA | ean [ZOLA 7 z To eo 1 [OR TAMA 7 freocran val pain forma dan menperehgelaazah [Doc Spits 2 2 [Nagtepestae 1 3 [Sadana pia 3 gine dn poaion Tungsten lpercares sel dan maperch Surat Tanda Tamat Fereican can Flathan (STP C. |g penta dn paathon fangeora eats memperlh surat iad tst prc dn pean Giuia) 4 Perranyaleth dars69jam [arenye artara 6-960 am [anya artara it - 640 jam [aronya artara 61-160 jan z 3 4 isrnya arias 161-480 am 5 5 [aranya ariara90- 80 jam TRSURYANG ORLA ‘ARORA ET MERLT ro [UNSUR, SUB UNSUR DAN BUTIRKEGIATAN TSTANSTPENOUSUL, Tat PEAT Tawa | oaRu [ouwtan| vaWA | earu [sown] 2 |PRNGAWASAN AKADENIKOANMANAJEHAL 1 Pevesuran presen 1 [rmryusunprogrampengew san [Pcianaan program | 1 © Jrttsnatan | eksenckan serinaan guru 7 [arin postoanoon sianar si Sanco ORS, stander orpetesi san, stander poison 7 raaiemnarapa nine 6 | veuasirastpelaeancanpogrampengawasan 7] rtaanaion ovals Ros pabaraan program [pengawason pda seis naan © | onsrtng dan math proesionl ga 7 oe gram paver da paathan [protoronal guru ¢KIGRGIAGP dan ose 7 [rssatan pertironpan do poaton lrotesonalguru 2 |rengavatae hal penbirohgen dspouinon rotesnel guru E | Fésksanson as fapargawavan @dorah mum Juntncaraar gas vopongawasen dt aaah yang {erponet atau erlang. aera dngan tori |rasyarsat act yengterpenc deersh pebotsan (dengan oogera n,dorch yang mangaaribarcara lair boneen ssl slau dea yang beads a sasaon dort in. “LAE 3 |PaIGadBANGANPROFES! eyo arya is rh anlar iho ang pensatan orautpensanasan 7 [reuse sara ah aang pencBian rmat/pongaw aan yng sputhasion A a laambernc ba yang Gteraban dan Geant socara nasional doumborhsc naka Tah yang aa SaT lperan unt 7 [ett arya tisharya ah dar penton ermal pergaw asan yang ak Spthasion a eaanborcooe | daemnbartac nara ah Fang aha oo peeiran unt T [riot aia lcharya Woah ag peroran Itceipengew asa hsigogeson sevens Islas a [eae tenia to yarg dieran dan aan [ezara mina [Sabri tank nla nah yarg dboinuroeh Jenn ent 7 [ereat arya isa Wah aby pansion frmeipongewasan hes gagasan send yang teak |soutsskan Ib. SUR YANG BINLAT ‘ANGKA KREDT MENURUT no LUNSUR, SUB UNSURDANBUTIRKEGIATAN TSTANSTPENDUSUL TA PEILAT awa [Banu [JOWLAH) LAMA | BARU [JUNAH 2: [samen bi eaonbonai aia yang ataharden pmpran unk 5 ervanrpaanprasaran berupa gogasan tran, ean staan ney ang penta fomstpengawasan damporemaniinah 1B. [Peorerahanberyadiran atu dan sau ixya nian a btargpenstan erapengawasan 7 Yekneronettanieyadanan uta otbdang [pencstan frratgangewesan yang doutbeskan TF [iSaribera ka yany Stein don ddan secs nasil dnb nail ch yang deahoTOEN perinan nt 7 |e jorabiarinonyaduton bike Stone pesto formatpengawasan yang ak [apuitaskan a, Samant bs barbaric naka ah yang Seatac pereran ont [terest arya avait ® 1 [Mortal arya sabe till epal gira [tess Kerpbis [tego Seaetana eile aya a Kategorie Kstegorsederne ha Panera PV Ran SNES, lecoran, danejeenya a Rong Rogan Feajacinan 'StandPedoron dan seta pads Unghat asa [Meng Kegan Penjasunan StandarPedonan dan seeirya pads nghat provi. Fe =F ULAH -AMLAHLNSURUTAMA 1 JoNSUR PRUNING [PRUNLANG TUGAs PENGAWAS SEKOLAH 7 [rs sata dcarssorarellarya oan pondian frmatiepengawasen scien 1 Jona eorinavskkarya, ebaga a [sre surtor by [penbahasiroderaor e[pesera 2 |Merin olga dar poneman nah sabage = [kee [Angas UNSUR YANGDNILAT ‘ANGKA KREDIT MERIRUT cd UUNGUR, SUB UNSUR DAN UTIRKEGIATAN STANSTPENGUSUL, TO PEALAT awa [BARU [JUWLAH| LAMA T BARU [JuMLAH o Z Tolan [aes 8. [Reanggtaan clam organics profest ~ Jer anggoa clam organises poles pengawas sta telongok era pengawas, ebega 1 [poner att 2 fonggca att |Reanggotaan dala ripeial aga red abaan IungsioralPengawas Seth ers arggoa ts pen abalan Tungsbnal Pengawas Sach 1 lelasancton Kegan pendsang pengaw aan seh 7 [ibtasanaiantigassebogaiKoadnaos Pengawas [Seon IMerdapat ges eter, sebagai pata 1a. [marbiringorbatonpaens]olmado maa pssren dan sejenye [pa ba guanlpal setoahprgawas sehoh berprestasi E | enepatpoghergeantande jase 1 Jat ponghargerlandasa cas pests) lesaya 4. nghat nasionalintarnasional » fina gona « fname 7 [et een Saya Ler Kaya See eran lamina ©, tiga pulub tahun «lira paca argos ope ag [yang dlempunys 7 [Poker fekereantoners cause Garbage yang [eters cui negara 7 |iergroeh acai yng ik esta dengan ier uasnya a [ornate 25) beater Sosa 52 e Saerabara Sy me co -JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Buti keglatn onjangJabatan dl atas/dl bawah 1 2 {JUMILAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *)Dicoret yang tidak peru i [LANPIRANPENOUAING DUPAK 1 Sut pernyataan engl penton 2. Sur pernyataen maken kein ange san atacori dan rong 8. Sur pernyataan mahianogitn pongebangen profes 4 Sur pernyataanmeshikan kein onariang Iv JCATATANPEIABAT PRIGUSUL 7 Sera 4 eancelerusnya (pbten) {ara plaal pangs) 1 EATATANANGGOTATIM PENLAT Sta 4 danselrrya para pon Ww. fare) ro vi Suaatene itil 2 : Beata 4 danseterusnya Ket Trl FORMAT IL-B. DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH MADYA NOMOR: swe ‘Masa penilaian bulan .. co FETERANCANPERORANGAN 1 Jame I 2 Nie | 3 RPK T 1 1 1 [ier SK age | I 5 [Tempat an Tagan | | 5 ens Konia 7 [Pensttkan yang tel dpartungkan Argka Kenya 6 [Panglavoongen fang 8 [labatan Panga SeklalyTT 10 [Masa Kerja Golongan pane em 7 ioe Pongovas Seah 2 [into I TSR YANG LA GRA RET MEAT %© UNsuR SUBURSURDANBUTRKESIATAN STARS PENCURU. TH PaRLAT Tawa [Bary [uvtan] CaWA [ BARU [SCAN i z epee oe 1 isu TANA | + [peoonan A. [gal parcel Torre den menperehgeianah T 1 Joo seein? { 2 [Metres { 8 [Socana/ Opto © Meng Foncistan den peatan fngsnaloaon lnengawas slic dan menpeto Sure Tanda Tarot [eon dan Felton (STP) ( lengiu penitan dan plat ingsalsora [reper surat ans ana ponddian can plan |srr) lbranya eth Gai 0am [onanyaarara ei 90050 [pranyaanare 31-620 branjaatara 110m T z 3 7 [iranya sire 161 aBbjan z @ branaauaa 9-00an RSUR VANE DIL UNSUR, SUB UNSURDANEUTIR KEGIATAN TSTANSTPENGIIL | "TH FERAL TAMA | SAD TIOMLAR| LARA [BARU MLA [PSNGAWASANAKAUEMIKDANMANAJERIAL 1 [nvascnanprosam 7 Jrwrvusun womameoraaw ase © [elesneanpegram 7. Jrekicanatan pevbaan guy nau Mapa [secu 7 [meri postserann dap Sand Naot Pendttan T, jrmlisanaan psi inf gr data ops reo © |ravasi best pasisaraan pega pengawanan 7 [shlcanaianovenasl onl paitsanaan poga renga asen pada sich ran 1p [rig dan lth eofosona gu CGN Kapa 1 [ervsan oprampenbGhgn don power protesona guru carsau Keoan Sakon at CGMP carat KRRSAMKS con Iselensnya 7 |rasicaratan parbaigan can poainen lpotexnal a canatav apis seicoh 3 |resicarsianoarpnsingan con peaian pam {seksi daarenysinproremseiin, encane ler enge sen can eras kapesoien [sca don sbtemnleresi cen nurjonen jrsrgarauasitasi pertirongen can poaihan fstal ur cntau tepals sla renbiniogpengavassoh ruc cam Ineuksanahan wuss potok « [Péskeanaan tugs hopngaw aan idoerah asus 7 [iitsanean gas iapergvanan& Gooey lerpenct tu tertearang oxen dengan kos! rsyaraat aca! yng trperck doerahpertatason |senoan negara, doerch yang meagalr near jaar tencana soa au eran yang bere cal [dean cert, MLA [PRGENBANGAN PROFEST IMenjerun tary alia crit arya raha ia | * andan lealpanga aa 7 [eal arya tisha meh aang pancean fmacergew asan yang douthastan [Sibert yang alarsan dan aaron seca navonl beatae rea ah yaaa oa monn unt 7 |e tay tty ah aca pareban amet pega ase yg tak dpiasian palate waka ah yang GaP OB prpnan unt [nba faye tlcarya ei ean peretaton Ifocrsipengaw asa hast gapesan sna yang [spun [stab aka ya Ser Gan SoaaTon| ssczranasonl |stumtomc rash nish yang sata lpmpnen unt UNSUR YANG DINLAI ANG REDIF MERURUT \UNBUR SUB UNSUR DAN BUTIRKEGIATAN NSTANSIPENGUSIR. Ta PERLAL Tawa | aru [suwtan] cawa | earu [Jovian] |W arya arya righ ag pon metpengan sans gagasan sen yang tak \sbutiaskan 2 [seamen ate (ddambemanaatin hah yanp crane foican nt 3 |Menyarpatan prsaren bapa gognan, aoa, \danstau asa nian ang pendltan {ecralpengamasan dtmperenuaniah [peayjerehanpeayadtran ba dan ay try ih ch liar cenit orepengawasan 7 [Emsepramaaimervadian ahaa ang [pencskanfomapengaw san yang doutbaskan 5 ]sbamberuk ula yarg dciton don dear loser nasont 5 |sasbenak alah Th yg SIGN TAS lpmpranint 7 |Mne;noninanyadtan Bao aang iperadbanfomapengono90n yan ek (deutiaston a aaabeak bake aambentak main yang Sana TRH Jomeran unt [verovst arya Rove 7 [erat ry ea trl iepat gun atege Korg kstgar Seria e [Mercator tye set 2 etegetoios 3 [itor earns 3 | Meng Peogebangan Porjusunan Sanaa [peccra, can sepenya 2 [Rong Regaten Penyosonan | SandarPssonen dan ses pace gat nasa noi Kagan Ferjunaran |SsndarPesoren den selaneny paca gat proves “JOMLAH UMLAHUNSUR UTAMA [oNsuRP=RNUANG [PURIANG TUGAS PENGAWAS SEKOLAH *% [ran sone daar sermarnstaya abaiog pension romatnapengaw sen sokah 1 [Ming serinernaarya, bapa 2 fare eater > [peraatasiotrior pecera Kou 2 [Merc degen clan paremvan tah ebage Janneta utr kegiatan onjangjabatan dlatasillbawah JUMILAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG “)dicoret yang tidak perl “4 Surat pernyetaen elt Panjang |v |CATATAN PEIABAT PENGUSUL FORMAT II-c. DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH UTAMA Masa penilaian bulan sesso « 0 ETERANGANPERORANGAN Name IN Ne enor Ska Fagan ep dan Tangaltir los tar 7 Pend yang telah cpeshtungkan Angka Kreiya 8 [PengiaGviogen Rueng TMT i 9 [aban Pengamas SeboltvToT I (osaten acm fee oo a aaa RTA vw) usRseueowemesin — [Tamera [we Tan | a A asian + Peon FR TE TTT ropes 2 | 8 [Serena Dpora Neng Pecan dn patton fungsoralcaln lrgawas seloh dan menperceh Surat Tanda Tenet |erccan can Palathan (STF [engi pancan can pita forgsnaloera [reper sural ara penton dan platen ism) 7 [aon eh da S60} 2 [aranya aire 41-80) 3 [aranya atora dat - BO 7 [arn aire Tot 80am 3 @ laranye areca 1-160 jan laranye ariwa 0-0 am “ARORA RET NRRL [UNSUR SUE UNSUR DAN BUTIRKEGIATAN TASTANSTPENGUSUL TM PEAT Tawa [aaa [SILA [PEIGAWASANAKADEM DAN MAWAJERAL 7 [Pevernan rere 1 fren orgram pongaw aan 2, [Reseanaan rogram 7 Irlssanakan pentiraan guru can tepaa sesh 7 |pariau pectsataan daapan Santayana 7 7 |relosanetan poison ar Gada pe seta © [Svavasirastpekisansanpepramperganasan Felataraton ovahes hesipesataan paren lpengewasan pda sells traan 7 |ranapate nari pablaanaan ogo pongewasan dthgsattabupteaprova [bir dan lan proves dn Ropaa 3 1 [enya proran parthtrgan den petan protesonal ga dan Kal Saicien IKKGMGMPNGE dan KHKSIMKIS can senna 7 [reiaksanetn pareinegen da pthan profesional gu dankoata olin 3 | etsanskon pornbhgan dan poaiian Kase sel dtm menyvaungogcan sel, eneana roa, penpawasen can evaluss\repenirpan set, can tem nforrasl gan mesjm=n Irergpvatasi nas pareirengan can poaihan profesional gu dental selon Inerbinbingpeegivas tosh muds anata 65 [peagewassekaah mee cat ethsonkan uges bokox sateen pavbioagen dan penton profesional gu can pal sell dam pecksanoon ponetan tndatan E | ctsaron as kapengnwasen cease etasaneen tines tepangavasand daeah yea wreencaau ebetangdaerah dengan tones! rusyaraht at yang terpeel caren poratasan dengan nega le. 69th yorgmegasrttencera stm banana sosal ala doen yang era a aceon crit or) [pevcawenncanPROFES! [eryosu arya sti daa tye rah org [pendian fermelpengaw aan 7 [ect arya wiser inh Clay pan fine peoanasen yong datas 2. ooambenuk blu yang ste btan don Sodan lesa nasorst , fooambentk rol rah yang ahaha Soh rant T [Moneys wiayaTaah eBarg penion fxmalengaw aan yang sk dpubachan T eanbenuKaw 1 |SsaRbETR maT RID yg URaTTeR ran unt TSURYANGDINEAT RRR RET MERORUT "0 {UNGUR, SUB LNSUR DAN BUTIRKEGIATAN NSTANSTPRNGUSUL TIM PELAL TAMA | BARD [vumcan] TAWA | BARU [SOMLAR| [Mesut arya tlhary bh bing peeitan fermatpengaw asanhas gagasan seni yang \eutitassan 5 eta ent a ang an dn aaron sscararastnst g, [aso bux rota Ta yang raROTIET [pepran st 7 |febat arya sary ah bana paralon txmatpengswasan hes gagatan sen yang cae lsetuastan > eon beraacbake Bar Denk aN WSR ae oT 5 | Wena stanpravaran Dep deasan, Tan [san ata uasan ih dang pena a [Pereneanpanyaciran taku den au arya rah sang pendtan orraipengaw ss 7 |ibrerprotianirenyecuien bau aang |pendidtan orrlpengaw san yang Spubiastan 3 [lambert yang dtesban can Sedan lsscoranosins! 5 eaten nat ih yan Sea oe [orphan int 7 |iiersrebiavnyacian baka eG lpendan loeedpengaw azan yang Sk (spun 3, |uambernaoae 5 |Sabaria eRS ah yang Sea GOR rohan unt 6. fentuat arya ovat 1 [rt tarya sah tinal ep guna Reese Konpias 2 tego Soeerana 2 [eciatan trya sent 2 [esegoitorpiets » feo cecerane Neng Fengatbngan Pnjasanan Sanaa, n, den ejenonre [Meng Kegan eajanuaan | stardauPedoran dan selena padsinglat astra | enghut Regan Fenjasunan | StadrPedoran dan selena pada ght g _ sowanuNsuR TAAL fo 1 [ONSURPENAUANG [PRRNJANG TUCKS PENOAWAS SECOLAN [ran evs dalam sormarifatarye bling periaion frmatapengew ator lash 1 [erga serinarstlarya,cboga a [easter [poser (NSURYANS GBULAT UiSUR, SUB UNSURDANEUTIRKEGIATAN ‘ANGKA RED MEURUT INSTANSIPENGUSUL Ta PALA TAWA | BARU [JUMLAH] LAWA | BARU [SUMLAR] z z is asa toe 2 [eras dees dt pertern nen sebapal a frou farogate 8. [Keanggotaan dlangerissi protest ~ Yer argon der orgarsesl pel pengawas sta tlonpc era pangawas, sebege Pengurs ai 2 [enggcta ait |keanggctan aan pesto agia eeatatan| ungsosal Peng Seoih [Wee angola in prt baan Fogsoral Pengawas Sich 1 aisanalan ogitan povalangrengew aren cekaah 7 [isaisanatan gas saga Keararaor Pega as Seti 7 | Mendapat ges trent, sobapa pana pada [a |rentintinglorbatonpotnsiclnpade rata fstiran can sjenisnya kad orb gutepaesolelipengawes [sein berprestas! E | eeatpenghorgosntanda ja 7 Yencapat cenghargeanarde sa as ronal hanya a ngttrasnainerasional by fat pron ght ktupatnta 2 [encapat penghargean Satya Lancara Kary Saya 2 [sepa hun » fava putin «: fig uu akan F,|Wenperlh geaiaah yang ak sesuaidengen bag yang angry 7 YDolareharratanfoners cause dala yang eek dh nogara 7 |Morpersion fazanpor yang ak cosa Gongan bidong ges a [PoorSpesis 2) b-[MesterSpoonto (82) ie |Seionatiporan (SH) La -JUMILAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah 1 2 3 JUMILAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG *) Dicoret yang tidak perlu LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK 1 Surat pernyataan mengiicuti pendidilan 2 Surat pernyataan melalcukan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 4 Surat pernyataan melalcukan kegiatan penunjang [[SMTATAN PEVABAT PENGUSUL Tons 2 Boece 7 4 dan seterusnya Gjabstan) (nama pejabat pengusul] NP: CATATAN ANGGOTA TIM PENILAT Steet 4 dan seterusnya {nama penital It) MP: CATATAN KETUA ‘TIM PENILAT Sie ettetatet 4 dan seteruenya “Ketua Tim Penilai | (nama| NP FORMAT III. SURAT PERNYATAAN ‘TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN ‘Yang bertandatangan di bawah ini : Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan re Unit Kerja menyatakan bahwa : Nama NP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit Kerja telah mengikuti pendidikan sebagai berikut : ogee Jara Jamiah_] Keterangani No | Uren Kegistan | Tangoal| Satuan | fine | Anka | “Anges | but ete a Kegiatan Kredit aaa Ta a eee ist Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atasan Langsung, NIP: FORMAT IV. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL Yang bertandatangen di bawah ini : Nama NIP ee Pangkat/golongan ee ruang/TMT Jabatan eee reer et Unit Kerja : : menyatakan bahwa : Nama NP : Pangkat/golongan : ruang/TMT Jabatan : Unit Kerja telah melakukan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial sebagai berikeut: Jumlah Tria Satuan ‘Angka Keterengan! No | Uraian Kegiatan | Tanggal Volume | Anoka | ‘angka 999! | “Hosil_| Kegiatan | Kredit | ‘Kreat_| Duet fisk [| ee TR Ae a OIn Rear S| ‘ ! z 3 ast Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, Atasan Langsung, MIP: .... FORMAT Vv. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertandatangan di bawah ini : Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan 5 Unit Kerja t menyatakan bahwa : Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabetan Unit Kerja telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai beriicut Sanh Sah Ratrangar Wo | Urn eg eitan | Tanga] satan ] Jemm | A | “Ange | uk ak cyan a at ERG) si ET | Bl : can , 3 Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atasan Langsung, FORMAT VI. SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS POKOK ‘Yang bertandatangan di bawah ini : Nama : NIP : Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit Kerja menyatakan bahwa : Nama NP ; Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit Kerja telah melakukan kegiatan penunjang tugas pokok sebagai berikut Tama] gag, | Samah | Keterangan] Volume ‘Angka | buktifisil Kegiaten | Kredit | Kredit No | Uraian Kegiatan | Tanggal | Satuan Hasil T a 1 2. 3. det Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atasan Langsung, NP: FORMAT vil. PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 / / 7 Masa Penilaian : NOMOR Instansi 1 | KBTERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri KARPEG | | 4 | Pangkat / Golongan Ruang / TMT ‘Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT | Masa kerja golongen Lama Bara 10 | Unit kerja 11 | PENETAPAN ANGKA KREDIT Lama | Baru | suMLAH 1 | UNSUR UTAMA I ‘A | Pendidikan 1) Mengikal pendidikan dan memperoleh gelar/ijazah 2) Pendidiken dan pelathhan fangsional ealon pengawas sekolah dan memperoleh Surat ‘Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatinan (STTPP) 9) Mengikutl pendidikan dan pelatihan fungsional serta memperoleh Surat Tanda ‘Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Bi | Pengawasan Alademik dan Manajerial ¢_| PengembanganProfesi Jumiah Unsur Utama 2 | UNSUR PENUNJANG Penunjang tugas Pengawas Sekolah Jumlah Unsur Penunjang JumiahUnsurUtama dan UnsurPenunjang i | DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN. jnseriseeef PANGKAT. 1 ASLI disampsikan dengan hormat kepada: Ditetapkan di Kepala BKN Up. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian Pada tanggal ‘TEMBUSAN disampaikan kepada: 1, Pengawas Sekolah yang bersangicitan; 2, Pimpinan Unit Kerja yang bersanglout: 9,Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan; 7 et 4, Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. NIP! sssssusesssssse FORMAT VII. SURAT PERINGATAN NOMOR : DARI KEPADA YTH ALAMAT, TANGGAL t Dengan ini memberitaiukan dengan hormat, bahwa : Nama NIP Pangkat/Gol. rung Jabatan Unit kerja, sampai dengan tanggal Surat Peringatan ini sudah menduduki jabatan ...... a ketentuan angka kredit yang ditentukan sejumlah se tahun 7 ‘etapi ‘belum memenubi 2, Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/I11/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tanggal 24 Maret 2011 diminta agar Saudara dapat memenuhi ketentuan angka kredit yang dipersyaratkan. 3. Apabila tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut di atas, maka Saudara akan dibebaskan sementara dari Pengawas Sekolah. 4. Demikian untuk dimaklumi dan harap perhatian Saudara sebagaimana mestinya, Ditetapkan di Tembusan : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangicutan: Pimpinan unit kerja Pengawas Sekolah yang bersangkutan; Kepala BKD Propinsi/BKD Kabupaten atau Kota atau Biro/ Bagian Kepegawaian instansi yang bersangkutan;*) Pejabat lain yang dipandang perlu. 4) Coret yang tidak peri Peer s FORMAT IX, KEPUTUSAN PRESIDEN/ MENTERI/ GUBERNUR/ BUPATI/ WALIKOTAY) NOMOR + ‘TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENGAWAS SEKOLAH ‘Menimbang Mengingat Menetapkan KESATU KEDUA KETIGA KEEMPAT KELIMA ‘Tembusan: 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; 2. Kepala BKN/Kantor Regional BEN yang bersangheutan) 23. Kepala BKD Propinsi/EKD Kabupaten atau Kota atau Biro/Bagian Kepegawalan inetanci yang bersangleatans) PRESIDEN/MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/ WALIKOTA, *} 8 Sabie SEUEAEE is NIP, cn, panakal/ gplongen rong "Yering mutal"tangeal..-dibebaskan sementara dari Jabatan Pengawas Sekolah Karena. “) b, bahwa untuk tertib administrasi_ dan menjamin _ kualites piplepionalieme, Pegawai "Negeri Sipil dalam jabatan | Pengawas kolah, dipandang perlu untuk membebaskan sementara Pegawai Negeri Sipil yang bersanglaatan dari jabaten Pengawas Sekolah; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014; Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 ‘Tahun 2014; Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 sebagaimana telah djubah dengan. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014; Peraturan Pemerintah Nomer 16 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010; Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009; Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010; 7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/Ill/PB/2011 dan Nomor 6 tahun. ssp e 2011; ‘MEMUTUSKAN : Terhitung mulai tanggal soneuneutennenneenes “membebaskan sementara Pegawai Negeri Sipil : a. Nama b. NIP ©. Pangkat/golongan ruang/TMT d. Unit kerja Dari jabatan dengan angica lxredit sebesar fe dengan angka dan buna, jaudara....... dapat diangkat kembali dalam jabatan....... apabila telah publia'ermuldlan fal eeayate terdapat Wekeclinan dalam kepultsaa tal akan diadakan perbaikan dan perhitungan Kembali sebagaimana mestinya. Asli Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil_ yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahken sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada Tanggal : 4. Kepala Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara atau Kepsla MP, Ero/Bagian Keuangan Daerah yang bersangicwan] 5, Pelabat yang berwenang menetaplan Angia Kredit 6. Pejabat instansi ain yang berkepentingsm: ‘sh coret yang tidak per, “| Alasan pembebasan sementara 7) Difsi apabile ada penambaban diktum yang diangsap pera FORMAT X. KEPUTUSAN PRESIDEN / MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA") NOMOR #....0 ‘TENTANG PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENGAWAS SEKOLAH. PRESIDEN/MENTERI/ GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA,’ Menimbang : a. bahwa sebagaimana Pasal 35 Peraturan Menteri_ Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angie Kreditya, dlpandang perl untuk mengangkat kembalt Satidara ......s.r. dalam jabatan Pengawas Selcolah ..... Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 ‘Tahun 2014; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 sebagaimana telah diubah denganPeraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 sebagaimana telah Giubah dengan, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 ‘Tahun 2009; 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010; 7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional den Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011 dan Nomor 6 tahun Se MEMUTOSKAN Monctapkan + KESATU + Terhitung mulai tanggal sossssssswss 5 ssese sssssnsssnssssssnsvesessensensenessensnnesnententes Rangeela kona Pega ge ii a oy oN 2 Banaa/gatongan Be xepua Beh Jo RGEMoaT | ayaa Yoana Has apa tcdapa Haka da ain akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana nelle xeuma —; RGR Putasan int disampaikan kepada. Pegavai. Negeri Sil) yang teangltan ntl ltctar Scan altlaitan Sebagninae esti Ditetapan di TT rendian dan ecnea: Lr eg mages) Ped ange oc 3. Kepala BED Propinsi/EKD Kabupaten atau Kota atau Bio/Bagian Kepegawalan instanel yang bersanghewtans") 4. Kepala Kentor Perbendaharaan dari Kas Negara atat Kepala BBiro/Bagian Keuangan Daerah yang bersangicatan; ‘5. Pejabat yang berwenang menetapkan Angla Kredi 6. Pejabat instansi Jain yang berkepentingan 4 Coret yang tidak peri. | Alasan peaibebasan sementara NP. ‘| Dili apabila ade penambahan diktum yang diangeap pera FORMAT XI, KEPUTUSAN PRESIDEN/ MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/ WALIKOTAY) TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENGAWAS SEKOLAH, KARENA DIJATUHI HUKUMAN DISIPLIN TINGKAT BERAT DAN TELAH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP / ‘TIDAK DAPAT MENGUMPULKAN ANGKA KREDIT YANG DITENTUKAN *) PRESIDEN /MENTERI GUBERNUR/BUPATI/ WALIKOTA*) Menimbang : 1. bahwa Saudars.... ej ... pangkat/golongan mang... . telah dijatuhi hulcaman disiplin tingkat berat berdasarkan ceputusan pejabat berwenang Nomor....... tanggal. dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angica kredit dalam jangka waktu 1 (satu) sejak dibebaskan sementara‘); bahwa untuk tertib administrasi dan menjamin _ kualitas profesionalisme Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Pengawas Sekolah, dipandang perlu memberhentikan Pegawai Negeri Sipil vyang bersangkuutan dari jabatan Pengawas Sekolah. Menginget ©: 1. _Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 ‘Tabun 2014; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 sebagaimana telah diubah dengan, Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2014; 4, Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 sebagaimana telah diubah dengan. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah dengan. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010; 8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nornor 01/11I/PB/2011 dan Nomor 6 tahun 2011 MEMUTUSKAN : Menetapkan PERTAMA Terhitung mulai tanggal ...)..0s00+ memberhentikan dengan hormat dari jabatan Pengawas Sekolah: a. Nama b. NIP © Pangkat/golongan raang/TMT d Unit kerja KeDUA: *) KETIGA —¢ Apabila kemudian hari temyata terdapat Kekeliruan dalam ieputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungen kembali sebagaimena mestinys. KEEMPAT + Asli Keputusan ini disampaikan kepada Pegswai Negeri Sipil yang bbersangiutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya, Tembusen: Ditetapkan di: scene Mente Pendidiean dan Kebudsyaan: Pada Panggal vances 2. Kepsla BKN/Kantor Regional BKN yang bersangicutan;") 8. Kepala BRD Propinsi/BKD Kabupaten ateu Kota atau Diro/Bagian Kepegawaien instansl yang bersanglastan" 4. Kepala Kantor Ferbendaharaan dan Kas Neyara ata Kepall ‘Biro/Bagian Keuangan Daerah Yang bersanglestan*| 5. Fejabet yang berwenang menetapkan Angka Kredi 6. Pejabatinstansi lain yang berkepentingan; *) Coret yang tidak pers inten pembebssan sementara, MP. FORMAT Xn. DAFTAR USUL PENBTAPAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH. NOMI ‘YANG BELUM MEMILIKI IJAZAH $1/DIV see Masa penilaian bulan .. ETERANGANPERORANGAN Nama Nip Ne Nor Se Kart Pega eat dan Tanga Latir eri Ketan Fenian yer lh eperttungan Angta Kroc 6 [Paaongen eget 9 [isn rans Sahat 10 [esa Kea Goong ama Bau Tt [sis Pero Ssh 1 [tre TRAUMA Rea RET HEIR vo] usu sua nsuRoANEUTRESATAN TETAS PBELL Ta FSW Tata [ an [atc] TAWA sand [ saa 7 z sorta 1 URUTARA + Pena A oan ral dan wep TEA + fossa 2 [peoree 2 [osoren Nota Pekan dn pean ngs calon lpncawes soils dan mrerooh Sua Tanta Tara [enccton don Peloton (STIFF) (sm [Negi penditan dan plat ungsioal seria Inenperl surat ands tame penen dan plthan 1 Pisrnya eth dam [ararya nara At -280)am [erorya ara “8t-6#0am [amanya atra #1 -160,am 2 3 4 faranya atara 161-280} 5 3 faranya aire 30 @0jam TREUR YANG DNLAT ‘ARGRA KET MRT LYSUR, SUB UNSURDAN BUTIRKEGIATAN INSTAR PENOUSUL TM PENAL Tawa [ anu [ouCAn] CaWA | eam [sume Ee BEER BO NEP [PeNGAWASAN AKADEMIKOANMANAJERAL 1 [Remsen pyar 1 [renyusungrogrampangawasan 3 [ftaaraan progam 1. Jpettsanetan pontine gow 7 |rearian pobvaaraan Handa wana pone, [stands eats lesan, stander penn 5 racissnaian prison era go | rabesinae pastennoan program perganaran 7 [sbiaanaian avaliaa Ras poms oS pengaw acon pea sel tinaan 1D [Mentinting dan extn eoasona! oxy 7 Jrenysun param pavehrgan dar peainan [protesonal eu chKKGGHPIAGP dan seeeya Jrsaisnaian povoibogan Gan pan rofosinal gue 7 |rengorauasi nasi parbiongan dan feather protestenal qua [Pusksanean as pengawesan d deer thusus 7 Yissisarson ogo pongawsvand Gera yang lorpenc tau erbestarg, caerah dong tons rasyarsat cat yang wrpncil dara perbatason Joengan negara an doer yang erga beeara ar tencara sos, tu daeran yang berada cla) {OKLA JPaNGaABANGANPROFESI yan cya rah daria try ah aban pereitan ermpengaw aan 7 Piva aya uray nah bang endERaN lrmapennaw asanyana épatastan a [esate bata yang drbtan din ean ata rasoal besa teresa tan yang lei freran unt T [enbut arya tary ria dan pan fmatpengaw san yong sk Spubiaslon eta erat sateen ah yar SneR OER lpronen unt a [ecratpangaw asonhasigagasn seriiyang sursassen a [ola beh ka yng eorten can dara (aa bonxralahiibh yang okaORGER pipian une [bt arya say iia dag poneaon Irraipensew santas gogzan sed yang dak (aouthastan a [sami [eta bestck alah ih yang aathulcoh beenan unit S {RELA YANG ONAL ANGI KREDIT MEURUT no ‘URSUR, SUBUNSUR DAN BUTIRKEGIATAN STAN PENGUSUL TM PERL Tawa | eanu [JuMLAn| LAMA | BARU _[SUmLAR] z z Fe ETE ee eee 5 Mexyarpatanpraseran erp gogo trisuen, ean au lsan inh tang peetchan {ovmaibergaw asan clam petonuan irish | Pafenatanperyadiran buku dan ala arya Fah a ong peniftan omelipegaw ase 7 aneneanvanirenyeioran bk eT baara [pentian forraipengaw san yargcouoiaskan [dose ka yong deiton den ddan B ooamibonuk allt ah yang CaF SSR iran 7 beaneiawianyadsvan bik GoD Insc trmatpengawesan yan ok sewn a, abe Doe | dlmonaknokaah is yong GROTON pnpnan unt 6 imnbat ara hort 7 [bat ara sor eg spa gore a tage Kos [tego Seder 2 [natn tanya corh « [Raegoiarei bs fetegosecenera 7 | Weng Peagerbangan Fenjusunan Sundar, lvcoraa, dan eoerionya [Regia Rogitan Fenyosinan | tandaPecoman can selena pads inghat Benga Regan Penvosunan StandarPecoman dan seelryapads that bows RAH E amuaivemimiua fe | pe 1 fonsuR PeaaUANG /PERONIANG TUGAS PENGAWAS SEKOLAH [a ee saa tam senmarioarya bang NGROA [fecrattapergenasansetooh 1 [ena sarnarfoatarya, sap Ins surber [perborate [reser 2 Jerid eae dtm poten brah saga fe ket [angie 8. Rewagioon damorgansal tert ~ Juedangetadtamorgancasi Toe ponganse [sau elorpok era pngen ae, sebegal: 7 [eerauna eosta sit UNSUR YANG DNILAL ‘ANA RREDT MENURUT 80 UNSUR, SUB UNSURDAN BUTIRKEGITAN TNSTANS PENGUSUL TM PENLAL AWA | BARU [auwLan] LaMa ] BAaRv [JoMLAR| i z a SL [Renggcean lant en angla ed bln ungsonal engawas Sesh ~ [Merja angola Up ten ongsinad [Fengawas Seah Tr [eesanetan ata perdu pngawasan sel 7 | eaisenotan igs setegs Kooi Fangawas Sela 2 | Mendaat ges eet, sebege pnt paca a [rbiingnbatonples onion pearen dn seenisya ib [pa orb guukeplaseloahpargawas seth berprestas E [enanat gengtargeantanta sa 7 Yiendanat penghargantanda saat rests) aya 2 [tingle nasionalinterasional b nga proves [ing atuptekta 2 | Mendepat penghargaen Setya Lancane Karya Satya a fsepi ihn [a puta [ge phen F.|Menperoieh gaze yang ak ses dengan erg yang danprya Diora aia dabagayang sare llega 2 JNamperoh nzatigoar yang eat sesus dengan [iang esa a [Poterpesis 2 (83) > [apes (| Ssienatipona (Si) Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah 1 2 -JUMLAH UNSUR UTAWA DAN UNSUR PENUNJANG *YDicoret yang tidak periu Il LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK 1. Surat pernyataan mengikuti pendidikan 2 Surat pernyataan melalcakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial 3 Surat pernyataan melakculan kegiatan |" pengembangan profesi 4 Surat pernyataan melakuken kegiatan penunjang See tetts 4 dan seterusnya abate} (nama pejabat pengusull NIP \V.| CATATAN ANGGOTA TIM PENILAT 1 3 4 dan seterusnya {nama penilait) WP: (nama penilai IL NIP: Vi | CATATAN KETUA TIM PENILAT To ssesestssse 2 4 dan seterusnya Ketua Tim Penilai (name) NPY FORMAT XIII A. PROGRAM PENGAWASAN Penyusunan Program pengawasan sekolah merupakan Kegiatan menyusun pedoman pelaksanaan tugas pokok setiap pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial pada sekolah binaan meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut secara terarah, terencana dan berkesinambungan berdasarkan hasil evaluasi yang komprehensif sekolah/madrasah pada tahun pelajaran sebelumnya Ruang Lingleup Program pengawasan terdiri dari: 1, program pengawasan tahunan terdiri dari program pembinaan guru dan/atau Kepala sekolah, program pemantavan pelaksanaan SNP, program penilaian kinerja guru dan/atau Kepala sekolab, program pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru dan/atau: kepala sekolah; 2. program semester yang merupakan bagian dari program talunan; 3. RPA/RPM/RPBK; 4. lampiran-lampiran yang diperlukan untuk melaksanakan pengewasan strumen supervisi akademik/ mangjerial dan cara pengolahan hasil supervisi). ‘SISTEMATIXA PROGRAM PENGAWASAN SEKOLAH 1, PROGRAM TAHUNAN Sistematika penyusunan program tahunan pengawas sekolah adalah sebagai beriicut: HALAMAN JUDUL/COVER HALAMAN PENGESAHAN 1. Nama Pengawas 2. Jenjang Pengawasan 3. NIP Pangket/Golongan 5. NUPTK 6. Jenis Kelamin 7. Tempat/tgl lahir 8 9 i Pendidikan Terahir Pangkat/Jabatan 0. Jumlah Sekolah binaan Disahken oleh Koordinator Pengawas (Korwas) dan diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabaupaten/Kota. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tandasan Hulum . Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan Sasaran dan Strategi Pengawasan ‘Alur Kegiatan Pengawasan Ruang Lingkup Pengawasan ‘Tujuan dan Manfaat Program Pengawasan Sompepe BABII EVALUASI_HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA 1. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnys) 2. Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun scbelumnya) dan Tindak Lanjut, Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusun Program Pengawasan Format 1: Identifikasi Hasil Pengawasan Tahun Sebelumnya Pada Sekolah Binaan Wo Program Tapek] | Target Has] Recenjangan | Aerial | Reterangan Mater! | pencapatan | yang Pemecahen | (Nama spenist dlcapai Maselas | Sekolah ftindak | Binaan} Janjut ) Fembinaan Cure ‘Fembinaan Kepala Selcolah 3, | Pemantauan t Pelaksanaan SNP. | Penilaian Kinerja cura S| Penilaian Tanerja Kepala selcolah © | Pembimbingan an Pelatihan guru 7) Pembimnbingan ddan pelatihan kepala sekolah FORMAT 2: CONTOH FORMAT BVALUASI DAN TINDAK LANJUT HASIL PEMBINAAN GURU/KEPALA SEKOLAH We] Aepek] | Kegatan | Sasaran [Target | __Weiode ambatan | Ketercapa | Tindale Mater} Ketereapaion, an | lanjut Keterangan: ‘Evahiasi Hasil Pelakeansan Program Pembinaan Gur dan Kepala Sekolah memenuhi 1." Aspe bers materi pembinaan guru dan kop eka ‘Materi pembinaan guru yang dievaluasi diarahkan pada dimensi kompetensi pedagogic dan profesional, seperti egiatan merencanakean, melakeanalcan dan menilai hasil pembelajaran. . Materi pembinaan kepala sekolah yang dievaluasi diarahkan pada dimensi lompetensi ‘manajerial dan supervisi. Kegiatan berisi uralan kegiatan pembinaan guru dan kepala sekolah. Sasaran diisi cengan jumlah guru dan kepala sekolah yang dibina, ‘Target diisi dengan persentase jumlah gura dan kepala seolah yang dibina. Metode berisi beragam cara yang sesvai dengan jens kegiatan pembinaan. Hambatan ijsi dengan kendala yang ditemui di lapangan celama melakuken pembinaan. $etrcapalan dis dengan pesentaetingkatkeberneianjrlah gu dan Keplaseelah yang ‘Keslmpulan dlis! dengan hasil evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan kepalasckolah yang meningkat ‘Tindal lanjut hasil evaluasi pembinaan guru dankepala sekolah ditulis secara tepat. Misalnya melalui konsultasi, diskusi, pemberian contoh, dileat, dan lainnya. BAB III PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN SEKOLAH Program tahunan pengawasan sekolah terkait langsung dengan sasaran kepala sekolah dan guru binaan yang terdiri dari uraian kegiatan: ‘a. Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sckolah b. Pemantauan Pelaksanaan SNP ©. Penilaian Kinerja Gura dan/atau Kepala Sekolah 4. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan/atau Kepela Sekolah Format : Program Tahunan Fengawasan ‘No ] Program Supariat | Uraian Kogan (Pembinaan/Pemantauan Pelatsanaan | Targetyang | Keterangen ‘Akademikedan | SNP/Penilsian Kinero /Pembimbingen dan Poatinan | Oiharapkan | (Nama Sekolah Manajril Profeslonalisme guru dan/atau Kepala Sekolah) Binaan) i 2 a ast BAB IV PROGRAM SEMESTER PENGAWASAN SEKOLAH Program semester pengawasan sekolah merupakan bagian dari program tahunan yang tidak terpisah satu sama lain, terdiri dari program pengawasan semester I dan semester Il, sehingga program semester merupakan lanjutan dari BAB Ill Program Tahunan. Setiap pengawas sekolah harus membuat program semester pengawasan akademik dan menajerial untuk setiap sekolah binaan, Format sistematika program semester untuk etiap sekolah binaan adalah sebagai berileat. 1. IDENTITAS SEKOLAH Sekolah /Madrasah Kepala Sekolah Alamat Sekolah Semester Tahun Pelajaran 2, VISI DAN MISI SEKOLAH BINAAN, 3, IDENTIFIKASI MASALAK, 4. FORMAT 4: PROGRAM SEMESTER PELAKGANAAN SUPERVISI AKADEMIK DAN MANAJERIAL Wa] AapeR/Mater | Tujuen | Sasavan | Target] Tndlkator | Metode | Tadwal(waktu | Pengawasan Keberhasilan | Keberhasian | Kerja | dan tempat) | T z - ee Mengetahui Pengawas Sekolah KORWAS NIP NP. BAB V_RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) DAN RENCANA PENGAWASAN ‘MANAJERIAL(RPM) A. Rencana Pengawasan Akademik (RPA) Rencana Pengawasan Akademik (RPA) merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas sekolah sctiap minggu dengan sasaran guru mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran secara individu maupun kelompok (KKG/MGMP) pada setiap guru binaan melalui pembinaan, pendampingan dan supervisi klinis, serta pembimbingan dan pelatihan guru dil sesuai dengan kompetensi dan tugas pokok guru yang merupakan ureian kegiatan dalam aspek/materi program ‘semester pengawasan, Aspe pengawasan akademile meliputi pembinsan /penilaian/pembimbingan dan pelatihan guru adalah dalam hal berikcut. 1, Merencanakan pembelajaran a. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan usileakim/silabus dan memperhatikan kerakteristik peserta didi b, Guru menyusun bahan ajar secara runtut, logis, kontekstual, dan mutakhir c. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif ¢. Guru memilih sumber belajar/media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi Pembelajaran, 2. Melaksanakan Pembelajaran a. Guru memulai pembelajaran dengan efektif b. Guru menguasai materi pembelajaran c. Guru menerapkan pendekatan/strategt pembelajaran yang efektit d. Guru memanfaatkan sumber belajar/media dalam pembelajaran €. Guru memotivasi dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran £ Guru menggunalan bahasa yang benar den tepat dalam pembelajaran g. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efeletif. 3. Menilai Hasil Pembetajaran a, Guru merancang alat evaluasi untuk mengulur kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didi b. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuandan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP ¢. Guru memanfaatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan bbalik bagi peserta didik tentang kemajuan belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya B, Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) merupakan kegiatan supervisi tatap muka pengawas sekolah/madrassh dengan kepala sekolah binaan secara individu maupun kelompok (MKKS) melalui pembinaan, pendampingan, Focus Group Discussion (FGD), Benchmarking dil sesuai dengan tugas pokok dan Kompetensi yang harus dimilid olch kepala sekolah. Aspe pengawasan manajerial meliputi pembinaan/penilaian/pembimbingan dan pelatinan kepala sekolah/macrasah diantaranya: 1, Perencanaan Sekolah/Madrasah a. Sekolah/madrasah menyusun rencana Kerja jangka menengah yang mengacu peda viei, misi, dan tujuan celcolah. b, Sekolah/Madrasah menyusun rencana Kerja tahunan yang memuat ketentuan-Ketentuan peserta didik dan alumni, KTSP, kalender pendidikan, dan program pembelajaran, pendididik dan tenaga Kependidikan, sarana dan prasarana, budaya dan suasana pembelajaran sekolah/madrasah, peran serta masyarakat dan kemitraan serta akreditasi.

Anda mungkin juga menyukai