Anda di halaman 1dari 10
ANALISIS BORAKS PADA SAMPLE MAKANAN DENGAN UJI WARNA PADA KERTAS TUMERIK Oleh : Dra. NENDEN SUMARTINI,
ANALISIS BORAKS PADA SAMPLE
MAKANAN DENGAN UJI WARNA
PADA KERTAS TUMERIK
Oleh :
Dra. NENDEN SUMARTINI, M.PKim

Boraks

Boraks merupakan senyawa kimia dengan rumus natrium tetraborat, berbentuk kristal lunak dengan pH = 9,5. Boraks merupakan senyawa kimia antara natrium hidroksida serta asam borat. Dalam industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptic kayu dan pengontrol kecoa.

Secara bahasa jawa, boraks dikenal sebagai bleng. Bleng adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan makanan tradisional seperti karak dan gendar. Sinonimnya yaitu natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat.

Struktur molekul boraks adalah dari menyambungkan BO2(OH) BO3(OH) dan segi tiga bidang empat yang terikat ke rantai dari bidang delapan air dan sodium. Boraks memiliki beberapa karakteristik:

• Warna adalah putih jernih • Kilau seperti kaca • Kristal transparan (tembus cahaya) • System hablur adalah monoklin • Perpecahan sempurna di satu arah • Warna lapisan putih • Mineral yang sejenis adalah kalsit, halit, hanksite, colemanite, ulexite dan garam asam borat.

Manfaat Boraks

Boraks biasanya digunakan oleh industri farmasi sebagai ramuan obat misalnya salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut dan obat pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptic kayu.

Boraks ini banyak disalahgunakan oleh manusia sehingga menimbulkan bahaya. Boraks banyak disalahgunakan untuk pembuatan mie basah, lontong, bakso, kerupuk dan gendar. Boraks apabila terdapat pada makanan maka dalam jangka waktu lama akan terjadi penumpukan pada otak, hati, lemak dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah banyak dapat menyebabkan demam, depresi, kerusakan ginjal, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma bahkan kematian.

Bahaya boraks dapat diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lender. Dapat memberikan efek toksik. Pengaruhnya terhadap kesehatan:

a. Tanda dan gejala akut Muntah, diare, merah di lender, konvulsi dan dispersi SSP (Susunan Syaraf Pusat) b. Tanda dan gejala kronis Nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, gangguan SSP, bingung dan bodoh, anemia, rambut rontok dan kanker.

Boraks

Boraks merupakan garam natrium Na2B4O7.10H2O serta asam borat yang tidak merupakan kategori bahan tambahan pangan food grade, biasanya digunakan dalam industri nonpangan seperti industri kertas, gelas, keramik, kayu, dan produk antiseptik toilet (Didinkaem, 2007).

Boraks merupanakan racun bagi semua sel. Pengaruh terhadap organ tubuh tergantung konsentrasi yang dicapai dalam organ tubuh. Karena kadar tertinggi tercapai pada waktu diekskresi maka ginjal merupakan organ yang paling terpengaruh dibandingkan dengan organ lainnya. Dosis fatal boraks antara 0,1 – 0,5 g/kg berat badan (Cahyo, 2006).

Boraks ditambahkan ke dalam makanan untuk memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus. Bakso mengandung boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yang mengandung boraks sangat renyah dan disukai dan tahan lama (Anonim, 2009).

Boraks termasuk kelompok mineral borat yang merupakan senyawa kimia alami yang tersusun dari atom boron (B) yang merupakan logam berat dan oksigen (O). Boraks sudah lama digunakan oleh masyarakat dan industri kecil dari pangan seperti gendar, kerupuk, mie dan bakso. Boraks secara lokal dikenal sebagai air bleng, atau cetitet, garam bleng atau pijer. Boraks sebetulnya sudah dilarang penggunaannya oleh pemerintah sejak juli 1978 dan diperkuat lagi dengan SK Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/Per/IX/1988 (Winarno,

1997).

Boraks

Asam borat merupakan asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis. Baik boraks ataupun asam borat memiliki khasiat antiseptika (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu (Khamid, 2006).

Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Vepriati, 2007).

Ciri-ci makanan yang mengandung boraks

Bakso :

• Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks • Bila digigit akan kembali ke bentuk semula • Tahan lama dan awet beberapa hari.

• Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di semua bagian baik di pinggir maupun di tengah.

• Bau terasa tidak alami ada bau lain yang muncul. • Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bengkel. Gula merah:

• Sangat keras dan susah dibelah • Terlihat butiran mengkilap di bagian dalam

Ciri-ci makanan yang mengandung boraks

Lontong:

• Teksturnya sangat kenyal • Dapat memberikan rasa getir Kerupuk:

• Teksturnya sangat renyah • Dapat memberikan rasa getir

Akibat pemakaian boraks

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif.

Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian. Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan berikut ini:

karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk) mi, lontong, sebagai

Prosedur Kerja

Kertas tumerik adalah kertas saling yang dicelupkan ke dalam larutan tumerik (kunyit), yang digunakan untuk mengidentifikasi asam borat !. Ambil beberapa potong kunyit ukuran sedang 2. Tumbuk kunyit dan saring sehingga dihasilkan cairan kunyit yang berwarna kuning. 3. Celupkan kertas saring ke dalam cairan kunyit tersebut dan keringkan. 4. Hasil dari proses tersebut dinamakan KERTAS TUMERIK, yang selanjutnya berfungsi sebagai control positif terhadap boraks dengan cara

membuat larutan boraks (memasukkan satu sendok teh boraks ke dalam

gelas kimia yang berisi air, aduk

Teteskan larutan boraks pada kertas t

.. tumerik yang sudah kering dan amati perubahan warna pada kertas tumerik

5. Tumbuk sample makanan yang akan diuji dan beri sedikit air. Teteskan cairan dari ekstrak makanan yang akan diuji pada kertas tumerik Apabila warnanya sama dengan kertas tumerik control positif maka bahan makanan tersebut mengandung boraks

Sekian

Terima Kasih