Anda di halaman 1dari 55

MALARIA TROPIKA DENGAN

PENYULIT
Disusun oleh :

THYRISTER NINA ASARYA .S


FAA 111 0046

Pembimbing :

dr. Afrizal Noer, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK DAN REMAJA RSUD dr


DORIS SYLVANUS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2015

Kapita Selekta Kedokteran,2014.

2
Malaria Tropika P.falciparum malaria berat
Terapi yang tepat dan cepat mengurangi mortalitas
Di dunia 300-500 juta penderita malaria 1 juta
diantaranya meninggal dunia
Indonesia 15 juta kasus malaria dengan 38.000
kematian/tahun

Malaria akut/kronik disebabkan protozoa genus


Plasmodium

PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS
IDENTITAS

Nama
: An. PM
Umur
: 2 tahun 9 bulan /12 kg
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat
: Jl. . Rajawali V
Tgl MRS/pukul : 17-2-2015/23.30 WIB
3

..IDENTITAS
Ayah (Kandung)

Ibu (Kandung)

Nama : Tn. H (38 tahun)

Nama : Ny. E (38 tahun)

Pendidikan : D2

Pendidikan : D3

Pekerjaan : PNS

Pekerjaan : PNS

Alamat : Jl. Rajawali V

Alamat : Jl. Rajawali V

ANAMNESIS

Alloanamnesis dengan orangtua kandung (ibu dan ayah)


pasien pada tanggal 20 Februari 2015, pukul 15.00 WIB
Keluhan Utama : Demam berkepanjangan

Riwayat Penyakit Sekarang


- Demam sejak 3 minggu SMRS
- Sakit kepala, menggigil dan keringat tinggi (+)
- Batuk berdahak dan pilek + 1 minggu SMRS, riw. kontak TB,
riw.alergi (-)
- Mencret 10 hari SMRS, frek 3x selama 2 hari sebanyak +
aqua gelas. Sekarang (-)
- Nafsu makan menurun
- BAB/BAK nomal
5
- Pasien lebih lama di tempat penitipan anak

..ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu
o Pasien memiliki riwayat mencret usia 2 harri, ISPA
usia 2 bulan dan demam Tifoid usia 8 bulan
Riwayat Penyakit Keluarga
o Ibu kandung pasien memiliki riw. demam Tifoid + 3
tahun lalu

RIWAYAT PASIEN
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
o ANC(+), persalinan sectio caesaria
Riwayat Perkembangan
o Saat ini pasien sudah dapat berjalan,berlari,belajar
menulis,berbicara lancar,bermain,bersosialisasi dan
berinteraksi dengan teman sebaya
Riwayat Imunisasi
o Imunisasi lengkap sesuai jadwal

..RIWAYAT PASIEN
Riwayat Pemberian Makanan
o ASI+ susu formula semau anak 0 hari 6 bulan
o Susu formula+ bubur saring +biskuit lembek+sari
buah 7 bulan 2 tahun
o Nasi lembek+susu formula+biskuit+buah > 2 tahun
sampai sekarang
Riwayat Keluarga
Ayah, Ibu dan saudara pasien dalam keadaan sehat.
Ibu pasien memiliki riw. demam Tifoid
Kakak pasien memiliki riw.muntaber

..RIWAYAT PASIEN
Riwayat Sosial Lingkungan
o Pasien tinggal dirumah bersama keluarga, tetapi lebih
lama berada di tempat penitipan anak
o Ukuran rumah beton 4x6 m, 1 kamar, 1 kamar mandi
o Minum menggunakan air hitachi yang direbus dahulu
o Lingkungan sekitar rumah terdapat banyak
pepohonan, rerumputan dan jalan berlubang berisi air
o Riw.tempat tinggal sebelumnya di perkebunan, rumah
terbuat dari kayu , sekitar rumah digenangi sungai,
jaraknya m diatas sungai
9

PEMERIKSAAN FISIK
KU : TSS
BB : 12 kg

KES : CM
TB : 89 cm

Tanda Vital
TD: 110/60 mmHg
N : 110 kali/menit, reguler, isi dan tegangan
cukup
RR: 28 kali/menit, reguler, kedalaman cukup
S : 36,70 C
10

..PEMERIKSAAN FISIK

Kulit
Sawo matang, sianosis (-), hemangiom (-), turgor
cepat kembali, kelembaban cukup, pucat (-),
purpura palpable (-)
Kepala
Mesocephal, UUB dan UUK sudah menutup.
Rambut hitam, tipis, distribusi merata, tidak
mudah dicabut
11

..PEMERIKSAAN FISIK

Mata
Edema palpebra -/-, alis dan bulu mata tidak mudah
tercabut, konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-,
produksi air mata cukup, pupil diameter 3 mm x 3mm,
reflex cahaya +/+, kornea jernih
Hidung
Simetris, pernapasan cuping hidung (-), epistaksis (-),
sekret +/+ minimal
Telinga : Simetris, kartilago tebal, serumen +/+
minimal, nyeri (-)

12

..PEMERIKSAAN FISIK

Mulut
Simetris, bibir tidak kering, gusi tidak mudah berdarah, gigi geligi
normal, lidah tidak kotor, warna merah muda, Typhoid tongue (-)
Tenggorokan
Faring hiperemis (+), edema (-), pseudomembran (-) Tonsil T1-T1
tidak hiperemis
Leher
Vena jugulari teraba pulsasinya dan tekanan tidak meningkat
(normal), pembesaran kelenjar leher tidak ditemukan,
pembesaran KGB (-), kaku kuduk (-), massa (-)

13

..PEMERIKSAAN FISIK
Thoraks : Simetris
Paru
Simetris, retraksi (-), ketinggalan gerak (-), pernapasan
torakoabdominal, fremitus fokal normal simetris, sonor di semua
lapang paru, suara napas dasar vesikuler normal +/+, rhonkhi -/-,
wheezing -/

Jantung
Ictus cordis tidak terlihat, teraba di ICS V linea midclavicularis
sinistra.
Batas kanan atas ICS II linea parasternalis dextra
Batas kanan bawah ICS IV linea parasternalis dextra
Batas kiri atas ICS II linea parasternalis sinistra
Batas bawah ICS IV linea midclavicula sinistra
14
Suara dasar S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)

..PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen
Datar, supel, nyeri tekan (-), hepar lien tidak teraba
membesar, ginjal ballotemen (-), massa (-), timpani,
asites (-), bising usus (+) normal, turgor cepat
kembali
Ekstremitas Atas
Akral hangat +/+, edema -/-, CRT <2
Ekstremitas Bawah
Akral hangat +/+, edema -/-, CRT <2

15

..PEMERIKSAAN FISIK

Genitalia
Laki-laki, fimosis (-), OUE hiperemis (-), tidak ada kelainan
Anus
Eritema natum (-)
Status Neurologis
Pada keempat ekstremitas gerakan aktif, tonus baik, kekuatan
cukup, eutrofi, eutonus, klonus (-), refleks fisiologis (+), refleks
patologis (-), sensorik normal dan tand meningeal (-) dikedua
ekstremitas bawah.

16

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil laboratorium tanggal 17/02/15
Darah lengkap :
o LED 45/jam, Hb 10,5 g/dl, Ht 29,3%, Leukosit
29.000/uL, Trombosit 277.000/ uL, Eritrosit : 4,29. 10 6/
uL, MCV 68,3 FL, MCH 24,4 pq, MCHC : 35,8 g/dl
Hitung jenis :
o Eosinofil 1%, Basofil 0%, Batang 3%, Segmen 56%,
Limfosit 31%, Monosit 9%
17

...PEMERIKSAAN PENUNJANG
Malaria (RDT) : (+) P.falciparum
Kimia Klinik : SGOT 20 mg/dl, SGPT 19 mg/dl
Imunoserologi : Tubex Test (+)

18

RESUME
Nama : An. PM
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 2 tahun 9 bulan
BB: 12 kg, TB:89 cm
Keluhan utama : Demam berkepanjangan
Uraian :
Demam
Mendadak

Menggigil (+)

Kejang (-)

Tanda
perdarahan
(-)

Makin tinggi

Keringat dingin (+)

Riw.kejang
(-)

Tanda kearah
DBD (-)

Sakit

Riw.bertempat tinggal
di wilayah endemis
malaria (+)

Riw.trauma
(-)

Tanda

kepala (+)

kearah ISK
(-)

19

..RESUME
Batuk
Berdahak (+)

Pilek (+)

Riw.alergi (-)

Faktor pemicu
(-)

Lendir jernih
(+)

Kambuh-kambuhan (-)

Dipengaruhi
waktu (-)

Darah (-)

Riw.kontak

Suara parau (-)

Dipengaruhi
posisi(-)

Sesak (-)

TB ditempat
tinggal

terdahulu

20

..RESUME
Mencret
Frekuensi 3x

Konsistensi lembek
Air > ampas

Darah (-)

Onset 2 hari

Berbau asam

Menyemprot (-)

Jumlah aqua

Lendir (-)

Mencret (-) SMRS

gelas

21

DIAGNOSIS BANDING
Malaria Tropika
Malaria
Malaria
Tertiana/ Vivax

Demam

Demam Tifoid
NonMalaria

Demam Dengue
Demam Berdarah
ISK
Rhinofaringitis

22

..DIAGNOSIS BANDING
TB Paru
NonPneumonia
Rhinofaringitis

Batuk

Pneumonia

Bronkopneumonia

23

DIAGNOSIS KERJA
Malaria Tropika
Demam Tifoid
SIRS
Anemia
TB Paru

24

TATALAKSANA

Medikamentosa:
Inf

RL 120cc (1 jam) selanjutnya 15 tpm


Inf D5 NS kebutuhan cairan 1100cc/916cc/10 tpm
Inj Meropenem 3x400 mg
Inj Artesunat 2x30 mg (H1)
Inj Artesunat 1x30 mg (H2)
Inj Artesunat 1x30 mg (H3)
Ibuprofen 4 x 1 cth 100mg/5ml = 100mg
Erdosteine 2x 3/4 cth 175mg/5ml = 131,25mg
Primakuin 1x tab Dosis 0,75mg/kgBB = 10,5 mg
(sediaan tablet 15 mg)
Multivitamin drop 2x cth 15mg/ml = 37,5mg

25

..TATALAKSANA

Non Medikamentosa:
Tirah

baring
Diet 3 x NB

PROGNOSIS
Ad

Vitam
: ad bonam
Ad Functionam
: dubia ad bonam
Ad Sanationam
: dubia ad bonam

26

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Malaria
Penyakit infeksi parasit
Plasmodium
Malaria berat Plasmodium falciparum
Organ yang terkena :
1. SSP
2. Traktus Gastrointestinal
3. Ginjal
4. Hati
5. Paru
6. Anemia, black water fever

27

Harjijanto PN,2009.

EPIDEMIOLOGI
2 milyar penduduk dunia tinggal didaerah
endemis malaria
300-500 juta penduduk dunia menderita malaria
1 juta diantaranya meninggal dunia
Di Indonesia tahun 2001 terdapat 15 juta kasus
malaria dengan 38.000 kematian/tahun
35% penduduk Indonesia tinggal did aerah
endemis

28
Putra RP, 2011

ETIOLOGI
Plasmodium
P.falciparum Malaria berat
Menginfeksi eritrosit
Vektor penular nyamuk Anopheles

29
Novita L, 2009.

PATOGENESIS
Sporozoit sel hati
skizogoni ekstra eritrosit
skizon hati matang pecah
merozoit menginvasi
eritrosit skizogoni intra
eritrosit epembentukan
knob, sitoadherens,
sekuestrasi, dan rosseting

Alimudiarnis, 2009.

30

MANIFESTASI
Manifestasi klinik

Gejala

Laboratorium

Penurunan kesadaran

GCS < 11

Anemia berat

Konjungtiva, lidah, bibir,pucat

Anuria atau oliguria

Ikterik
Syok

Hb <7 g/dl jika ada keluhan, atau <5 g/dl


jika tanpa keluhan

Urine <30 ml/jam pada dewasa dan <0,5

Serum kreatinin >3mg/dl pada dewasa dan

ml/kg/jam pada anak-anak

>1,5 mg/dl pada anak-anak

Sklera ikterik

Serum bilirubin >3 mg/dl

Ekstremitas dingin, nadi lemah, hipotensi (TD


sistolik <90 mmHg)

Asidosis Metabolik

Sesak napas (pernapasan Kussmaul)

Plasma bikarbonat >15 mmol/l

Udem paru/ ARDS

Takipneu, sesak napas, rhonki basah basal paru

Infiltrat bilateral pada rontgen thoraks

Kejang berulang

Perdarahan

Perdarahan gusi, hidung, saluran pencernaan

Hemoglobinuria

Urine berwarna gelap (hitam)

Hemoglobulin urin (+)

Hipoglikemia

Keringat dingin, palpitasi, penurunan kesadaran

Gula darah <40 mg/dl

CSF untuk membedakan dengan


meningitis
Periksa kemungkinan untuk Disseminated
intravascular coagulation (DIC)

31

Alimudiarnis, 2009.

DIAGNOSIS
Ditegakkan berdasarkan :
Anamnesis Trias Malaria Tropika
(demam,menggigil,keringat dingin)
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang Sediaan darah tebal dan
tipis, Rapid diagnostic test dan darah perifer, kimia
darah, EKG, foto thoraks

32
Kapita Selekta Kedokteran, 2014

TATALAKSANA
Pengobatan Malaria Artemicin base Combination Therapy
Tabel 1. Pengobatan Lini Pertama Malaria Tropika Menurut Kelompok Umur

33
Kapita Selekta Kedokteran, 2014

PROGNOSIS
1. Tergantung pada kecepatan diagnosis serta
pengobatan
2. Pada malaria berat yang tidak ditanggulangi maka
mortilitas yang dilaporkan pada anak-anak 15%,
dewasa 20% dan pada kehamilan meningkat sampai
50%
3. Prognosis malaria berat dengan gangguan fungsi
organ lebih baik daripada gangguan 2/lebih fungsi
organ
34
Departemen Kesehatan RI, 2006.

PEMBAHASAN

1.
2.
3.
4.
5.

Diagnosa pasien
adalah :
Malaria Tropika
Demam Tifoid
SIRS
Anemia
TB Paru

35
International Child Health :
http://www.ichrc.org/61-anak-dengan-demam

PERHATIAN KHUSUS YANG


DIBERIKAN TERHADAP ANAK
DENGAN DEMAM
Anamnesis
1. lama dan sifat demam
2. ruam kemerahan pada kulit
3. kaku kuduk atau nyeri leher
4. nyeri kepala (hebat)
5. nyeri saat buang air kecil atau gangguan
berkemih lainnya (frekuensi lebih sering)
6. nyeri telinga
7. tempat tinggal atau riwayat bepergian dalam 2
minggu terakhir ke daerah endemis malaria

36

International Child Health :


http://www.ichrc.org/61-anak-dengan-demam

PEMERIKSAAN FISIK
keadaan umum dan tanda vital
napas cepat
kuduk kaku
ruam kulit: makulopapular

manifestasi

perdarahan pada kulit: purpura, petekie

selulitis atau pustul kulit


cairan keluar dari telinga atau gendang telinga
merah pada pemeriksaan otoskopi
pucat pada telapak tangan, bibir, konjungtiva
nyeri sendi atau anggota gerak
nyeri tekan lokal
International Child Health :

37

http://www.ichrc.org/61-anak-dengan-demam

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
pemeriksaan darah tepi lengkap: Hb, Ht, jumlah
dan hitung jenis leukosit, trombosit
apus darah tepi
analisis (pemeriksaan) urin rutin, khususnya
mikroskopis
pemeriksaan foto dada (sesuai indikasi)
pemeriksaan pungsi lumbal jika menunjukkan
tanda meningitis

38
International Child Health :
http://www.ichrc.org/61-anak-dengan-demam

PEMBAHASAN
1. Malaria Tropika manifestasi klinis (anamnesis), uji
serologis dan menemukan parasit (Plasmodium)
malaria dalam darah penderita.
o

Anamnesis Terdapat 3 trias malaria tropika yaitu


demam, menggigil dan keringat dingin+ sakit kepala
+ gambaran karakteristik lain yaitu anemia
Pemeriksaan fisik penurunan kesadaran,(-),
hepatosplenomegali (-), manifestasi perdarahan (-),
tanda dehidrasi (-)
Pemeriksaan penunjang Test RDT (+) P.falciparum
39
Kapita Selekta Kedokteran, 2014

..PEMBAHASAN
2. Demam tifoid infeksi sistemik akut yang
disebabkan oleh Salmonella typhi
o

o
o
o

Anamnesis demam >7 hari, riw.demam tifoid


sebelumnya + Ibu pasien riw.demam tifoid
Pemeriksaan fisik Tifoid tongue (-)
Pemeriksaan penunjang Tubex TF (Widal) (+)
Leukosit 29.000/uL SIRS

40
Kapita Selekta Kedokteran, 2014

..PEMBAHASAN
3. Anemia menurunnya konsentrasi hemoglobin
dan massa eritrosit dibandingkan kontrol pada
usia yang sama.
o

o
o

Anamnesis trias malaria + nafsu makan


berkurang
Pemeriksaan fisik konjungtiva anemis +/+
Pemeriksaan penunjang Hasil MCV 68,3 fL,
MCH 24,4 pg dan MCHC 35,8 d/dL
Pemeriksaan lanjutan untuk memastikan anemia
karena infeksi kronis PCR, MDT, serum iron, 41
TIBC

Kapita Selekta Kedokteran, 2014

..PEMBAHASAN
4. TB Paru infeksi yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui
drlet nuklei.
o

Anamnesis batuk berdahak 1 minggu + riw.kontak


TB (+) , Tabel scoring TB = 7
Pemeriksaan fisik p>> KGB (-)
Tes Mantoux/ tuberculin skin test (+) indurasi
sebesar12 mm
Pemeriksaan penunjang foto thoraks gambaran
bronkopneumonia bilateral
42
Kapita Selekta Kedokteran, 2014

TABEL SCORING TB
Parameter

Laporan keluarga,
endemis TB
disekitar lingkungan
sosial

Kontak TB

Uji tuberkulin
Berat badan/keadaan
gizi

Positif > 10 mm
WHO BB/TB rentang
-2 SD sampai 2 SD
Kriteria Waterlow BB/TB
85%

0
> 3 minggu
()

Demam tanpa sebab


yang jelas

Jumlah

Batuk

> 1 minggu()

Pembesaran kelenjar
limfe koli, aksila,
inguinal

Normal/tidak jelas

Pembengkakan
tulang/sendi panggul,
lutut, falang

Normal/tidak jelas

Foto rontgen thoraks

Kesan TB
Skor Total

1
7

43

Kaswandani N, 2011.

GAMBAR FOTO THORAKS


BRONKOPNEUMONIA BILATERAL

44

PEMBAHASAN

Pengobatan
Inf.

RL rehidrasi
Inf D5 NS keseimbangan elektrolit
Inj. Meropenem terapi Demam Tifoid SIRS
(leukosit 29.000/uL)
Inj. Artesunat terapi Malaria Tropika
Primakuin terapi Malaria Tropika
Ibuprofen antipiretik
Erdosteine mukolitik
Multivitamin drop terapi anemia
45

..PEMBAHASAN
Dosis Artesunat dan Primakuin seharusnya sesuai
dengan usia 1-4 tahun artesunat 1 tab, primkuin
tab
Pemberian Meropenem dikhawatirkan resistensi
seharusnya diberikan Amoxilin terlebih dahulu
Preparat zat besi untuk terapi anemia pada kasus
ini tidak diberikan
Prognosisnya yaitu dubia ad bonam. Penyakit ini
dapat terjadi kembali apabila daya tahan tubuh
menurun

46

..PEMBAHASAN

Menurut tabel
WHO BB/TB,
pasien bergizi
relatif baik

12 X 100 = 96%
12,5

47
Keputusan Menteri Kesehatan RI,
2010.

..PEMBAHASAN

48
Keputusan Menteri Kesehatan RI,
2010.

..PEMBAHASAN
Status gizi: 12/1,25 x 100% = 96% relatif
bergizi baik
BBI menurut TB : 12,5 kg dilakukan
pemantauan gizi secara berkala

Kebutuhan kalori: 80 x 12,5 = 1000 kkal/hari


Protein = 10% x 1000 = 100 kal : 4 = 25 gram
Lemak = 20% x 1000 = 200 kal : 9 = 22 gram
Karbohidrat = 70% x 1000= 700:4= 175 gram

49

..PEMBAHASAN

Pemberian nutrisi ialah melalui per oral dengan


bentuk makanan yang diberikan dapat berupa 3
x bubur lembek + lauk + sayur + tahu + tempe, 2
x snack, 1 x susu. Pada pasien ini sudah
diberikan diet seperti perhitungan di atas selama
4 hari (3xsehari)

50

KESIMPULAN

Diagnosis : Malaria tropika+Demam


Tifoid+SIRS+Anemia+TB Paru
Pengobatan yang diberikan Artemisin dan Primakuin
merupakan terapi malaria line pertama. Antibiotik
Meropenem untuk terapi demam tifoid dengan SIRS,
Ibuprofen sebagai antipiretik, Erdosteine untuk
batuk
Preparat besi dan multivitamin drop untuk terapi
anemianya.

51

..KESIMPULAN

Terapi OAT untuk TB Paru setelah pulang,


rawat jalan.
Bisa ditambahkan Ambroxol, Pseudoephedrine
HCL dan Chlorpheniramine Maleate untuk
terapi pileknya
Prognosis dubia at bonam. Penyakit ini dapat
terjadi kembali apabila daya tahan tubuh
menurun
52

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.

3.

4.
5.

6.

Kapita Selekta Kedokteran. Ed.4. Jakarta: Media Aesculapius,


2014. h.728
Novita L. Diagnosis dan penatalaksanaan malaria. Riau: Fakutas
Kedokteran Universitas Pekanbaru, 2009. Diakses dari
https://yayanakhyar.files.wordpress.com/2010/03/doctors-files_diagn
osis_malaria.pdf tanggal 24 Februari 2015
Putra RP. Tingkat pengetahuan masyarakat kecamatan bayah
provinsi banten mengenai gejala klinis malaria. [Skripsi]. Jakarta:
Fakultas Keokteran Universitas Indonesia, 2011. Diakses dari
http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-20332408.pdf tanggal 12 Mare
t 2015
Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan penelitian dan
pengembangan kesehatan kementrian kesehatan RI, 2013.p.77-79
Alimudiarnis. Manifestasi klinis dan penatalaksanaan malaria
berat. Padang: Subbagian Tropik Infeksi Bagian Penyakit Dalam RS
M.Djamil Padang, 2009.Diakses dari
https://internis.files.wordpress.com/2011/01/malaria-berat.pdf tangg
53
al 14 Maret 2015
Harijanto PN. Malaria. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, editors.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 5. Jakarta : Interna Publishing,

..DAFTAR PUSTAKA
7. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan : Epidemiologi malaria di indonesia.
Jakarta : Bakti Husada, 2011. h.4
8. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Konsensus penanganan
malaria, 2003.
9. Wijaya AM. Pola penularan malaria didaerah ekosistem pantai : wabah KLB malaria di
puskesmas DTP bayah kabupaten lebak. Jakarta, 2006
10. Departemen Kesehatan RI. Pedoman penatalaksanaan kasus malaria di Indonesia.
Jakarta, 2006. h.1-12, 15-23, 67-68
11. WHO. Buku Saku : Pelayanan kesehatan anak dirumah sakit. Jakarta : WHO Indonesia,
2008. p.157-61, 167.
12.Septiawan IK, Herawati S, Yasa IWPS. Pemeriksaan immunoglobulin m anti salmonella
dalam diagnosis demam tifoid. Denpasar : Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, 2007.
13. Kapita Selekta Kedokteran. Ed.4 Jilid I. Jakarta: Media Aesculapius, 2014. h.49-51, 180-83
14. Dewi R. Sepsis pada anak : pola kuman dan uji kepekaan. [Artikel]. Jakarta : Departemen
Ilmu Kesehatan Anak, RS Dr.Cipto Mangunkusumo, 2011.
15. Kaswandani N. Permasalahan manajemen tuberkulosis pada anak. UKK Respirologi-PP
IDAI, 2011. Diakses dari
http://www.slideshare.net/tikabanget/simposium-online-idai-tuberkolosis-anak tanggal 20
Maret 2015
16. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1995/MENKES/SK/XII/2010.
Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Menteri Kesehatan RI, 2010.
54
Diakses dari http://www.slideshare.net/vindhyatripta/buku-antropometrianakduniasehatnet
tanggal 11 Maret 2015

Terimakasih
55