Anda di halaman 1dari 10

22

2.6

Hasil Pengamatan
LEMBAR IDENTIFIKASI PERAGA MINERAL
PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN

IDENTIFIKASI MEGASKOPIK MINERAL


Nama
NIM
Kelompok

:alfian frans Julius situmeang


: 1301169
: I (satu)

No. Urut
No. Peraga
Identifikasi Mineral
1. Warna
2. Cerat (Streak)
3. Kilap (Luster)
4. Kekerasan (Hardness)
5. Bentuk Kristal
6. Belahan
7. Pecahan
8. Berat Jenis
9. Tenacity
10. Diaphoneity
11. Lain-lain
12. Nilai Ekonomis
13. Genesa
14. Nama Mineral

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Sketsa Mineral

GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

d22

Warna :
Kekerasan :
Bentuk Kristal :
Kilap :
Diaphoneity :

NILAI

PARAF
ASPRAK

LEMBAR IDENTIFIKASI PERAGA MINERAL


PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN

23

IDENTIFIKASI MEGASKOPIK MINERAL


Nama
NIM
Kelompok

:Nicho Christian ErsadaGinting


: 1301232
:I

No. Urut
No. Peraga
Identifikasi Mineral
1. Warna
2. Cerat (Streak)
3. Kilap (Luster)
4. Kekerasan (Hardness)
5. Bentuk Kristal
6. Belahan
7. Pecahan
8. Berat Jenis
9. Tenacity
10. Diaphoneity
11. Lain-lain
12. Nilai Ekonomis
13. Genesa
14. Nama Mineral

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Sketsa Mineral
GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

23

Warna :
Kekerasan :
Bentuk Kristal :
Kilap :
Diaphoneity :

NILAI

PARAF
ASPRAK

LEMBAR IDENTIFIKASI PERAGA MINERAL


PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN

24

IDENTIFIKASI MEGASKOPIK MINERAL


Nama
NIM
Kelompok

:Nicho Christian ErsadaGinting


: 1301232
:I

No. Urut
No. Peraga
Identifikasi Mineral
1. Warna
2. Cerat (Streak)
3. Kilap (Luster)
4. Kekerasan (Hardness)
5. Bentuk Kristal
6. Belahan
7. Pecahan
8. Berat Jenis
9. Tenacity
10. Diaphoneity
11. Lain-lain
12. Nilai Ekonomis
13. Genesa
14. Nama Mineral

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Sketsa Mineral
GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

24

Warna :
Kekerasan :
Bentuk Kristal :
Kilap :
Diaphoneity :

NILAI

PARAF
ASPRAK

LEMBAR IDENTIFIKASI PERAGA MINERAL


PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN

25

IDENTIFIKASI MEGASKOPIK MINERAL


Nama
NIM
Kelompok

:Nicho Christian ErsadaGinting


: 1301232
: I

No. Urut
:
No. Peraga
:
Identifikasi Mineral
1. Warna
:
2. Cerat (Streak)
:
3. Kilap (Luster)
:
4. Kekerasan (Hardness)
:
IDENTIFIKASI
MEGASKOPIK MINERAL
5. Bentuk Kristal
:
6. Belahan
:
Nama
:Nicho
Christian ErsadaGinting
7. Pecahan
NIM
:: 1301232
8.
Berat
Jenis
:: I
Kelompok
9. Tenacity
:
10.
Diaphoneity
::
No. Urut
11.
Lain-lain
::
No. Peraga
12.
Nilai Ekonomis
:
Identifikasi
Mineral
13.
::
1. Genesa
Warna
14.
Mineral
::
2. Nama
Cerat (Streak)
Mineral
3. Sketsa
Kilap (Luster)
:
GAMBAR
KETERANGAN GAMBAR
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
25
14.

NILAI

Kekerasan (Hardness) :
Warna :
Bentuk Kristal
:
Kekerasan :
Belahan
:
Bentuk Kristal :
Pecahan
:
PARAF

Kilap
:
Berat Jenis
:
ASPRAK

Diaphoneity
:
Tenacity
:
Diaphoneity
:
Lain-lain
:
Nilai Ekonomis
:
Genesa
:
PERAGA MINERAL
Nama MineralLEMBAR IDENTIFIKASI
:
PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
Sketsa Mineral
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN

26

IDENTIFIKASI MEGASKOPIK MINERAL


Nama
NIM
Kelompok

:Nicho Christian ErsadaGinting


: 1301232
:I

No. Urut
:
No. Peraga
:
Identifikasi Mineral
1. Warna
:
2. Cerat (Streak)
:
GAMBAR
KETERANGAN GAMBAR
NILAI
3. Kilap (Luster)
:
Warna :
4. Kekerasan (Hardness) :
Kekerasan :
5. Bentuk Kristal
:
PARAF
Bentuk Kristal :
6. Belahan
:
ASPRAK
Kilap :
7. Pecahan
:
Diaphoneity :
8. Berat Jenis
:
9. Tenacity
:
10. Diaphoneity
:
11. Lain-lain
:
:
26 12. Nilai Ekonomis
LEMBAR IDENTIFIKASI PERAGA MINERAL
13. Genesa
:
PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK
14. Nama Mineral
:
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI STT MIGAS BALIKPAPAN
Sketsa Mineral

27

GAMBAR

KETERANGAN GAMBAR

2.7

Warna :
Kekerasan :
Bentuk Kristal :
Kilap :
Diaphoneity :

NILAI

PARAF
ASPRAK

Pembahasan
Dari pengamatan pertama yang dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa batuan pertama memiliki warna mineral Hitam. Saat mengamati
cerat dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang
timbul adalah Cokelat Kehitaman. Kemudian mineral dihadapkan pada
cahaya, ternyata menunjukkan Kilap Logam dan kemampuan mineral
dalam meneruskan cahaya yaitu Opaque . Kekerasan mineral ini bernilai

28

5,5 dan memiliki belahan 2 arah. Saatmengamati mineral dengan lup


terlihat bentuk kristalnya Isometrik. Setelah itu mineral dipecahkan, dari
kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral ini yaitu Konkoidal dan
ketahanan mineral untuk pecah yaitu Brittle. Selain itu mineral ini bersifat
diamagnetic. Mineral ini juga sering digunakan sebagai material pelengkap
dalam bangunan dan genesanya didalam permukaan, karena memiliki
warna yang gelap. Dari data yang didapat, bisaditarik kesimpulan bahwa
mineral yang telah di identifikasi adalah Pyroxine.
Dari pengamatan kedua yang saya dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa batuan kedua memiliki warna mineral Putih Susu. Saat diamati
cerat dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang
timbul adalah Putih. Kemudian mineral dihadapkan pada cahaya, ternyata
menunjukkan Kilap Non Logam (Kilap Mutiara) dan kemampuan mineral
dalam meneruskan cahaya yaitu Translucent . Kekerasan mineral ini
bernilai 2,5 dan memiliki belahan 2 arah. Saat mengamati mineral dengan
lup terlihat bentuk kristalnya Monoklin. Setelah itu mineral dipecahkan,
dari kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral ini yaitu Uneven dan
ketahanan mineral untuk pecah yaitu Sectile. Selain itu mineral tidak
bersifat radioaktif, tidak piezoelektrik dan bersifat diamagnetic. Mineral
ini sering digunakan sebagai bahan dasar bangunan dan genesanya diluar
permukaan, karena memiliki warna yang cerah. Dari data yang didapat,
bisa ditarik kesimpulan bahwa mineral yang telah di identifikasi adalah
Gypsum.
Dari pengamatan ketiga yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
batuan ketiga memiliki warna mineral Putih Susu. Saat diamati cerat
dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang timbul
adalah Putih. Kemudian mineral dihadapkan pada cahaya, ternyata
menunjukkan Kilap Non Logam (Kilap Kaca) dan kemampuan mineral
dalam meneruskan cahaya yaitu Translucent . Kekerasan mineral ini
bernilai 3,5 dan memiliki belahan 2 arah. Saat diamati mineral dengan lup
terlihat bentuk kristalnya Trigonal. Setelah itu mineral dipecahkan, dari
kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral ini yaitu Splintery dan

29

ketahanan mineral untuk pecah yaitu Brittle. Selain itu mineral ini bersifat
diamagnetic. Mineral ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam
industri kimia dan genesanya dipermukaan bumi, karena memiliki warna
yang cerah. Dari data yang didapat, bisa ditarik kesimpulan bahwa mineral
yang telah di identifikasi adalah Orthoclase.
Dari pengamatan keempat yang dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa batuan keempat memiliki warna mineral Putih Susu. Saat diamati
cerat dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang
timbul adalah Putih. Kemudian mineral dihadapkan pada cahaya, ternyata
menunjukkan Kilap Non Logam (Kilap Mutiara) dan kemampuan mineral
dalam meneruskan cahaya yaitu Translucent . Kekerasan mineral ini
bernilai 5,5 dan memiliki belahan 2 arah. Saat diamati mineral dengan lup
terlihat bentuk kristalnya Tetragonal. Setelah itu mineral dipecahkan, dari
kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral ini yaitu Konkoidal dan
ketahanan mineral untuk pecah yaitu Brittle. Selain itu mineral ini bersifat
paramagnetic. Mineral ini sering digunakan sebagai bahan dasar batu
gerinda dan genesanya diluar permukaan, karena memiliki warna yang
cerah. Dari data yang didapat, bisa ditarik kesimpulan bahwa mineral yang
telah di identifikasi adalah Plagioklas.
Dari pengamatan kelima yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
batuan kelima memiliki warna mineral Hijau Kehitaman. Saat diamati
cerat dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang
timbul adalah Putih - Keabu-abuan. Kemudian mineral dihadapkan pada
cahaya, ternyata menunjukkan Kilap Non Logam (Kilap Kaca) dan
kemampuan mineral dalam meneruskan cahaya yaitu Translucent .
Kekerasan mineral ini bernilai 6,5 dan memiliki belahan 2 arah. Saat
diamati mineral dengan lup terlihat bentuk kristalnya Ortorombik. Setelah
itu mineral dipecahkan, dari kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral
ini yaitu Uneven dan ketahanan mineral untuk pecah yaitu Brittle. Selain
itu mineral ini bersifat paramagnetic. Mineral ini sering digunakan sebagai
bahan dasar batu permata dan genesanya didalam permukaan, karena

30

memiliki warna yang gelap. Dari data yang didapat, bisa ditarik
kesimpulan bahwa mineral yang telah di identifikasi adalah Olivin.
Dari pengamatan keenam yang dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa batuan keenam memiliki warna mineral Putih Susu. Saat diamati
cerat dengan cara menggosok mineral dengan amplas, warna cerat yang
timbul adalah Putih. Kemudian mineral dihadapkan pada cahaya, ternyata
menunjukkan Kilap Non Logam (Kilap Kaca) dan kemampuan mineral
dalam meneruskan cahaya yaitu Transparant. Kekerasan mineral ini
bernilai 7 dan memiliki belahan 2 arah. Saat diamati mineral dengan lup
terlihat bentuk kristalnya Trigonal. Setelah itu mineral dipecahkan, dari
kegiatan ini diketahui bahwa pecahan mineral ini yaitu Konkoidal dan
ketahanan mineral untuk pecah yaitu Brittle. Selain itu mineral ini bersifat
diamagnetic. Mineral ini sering digunakan sebagai bahan dasar industri
konstruksi dan bahan dasar gelas. Genesanya diluar permukaan, karena
memiliki warna yang cerah. Dari data yang didapat, bisa ditarik
kesimpulan bahwa mineral yang telah di identifikasi adalah Kuarsa

2.8

Kesimpulan
Berdasarkan dari data klasifikasi dan identifikasi serta analisa
tentang mineral dapat disimpulkan bahwa:
1. Setiap mineral yang terkandung dalam batuan yang diamati
memiliki bentuk kristal yang berbeda-beda.
2. Mineral umumnya bersifat kristalin dan jarang ditemukan
bersifat amorf.
3. Setiap mineral memiliki kilap yang berbeda, ada yang
memiliki Kilap Logam dan Kilap Non Logam.
4. Dan sesuai dengan apa yang diamati,mineral setiap batuan
memiliki cerat, kekerasan, pecahan, tenacity, diaphoneity,
sifat yang lain,nilai ekonomis dan genesa yang berbedabeda pula.

31

Beri Nilai