Anda di halaman 1dari 22

TERAPI DM

AYUNDA AFDAL

GOL. SULFONIL UREA


Farmakologi
Farmakologi ::
Turunan
Turunan sulfanilamid,
sulfanilamid, bekerja
bekerja merangsang
merangsang sekresi
sekresi insulin
insulin di
di pankreas
pankreas sehingga
sehingga
hanya
efektif
bila
sel
pankreas
masi
dapat
berproduksi.
hanya efektif bila sel pankreas masi dapat berproduksi.
Golongan
Golongan sulfonilurea
sulfonilurea di
di bagi
bagi 2
2 yaitu
yaitu generasi
generasi II (asetoheksaid,
(asetoheksaid, klorpropamid,
klorpropamid,
tolazamid,
tolbutaid)
dan
generasi
II
(glipizid,
gliburid,
glimepirid)
tolazamid, tolbutaid) dan generasi II (glipizid, gliburid, glimepirid)
Farmakokinetik
Farmakokinetik ::
diabsorbsi
diabsorbsi baik
baik setelah
setelah pemberian
pemberian oral.
oral. Dan
Dan dapat
dapat diminum
diminum bersama
bersama makanan
makanan
kecuali
glipizid.
Tolbutamid,
gliburid,
glipizid
lebih
efektif
diminum
30
menit
kecuali glipizid. Tolbutamid, gliburid, glipizid lebih efektif diminum 30 menit
sebelum
sebelum makan
makan
Indikasi
Indikasi ::
DM
DM tipe
tipe II
II
Kontra
Kontra indikasi
indikasi ::
hipersensitif
hipersensitif terhadap
terhadap sulfonil
sulfonil urea,
urea, komplikasi
komplikasi diabetes
diabetes karena
karena ketoasidosis
ketoasidosis
dengan
dengan atau
atau tanpa
tanpa koma,
koma, komplikasi
komplikasi DM
DM karena
karena kehamilan.
kehamilan.
Efek
Efek samping
samping ::
Hipoglikemik,
Hipoglikemik, CNS
CNS (asthenia,
(asthenia, tremor,
tremor, nyeri,
nyeri, insomnia,
insomnia, depresi,
depresi, konfusi)
konfusi) eksema,
eksema,
pruritus,
urtikaria,
mual
pruritus, urtikaria, mual

OBAT PILIHAN GOLONGAN


SULFONIL UREA

KLORPROPAMID (DIABENESE)
GOL. I

Indikasi : DM tipe II
Kontra indikasi : DM tipe I, Ketoasidosis, pembedahan,

infeksi berat, trauma, gangguan fungsi hati, ginjal atau


tiroid
Sediaan : tablet 100 mg dan 250 mg.
Dosis :

Paruh baya : 250 mg/hari


Tua : 100-125 mg/hari.

Cara pakai : 3x
Efek samping :

anoreksia

sehari bersama makanan


Ikterus kolestatik, mual, muntah,

GLIPIZID (ALDIAB)
Indikasi : DM tipe II
Kontra indikasi : DM ketoasidosis dengan atau tanpa koma, juvenile

DM, gangguan fungsi ginjal, hati yang berat


Sediaan : tablet 5 mg
Dosis : 15 - 30 mg 1x sehari sebelum makan pagi, dosis ditambah

2,5 - 5 mg tergantung kadar gula darah


Efek samping : ggn GI, hipoglikemik, reaksi alergi kulit eritema,

erupsi makulopapular, urtikaria, pruritus, eksema, porfiria,


fotosensitifitas. Reaksi seperti disulfiram. Reaksi
hematologik:agranulositois, leukopenia, trombositopenia, anemia
plastesik, anemia hemolitik, pansetopenia, pusing, mengantuk, sakit
kepala. Peningkatan AST, LDH, alkaline phosphatese, BUN & kreatinin.

GLIMEPIRID (AMADIAB)*
Indikasi : DM tipe II (NIDDM)
Kontra-indikasi : DM tipe 1, diabetik ketoasidosis,

prekoma atau koma diabetikum, hipersensitif terhadap


glimepirid, hamil, laktasi.
Bentuk sediaan & dosis : kapl 1 mg; 2 mg; 3 mg; 4 mg.

Dosis 1 mg 1 x/hari dosis dinaikkan selama 1-2 minggu.


Efek samping : hipoglikemik, ggn visual sementara, ggn

GI, kerusakan hati. Trombopenia, leukopenia.


Resiko khusus : hipersensitif & ggn fungsi hati.

GLIBENCLAMIDE ( PRODIABET)
Indikasi : NIDDM
Kontra-indikasi : IDDM, ketoasidosis, infeksi berat, stress,

trauma, ggn ginjal, hati atau tiroid berat, porifia akut.


Bentuk sediaan & dosis : tablet 5 mg. Dosis awal 2,5

mg/hari, ditingkatkan 2,5 mg.


Efek samping : ikterus kolestasis, alergi dermatologi &

reaksi hematologi, ggn GI, sakit kepala, pusing,


parestesia.
Resiko khusus : usia lanjut & hipoglikemia.

GOL. BIGUANID
Farmakokinetik
Farmakokinetik ::
Mekanisme utama adalah penurunan produksi glukosa oleh hati ( HGP
Menurun) yaitu turun nya glikogenolisis dan glukoneogenesis oleh hati
Ikut meningkatkan jumlah reseptor insulin
Obat golongan ini mempunyai efek utama mengurangi produksi glukosa hati
di samping juga efek memperbaiki ambilan glukosa perifer
Indikasi
Indikasi ::
Obat golongan ini terutama dianjurkan dipakai sebagai obat DM tunggal pada
pasien gemuk
Kontraindikasi
Kontraindikasi ::
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati, serta pasien-pasien
dengan kecenderungan hipoksemia (misalnya pasien dengan penyakit
serebro kardiovaskular)
Efek
Efek samping
samping ::
mual , diare
Cara
Cara pakai
pakai
Diberikan bersamaan atau sesudah makan

OBAT PILIHAN GOL.


BIGUANID

METFORMIN
Farmakologi:

Menurunkan absorbsi glukosa di saluran lambung usus

Hanya mengurangi hadar glukosa darah dalam keaadaan hiperglikemi dan tidak menyebabkan
hipoglikemi bila diberikan sebagai obat tunggal

Menurunkan BB

Indikasi :

DM tipe II dengan atau tanpa obesitas

Kombinasi pada pasien yang tidak responsif terhadap terapi tunggal

Obat pembantu untuk mengurangi dosis insulin

Kontra Indikasi :

Penderita kardiovaskuler, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi, peminum alkohol, koma diabetik,
ketoasidosis, infark miokard

Efek samping :

Anoreksi, mual, muntah, rasa logam pada mulut dan diare

Perhatian :
Dalam pengobatan kombinasi dengan sulfonilurea atau insulin, kadar gula darah

harus diperiksa kadar gula darah untuk menghindari hipoglikemi

GOL. INHIBITOR GLUKOSIDASE ALFA


Farmakologi :

Menurunkan puncak gilkemik setelah makan


Untuk pasien dengan kadar GDP yang masih normal

Farmakokinetik :
Menghambat absorbsi glukosa dari usus yaitu dengan
menghambat enzim glukosidase
Indikasi :
DM tipe II
Efek samping :
Mual, flatus, diare

OBAT PILIHAN GOL. INHIBITOR


GLUKOSIDASE ALFA

ACARBOSE
Indikasi :

Terapi tambahan yang berhubungan dengan diet pada pasien DM

Kontra indikasi :

Hipersensitif terhadap acarbose, gangguang pencernaan, pasien


dibawah 18 tahun.

TABEL OHO

Obat

Dosis awal

Dosis
maksimal

Pemberian
sehari yang
dianjurkan

GOL. SULFONIL UREA*


Glibenklamid

2,5 mg

15-20 mg

1-2 kali

Glikasid

80 mg

240 mg

1-2 kali

Glikuidon

30 mg

120 mg

2-3 kali

Glipisid

5 mg

20 mg

1-2 kali

Glipisid GITS

5 mg

20 mg

1 kali

Glimepirid**

1 mg

6 mg

1 kali

Klorpropamid

50 mg

500 mg

1 kali

500 mg

2500 mg

1-3 kali

GOL. BIGUANID
Metformin***

GOL. INHIBITOR GLUKOSIDASE ALFA#


Acarbose
50 mg
300 mg
3 kali
*diberikan 30 menit sebelum makan
**dapat diberikan sesaat sebelum makan
***diberikan sebelum makan. Untuk mengurangi efek samping
mual dapat diberikan bersama maupun sesudah makan
#diberikan segera setelah suapan pertama waktu makan

OHO dan
insulin
dimulai dari
dosis rendah

Kombinasi 2
kelompok
OHO

Maih belum
tercapai ?

Dinaikkan
bertahap

Kadar
glukosa
belum
tercapai

Kombinasi 3
kelompok
OHO

Glukosa
darah ?

Sulfonilurea
+ metformin
dosis max

Kombinasi
OHO +
insulin

KONTRA
INDIKASI ?

Pembedah
Pembedah
an
an

Pasien
Pasien
yang
yang tidak
tidak
bisa
bisa
makan
makan

Kehamilan
Kehamilan

Kurus/mal
Kurus/mal
nutrisi
nutrisi

DM
DM tipe
tipe II

Infeksi
Infeksi
akut
akut di
di RS
RS

Penyakit
Penyakit
hati
hati

Tidak
boleh
diberika
n OHO

Gagal
dengan
dengan
obat
obat oral
oral

TERAPI INSULIN

DM tipe I

Tidak dapat
diberikan per
oral.

Pankreas tidak
dapat
menghasilkan
insulin

Harus diberikan
insulin
pengganti

insulin
dihancurkan di
dalam lambung

Pemberian
nsulin hanya
dapat dilakukan
melaluui
suntikan

JENIS INSULIN
Insulin kerja cepat.

Contohnya adalah insulin reguler.


Mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit
Mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam
Bekerja selama 6-8 jam.
Digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan
setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.

Insulin kerja sedang.

Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.


Mulai bekerja dalam waktu 1-3jam
Mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam
Bekerja selama 18-26 jam.
Insulin inibisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan
selama sehari dan dapat disuntikkanpada malam hari untuk
memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

Insulin kerja lama.

Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.


Efeknya baru timbul setelah 6jam
Bekerja selama 28-36 jam.

JENIS DAN LAMA KERJA INSULIN


Jenis

Awitan kerja
(jam)

Puncak kerja
(jam)

Lama kerja
(jam)

Insulin kerja
pendek

0,5 1

24

58

Insulin kerja
menengah

1-2

41

8 24

Insulin kerja
panjang

6 20

18 36

Insulin
campuran

0,5 - 1

2 - 4 dan 6 -1

8 24

CARA PENYUNTIKAN INSULIN


Insulin umumnya diberikan dengan suntikan di bawah

kulit (subkutan).
Pada

keadaan khusus diberikan


intravena secara bolus atau drip.

intramuskular

atau

Insulin dapat diberikan tunggal (satu macam insulin kerja

cepat, kerja menengah atau kerja panjang), tetapi dapat


juga diberikan kombinasi insulin kerja cepat dan kerja
menengah, sesuai dengan respons individu terhadap
insulin, yang dinilai dari hasil pemeriksaan kadar glukosa
darah harian.

INDIKASI PENGGUNAAN INSULIN DM TP II


Ketoasidosis, koma hiperosmolar dan asidosis laktat
Stres berat (infeksi sistemik, operasi berat)
Berat badan yang menurun dengan cepat
Kehamilan / DM gestasional yang tidak terkendali dengan

perencanaan makan.
Tidak berhasil dikelola dengan OHO dosis maksimal atau

ada kontra indikasi dengan OHO