Anda di halaman 1dari 2

ESSAY

Alasan saya memilih fakultas Teknik jurusan Teknik Kimia dengan konsentrasi Teknik
Pengendalian Pencemaran Lingkungan (MTPPL) untuk studi S2 karena menurut saya ilmu
keteknikan adalah ilmu yang aplikatif. Banyak fenomena alam yang dapat diketahui penyebab
dan akibatnya. Lebih daripada itu dapat dilakukan upaya penanganan kasus pencemaran akibat
kegiatan industri guna menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup
bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Swasta dan masyarakat juga sangat
penting peran sertanya dalam melaksanakan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup. Setiap
orang mempunyai hak dan kewajiban berperan serta yang sama dalam rangka pengelolaan
lingkungan hidup agar tercipta kelestarian fungsi lingkungan hidup. Saya berharap meskipun
latarbelakang studi S1 dan S2 saya berbeda justru akan memberikan warna yang baru bagi pihak
lain yang nantinya bekerja sama dengan saya karena ilmu yang saya miliki lebih luas dan
menyeluruh Dengan mempelajari ilmu kimia yang merupakan basic science dan melalui studi di
teknik kimia terutama MTPPL maka roh ilmu yang telah diperoleh dari S1 dan S2 akan lebih
lengkap yaitu dari basic science menuju ke application.
Pengendalian pencemaran lingkungan merupakan prioritas saya. Dalam kurun waktu 5
tahun setelah menyelesaikan studi S2, saya akan bekerja di industri kimia di bagian instalasi
pengolahan air limbah (IPAL) dan mengimplementasikan ilmu yang sudah saya peroleh. Selain
itu dalam kurun waktu 5 tahun tersebut sesuai dengan cita-cita saya sejak dahulu, saya akan
mencoba dunia entrepreneur dengan mendirikan industri yang ramah lingkungan yang dapat
merekrut sejumlah karyawan sehingga apa yang saya upayakan dapat bermanfaat bagi orangorang disekitar saya.

Sebagian manusia beranggapan bahwa kesuksesan terbesar dalam hidup adalah


berbanding lurus dengan pangkat, jabatan, dan kekayaan. Bagi saya, kesuksesan dipandang dari
bagaimana orang tersebut memaknai hidup dan bermanfaat bagi orang-orang disekitar, bukan
dari hal-hal besar melainkan dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Untuk itu dari hal-hal kecil
inilah saya akan berkonribusi. Selama kuliah saya bersama suatu komunitas kami hadir dalam
masyarakat dengan bertindak secara lokal untuk memerangi kemiskinan secara intelektual.
Kepeduliaan yang sama telah mempersatukan kami untuk melibatkan diri pada usaha untuk
mengurangi kesenjangan sosial. Kami juga mencoba menanamkan nilai moral dengan tujuan
agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan semakin memanusiakan manusia. Secara
konkret mendampingi anak-anak dalam belajar guna meretas kemiskinan dalam setiap aspek
kehidupan. Kemiskinan intelektual pada dasarnya mempengaruhi juga kemiskinan secara
finansial. Melalui kegiatan ini harapan kami sebagai kaum muda penerus masa depan bangsa
juga saya pribadi pada khususnya dapat menjadi motor penggerak perubahan. Sesuai dengan
bidang keilmuan saya yaitu pengendalian pencemaran lingkungan saya akan mencoba
menggerakkan masyarakat disekitar lingkungan tempat tinggal saya dan dilokasi lain untuk
bersama-sama memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sebagai contoh dengan membuat
tempat sampah organik dan anorganik, memilahnya kemudian mengolahnya dan lebih lagi
kegiatan yang dilakukan ini dapat menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga mereka sehingga
secara konkret meretas kemiskinan secara finansial dan sembari secara fundamental
memperbaiki kelemahan intelektual di daerah tersebut. Keteladanan dan nilai moral yang coba
kami tanamkan boleh mereka tularkan kepada orang-orang disekeliling mereka nanti sehingga
pada waktunya nanti seluruh manusia di Indonesia boleh berperan pada kemajuan bangsa dan
negara Indonesia.