Anda di halaman 1dari 6

KACA PLAN PARALEL

1)

Ulfiati Khasanah (6293)

2)

Eka Adi Prakoso (6245)

3)

Umi Wahidatun M. (6357)

Guru Pembimbing: Drs. M. Yasin Kholifudin, M. Pd


Tanggal Percobaan: 14/12/2013
Fisika Kelas XII IPA

Laboratorium Fisika Dasar SMA Negeri 2 Kebumen


Abstrak
Kami telah melakukan percobaan kaca plan paralel pada Hari Sabtu,14 Desember 2013 di Laboratorium Dasar
Fisika SMA Negeri 2 Kebumen. Percobaan kaca Plan Paralel bertujuan untuk mengetahui sifat bayangan pada
lensa plan paralel serta mengetahui jalannya sinar pada lensa plan paralel. Percobaan ini dilakukan dengan
menggunakan beberapa alat seperti kaca plan paralel, raybox, power supply, kertas, pensil, busur, dan kardus.
Kertas kosong diletakkan di atas kardus dan ujung tepi kaca digaris menggunakan pensil. Power Supply
dihubungkan dengan raybox sehingga memancarkan cahaya yang mengenai kaca plan paralel.Arah raybox
disesuaikan dengan sudut yang diuji pada percobaan, yaitu 30, 45, dan 60. Setelah itu sudut bias r 1 dan
sudut datang i2 dapat diukur menggunakan busur serta jarak pergeseran antara sinar yang masuk dengan sinar
yang keluar kaca dapat dicari. Dalam percobaan ini diperoleh kesimpulan bahwa sudut datang i 1 sama dengan
sudut bias r2, serta terjadi pergeseran sinar yang masuk dengan sinar yang keluar.
Kata kunci: Pembiasan, kaca plan paralel, pergeseran, indeks bias, Hukum Snellius.
.
1.

b. Sinar bias adalah sinar yang dibiaskan oleh


bidang batas dua medium

PENDAHULUAN

Pernahkah kalian mengamati sedotan yang


dicelupkan ke dalam air ? Mengapa sedotan yang
lurus tersebut terlihat bengkok ? Fenomena bengkok
tersebut
disebut
dengan
pembiasan
atau
pembelokan. Pembiasan yaitu pembelokan arah
rambat cahaya karena memasuki medium yang
kerapatannya berbeda. Selain itu, pembiasan juga
terjadi pada kolam renang yang terlihat lebih dangkal.
Prinsip pembiasan juga digunakan untuk alat-alat
optik sepeti mikroskop dan teleskop. Salah satu optik
geometri yang menggunakan prinsip pembiasan
adalah kaca plan paralel. Percobaan ini bertujuan
untuk mengetahui sifat bayangan pada lensa plan
paralel serta mengetahui jalannya sinar pada kaca
plan paralel.
2.

LANDASAN TEORI

2.1 PEMBIASAN
Pembiasan merupakan pembelokan arah rambat
cahaya
karena
memasuki
medium
yang
kerapatannya berbeda. Indeks bias pada medium
didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan
cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat
rambat cahaya pada suatu medium. Jika seberkas
cahaya datang dan membentuk sudut terhadap
permukaan, maka berkas cahaya tersebut ada yang
dibelokkan sewaktu melewati medium baru tersebut,
dimana pembelokan itu disebut dengan pembiasan.
Ada beberapa pengertian yang perlu dipahami
sebelum membahas tentang hukum pembiasan, yaitu
:
a. Sinar datang adalah sinar yang datang pada
bidang batas dua medium

c.

Garis normal adalah garis yang tegak lurus


pada bidang batas dua medium

d. Sudut dating (i) adalah sudut antara sinar


dating dengan garis normal
e. Sudut bias (r) adalah sudut antara sinar bias
dengan garis normal
f.

n=

Indeks bias mutlak suatu medium (n)


didefinisikan sebagai perbandingan cepat
rambat cahaya di ruang hampa (c) terhadap
cepat rambat cahaya di medium tersebut (v).
secara matematis dapat dirumuskan sebagai
berikut :

c
v

Karena kecepatan cahaya di dalam suatu medium


selalu lebih kecil daripada di ruang hampa maka
indeks bias mutlak suatu medium selalu lebih kecil
dari 1 (n > 1).
Indeks bias relative suatu medium nr didefinisikan
sebagai perbandingan indeks bias mutlak medium
tersebut terhadap indeks bias mutlak medium lain.
Secara matematis dapat dirumuskan dari Hukum
Snellius tentang pembiasan yaitu :

sin i n 2 v 1 1
= = =
sinr n1 v 2 2
Dimana i merupakan sudut datang, r merupakan
sudut bias, v1 merupakan laju cahaya dalam medium
1 (udara), v2 merupakan laju cahaya dalam medium
2, n1 merupakan indeks bias mutlak medium 1 (udara
dan bernilai satu), n2 merupakan indeks bias mutlak

Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

medium 2, 1 merupakan panjang gelombang dalam


medium 1, dan 2 merupakan panjang gelombang
dalam medium 2.
Karena indeks bias relatif adalah perbandingan
indeks bias antara dua medium, maka indeks bias
relatif ini bisa bernilai lebih kecil atau lebih besar dari
satu.
Gambar 2-1 Hukum Pembiasan

2.2 HUKUM SNELLIUS


Hukum pembiasan atau hukum Snellius adalah
sebagai berikut :
(1) Sinar datang, sinar bias, dan garis normal
berpotongan pada satu titik dan terletak pada
satu bidang datar
(2) Sinar datang dari medium yang kurang rapat
ke medium yang lebih rapat dibiaskan
mendekati normal.
(3) Sinar datang dari medium yang lebih rapat
ke medium yang kurang rapat dibiaskan
menjauhi normal.
(4) Sinar datang secara tegak lurus terhadap
bidang batas dua medium tidak dibiaskan,
melainkan diteruskan, [1].
Salah
satu
alat
mengamatipembiasan
Paralel.

yang
digunakan
untuk
yaitu melalui kaca Plan

Kaca Plan Paralel merupakan keping kaca tiga


dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar.pada sinar
yang datang dan yang dibiaskan atau ditransmisikan
dan garis normalnya, semua terletak dalam bidang
yang sama. Berkas sinar masuk dari salah satu sisi
balok kaca dengan sudut datang i dan lalu
mengalami pembiasan dua kali. Pertama, saat
melewati bidang batas antara udara dan balok kaca ,
berkas sinar dibiaskan dengan sudut bias r. Kedua,
saat melewati bidang batas antara balok kaca dan
udara, berkas sinar datang ke bidang batas dengan
sudut i2 dan sudut bias r2, [2]. Pembiasan pada kaca
Plan Paralel mengakibatkan sinar datang dan sinar
bias dari kaca tersebut mengalami pergeseran.
Besarnya pergeseran sinar tersebut dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan :

t=

d sin ( ir )
cos r

Dimana t merupakan pergeseraan yang terjadi pada


kaca plan paralel, d merupakan tebal kaca plan
paralel, i merupakan sudut datang, dan r merupakan
sudut bias.

gftyh()enariksmpuldcobM
Gambar 2-2 Pergeseran pada kaca plan parallel

3. METODOLOGI-LANGKAH KERJA

Gambar 3-1 Langkah Kerja

Untuk melakukan Percobaan Kaca Plan Paralel, kami


membutuhkan alat-alat seperti kaca plan paralel
hijau, kaca plan paralel bening, power supply,
Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

raybox, busur, kertas,pensil, dan kardus. Dalam


melakukan percobaan kaca plan paralel, mula-mula
kita harus menyiapkan alat-alat yang digunakan.
Kemudian, kertas kosong diletakkan di atas kardus
yang berfungsi untuk melapisi kertas. Kaca plan
paralel yang akan diujikan diletakkan di atas kertas.
Ujung tepi kaca digaris menggunakan pensil. Power
Supply dihubungkan dengan raybox sehingga
memancarkan cahaya yang mengenai kaca plan
paralel. Arahkan raybox disesuaikan dengan sudut
yang diuji pada percobaan, yaitu 30, 45, dan 60.
Setelah itu sudut bias r 1 dan sudut datang i 2 dapat
diukur menggunakan busur serta jarak pergeseran
antara sinar yang masuk dengan sinar yang keluar
kaca dapat dicari.

hasil percobaan terbukti bahwa sudut sinar datang


berbanding lurus dengan pergeseran sinar yang
terjadi.Semakin kecil sudut datang, maka semakin
kecil pula pergeseran yang terjadi. Sebaliknya,
semakin besar sudut datang, semakin besar pula
pergeseran yang terjadi. Nilai indeks bias pada kaca
plan paralel hijau berbanding terbalik dengan sudut
datangnya. Sedangkan pada kaca plan paralel
bening, nilai n naik-turun, hal tersebut disebabkan
karena
kurang
tepatnya
praktikan
dalam
menggambar kaca plan paralel, menentukan sudut
datang, menentukan sudut bias, maupun pembulatan
angka yang menyebabkan data kurang akurat.
5.

KESIMPULAN

Dari hasil yang diperoleh pada percobaan di atas kita


menyimpulkan bahwa sinar mengalami pembiasan
apabila melewati dua medium yang tingkat
4. HASIL DAN ANALISIS
kerapatannya berbeda.Cahaya akan dibiaskan
mendekati garis normal apabila sinar datang dari
Tabel 1. Data Percobaan sudut i, sudut r , tebal d,
medium yang kerapatannya tinggi menuju medium
pergeseran sinar t, indeks bias n
yang kerapatannya rendah. Sebaliknya, cahaya akan
Kaca
n
dibiaskan menjauhi garis normal apabila sinar datang
t(c
Plani1
r1
i2
r2
n
rata- dari medium yang kerapatannya rendah ke medium
m)
paralel
rata yang kerapatannya tinggi. Dari hasil percobaan
Kaca
didapatkan kesimpulan bahwa sudut datang (i 1) sama
30 15 15 30 1,5
1,9
hijau
dengan sudut bias (r2),sedangkan sudut datang (i2)
1,67 sama dengan sudut bias (r1). Hal itu disebabkan
d=
45 26 26 45 2,3
1,6
karena kedua sisi kaca sejajar, sehingga sudutnya
6,1
60 35 35 60 3,1
1,5
berseberangan dan terjadi pergeseran sinar yang
cm
masuk dengan yang keluar. Terjadi pergeseran pada
Kaca
30 20 20 20 1,3
1,47
sudut datang dan sudut bias. Hubungan antara sudut
bening
1,55 datang sekaligus sudut bias yang bernilai sama
1,68
d = 5,7 45 25 25 25 2,3
berbanding lurus dengan pergeseran yang terjadi
cm
60 35 35 35
3
1,5
pada kaca plan paralel.

6. DAFTAR PUSTAKA
[1]

Supiyanto, FISIKA Untuk SMA Kelas


XII, Phibeta, Jakarta, 2007.

[2]

n
ratarata

http://blasiuspangalila.blogspot.com/
2011/06/laporan-praktikumfisika.html?m=1 , 13 Desember
2013, 12.20

1,67

[3] M. Yasin Kholifudin, Panduan


Praktikum Fisika Dasar, SMA Negeri
2 Kebumen, 2010

Tabel 2. Analisis Data (dari hasil perhitungan) sudut i,


sudut r, tebal d, pergeseran sinar t, indeks
bias n
Kaca
Planparalel
Kaca
hijau

i1

r1

i2

r2

t(cm)

30

15

15

30

1,5

1,6

45

26

26

45

2,3

2,2

60

35

35

60

3,1

3,1

Kaca
bening

30

20

20

20

1,3

1,1

d = 5,7
cm

45
60

25
35

25
35

25
35

2,3
3

2,2
2,9

d=
6,1
cm

1,55

Dari hasil data yang diperoleh dari hasil percobaan


didapat data sesuai dengan teori. Sinar datang i1
sejajar dengan sinar yang keluar i2.. Terjadi
pergeseran antara sinar datang dan sinar bias. Dari

7. PERTANYAAN KONSEP
1.) Gejala apa yang dapat kamu
pembiasan pada kaca plan paralel ?

lihat

Jawaban : Adanya pergeseran sudut


deviasi cahaya yang masuk dengan yang
keluar dari kaca plan paralel.

Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

2.) Bagaimana sudut deviasi cahaya yang


masuk ke kaca dan yang keluar dari kaca
plan paralel ?
Jawaban : Sudut deviasi cahaya yang
masuk ke kaca dan yang keluar dari kaca
plan paralel bernilai sama, karena kedua
sisi kaca sejajar sehingga hanya terjadi
pergeseran.

6,1sin(3015)
cos 15
t=1,6
t=

2.)

3.) Bagaimana besar indeks bias rata-rata


pada kaca plan paralel?
Jawaban : Besar indeks bias rata-rata
kaca plan paralel hijau berdasarkan
percobaan adalah 1,67, sedangkan pada
kaca plan paralel bening bernilai 1,55.
Karena n1<n2. Dimana indeks bias n1
merupakan indeks bias di udara yang
bernilai 1.

3.)

4.) Bagaimana hubungan besar sudut datang


dan sudut bias ?
Jawaban : Hubungan besar sudut datang
dan sudut bias adalah semakin besar
sudut datang maka semakin besar pula
sudut bias. Dan sebaliknya, semakin kecil
sudut datang maka semakin kecil pula
sudut bias.
5.) Bagaimana hubungan besar sudut datang
dengan besar indeks bias ?
Jawaban : Hubungan besar sudut datang
dengan besar indeks bias yaitu besar
indeks bias suatu medium dengan n 1 =1
(indeks bias di udara) merupakan
pembagian antara sin sudut datang (i)
dengan sin sudut bias (r). Sehingga besar
indeks bias (n2) berbanding lurus dengan
sudut datang (i).

4.)

5.)

6.)

6.) Bagaimana hubungan antara sudut datang


(i) dengan pergeseran sinar masuk dan
sinar keluar (t) ?
Jawaban : Hubungan antara sudut datang
dengan pergeseran sinar masuk dan sinar
keluar yaitu semakin besar sudut datang
(i)
maka
semakin
besar
pula
pergeserannya. Sebaliknya, semakin kecil
sudut datang (i) maka semakin pendek
pergeserannya.

1.)

Pergeseran

1.)

d sin ( i 1r 1 )
t=
cos r

d sin ( i 1r 1 )
cos r
6,1sin(6035)
t=
cos 35
t=3,1
t=

d sin ( i 1r 1 )
cos r
5,7 sin (3020)
t=
cos 20
t= 1
t=

d sin ( i 1r 1 )
cos r
5,7 sin (4525)
t=
cos 25
t=2,15
t=

d sin ( i 1r 1 )
cos r
5,7 sin (6035)
t=
cos 35
t= 2,9
t=

Indeks bias

ANALISIS DATA

d sin ( i 1r 1 )
cos r
6,1sin(4526)
t=
cos 26
t=2,2
t=

2.)

n2 sini
=
n1 sin r
n2 sin 30
=
1 sin 15
n2=1,9
n2 sini
=
n1 sin r
n2 sin 45
=
1 sin 26
n2=1,6

Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

3.)

4.)

5.)

n2 sini
=
n1 sin r
n2 sin 60
=
1 sin 35
n2=1,5
n2 sini
=
n1 sin r
n2 sin 30
=
1 sin 20
n2= 1,46
n2 sini
=
n1 sin r
n2 sin 45
=
1 sin25
n2=1,67
n2 sini
=
n1 sin r

6.)
n2 sin 60
=
1 sin 35
n2= 1,5

LAMPIRAN

Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

Laporan Praktikum Laboratorium Fisika Dasar SMA N 2 Kebumen

Anda mungkin juga menyukai