Anda di halaman 1dari 7

Berbagai

Bentuk Riba
Kelompok 15:
Lutfia Ismaya
Nina Rohima
Rizki Resmiadi

Pengertian Riba
Istilah riba, dari segi bahasa, artinya tambah
(az-ziyaddah), karena salah satu perbuatan riba
adalah meminta tambahan dari sesuatu yang
diutangkan.
Menurut pendapat seorang ahli fikih, Al Mali
sebagai berikut:
Riba adalah akad yang terjadi atas pertukaran
barang atau komoditas tertentu yang tidak
diketahui perimabangan menurut ketentuan
syara,
ketika
berakad
atau
mengakhiri
penukaran kedua belah pihak atau salah satu
dari keduanya.

Pokok Pokok Riba


Pokok Pokok Riba ada enam , yaitu
emas, perak, gandum, syair (sejenis
gandum, kurma, dan garam, karena
Rasulullah saw. bersabda: emas
dengan emas, perak dengan perak,
gandum dengan gandum, syair
dengan syair, kurma dengan kurma,
dan
garam
dengan
garam,
ukurannya sama dan tangan dengan
tangan (kontan). Jika jenis jenisnya

Berbagai Bentuk Riba


1. Riba dalam Jual Beli (Riba Fadl)
Islam melarang riba (bunga) atas jual
beli atau perniagaan. Riba tambahan
dalam jual beli (riba fadl) ialah jual beli
satu jenis barang dari barang - barang
ribawi dengan barang yang sejenisnya
dengan nilai (harga) lebih, contohnya:
Jual beli satu kwintal beras dengan
seperempat kwintal beras sejenisnya, atau
beli satu sha dengan satu setengah sha
kurma, atau jual beli satu ons perak

2. Riba Jahiliyah (Riba Dain)


Riba jahiliyah ialah si A mempunyai piutang
pada si B yang akan dibayar pada suatu waktu.
Ketika telah jatuh tempo, si A berkata kepada si
B, Engkau melunasi utangmu, atau aku beri
tempo waktu dengan uang tambahan. Jika si B
tidak melunasi utangnya pada waktunya, si A
meminta uang tambahan dan memberi tempo
waktu lagi. Begitulah hingga akhirnya, dalam
beberapa waktu, utang si B menumpuk berkali
kali lipat dari utang awalnya.
Di antara bentuk lain riba jahiliyah ialah si A
meminjamkan uang sebesar sepuluh dinar
kepada si B hingga waktu tertentu dan si B harus
mengembalikan
hutangnya
plus
uang

3. Riba Nasiah
Nasiah berasal dari kata fiil madli
nasaa
yang berarti menunda,
menangguhkan,
menunggu,
atau
merujuk pada tambahan waktu yang
diberikan pada pinjaman dengan
memberikan tambahan atau nilai
lebih. Dengan demikian, riba nasai
identik dengan bunga atas pinjaman.
Contoh, seseorang menjual satu
kwintal kurma dengan satu kwintal
gandum atau beras hingga waktu