Anda di halaman 1dari 1

Analisis kualitatif adalah suatu analisis yang tidak menggunakan perhitungan dan hanya menganalisis

suatu sampel, sperti terjadinya suatu perubahan warna pada larutan. Analisa kualitatif juga dapat
didefinisikan sebagai suatu proses mencari dan menyelidiki keberadaan suatu unsur kimia dalam sampel.
Analisa kualitatif merupakan suatu cara paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ionionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif dapat digunakan beberapa pereaksi diantaranya
pereaksi golongan dan pereaksi spesifik. Kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis kation atau
anion dalam suatu larutan. Kation adalah ion yang bermuatan positif sedang anion adalah ion yang
bermuatan negatif.
Analisis reaksi-reaksi khusus senyawa C, H, O, N merupakan suatu metode analisis yang kita
gunakan untuk mengetahui bagaimana reaksi yang terjadi antara senyawa C, H, O, N terhadap obatobatan. Dimana pada percobaan yag kita lakukan kita menggunakan asam salisilat murni, aspilets ,
neozep forte, dan paracetamol sebagai sampel dan kita menggunakan beberapa reagen seperti asam
klorida (HCL), besi (III) klorida (FeCl3) dan asam nitrat (HNO3). Hal ini kita lakukan untuk mengetahui
bagaimana reaksi-reaksi terhadap senyawa C, H, O, N yang terjadi.
Percobaan pertama yaitu pengujian paracetamol yang merupakan turunan dari anilin dilakukan
dengan dua percobaan, yaitu penambahan HNO3 dan penambahan H2O + FeCl3. Turunan dari anilin
mempunyai warna awal obat yaitu warna kuning. Setelah adanya penambahan 2-3 tetes HNO 3 maka
terjadi perubahan warna pada plat tetes yakni warna kuning kecoklatan. Hal tersebut sesuai dengan
pengujian zat murninya yang juga menghasilkan warna kuning. Penambahan 2-3 tetes FeCl 3
menyebabakan terjadinya perubahan warna biru violet pada tabung reaksi. Hal itu dikarenakan
paracetamol merupakan golongan fenol yang apabila ditambahkan larutan FeCl 3 akan mengalami
perubahan warna yaitu biru violet. Dapat pula kita lihat pada farmakope indonesia edisi III halaman 37
yang menyatakan bahwa apabila parasetamol ditambahakan 0,05 ml larutan besi (III) klorida akan terjadi
perubahan warna menjadi biru violet.
Pengujian pada sampel yang mengandung salisilamida dilakukan satu kali percobaan yaitu
dengan penambahan reagen FeCl3. Hasil yang didapatkan berwarna ungu pekat, hal ini menunjukkan
bahwa sampel (neozepforte) mengandung salisilamida. Sesuai dengan farmakope indonesia edisi III
halaman 563 yang menyatakan bahwa apabila salisilamida ditambahkan beberapa tetes laruran besi (III)
klorida terjadi warna violet. Pengujian pada sampel yang mengandung asam salisilat digunakan dua cara
yaitu dengan penambahan reagen HCl dan penambahan reagen FeCl 3. Hasil dari penambahan reagen
FeCl3 pada sampel aspilets hanya terjadi perubahan warna menjadi kuning yang merupakan warna dasar
dari obat tersebut. Sementara itu, pada sampel asam salisilat murni menghasilkan warna ungu pekat
karena asam salisilat mengandung gugus fenol. Semua fenol apabila direaksikan dengan besi (III) klorida
akan menghasilkan senyawa kompleks yang berwarna ungu. Hasil dari penambahan reagen HCl pada
sampel aspilets dan asam salisilat murni menghasilkan kristal bening karena kedua sampel tersebut
bersifat asam, hal ini membuktikan bahwa dalam sampel obat aspilets dan asam salisilat murni terdapat
senyawa yang kompleks dan C, H, O, N di dalamnya.
Dalam ilmu farmasi, pengidentifikasian unsur C, H, O, N ini berguna untuk mengintifikasi unsur
penyusun obat sehingga mempermudah para apoteker maupun farmasis untuk mengetahui kegunaan obat
atau indikasi pada tubuh manusia.