Anda di halaman 1dari 6

JOB HAZARD ANALYSIS WORKSHEET

(ANALISA IDENTIFIKASI BAHAYA)


TempatPelaksanaan
Job/Pekerjaan
Judul
Analysis By/DianalisaOleh

: Laboratorium Rekayasa Produk dan Integrasi Proses


: Penelitian
: Desulfurisasi Batubara Bayah dengan Menggunakan Metode Flotasi
: Aditia Prayoga
(3335101852)
Erik Dani Buntul
(3335110594)

Aktivitas :
1) Persiapan alat dan bahan
2) Membuat larutan Na2CO3 2M
3) Membuat larutan HCl 1M
4) Pencampuran bahan (air, minyak, Na2CO3, batubara, HCl) dalam tangki pengkondisian
5) Netralisasi pH
6) Melakukan proses flotasi
7) Menyaring batubara setelah batas waktu flotasi
8) Mengeringkan barubara hasil flotasi dalam oven pada temperatur 1200C
9) Membuang limbah hasil flotasi
No
1

Potensi
Pencegahan Bahaya
Bahaya
Persiapan alat 1) Alat dan
1) Memegang alat dan bahan dengan
dan bahan
bahan ada
benar saat dibawa
yang terjatuh 2) Hati-hati saat mengangkat, membawa
saat
ataupun menggeser alat dan bahan.
disiapkan.
Aktivitas

Keterangan
1) Untuk bahan yang tertumpah, segera di bersihkan. Jika bahan
berwujud cair gunakan adsorben, jika berwujud padat
gunakan sapu untuk membersihkannya.
2) Untuk alat yang terjatuh, segera cek alat tersebut. Jika
memungkinkan bisa digunakan maka penelitian tetap
dilanjutkan. Namun jika tidak memungkinkan, seperti pecah
atau rusak dan tidak ada cadangan atau penggantinya maka
untuk sementara waktu penelitian diberhentikan hingga alat
tersebut tersedia kembali untuk digunakan.

2) Bahan,
1) Menggunakan APD (respiratory mask, 1) Jika terkena mata / kulit dan terasa perih, bilas dengan air
tertelan,
safety goggles, gloves).
bersih selama min.15 menit.
terkena kulit
2) Jika tertelan, minum air mineral sebanyak mungkin,
dan mata.
istirahatkan korban.

3) Jika butuh penanganan doktek, segera bawa ke klinik atau


rumah sakit terdekat Nomor telepon Rumah Sakit Krakatau
Medika (RSKM) : (0254) 396333 atau SMS KM Mobile :
ketik info kirim ke 08158196333.
2

Membuat
1) Gelas beker 1) Tidak menaruh gelas beker ditepi meja. 1) Membersihkan serpihan kaca.
larutan
berisi larutan 2) Memegang gelas beker dengan benar 2) Mengelap larutan yang tumpah dari gelas beker.
Na2CO3 2 M
Na2CO3 2M
dan hati-hati, serta dalam keadaan
terjatuh dan
kering (tidak licin) atau menggunakan
pecah.
sarung tangan.
2) Peneliti
1) Menyiapkan lap kering atau adsorben 1) Menjauhkan peneliti dari tumpahan larutan.
terpeleset
bahan kimia, pasir kering, untuk
2) Jika terkena serpihan, cabut serpihan, bersihkan luka dengan
dan terkena
membersihkan tumpahan
alkohol.
pecahan
2) Menggunakan sepatu tertutup dan tidak
gelas beker.
licin.

Membuat
larutan HCl
1M

1) Laurtan HCl 1)
tertumpah
mengenai
2)
anggota
tubuh saat
mengencerka
n larutan HCl

Memegang wadah penampung larutakn 1) Bilas dengan air bersih selama 15menit
HCl dengan benar dan hati-hati
Menggunakan APD (jas lab, safety
gloves, sepatu tertutup)

2) Gelas beker 1) Tidak menaruh gelas beker ditepi meja. 1) Membersihkan serpihan kaca.
berisi larutan 2) Memegang gelas beker dengan benar 2) Mengelap larutan yang tumpah dari gelas beker.
HCl 1M
dan hati-hati, serta dalam keadaan
terjatuh dan
kering (tidak licin) atau menggunakan
pecah
sarung tangan.
3) Peneliti
1) Menyiapkan lap kering atau adsorben 1) Menjauhkan peneliti dari tumpahan larutan.
terpeleset
bahan kimia, pasir kering, untuk
2) Jika terkena serpihan, cabut serpihan, bersihkan luka dengan
dan terkena
membersihkan tumpahan.
alkohol.
pecahan
2) Menggunakan sepatu tertutup dan tidak
gelas beker
licin.

Pencampuran 1) Terjadi
bahan (air,
kortsleting
minyak,Na2C
listrik pada
O3 2M dan
alat mixing
barubara)
dalam tangki
pengkondisia
n.

1) Mengecek instalasi arus listrik di


sekitar laboratorium. Pastikan dalam
keadaan baik dan terisolasi.
2) Jauhkan dari sumber air.

2) Tangki
1)
pengkondisia
n tumpah
atau terjatuh.
5

1) Jika terjadi percikan, segera matikan alat proses.


2) Jauhkan bahan mudah terbakar dari percikan.
3) Mengecek alat proses kembali jika memungkinkan, jika tidak
menghentikan penelitian sementara.
4) Jika terjadi kebakaran kecil :
Gunakan Alat Pemadam Api Ringan
5) Jika terjadi kebakaran besar :
Hubungi pemadam kebakaran
Nomor tlp penting :
1) Pemadam Kebakaran Kota Cilegon : (0254) 377113
2) Polisi : 110
3) Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) : (0254) 396333
atau SMS KM Mobile : ketik info kirim ke 08158196333

Memegang dengan benar dan hati-hati 1) Peneliti membersihkan tumpahan dengan lap atau adsorben.
saat meletakkan, memasang,
menggeser, mengangkat dan
mengoperasikan tangki pengkondisian.

Netralisasi pH 1) Pipet berisi 1) Memegang pipet dengan benar dan


1) Jika terjatuh, matikan langsung saklar listrik pada alat mixing
larutan HCl
hati-hati saat melakukan netralisasi pH.
kemudian mengeluarkan pipet. Dan jika pipet pecah, matikan
1M terjatuh
terlebih dahulu saklar listrik alat mixing kemudian saring
kedalam
campuran larutan dalam tangki pengkondisian sehingga
tangki
didapat serpihan pecahan pipetnya.
pengkondisia
n saat alat
mixing
sedang
running.
2) Elektroda pH 1) Memegang elektroda dengan benar dan 1) Jika terjatuh, matikan langsung saklar pada alat mixing dan
meter
hati-hati saat melakukan pengecekan
saklar yang terdapat pada pH meter. Kemudian angkat
terjatuh ke
pH.
elektroda pH meter.
dalam tangki
pengkondisia
n saat alat
mixing
sedang
running.

Melakukan 1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
proses flotasi
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.
A.1) Vairasi
100 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.2
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

A.2) Vairasi
100 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.3
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

A.3) Vairasi
100 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.4
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

B.1) Vairasi
118 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.2
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan

untuk udara mengalir.


B.2) Vairasi
118 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.3
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

B.3) Vairasi
118 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.4
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

C.1) Vairasi
140 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.2
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

C.2) Vairasi
140 mesh
batubara
dengan laju
udara 1.3
LPM

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.
2) Selang dan sparger dipasang dengan
baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

C.3) Vairasi
140 mesh
batubara
dengan laju

1) Aliran udara 1) Mencoba mengalirkan udara dengan


1) Jika terjadi penyumbatan udara saat proses flotasi, segera
dari
tekanan rendah sebelum proses flotasi
matikan kompresor. Kemudian mencari letak terjadinya
kompresor
berlangsung untuk mengecek apakah
sumbatan dan memperbaikinya.
tersumbat
terjadi sumbatan atau tidak.

udara 1.3
LPM
7

2) Selang dan sparger dipasang dengan


baik. Usahakan tidak terdapat hambatan
untuk udara mengalir.

Menyaring
1) Saringan
1) Menyiapkan saringan lebih dari 1.
1) Menggunakan saringan yang lain untuk menyaring batubara
batubara
terjatuh
2) Memegang saringan dengan benar dan
hasil flotasi.
setelah batas
kedalam
hati-hati saat menyaring batubara.
2) Mengambil saringan yang terjatuh setelah membuang air
waktu flotasi.
kolom flotasi
limbah hasil flotasi
2) Peneliti
1) Hati-hati saat menaiki tangga.
terpeleset
2) Pastikan sepatu tidak dalam keadaan
atau terjatuh
licin.
saat
menyaring

Mengeringka 1) Terjadi
n barubara
korsleting
hasil flotasi
listrik
dalam oven
pada
temperatur
1200C.

Membuang
limbah cair
hasil flotasi

1) Jika tidak mengalami luka yang cukup serius pada peneliti,


proses penyaringan batubara dapat dilanjutkan kembali.
Namun jika terjadi luka yang serius segera hubungi Rumah
Sakit Krakatau Medika (RSKM) : (0254) 396333 atau SMS
KM Mobile : ketik info kirim ke 08158196333
.
1) Mengecek instalasi arus listrik disekitar 1) Jika terjadi percikan, segera matikan alat proses (oven)
tempat oven. Pastikan dalam keadaan 2) Jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber percikan
baik dan terisolasi (tidak ada kabel
yang terbuka)

1) Kolom
1) Memegang kolom flotasi dengan benar 1) Mengecek alat kolom flotasi. Jika memungkinkan masih bisa
flotasi
dan menuangkan air limbah dengan
digunakan, maka penelitian tetap dilanjutkan. Namun jika
terjatuh saat
hati-hati.
tidak memungkinkan, seperti misalnya kolom flotasi pecah
membuang 2) Pastikan keaadan tangan tidak dalam
(terbuat dari bahan akrilik). Maka penelitian diberhentikan
air limbah
keadaan licin
sementara waktu untuk diperbaiki atau mengganti alat baru.