Anda di halaman 1dari 4

A.

Keadaan Umum Talas


Talas (Colocasia esculenta) merupakan tanaman pangan yang
termasuk jenis herba menahun. Talas memiliki berbagai nama umum di
seluruh dunia, yaitu Taro, Old cocoyam, Gabi (Philipina), Arvi (India), Keladi
(Malaysia), Satoimo (Jepang), dan Yu-tao (China). Tanaman ini
diklasifikasikan sebagai tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dengan biji
tertutup (Angiospermae) dan berkeping satu (Monocotyledonae). Taksonomi
tumbuhan talas secara lengkap adalah sebagai berikut:

Gambar 1 Talas
Sumber: http://images.wisegeek.com/raw-taro-root.jpg

Kingdom : Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae
Kelas

: Monocotyledonae

Ordo

: Arales

Famili

: Araceae

Genus

: Colocasia

Species

: Colocasia esculenta

Talas berasal dari daerah sekitar India dan Indonesia, yang kemudian
menyebar hingga ke China, Jepang, dan beberapa pulau di Samudra Pasifik.
Pertumbuhan paling baik dari tanaman ini dapat dicapai dengan menanamnya
di daerah yang memiliki ketinggian 0 m hingga 2740 m di atas permukaan
laut, suhu antara 21 27oC, dan curah hujan sebesar 1750 mm per tahun.
Bagian yang dapat dipanen dari talas adalah umbinya, dengan umur panen

berkisar antara 6 -18 bulan dan ditandai dengan daun yang tampak mulai
menguning atau mengering.
Talas umumnya tumbuh subur di daerah negara-negara tropis. Bahan
pangan ini memiliki kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di dalam
negeri dan juga berpotensi sebagai barang ekspor yang dapat menghasilkan
keuntungan. Pemasarannya selain dapat dilakukan dalam bentuk segar, juga
dapat dilakukan dalam bentuk umbi beku ataupun umbi kaleng yang
memenuhi syarat ukuran tertentu.
Indonesia sebagai salah satu negara penghasil talas memiliki dua sentra
penanaman talas, yaitu di kota Bogor dan Malang. Jenis talas yang biasa
dibudidayakan di Bogor adalah talas sutera, talas bentul, talas lampung, talas
pandan, talas padang, dan talas ketan. Namun, yang umum ditanam adalah
talas bentul karena memiliki produktivitas yang tinggi serta memiliki rasa
umbi yang enak dan pulen. Ciri-ciri dari masing-masing varietas talas yang
banyak dibudidayakan di Bogor ditampilkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Ciri-ciri beberapa varietas talas di Bogor
Varietas Talas
Ciri-ciri
Pandan
Lampung Sutera
Ketan
Warna
Kuning
Hijau
Hijau
Hijau
daun
keunguan
Warna
Kemeraha
pangkal
Putih
n
daun
Warna
Hijau
Kuning
pelepah
Hijau
kemerahan keunguan
daun
Warna
tangkai

Bentul

Padang

Hijau

Hijau

Hijau
keunguan

Keunguan

daging

Keunguan

Kuning

Putih

Putih

Putih

Putih

umbi
Ukuran

Sedang

Besar

Besar

Kecil

Kecil

Sedang

daun
Warna

umbi
Aroma
Pandan
Sumber: Wahyudi (2010)

Talas merupakan tanaman sekulen yaitu tanaman yang umbinya


banyak mengandung air. Umbi tersebut terdiri dari umbi primer dan umbi
sekunder. Kedua umbi tersebut berada di bawah permukaan tanah. Hal yang
membedakannya adalah umbi primer merupakan umbi induk yang memiliki
bentuk silinder dengan panjang 30 cm dan diameter 15 cm, sedangkan umbi
sekunder merupakan umbi yang tumbuh di sekeliling umbi primer dengan
ukuran yang lebih kecil. Umbi sekunder ini digunakan oleh talas untuk
melakukan perkembangbiakannya secara vegetatif.
Umbi talas memiliki berbagai macam bentuk yang sangat tergantung
dengan lingkungan tempat tumbuhnya serta varietasnya. Minantyorini dan
Hanarida (2002) melakukan identifikasi dan melakukan klasifikasi terhadap
plasma nutfah berbagai jenis talas. Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 2
yang menunjukkan berbagai macam bantuk dari umbi talas, mulai dari yang
kerucut (1), membulat (2), silindris (3), elips (4), halter (5), memanjang (6),
datar dan bermuka banyak (7), dan tandan (8). Umumnya talas yang tersebar
di Indonesia memiliki bentuk kerucut, silindri, atau elips, dengan sebagian
kecil daerah memproduksi talas dengan bentuk umbi membulat, halter,
memanjang, dan tandan. Untuk bentuk umbi datar dan bermuka banyak,
hingga kini belum ada ditemui di Indonesia.

Gambar 2 Klasifikasi berbagai bentuk umbi talas


Sumber: Minantyorini dan Hanarida (2002)

Daftar Pustaka:
Koswara, Sutrisno. 2013. Teknologi Pengolahan Umbi-Umbian Bagian 1:
Pengolahan Umbi Talas. Southeast Asian Food and Agricultural
Science and Technology (SEAFAST) Center. Institut Pertanian Bogor.
Minantyorini dan Hanarida I. S. 2002. Panduan Karakterisasi dan Evaluasi
Plasma nutfah Talas. Bogor: Komisi Nasional Plasma Nutfah (KNPN)
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Wahyudi, Dony. 2010. Pengaruh Suhu Perendaman Terhadap Kandungan
Oksalat dalam Talas pada Proses Pembuatan Tepung Talas. Skripsi.
Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.