Anda di halaman 1dari 2

II.

Definisi Lilin /Wax


Lilin (wax) adalah ester dari asam lemak dengan alkohol monohidrat bermolekultinggi.
Seperti lemak,waxes di alam ditemukan dalam bentuk campuran dari ester
yang berbeda dan bersifat padat pada suhu kamar. Lilin (wax) tersebar luas baik dalam tubuh
hewan maupun tanaman, dan berperan sebagai pelindung. Lilin (wax), memiliki rantaikarbon
panjng antara 14 sampai 34 atom karbon. Lilin (wax) adalah sebagian darikelompok lipid.
Secara kimiawi, lilin merupakan ester dari asam lemak berantai panjang.Panjang rantai
karbon asam maupun alkohol pada lilin biasanya berkisar dari 10 sampai 30karbon. Bedanya
dengan trigliserida adalah alkohol pada lilin ialah alkohol monohidrat.Lilin adalah padatan
mantap bertitik leleh rendah.Lilin (wax) digolongkan ke dalam lipid karena sifatnya yang
tidak larut dalam
air, juga karena sifatnya yang sangat hidrofobik (menolak air). Lilin tersusun atasa asebuahal
kohol kompleks yang terhubungkan dengan sebuah asak lemaka berantai panjang olehsebuah
ikatan ester yang khas. Lilin merupakan lipid struktural penting yang seringkaliditemukana
sebagai lapisan pelindung padaa permukaaan daun, batang, rambut, kulit, danlain-lain. Lilin
memberikan perlindungan yang efektif terhadap terhadaap kehinlangan air,dan dalam
beberapa kasus, lilin merupakan komponen penyusun bangun yang kaku daristruktur-struktur
yang kompleks seperti bagian dalam sarang lebah. Lilin juga memilikikegunaan komersial,
sebagai pelitur perabotan, senyawaa pelapis kendaraan bermotor, dan pelapis lantai
Lemak, minyak dan lilin merupakan ester ester gliserol yang terdapat
alamiah di muka bumi ini. Dalam hewan mamalia, lemak diperuntukkan sebagai
cadangan sumber energi kimia. Jika lemak mengalami oksidasi menjadi karbon
dioksida dan air akan dibebaskan energi lebih dari dua kali yang dibebaskan oleh
karbohidrat atau protein per gramnya. Lilin digunakan sebagai lapisan pelindung pada
kulit dan bulu bagi binatang dan pada daun bagi tumbuh tumbuhan.

Cara menghilangkan lilin:


Prinsip ekstraksi dengan pelarut mudah menguap adalah melarutkan minyak atsiri dalam
bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. Proses ekstraksi biasanya dilakukan
dalam suatu wadah yang disebut ekstraktor. Bunga yang ingin diekstrak dimasukkan kedalam
ekstraktor dan kemudian pelarut menguap dimpankan ke dalam ekstraktor. Pelarut yang biasa
digunakan adalah petroleum ether, carbon tetra clorida, chloroform dan pelarut lainnya yang
bertitik didih rendah. Pelarut organik akan berpenetrasi ke dalam jaringan bunga dan akan
melarutkan minyak serta bahan non volatil yang berupa resin, lilin dan pigmen. Hasil
ekstraksi merupakan campuran dari pelarut dan minyak atsiri yang disebut dengan concrete.
Jika concrete dilarutkan dalam alkohol maka minyak atsiri akan larut sempurna namun zat
lilin akan terpisah. Jika dilihat dari minyak atsiri yang dihasilkan ekstraksi dengan pelarut
memberi minyak atsiri yang memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan dengan minyak
atsiri hasil proses penyulingan (Ketaren, 1985)
LIPID
Lipid adalah golongan senyawa organik yang sangat heterogen yang
menyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Lipid merupakan golongan senyawa organik kedua
yangmenjadi sumber makanan, merupakan kira-kira 40% dari makanan yang dimakan
setiaphari (Budimarwanti,2010). Struktur lipid yaitu memiliki kepala yang bersifat
polar danekor. hidrokabon yang bersifat nonpolar. Dalam suatu larutan, kepala yang bersifat
polardapat berasosiasi dengan air, sehingga membentuk senyawa amfipatik (memiliki dua

kutub positif dan negatif). Selain itu, lipid dapat membentuk formasi satu lapis lipid(monolay
ers), dua lapis lipid (bilayers), misel, dan vesikula (Shofyan, 2010)
Cara menghilangkan senyawa lipid adalah dengan mengestraksi dengan larutan non polar
seperti protelium eter