Anda di halaman 1dari 14

BAB II

KEBAIKAN, KEBAJIKAN
DAN KEBAHAGIAAN
OLEH
OLEH
HERNY NURHAYATI,SE

A. KEBAIKAN
1.

2.

3.

4.

Tidak semua kebaikan merupakan


kebaikan akhlak.
Manusia menentukan tingkah
lakunya untuk tujuan dan memilih
jalan yang ditempuh.
Untuk tiap manusia, hanya terdapat
satu tujuan akhir.
Kesusilaan.

Kesusilaan :
a.

Kebaikan atau keburukan perbuatan manusia :


Objektif (keadaan seseorang tidak dipandang).
Subjektif (keadaan perseorangan
diperhitungkan).
Batiniah ( berasal dari dalam perbuatan
manusia :kebatinan, instrinsik).
Berasal dari pemerintah atau larangan hukum
positif (Ekstrinsik).
Persoalannya terletak dalam perbuatan
sendiri.

b. Unsur unsur yang menentukan


kesusilaan :
1. Perbuatan itu sendiri, yang
dikehendaki pembuat ditunjau dari
sudut kesusilaan.
2. Alasan (motif), apa dorongan
manusia melaksanakan
perbuatannya.
3. Keadaan, Gejala tambahan yang
berhubungan dengan perbuatan itu.

c. Penggunaan Praktis
1. Perbuatan yang dengan sendirinya
jahat, tak dapat menjadi baik atau
netral karena alasan atau keadaan.
2. Perbuatan yang baik, tumbuh
dalam kebaikannya, karena
kebaikan alasan dan keadaannya.
3. Perbuatan netral memperoleh
kesusilaannya, karena alasan dan
keadaanya.

d. Dalam praktek, tak mungkin ada


perbuatan kemanusiaan netral,
sebabnya perbuatan itu setidaktidaknya secara implisit mempunyai
tujuan.

B. KEBAJIKAN
1.

2.

Kebiasaan (habit) merupakan kualitas


kejiwaan, keadaan yang tetap, sehingga
memudahkan pelaksanaan
perbiatan.Kebiasaan disebut kodrat
kedua.
Kebiasaan dari sudut kekusilaan baik
dinamakan kebajikan (virtue), sedangkan
yang jahat, buruk dinamakan kejahatan
(vice). Kebajikan adalah kebiasaan yang
menyempurnakan manusia.

3. Kebajikan budi menyempurnakan akal


menjadi alat yang baik untuk menerima
pengetahuan. Bagi budi spekulatif
kebajikan disebut pengertian,
pengetahuan.Bagi budi praktis disebut
kepandaian, kebijaksanaan.
4. Kebajikan pokok adalah kebajikan susila
yang penting meliputi :
a.
Kebijaksanaan, menuntut keputusan yang
benar guna memilih alat-alat dengan
tepat untuk tujuan yang bernilai.
b.
Pertahanan/pengendalian.
c.
Tidak menyingkir dari kesulitan (kekuatan)
d.
Memberikan hak kepada yang memilikinya
(keadilan).

C. KEBAHAGIAN
1. Kebahagian Subjektif :
a. Kepuasan yang sadar , yang dirasakan
seseorang karena keinginannya
memiliki kebaikan sudak terlaksana,
disebut kebahagiaan.
b. Kebahagian merupakan dasar alasan,
seluruh perbuatan manusia. Karena
tiap orang berusaha memenuhi
keinginannya.

c. Beberapa jalan fikiran yang perlu


dipertimbangkan, yang menganggap
kebahagian sempurna itu dapat dicapai
adalah:
1.
Manusia mempunyai keinginan akan
bahagia sempurna.
2.
Keinginan tersebut merupakan bawaan
kodrat manusia, yang merupakan
dorongan pada alam rohaniah yang
bukan sekedar efek sampingan.
3.
Keinginan tersebut berasal dari sesuatu
transenden.
4.
Sifat bawaan tersebut dimaksudkan
untuk mencapai kesempurnaan yang
sesuai dengan harkat manusia.

d. Pada manusia terdapat pula


keinginan yang berasal dari nafsu
serakahnya.

2. Kebahagian Objektif
a.
Manusia berusaha melaksanakan dalam
dirinya suasana kebahagiaan
(sempurna) yang tetap.
b.
Pandangan tentang objek kebahagian:
Apakah objek itu sejajar, lebih rendah
atau lebih tinggi dari manusia ?
(kebutuhan akan benda, kebutuhan
jasmani, kebutuhan jiwa).
c.
Jika tidak ada Tuhan, kebahagian
sempurna tidak akan mungkin, karena
akal manusia menuju seluruh kebenaran
dan keinginan menuju kearah kebaikan.

d. Untuk pengertian yang benar orang


harus memikirkan:
1. Kebahagian sempurna tidak berarti
yang tidak terbatas , objek tak
terhingga tidak dimiliki dengan cara
yang tak terhingga.
2. Kodrat akal manusia terbatas,
kekuatannya setiap saat juga terbatas.
3. Objek kebahagiaan yang tarafnya
rendah turut serta mengalami
kebahagiaan dari yang bertaraf lebih
tinggi.

Terima kasih