Anda di halaman 1dari 2

PENGGOLONGAN TITRASI BERDASARKAN REAKSI

Penggolongan titrasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu :


Penggolongan berdasarkan reaksi kimianya :
Reaksi asam-basa (reaksi netralisasi)
Reaksi asam-basa didasarkan pada proses netralisasi. Jika larutan bakunya adalah
larutan basa, maka zat yang akan ditentukan haruslah bersifat asam, begitu pula
sebaliknya.
Berdasarkan sifat larutan bakunya, titrasi dibagi atas :
Asidimetri, adalah titrasi penetralan yang menggunakan larutan baku asam sebagai
titran . Secara teori reaksi asidimetri digambarkan melalui persamaan
BOH + H3O+ B+ + H2O
Alkalimetri, adalah titrasi penetralan yang menggunakan larutan baku basa sebagai
titran . Secara teori reaksi alkalimetri digambarkan melalui persamaan
HA + OH- A- + H2O
Reaksi oksidasi-reduksi (redoks)
Pada reaksi redoks ini yang terjadi adalah reaksi antara senyawa atau ion yang
bersifat oksidator sebagai analit dengan senyawa atau ion yang bersifat reduktor
sebagai titran, begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan larutan bakunyang digunakan, titrasiolsidasi-reduksi dibagi atas :
Oksidimetri, adalah metode titrasi redoks dimana larutan baku yang digunakan
bersifat sebagai oksidator.
Yang termasuk titrasi oksidimetri adalah :
Permanganometri, larutan bakunya : KMnO4
Dikromatometri, larutan bakunya : K2Cr2O7
Serimetri, larutan bakunya : Ce(SO4)2, Ce(NH4)2SO4
Iodimetri, larutan bakunya : I2
Reduksimetri, adalah metode titrasi redoks dimana larutan baku yang digunakan
bersifat sebagai reduktor.
Yang termasuk titrasi reduksimetri adalah :
Iodometri, larutan bakunya : Na2S2O3 . 5H2O
Reaksi Pengendapan (presipitasi)
Pada reaksi pengendapan, yang terjadi adalah reaksi penggabungan ion yang
menghasilkan endapan.
Yang termasuk titrasi pengendapan adalah :
Argentometri, larutan bakunya : AgNO3
Merkurimetri, larutan bakunya : Hg(NO3)2 atau logam raksa itu sendiri
Reaksi pembentukan kompleks (kompleksometri)
Titrasi pembentukan kompleks (kompleksometri) digunakan untuk menetapkan
kadar ion-ion alkali dan alkali tanah atau ion-ion logam. Larutan bakunya adalah
EDTA
Penggolongan berdasarkan cara titrasinya :
Titrasi langsung (iodimetri), mengacu pada titrasi dengan suatu larutan baku iod
standar. Pada titrasi langsung sudah terbentuk I2 .
Titrasi tidak langsung (iodometri), berkenaan dengan titrasi dari iod yang

dibebaskan dalam reaksi kimia. Pada titrasi ini I2 yang terbentuk akan bereaksi
dengan tiosulfat.
Titrasi Kembali
Saat titrasi adakalanya terjadi kelabihan titran yang menyebabkan over titrasi.
Untuk itu dilakukan titrasi kembali dengan titran yang yang lain.