Anda di halaman 1dari 21

ENDOSKOPI

Dea Haykalsani Harahap


Fatimah Saleh
Rayni Anugrah
Mutiara Ferina

DEFINISI
Endoskopi

merupakan suatu alat yang


digunakan untuk memeriksa organ di
dalam tubuh manusia secara visual
dengan cara mengintip dengan alat
tersebut atau langsung melihat di layar
monitor sehingga kelainan yang ada
pada organ tersebut dapat dilihat
dengan jelas.

JENIS ENDOSKOPI
Scope

yang kaku ( rigid scope)


Fleksibel (flexible scope)
Video endoscope (evis scope)
Endoskop kapsul (capsul endoscope)

Endoskopi

tidak hanya menampilkan


suatu gambar atau pencitraan untuk
pemeriksaan visual dan fotografi, tapi
juga memungkinkan untuk mengambil
sampel biopsi dan mengambil benda
asing.

PERBEDAAN ENDOSKOP
FLEKSIBEL DAN RIGID

Jenis Endoskop

Cara masuk

Yang dilihat

Nama prosedur

Antroskop

kulit

sendi

Antroskopi

Bronkosop

mulut

Trakea

dan Bronkoskopi

bronkus
kolonoskop

anus

Kolon

Kolonoskopi

sitoskop

uretra

Vesika

Sitoskopi

enteroskop

Mulut atau anus

intestinal

Enteroskopi

Esophagogastro

mulut

Esophagus,

Esophagogastrodu

duodeno-scope

gaster, duodenum oden-scopy (EGD)

Histeroskop

vagina

uterus

Histeroskopi

laparoskop

Abdomen

intrabdomen

Laparskopi

Laringoskop

Mulut atau hidung

Laring

Laringoskopi

Mediastinoskop

sternum

mediastum

Mediastinoskopi

sigmoidoskop

anus

Rektum
sigmoid kolon

dan Sigmoidoskopi

INDIKASI

Untuk menerangkan perubahan-perubahan radiologis


yang meragukan atau tidak jelas, atau untuk menentukan
dengan lebih pasti atau tepat kelainan radiologis yang
didapatkan pada esophagus, gaster, atau duodenum
Pasien dengan gejala menetap (disfagia, nyeri
epigastrium, muntah-muntah) yang pada pemeriksaan
radiologis tidak didapatkan kelainan
Bila pemeriksaan radiologis menunjukkan atau dicurigai
suatu kelainan, misalnya tukak, keganasan atau obstruksi
pada esophagus, indikasi endoskopi yaitu memastikan
lebih lanjut lesi tersebut dan untuk membuat pemeriksaan
fotografi, biopsy, atau sitologi .
Perdarahan akut saluran cerna bagian atas memerlukan
pemeriksaan endoskopi secepatnya dalam waktu 24 jam
untuk mendapatkan diagnosis sumber perdarahan yang
paling tepat

Pemeriksaan endoskopi yang berulang-ulang diperlukan untuk


memantau penyembuhan
Tukak yang jinak pada pasien-pasien dengan tukak yang dicurgai
kemungkinan adanya keganasan (deteksi dini karsinoma
lambung)
Pada pasien pasien pasca gastrektomi dengan gejala atau
keluhan-keluhan saluran cerna bagian atas diperlukan
pemeriksaan endoskopi karena intepretasi radiologis biasanya
sulit. Iregularitas dari lambung dapat dievaluasi langsung melalui
endoskopi
Kasus sindrom dyspepsia dengan usia lebih dari 45 tahun atau di
bawah 45 tahun dengan tanda bahaya (muntah-muntah hebat,
denanm hematemesis, anemia, ikterus, dan penurunan berat
badan), pemakaian obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dan
riwayat
kanker pada keluarga
Prosedur terapeutik seperti polipektomi, pemasangan selang
makanan, dilatasi pada stenosis esophagus atau akalasia, dll.

KONTRAINDIKASI
Kontraindikasi Absolut
Pasien tidak kooperatif atau menolak prosedur
pemeriksaan tersebut setelah indikasinya dijelaskan
secara penuh
Renjatan berat karena perdarahan, dll
Oklusi koroner akut
Gagal jantung berat
Koma
Emfisema dan penyakit paru obstruktif berat
Pada keadaan-keadaan tersebut, pemeriksaan
endoskopi harus ditunda dulu
hingga keadaan penyakitnya membaik.

Kontraindikasi Relatif
Luka korodif akut pada esophagus, aneurisma aorta, aritmia
jantung berat
Kifoskoliosis berat, divertikulum Zenker, osteofit bear pada
tulang servikal,
struma besar. Pada keadaan tersebut pemeriksaan endoskopi
harus dilakukan dengan hati-hati
Pasien gagal jantung
Penyakit infeksi akut (misal pneumonia, peritonitis, kolesistitis)
Pasien anemia berat misalnya karena perdarahan, harus diberi
transfuse
darah terlebih dahulu hingga Hb minimal 10g/dl
Toksemia pada kehamilan terutama bila disertai infeksi berat
atau kejang-kejang
Pasien pasca bedah abdomen yang baru
Gangguan kesadaran
Tumor mediastinum

PERSIAPAN ENDOSKOPI
1. Persiapan Umum
Psikologis
Memberikan penyuluhan atau bimbingan konseling
keperawatan mengenai tujuan, prosedur dan
kemungkinan yang dapat terjadi agar klien dapat
membantu kelancaran pemeriksaan endoskopi
Administrasi
Mengisi informed consent ditanda tangani oleh
klien atau keluarga
Menjelaskan perihal administrasi

2. Persiapan Khusus
Endoskopi Saluran cerna bagian atas:
Puasa, tidak makan dan minum setidaknya 6 jam
sebelum tindakan pemeriksaan endoskopi
Gigi palsu dan kacamata harus di lepas selama
proses pemeriksaan
Sebelum tindakan endoskopi disemprot xylocain
10%
Endoskopi saluran cerna bagian bawah:
Dua hari sebelum pemeriksaan dianjurkan puasa
rendah serat (bubur kecap/bubur maizena)
Minum obat pencahar

PERSIAPAN ALAT
Skop

sesuai kebutuhan ( gastroskopi,


duodenoskopi )
Suction pump
Printer endoskopi dengan kertasnya
Monitor tv
Light source

KOMPLIKASI
Perdarahan
Perforasi
Pneumonia

aspirasi
Penularan infeksi
Instrument impaction

ENDOSKOPI DI BIDANG
THT
Sinuskopi
Nasofaringoskopi
Esofagoskopi
Bronkoskopi

Sinuskopi

Pemeriksaan ke dalam sinus maksila menggunakan


endoskop yang dimasukkan melalui lubang yang
dibuat di meatus inferior atau fosa kanina
Nasofaringoskopi
Pemeriksaan dengan memasukkan endoskop untuk
melihat langsung keadaan nasofaring.
Esofagoskopi
Untuk melihat langsung kedalam lumen esofagus,
keadaan dinding atau mukosa esofagus serta
bentuk lumen esofagus
Bronkoskopi
Melihat langsung ke dalam lumen trakeo - bronkus

Bedah Sinus Endoskopik


Fungsional
Bedah

Sinus Endoskopik Fungsional


( BSEF) atau Functional Endoscopic
Sinus Surgery (FESS) merupakan suatu
prosedur invasif minimal , saat ini
populer sebagai teknik operasi terkini
dalam penatalaksanaan sinusitis kronik,
polip hidung, tumor hidung dan sinusitis
paranasal serta kelainan lainnya.

INDIKASI
Rhinosinusitis

kronik atau rinosinusitis akut yang


berulang dan polip hidung yang telah diberi terapi
medikamentosa yang optimal
Rinosinusitis dengan komplikasi dan perluasannya,
mukokel, sinusitis alergi yang berkomplikasi atau
sinusitis jamur yang invasif dan neoplasma.
Mengangkat tumor hidung dan sinus paranasal,
menambal kebocoran liquor serebrospinal, tumor
hipofisa, tumor dasar otak sebelah anterior, media
bahkan posterior, dakriosistorinostomi, dekompresi
orbita, dekompresi nervus optikus, kelainan kongenital
(atresia koana) dan lainnya.

KONTRAINDIKASI
Osteitis

atau osteomielitis tuklang


frontal yang disertai pembentukan
sekuester
Pasca operasi radikal dengan rongga
sinus yang mengecil atau hipoplasi.
Penderita yang disertai hipertensi
maligna, diabetes melitus, kelainan
hemostatis yang tidak terkontrol oleh
dokter spesialis yang sesuai.

TAHAPAN OPERASI
Teknik operasi BSEF adalah dengan
secara bertahap, mulai dari yang paling
ringan yaitu infundibulektomi, BSEF mini
sampai frontosfenoidektomi total. Tahap
operasi disesuaikan dengan luas penyakit,
sehingga tiap individu berbeda jenis atau
tahapan operasi.