Anda di halaman 1dari 35

PARALISIS PERIODIK

HIPOKALEMIK

Oleh:
Tanziela Firdausi Thahir
Dhini Khairuni
Shinta Galuh Permata
Warisna Asyiah Nst
Muhammad Masykur

Pembimbing:
dr. T. Mamfaluti, M.Kes,Sp.PD

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Periodik paralisis hipokalemia adalah kelainan yang ditandai
dengan kadar kalium yang rendah (kurang dari 3.5 mmol/L)
pada saat serangan, disertai riwayat episode kelemahan
sampai kelumpuhan otot skeletal
Kalium mempunyai peran vital di tingkat sel dan merupakan
ion utama intrasel Kalium memiliki fungsi mempertahankan
membran potensial elektrik dalam tubuh dan menghantarkan
aliran saraf di otot. Kalium mempunyai peranan yang
dominan dalam hal eksitabilitas sel, terutama sel otot
jantung, saraf, dan otot lurik

BAB II
LAPORAN KASUS

Identitas Penderita
Nama
: Tn. AH
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur
: 45 tahun
Alamat
: Lambaroskep
Pekerjaan : PNS
CM
: 0873822
Tanggal masuk RSUZA
Tanggal pemeriksaan

: 4 Februari 2015
: 24 Februari 2015

Anamnesis
KU: Kelemahan kedua belah tungkai sejak 3 minggu SMRS

RPS:
Pasien datang dengan keluhan kelemahan kedua belah tungkai dan
kaki sejak 3 minggu SMRS, disertai dengan kesulitan untuk
menggerakan dan mengangkat kedua belah tungkai dan kaki, pasien
juga mengeluhkan kedua tangan lemas dan sulit digerakkan. Lemas
dan mudah lelah juga dikeluhkan. Keluhan sesak nafas disangkal,
keluhan berdebar-debar disangkal. Keluhan perut kembung
disangkal. Pasien juga mengeluh mual muntah 1 hari SMRS 2-3
x/hari, sekitar aqua gelas. Berupa cairan dan makanan yang
dikonsumsi. Saat ini keluhan muntah sudah tidak dialami lagi.

RPS:
BAB tidak ada keluhan. Riwayat BAB cair disangkal, keluhan
sulit BAB disangkal. BAK tidak ada keluhan namun BAK
sering, frekuensi BAK 8-10 kali per hari, dengan jumlah urine
per hari 2500-3500 cc/ hari. Pasien minum air 2-3 botol aqua
besar sehari. Pasien sudah beberapa kali dirawat dengan
keluhan yang sama sejak 1 tahun yang lalu sebanyak 3-4 kali
rawatan. Rawatan terakhir 1,5 bulan yang lalu dengan keluhan
yang sama. Keluhan penurunan berat badan disangkal.

RPD:
Pasien pernah dirawat dengan keluhan yang sama 3-4 kali
rawatan.
Hipertensi disangkal
Diabetes Mellitus disangkal

RPO:
Diuretik Furosemide (-)
Insulin (-)
KSR 2 x 600 mg
RPK:

Pasien menyangkal adanya anggota keluarga pasien


yang mengeluh keluhan yang sama.
RKS: Merokok (+)

Pemeriksaan Fisik
Vital
Sign

Kesadaran
TD

Compos Mentis
110/80 mmHg

Frekuensi 74 x/menit, reguler, isi


cukup, kuat angkat

RR

20 X/menit, abdominalthoracal

36,8C

BB : 120 kg
TB : 170 cm
IMT : 41,5 kg/mm2

Mata

: Konjungtiva palpebra inferior pucat


(-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga: tidak ada kelainan
Hidung : tidak ada kelainan
Mulut : tidak ada kelainan
Leher
: TVJ R-2 cmH2O, pembesaran KGB (-)

Pemeriksaan Fisik
Thorax
Depan
I

Kanan
Kiri
Simetris, retraksi dinding dada (-), bentuk
dada normal
Fremitus N
Fremitus N
P
Sonor
Sonor
P
Vesikuler Normal
Vesikuler Normal
A
Ronchi (-) wheezing Ronchi (-) wheezing (-)
(-)
Belakan
Kanan
Kiri
g
Simetris, bentuk dada normal
I
Fremitus N
Fremitus N
P
Sonor
Sonor
P
Vesikuler Normal
Vesikuler Normal
A

Pemeriksaan Fisik
JANTUNG
Inspeksi
: Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi
: Ictus cordis tidak teraba
Perkusi
: batas atas jantung : ICS III
batas kanan jantung : linea parasternal dextra
batas kiri jantung : 1 jari medial linea
midclavicula sinistra
Auskultasi : HR : 74 x/menit, reguler, bising (-)
ABDOMEN
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi :

: Simetris
: Soepel Hepar/Lien/Renal tidak teraba
: Tympani, shifting dullness (-)
Peristaltik (+) normal

Pemeriksaan Fisik
EKSTREMITAS:
Superior : edema (-/-), pucat (-/-)
Inferior : edema (-/-), Pucat (-/-)
KEKUATAN OTOT:

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang
-

Hb
: 14,6 g/dl
Leukosit : 8.900 /l
Hematokrit : 42 %
Trombosit
: 237.000 /
l
Creatinin : 0,59 mg/dl
Ureum
: 10 mg/dl
GDS : 98 mg/dl
Na
: 141mEq/L
K
: 1,8 mEq/ L
Cl
: 97 mEq/L

Albumin : 3,40 g/dl


Globulin : 4,30 g/dl
Kolesterol Total: 151 mg/dl
HDL : 27 mg/dl
LDL : 94 mg/dl
Trigliserida: 138 mg/dl

Pemeriksaan Penunjang
4/2
/15

9/2
/
15

Natrium
(mmol/l)

144

140

142

143

141

Kalium
(mmol/l)

1,9

2,6

1,8

2,1

Clorida
(mmol/l)

98

91

94

97

10/2 11/2 12/ 14/2


/15
/15 2/15 /15

16/2
/15

17/2
/15

22/2
/15

26/2 28/2
/15
/15

139

138

144

137

139

142

2,0

2,7

3,4

2,4

3,8

3,0

3,2

97

99

100

101

102

99

102

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang
Hasil Foto Thoraks AP (4/2/2015)
Soft Tissue : Emfisema kutis (-)
Costae: Fraktur (-)
Trakea : Terletak ditengah, penyempitan (-)
Pulmo : infiltrat (-)
Diafragma : sudut costofrenicus tajam
Cor : Kardiomegali (+) CTR 54 %
Elongasio aorta (-)
Kesimpulan : Kardiomegali
pulmo dalam batas normal

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang
Interpretasi EKG (7/2/15)
Irama : sinus
Axis : normoaxis
Gel P : 0,08 ms
PR interval : 0,24 ms
QRS rate : 80 x/menit
QRS compleks : 0,08 ms
QS pattern : Segmen ST : elevasi (-) depresi (-)
T inverted : Gelombang U
:(+)
Hipertropi : Kesimpulan
: sinus ritme , HR 83 x/menit, U wave

Pemeriksaan Penunjang USG Abdomen 12/2/15

Kesimpulan: Dalam batas normal

Pemeriksaan Penunjang CT Scan Abdomen 18/2/2015

Kesimpulan: Dalam batas normal

24

PERMASALAHAN
1. Kelemahan anggota gerak ec dd/:
1. Periodik Paralisis hipokalemi
2. Guillian barre Sindrom
3. Myasthenia gravis
2. Dyspepsia dd/ 1. Tipe like ulcer
2. Tipe dismotility
3. Tipe mixed
3. Obesitas grade II

Penatalaksanaan

Bed Rest
Diet MB 1900 kkal + Tinggi kalium
Drip continous Nacl 0,9 % + KCL 50 meq 20 gtt/menit
IV Ondancentron 4 mg K/P
IV Ranitidine 1 amp/12 jam
KSR 2x600
Simvastatin 1x20 mg

BAB III
TINJAUAN
PUSTAKA

Definisi
Periodik paralisis hipokalemia adalah kelainan yang
ditandai dengan kadar kalium yang rendah (kurang dari 3.5
mmol/L) pada saat serangan, disertai riwayat episode
kelemahan sampai kelumpuhan otot skeletal

Klasifikasi Hipokalemia
Hipokalemia

Kadar Kalium Serum (mmol/l)

Ringan

3,0-3,5

Sedang

2,5-3,0

Berat

<2,5

ETIOLOGI

Gejala Klinis

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG

TATALAKSANA

KESIMPULAN
Telah dilaporkan seorang pasien lakilaki atas nama Tn.
AH,berusia35tahun,dengankeluhankelemahananggota
gerak sejak 3 minggu SMRS, sebelumnya pasien
mengalamimual,muntahdanjugaterdapatpoliuri.Pasien
jugamengeluhkanlemasdanmudahlelah.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar
kaliumpasienyangsangatrendah(terendah:1,8mmol/L).
Halinijugasudahpernahdialamiolehpasiensebelumnya,
dimana pasien sudah pernah dirawat 34x rawatan di RS
dengankeluhanyangsama.
Dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan penunjang,
pasien mengalami paralisis periodik hipokalemia yang
kemungkinan disebabkan oleh kadar kalium yang rendah
yangdialamiolehpasien.

FOTO KLINIS

TERIMA KASIH