Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Setelah melakukan observasi di lapangan, kami membuat data interpretasi
objek penggunaan lahan. Data ini tentunya kami buat berdasarkan hasil
observasi dan pengambilan sampel menggunakan kamera digital. Berikut
adalah tabel interpretasi objek penggunaan lahan.

Nama No Koordinat Kesesuaian Keterangan


sampel E S

Ladang 1 108028’52.54” 7043’24.56” Sama (2001) Ladang (2001)

Tidak sama Sawah Irigasi


(2009) (2009)

Sawah Tadah 1 108027’54.54” 7042’49.12” Sama Sawah Tadah


Hujan Hujan

Permukiman 1 108029’47.67” 7044’38.69” Sama Permukiman

Semak Belukar 1 108029’43.83” 7044’27.99” Sama Semak Belukar

Sawah Irigasi 1 108029’43.83” 7043’25.52” Tidak sama Empang

Tabel 4.1. Tabel Interpretasi Objek Penggunaan Lahan

Selain tabel, kami juga melakukan uji akurasi. Uji akurasi ini bertujuan
untuk lebih meyakinkan data yang kita analisis benar. Berikut adalah tabel
matrik uji akurasi hasil interpretasi.

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 73
Kategori hasil interpretasi
Kategori Sawah Ladang Jum Ketelitian
Sawah Permuk Semak Lain- Omisi Komisi
Lapangan Tadah / lah Pemetaan
Irigasi iman Belukar lain
Hujan Tegalan
Sawah 100/
Tadah 100 100 0/100 0/100 (0+0)=100
Hujan %
0/
Sawah 100/10
0 100 100 0/100 (100+70) =
Irigasi 0
0%
Permukim 100/(0+0)=
100 0 100 10/100 0/100
an 100 %
Ladang / 30/ (70
70 30 0 100 70/100 0/100
Tegalan +0)=42%
100/
Semak
100 0 100 0/100 0/100 (10+0)=
Belukar
100%
0/ (130+0)
Lain-lain 0 0 0/0 110/100
=0%
342/5 =
Jumlah 100 0 90 100 100 110 400
69%
Tabel 4.2 Tabel Uji Akurasi Ketelitian

Jadi ketelitian yang kami analisis adalah 69%. Ini disebabkan karena
banyak objek penggunaan lahan yang telah beralihfungsi karena kebutuhan
akan lahan tersebut.

4.2. Pembahasan
Setelah melakukan analisis citra dan pengamatan langsung ke lapangan,
diperoleh data tentang jenis-jenis penggunaan lahan di daerah Cijulang dan
sekitarnya. Jenis-jenis penggunaan lahan di Cijulang yang dapat diinterpretasi
melalui citra Landsat diantaranya adalah sawah irigasi, sawah tadah hujan,
permukiman, perkebunan, dan semak belukar. Pengamatan kami terbagi ke
dalam 5 plot.

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 73
1. Ladang (Plot 1)

Citra Landsat tahun 2001 Fakta di lapangan tahun


2009
Gambar 4.1. Perbandingan Ladang pada Citra Landsat dengan Fakta
di Lapangan

Plot pertama ini terletak di ujung sebelah barat bandara Nusawiru,


Desa Cijulang dengan koordinat 7043’24.56” S dan 108028’52.54” E.
Pada citra Landsat tahun 2001 dengan RGB 453, daerah ini
merupakan ladang, namun setelah dicek di lapangan pada saat ini
(tahun 2009), lahan terebut telah beralihfungsi menjadi sawah irigasi,

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 73
dengan ciri-ciri adanya saluran pengairan. Lahan ditanami oleh padi-
padian. Menurut masyarakat sekitar, sawah irigasi lebih
menguntungkan daripada ladang, dan pengalihfungsian lahan ini
terjadi sekitar tahun 2003. Di sekitar sawah masih tersisa lahan-lahan
ladang, tetapi dalam jumlah yang sedikit. Ladang tersebut ditanami
oleh tanaman keras seperti kelapa, dan beberapa tanaman palawija.

2. Sawah Tadah Hujan (Plot 2)

Citra Landsat tahun 2001 Fakta lapangan tahun 2009


Gambar 4.2. Perbandingan Sawah Tadah Hujan pada Citra Landsat
dengan Fakta di Lapangan

Plot kedua ini terletak di Desa Kondang Jajar, Kecamatan Cijulang


dengan koordinat 7042’49.12” S dan 108027’54.54” E. Pada citra
Landsat tahun 2001 dengan RGB 453, daerah ini merupakan sawah
tadah hujan. Setelah melakukan observasi lapangan, ternyata di
daerah ini masih tetap berupa sawah tadah hujan.

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 74
3. Permukiman (Plot 3)

Citra Landsat tahun 2001 Fakta di lapangan tahun 2009


Gambar 4.3. Perbandingan Permukiman pada Citra Landsat dengan Fakta
di Lapangan
Plot ketiga terletak di Desa Sanghiang Kalang dengan koordinat
7044’38.69” S dan 108029’47.67” E. Pada citra Landsat tahun 2001
dengan RGB 453, daerah ini merupakan permukiman. Setelah dicek
di lapangan ditemukan beberapa rumah dan sedikit pemekaran di
sebelah barat jalan. Jumlah rumah yang tadinya jarang menjadi rapat.
Terdapat 27 kepala keluarga, dan jumlah penduduk seluruhnya 213
jiwa. Daerah ini merupakan pemekaran dari desa Batu Karas sejak
tahun 1996. Pemekaran ini sampai ke ujung persawahan bagian utara.
Bagian tengah tetap merupakan perkebunan dengan tanaman keras.

4. Semak Belukar (Plot 4)

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 74
Citra Landsat tahun 2001 Fakta di lapangan tahun 2009
Gambar 4.4. Perbandingan Semak Belukar pada Citra Landsat dengan
Fakta di Lapangan

Plot keempat terletak di Kampung Mandala Kecamatan Cijulang


dengan koordinat 7044’27.99” S dan 108028’17.96” E. Pada citra
Landsat tahun 2001 dengah RGB 453, daerah ini merupakan semak
belukar. Setelah dicek di lapangan, ternyata daerah ini masih tetap
berupa semak belukar, tetapi sudah banyak ditumbuhi oleh pepohonan
seperti pohon kelapa, sehingga semak belukar sudah terlihat
berkurang.
5. Sawah Irigasi (Plot 5)

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 74
Citra Landsat tahun 2001 Fakta di lapangan tahun 2009
Gambar 4.5. Perbandingan Sawah Irigasi pada Citra Landsat dengan
Fakta di Lapangan

Plot kelima terletak di Desa Sanghiang Kalang Kecamatan Batu Karas


dengan koordinat 7043’25.52” S dan 108029’43.83” E. Pada citra
Landsat tahun 2001 dengan RGB 453, daerah ini merupakan sawah
irigasi. Setelah dicek di lapangan, ternyata sama sekali tidak ada
sawah irigasi, melainkan empang. Di tepi empang tersebut ditemukan
beberapa vegetasi mangrove jenis bakau.

Setelah melakukan interpretasi melalui citra dan observasi lapangan,


ternyata ketelitian citra Landsat mencapai 69%. Namun, ketelitian ini juga
tidak luput dari kesalahan satelit maupun kesalahan interpreteur sendiri dalam
menginterpretasi citra Landsat.

Bab IV H a s i l d a n P e m b a h a s a n | 74