Anda di halaman 1dari 5

G.

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktik plasmolisis pada saat diteteskan air, kondisi sel
daun Rhoeo discolor dalam keadaan normal, terlihat bagian-bagian sel berbentuk rongga segi
enam dengan sitoplasma berwarn ungu memenuhi dinding sel. Air yang diteteskan membentuk
lingkungan isotonik baik di dalam maupun di luar sel, sehingga bentuk sel normal. Ketika sel pada
daun Rhoeo discolor ditetesi larutan NaCl 5% mengalami plasmolisis. Hal ini dikarenakan sel pada
daun Rhoeo discolor diletakan pada larutan garam dengan konsentrasi tingi (Hipertonik) dan
menyebabkan sel tersebut akan kehilangan air dan juga tekanan turgor yang menyebabkan
tumbuhan tersebut lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti itu akan layu dan akan
lebih banyak kehilangan air yang menyebabkan terjadinya plasmolisis.
Tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel,
menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis runtuhnya
seluruh dinding sel terjadi Plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik, yait
menambah air pada sayatan ang diberi NACL sehingga sel akan mengalami deplasmolisis.
Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara
sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula
untuk menyebabkan ekosmosis.
Dua faktor penting yang mempengaruhi osmosis adalah:
1. Kadar air dan materi terlarut yang ada di dalam sel.
2. Kadar air dan materi terlarut yang ada di luar sel.
Jika
diamati
dengan
cermat
pada
mikroskop
maka
vakuola
selsel Rhoeo discolor tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan
terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan tanaman layu, diantaranya :

1. Tanaman layu bisa terjadi jika Sel tumbuhan dalam kondisi lingkungan yang berbeda, sel
tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah.
Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis. tekanan terus
berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel,
menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis runtuhnya
seluruh dinding sel terjadi, dan kemungkinan besar layu tanaman tersebut.
2. Layu yang disebabkan oleh bakteri-bakteri tertentu yang menyerang suatu tanaman tertentu.
3. Tanaman layu bisa disebabkan kurangnya cairan sehingga terjadi transpirasi pada proses
fotosintesis.
Molekul air dan zat terlarut yang berada dalam sel selalu bergerak. Oleh karena itu terjadi
perpindahan terus-menerus dari molekul air, dari satu bagian ke bagian yang lain. Perpindahan
molekul-molekul itu dapat ditinjau dari dua sudut. Pertama dari sudut sumber dan dari sudut
tujuan. Dari sudut sumber dikatakan bahwa terdapat suatu tekanan yang menyebabkan molekulmolekul menyebar ke seluruh jaringan. Tekanan ini disebut dengan tekanan difusi. Dari sudut
tujuan dapat dikatakan bahwa ada sesuatu kekurangan/deficit akan molekul-molekul. Hal ini
dibandingkan dengan istilah daerah surplus molekul dan minus molekul. Sumber tersebut adanya
tekanan difusi positif dan ditinjau adanya tekanan difusi negatif. Istilah tekanan difusi negatif
dapat ditukar dengan kekurangan tekanan difusi atau deficit tekanan difusi yang disingkat dengan
DTD.
Masuknya air ke dalam sel yang menyebabkan tekanan terhadap dinding sel sehingga dinding
sel meregang. Hal ini akan menyebabkan timbulnya tekanan hidrostatik untuk melawan aliran air
tersebut. Tekanan hidrostatik dalam sel disebut tekanan turgor. Tekanan turgor yang berkembang
melawan dinding sebagai hasil masuknya air ke dalam vakuola sel disebut potensial tekanan.
Tekanan turgor penting bagi sel karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya
menjadi kaku. Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial
osmotic dengan potensial tekanannya. Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai potensial air

yang berbeda, maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai potensial air tinggi menuju ke sel
yang mempunyai potensial air rendah.

H.

KESIMPULAN
Plasmolisis adalah lepasnya membran sel dari dinding sel tumbuhan akibat sel dimasn pada
larutan yang hipertonik. Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam, jika
memerlukan suatu materi dari luar maka sel tersebut harus mengambil materi itu dengan segala
cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa
masuk. Berdasarkan hasil praktikum sel pada daun Rhoeo discolor aka mengalami plasmolisi bila
di masukan pada larutan NACL. Hal ini terjasi karena larutan tersebut memiliki kosentrasi yang
lebih tinggi dibanding dengan kosentrasi ar dlam sel daun tersebut.

I.

DAFTAR PUSTAKA

Aadesanjaya. (2010). Fisiologi


Tumbuhan. Tersedia: http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/06/fisiologi-tumbuhan.html
[1 Oktober 2012]
- See more at: http://ferrydwirestuhendra.blogspot.com/2013/01/laporan-praktikum-fisiologitumbuhan.html#sthash.uOKd4xds.dpuf

Osmosis adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi rendah (larutan
encer) ke daerah dengan konsentrasi tinggi (larutan pekat) melalui lapisan semipermeable.
Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Proses
Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai
keseimbangan. Pada kesetimbangan tersebut terdapat perbedaan ketinggian larutan encer dan
larutan pekat. Perbedaan tinggi kedua larutan menyebabkan adanya perbedaan tekanan di
antara kedua larutan. Tekanan pada sisi larutan pekat lebih tinggi dari pada tekanan pada
larutan encer sebesar tekanan osmotic. Tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat
menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke larutan yang lebih pekat melalui
membran semi permeabel (proses osmosis).disebut tekanan osmotik (). Jika tekanan
osmotik didalam sel dengan luar sel seimbang maka dikatakan sebagai keadaan isotonik pada
keadaan ini volume sel tidak mengalami perubahan volume. Jika tekanan osmotik didalam sel
lebih besar maka cairan dalam sel bisa keluar sehingga sel akan mengkerut, sebaliknya
disebut hipotonik yaitu liquid diluar sel akan masuk ke sel sehingga sel akan bertambah
besar.
a. Isotonik
Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang
sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan
air. Minuman isotonik dapat di minum untuk menggantikan fluida dan mineral yang
digunakan tubuh selama aktifitas fisik.
b. Hipotonik
Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah
(tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel.
Contoh : aquades.
c. Hipertonik
Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi
(tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel.
Contoh : larutan yang bersifat lengket dan pekat, seperti larutan gula dan garam.
IV.

Alat dan Bahan


a. Alat
Timbangan digital
Alat ukur waktu (jam dinding)
Mangkok
Pisau silet
4 cawan pentri
1 gelas beker
Sendok
b. Bahan
Kenntang
Wortel
Kertas buram

Larutan gula 5%, 10%, dan 15%


Larutan garam 5%, 10%, dan 15%
Air
V.
Langkah kerja
a. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
b. Kupas kentang, potong menjadi 4 buah (potong dadu) dan juga, kupas wortel, potong
menjadi 4 (potong dadu)
c. Timbang masing-masing potongan sebagai berat awal
d. Penuhi 4 cawan pentri dengan 4 macam larutan yang berbeda, yaitu air, larutan gula 5%,
10%, dan 15%
e. Celupkan potongan-potongan wottel dan kentang yang telah disiapkan secara bersama-sama,
tunggu hingga 15 menit
f. Setelah 15 menit, angkat wortel dan kentang secara bersamaan, lalu keringkan diatas kertas
buram
g. Tunggu hingga kering, lalu timbang kembali sebagai berat akhir
h. Masukkan hasil pengukuran ke dalam table
i. Ulangi langkah diatas dengan mengganti langkah 3 menjadi larutan garam
Menurut data hasil percobaan, kentang dan wortel ada yang mengalami perubahan, dan ada
juga yang tidak berubah.
a. Kentang
Sebagian kentang ada yang mengalami penambahan berat,penurunan berat dan ada juga
yang beratnya tetap.
Kentang yang direndam di larutan aquades (air) mengalami pertambahan berat dan teksturnya
lebih keras. Karena, air merupakan zat yang bersifat hipotonik/hipotosis. Sehinga, air dari
larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air.
Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid
(tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya
bertambah.
Kentang yang direndam di larutan air gula 5% mengalami penurunan berat. Karena larutan
air gula 5% bersifat pekat. Sehingga, terjadi perpindahan air secara osmosis pada sel-sel
kentang ke luar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang
hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Begitu juga pada kentang yang direndam
pada larutan air gula 10% dan 15%. Karena larutan gula 5%, 10% sampai 15% terbukti
semakin pekat, maka berat kentang juga seharusnya semakin menurun dan kentang akan
semakin terasa lembek. Karena, Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada
konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga
semakin banyak pengurangan beratnya.
Kentang yang di rendam dalam larutan garam 5%, 10% dan 15% juga mengalami penurunan
berat. Karena, garam termasuk dalam larutan hipertonik. Sehingga sel-sel kentang tersedot ke
luar ke larutan.

VIII.

Kesimpulan

Osmosis merupakan perpindahan pelarut dari konsetrasi pelarut yang tinggi


(encer) ke konsentrasi pelarut yang rendah (pekat)
Kentang dan wortel yang dimasukkan dalam larutan air, beratnya cenderung
bertambah dan teksturnya menjadi keras. Karena air bersifat hipotonik, sehingga
air dapat masuk ke dalam sel-sel kentang dan wortel
Kentang dan wortel yang dimasukkan ke dalam larutan garam dan gula 5%, 10%
dan 15%, beratnya cenderung semakin menurun dan semakin lembek. Karena
gula dan garam merupakan larutan yang pekat (hipertonik). Dan semakin pekat
suatu larutan, semakin tinggi juga daya hipertoniknya (5%<10%<15%,)
sehingga semakin berkurang sel-selnya dan semakin lembek.

IX.

Daftar Pustaka
a.

http://id.wikipedia.org/wiki/Osmosis

b.

http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/hubungan-air-dengan-tumbuhan.html

c.

Puspita, Tasmania.1997. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Sriwijaya

d.

http://praktikumbiologi.blogspot.com/2011/07/osmosis-pada-kentang.html

e.

f.

Morie, indigo . 2010. Tekanan Osmotik (http://belajarkimia.com/tekananosmotik/ 20 Februari 2011)


Yeni. 2007. Teori Osmotik ( http://kimia.upi.edu.htm akses : 20 Februari 2011)