Anda di halaman 1dari 7

K

O
G
M
SH
N
A
PLID
U
I
aonidesurkD
lS
urbfeasonH
ieT
sunrltfam
asnoedtE
glkrojM
hEm
nitdN
aotsn
ePm
uiA
LE
pPgiyA
tbsnroK
&
etvusorinadN
L
nbD
raeoltfiSH
alrueitypgO
om
rnapuK
kelism
R
disoajlrnbgm
PI
siroagfekbA
foaunN
ierH
kisrnht
Ppiatge
iLosnre
otkTir
oi
ubaH
iulntro
saprou
odi
tm
utepda
rsani
ilgk
aH
n
im
pu
o
sA
fC
iT
s
H
i

KELOMPOK 1B

ANFISMAN- SISTEM ENDOKRIN


ANGGOTA :

Aneda Miswari
Dewi Nopiyanti
Gaina Fauziah R.
Linda Indriani
Nurfitri Fauziah

Sistem Endokrin merupakan sistem yang berinteraksi dengan sistem


syaraf untuk mengatur dan mengkoordinasi aktivitas tubuh. Kelenjar endokrin
tidak mempunyai duktus . Artinya kelenjar ini mensekresi hormon langsung
kedalam cairan jaringan pada sel yang ada disekitarnya. Sebaliknya, kelenjar
Eksokrin seperti contohnya kelenjar saliva, mensekresi produknya kedalam duktus
terlebih dahulu.
Kelenjar-kelenjar yang ada pada sistem endokrin :
1
2
3

Kelenjar Hipofisis anterior dan posterior.


Kelenjar Tiroid.
Empat kelenjar paratiroid.
Kelenjar Hipofisis : Organ berbentuk oval, sebesar kacang dengan berat
sekitar 0,5 gram. Melekat pada bagian dasar hipotalamus otak pada batang yang
disebut dengan infundabilia.

3. Asal Embriologik Lobus


a

Adenohipofisis, berasal dari pertumbuhan, envaginasi (kantong rathke), epitelium

pada bagian dasar rongga mulut primitif.


b Neurohipofisis, dibentuk dari tonjolan tabung saraf ke arah bawah di bagian dasar
hipotalamus. Bagian ini mempertahankan hubungan langsung saraf dengan otak
melalui infundibulum.
4. Hubungan Hipofisis Hipotalamus

Hubungan vaskular dan saraf antara hipotalamus dan hipofisis sangat penting
untuk fungsi kelenjar hipofisis.
a

Sistem portal hipotalamus hipofisis


1 Suplai darah ke lobus posterior (neurohipofisis) terjadi melalui dua arteri hipofisis
inferior, yang merupakan cabang arteri karotis internal, memasuki lobus
posteriordan membentuk jaring jaring kapilar. Aliran vena mengalir melalui
2

vena hipofisis ke dalam sinus dural.


Suplai darah ke lobus anterior (hipofisis) adalah tidak langsung. Arteri hipofisis
superior (cabang arteri karotis interna) memasuki bagian tengah tonjolan
hipotalamus dan batang infundibulum sehingga membentuk jaring-jaring kapilar

pertama.
Jaring kapilar pertama dialiri vena portal hipofisis, yang menjadi awal jaring

kapilar dua di bagian bawah lobus anterior.


Sistem portal hipotalamus hipofisis mengacu pada kedua jaring kapilar di atas
(satu di hipotalamus dan satu lagi dalam adenohipofisis) dan vena yang terletak di
antara keduanya. Melalui sistem ini, hormon yang diproduksi di hipotalamus

langsung dibawa ke adenohipofisis tanpa memasuki sirkulasi darah besar.


b Hubungan saraf
1 Lobus posterior diinervasi langsung oleh neuron nukleus supraoptik dan nukleus
paraventrikular dalam hipotalamus. Aksonnya memanjang menuruni batang
infundibulum sebagai traktus saraf hipofisis hipotalamus untuk masuk ke
neuronhipofisis.
a Neuron hipotalamus mensekresi dua neurohormon, oksitosin dan hormon
antidiuretik (ADH), yang dibawa di sepanjang akson dan disimpan dalam
b
2

neurohipofisis.
Hormon dilepas oleh neurohipofisis berdasarkan sinyal dari neuro

hipotalamus.
Lobus anterior tidak memiliki hubungan saraf langsung dengan hipotalamus.
Hormon hipofisis anterior juga dilepas berdasarkan sinyal dari hipotalamus, tetapi
melalui hubungan vaskular.

B. HORMON LOBUS ANTERIOR

Hormone pertumbuhan (growth hormone [GH]) atau hormone somatotropik


(STH) adalah sejenis hormone protein yang mengendalikan pertumbuhan seluruh sel
a

tubuh.
Efek fisiologis
1 Sintesis protein. GH mempercepat laju sintesis protein pada seluruh sel
2

tubuh dengan cara meningkatkan pemasukan asam amino.


Konservasi karbohidrat. GH menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh

sel-sel tubuh.
Mobilisasi simpanan lemak. GH meningkatkan pemakaian lemak untuk

energy.
Stimulasi pertumbuhan rangka. GH menyebabkan hati (mungkin juga ginjal)
memproduksi somatomedin yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang

dan dan kartilago.


Pengaturan sekresi GH.
1 Stimulus untuk pelepasan
a Hormone pelepas hormone pertumbuhan (growth-hormone-releasing
hormone [GHRH]) dari hipotalamus tempat menstimulasi sintesis
b

dan pelepasan GH.


Stimulus tambahan untuk pelepasan GH meliputi stress, mal nutrisi
dan aktivitas yang merendahkan kadar gula darah seperti puasa dan

olah raga.
Inhibisi pelepasan
a Sekresi GHRH dihambat oleh peningkatan kadar GH dalam darah
b

melalui mekanisme umpan balim negatif.


Somatostatin, hormone penghambat hormone pertumbuhan (growthhormon-inhibiting hormone [GHIH]) dari hipotalamus untuk

c
c

menghambat sintesis dan pelepasan GH.


Stimulus tambahan untuk inhibisi GH meliputi obesitas dan

peningkatan kadar asam lemak darah.


Abnormalitas sekresi GH
1 Kerdil (dwarfism). Hiposekresi GH selama
2

masa

kanak-kanak

mengakibatkan pertumbuhan terhenti.


Gigantisme. Hipersekresi GH selama masa remaja dan sebelum penutupan
lempeng epifisis mengakibatkan pertumbuhan tulang panjang yang

berlebihan.
Akromegali. Hipersekresi GH setelah penutupan lempeng epifisis yang
menyebabkan

pembesaran

yang

tidak

proporsional

pada

jaringan,

penambahan ketebalan tulang pipih pada wajah, juga memperbesar ukuran


tangan dan kaki.

Hormon perangsang-tiroid (thyroid-stimulatinghormone [TSH])


a Efek fisiologis TSH. TSH, atau tirotropin, mengendalikan jumlah hormon tiroksin
dan triiodotironin yang disekresi kelenjar tiroid. TSH meningkatkan pertumbuhan
dan perkembangan sel-sel kelenjar tiroid, laju produksi hormonnya, dan efek
b

hormon pada metabolisme sel.


Pengaturan sekresi TSH. Sintesis dan pelepasan TSH dikendalikan oleh hormone
pelepas-tirotropin (thyrotropin-releasing hormone [TRH]) hipotalamus yang dibawa
melalui sistem portal hipotalamus-hipofisis.
1 Sebaliknya, sekresi TRH diatur oleh kadar hormone tiroid yang bersirkulasi
dalam darah (umpan balik negatif) dan melalui laju metabolik tubuh.
a Jika kadar sirkulasi hormon tiroid meningkat dan laju metabolisme
b
2

tubuh juga meningkat, TRH akan diinhibisi.


Jika kadar hormone dalam darah atau metabolisme selular menurun,

maka sekresi TRH akan distimulasi.


Pajanan udara yang sangat dingin dalam waktu lama merupakan factor
lingkungan yang menstimulasi pelepasan TRH. Ini meningkatkan produksi
hormon tiroid yang akan mempercepat laju metabolic untuk menghangatkan

tubuh.
Hormon adrenokortikotropik (adenocorticotropic hormone [ACTH]) juga

3
a

disebut kortikotropin.
Efek fisiologis. ACTH menstimulasi sekresi hormon-hormon adrenokortikal dari

korteks adrenal, terutama glukokortikoid.


Kendali sekresi. ACTH diatur oleh hormon pelepas kortikotropin (corticotropinreleasing hormone [CRH]) dari hipotalamus. Mekanisme umpan balik untuk
stimulasi atau inhibisi CRH. ACTH dan hormon-hormon korteks adrenal memiliki
fungsi yang sama dengan mekanisme umpan balik pada TRH, TSH dan hormonhormon tiroid.

4. Hormon yang berkaitan dengan ACTH.


ACTH,endorrfin dan hormon perangsang melanosit (melanocyte-stimulating
hormone [MSH]) semuanya merupakan derivat dari proopiomelanokortin (POMC),
sejenis molekul prekursor besar yang diprosuksi bolus anterior dan intermedia pada
hipofisis.
a. Endorfin disebut endogenous opiates karena berasal dari dalam tubuh dan efeknya
menyerupai efek heroin dan morfin. Zat ini berkaitan dengan penghilang nyeri alamiah
(analgesik), dan berfungsi untuk merespon stres atau olahraga.

b. MSH menstimulasi pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil pigmen


(melanosit) pada epidermis.
5. Gonadotropin.
Hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone [FSH]) dan
luteinizing hormone [LH], disebut hormon gonadotropik karena hormon ini mengatur
fungsi gonad.
a. Efek fisiologi FSH
1

Pada perempuan, FSH menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan

membantu menstimulasi produksi estrogen ovarium.


Pada laki-laki, FSH merangsang pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa
dalam tubulus seminiferus testis.

b. Efek fisiologi LH
1

Pada perempuan, LH bekerja sama dengan FSH, menstimulasi produksi


estrogen. LH bertanggung jaawab untuk ovulasi dan sekresi progesteron dari

folikel yang ruptur.


Pada laki-laki, LH menstimulasi sel-sel interstisial tubulus seminiferus testis
untuk memproduksi androgen (testosteron)

c. Kendali sekresi FSH dan LH


1

Gonadotropin hipofisis diatur oleh hormon pelepasan gonadotropin

(gonadotropin-releasing hormone [GnRH]) dari hipothalamus


GnRH menyebabkan pelepasan FSH dan LH , yang pada gilirannya, akan
menyebabkan pelepasan hormon-hormon gonad (estrogen, progesteron, dan

testosteron)
Mekanisme umpan balik negatif dan positif terlibat dalam sekresi GnRH,
gonadotropin hipofisis, dan hormon-hormon gonad.

6. Prolaktin (PRL).
Disekresi selama masa kelahiran dan saat menyusui setelah melahirkan.

Efek Fisiologis : Prolaktiin memicu dan mempertahankan sekresi air susu dari
kelenjar mamae yang sebelumnya juga telah dipersiapkan untuk laktasi untuk kerja

hormon lain.
Kendali sekresi PRL melibatkan dua hormon hipothalamus.
1 Pelepasan dihambat oleh hormon penghambat prolaktin (prolactin-inhibition
2

hormone [PIH]), yang identik dengan neurotransmitter, dopamin.


Pelepasannya dipercaya distimulasi oleh faktor pelepasana prolaktin
(prolactin-releasing factor [PRF]), tetapi identifikasi atau sintesis kimia PRF
dalam tubuh manusia belum diketahui.
C. HORMON LOBUS POSTERIOR

ADH (Anti Diuretik Hormon) berfungsi untuk menurunkan volume air yang
hilang dalam urine, melalui peningkatan reabsorpsi air dari tubulus konvolusi distal
dan duktus pengumpul diginjal. Selain itu juga membantu dalam meningkatkan
tekanan darah, dengan merangsang konstriksi pembuluh darah perifer.
Sekresi abnormal ADH dapat menyebabkan :

Hiposekresi mengakibatkan diabetes inspidius Yang ditandai dengan rasa


haus yang berlebihan. Hal ini terjadi karena ada kerusakan pada hipotalamus

atau kegagalan ginjal dalam merespon ADH.


Hipersekresi terjadi akibat hipotalamus mengalami cedera atau tumor. Hal
ini mengakibatkan retensi air, dilusi cairan tubuh, dan peningkatan volume

darah.
Oksitosin disintesis dalam badan sel neuron pada nukleus paraventrikular
hipotalamus. Fungsi Oksitosin :
a Menstimulasi kontraksi sel-sel otot polos uterus pada saat senggama , dan saat
b

persalinan serta kelahiran pada ibu hamil.


Oksitosin menyebabkan keluarnya air susu dari kelenjar mammae pada ibu
menyusui, dengan menstimulasi sel-sel mioepitelial di sekitar alveoli kelenjar
mammae.