Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS


PT. WIJAYA MEBEL

Muhammad Arif Priyadi

31601200643

Widya Spalanzani

31601200673

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2015

1. Nama Perusahaan
Nama Perusahaan : PT. Wijaya Mebel
Lokasi
: Jalan Raya Semarang-Demak Sayung, Semarang
2. Profil Perusahaan
PT. Wijaya Mebel merupakan perusahaan yang bergerak dibidang furniture
(mebel) perkayuan. Dengan menggunakan kayu yang legal yang berasal dari
perhutani atau pohon yang ditanam. Produk ini bergerak dibidang perkayuan
namun tidak mengambil kayu dari hutan-hutan yang illegal, dimana dapat
merugikan dan merusak lingkungan. Perusahaan tetap ramah terhadap
lingkungan.
Produk yang dihasilkan oleh PT. Wijaya Mebel yaitu cabinet (lemari), table
(meja), sofa dan kursi. Produk yang dihasilkan mempunyai banyak jenis desain
dari semua item sehingga produk yang dihasilakn lebih bervariatif. Perusahaan
memproduksi produk sesuai permintaan konsumen, baik 1 jenis produk sampai
banyak jenis produk atau bisa dikatakan customer order.
Target pasaran dari PT.Wijaya Mebel mencakup kalangan menengah keatas
baik nasional maupun internasional. Tujuan didirikannya PT. Wijaya Mebel untuk
memberikan kepuasan pelanggan dengan adanya sistem kerja yang on time/tepat
waktu dalam pengerjaan mebel dan kualitas produk yang sangat baik.
Adapun visi PT. Wijaya Mebel yaitu menjadi perusahaan mebel yang ramah
lingkungan, berkualitas dan pilihan utama customer, sedangkan misi PT. Wijaya
Mebel yaitu memproduksi produk yang berkualitas, bervarian, customer order
dan tepat waktu.
3. Jenis Produk
PT. Wijaya Mebel memproduksi beberapa jenis mebel yang bahan baku
utamanya dari kayu mahoni, jenis mabel itu sendiri diantaranya :
Sofa dan kursi
Table (Meja)
Kabinet (Lemari)
4. Proses Produksi
Pada proses produksi, dalam pembuatan mebel PT. Wijaya Mebel melalui
beberapa tahap yaitu:

Gudang bahan baku


Pembahanan (roughmill)
Mesin (kontruksi)
Perakitan (assembly)
Pengamplasan dan Pengecetan (finishing)
Pengepakan atau pembukusan (Pack)
Pengiriman ke customer (Loading)
Mesin yang digunakan untuk mendukung proses produksi di PT. Wijaya

Mebel adalah 50 mesin diantaranya mesin permanen dan mesin fleksibel. Untuk
pekerja kami menargetkan 100 orang pekerja. Yang dimana sistem karyawan 75%
pekerja kontrak dan 25% borongan.
5. Pertimbangan Aspek dalam Penempatan Lokasi
Lokasi : Demak Sayung, Semarang
Adapun faktor pertimbangan pemilihan lokasi PT. Wijaya Mebel adalah :
1. Faktor Primer
Faktor Primer adalah faktor faktor yang langsung mempengaruhi tujuan
perusahaan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Adapun
faktor faktor yang termasuk dalam faktor utama, yang perlu diperhatikan dalam
penataan suatu lokasi perusahaan adalah sebagai berikut :

Faktor Bahan Baku


Bahan baku sendiri didapat dari luar pulau jawa. Kayu mahoni didapat dari
pohon mahogany yang ditanam oleh perhutani. Sehingga kayu yang digunakan
legal.
Faktor Tenaga Kerja
Masalah tenaga kerja merupakan masalah yang sangat penting selain bahan
baku. Untuk kegiatan produksi menggunakan tenaga kerja yang berasal dari
daerah sekitar maupun luar kota diantaranya daerah sekitar perusahaan, demak,
dan jepara.
Faktor Transportasi

Pengangkutan dan transportasi merupakan suatu faktor yang penting karena


berhubungan dengan pengangkutan bahan baku serta pengangkutan hasil produksi
ke daerah pemasaran. Dengan adanya sarana transportasi serta kelancaran arus
barang yang diproduksi maka akan memperlancar kegiatan usaha perusahaan,
karena perusahaan tersebut terletak dekat dengan jalan protokol.
Faktor Pemasaran
Pemasaran pada PT. Wijaya Mebel dilakukan di daerah-daerah Indonesia, dari
lokal sampai internasional.
2. Faktor Sekunder
Faktor Sekunder adalah faktor faktor yang secara tidak langsung
mempengaruhi tujuan dari perusahaan. Faktor faktor sekunder antara lain :
Fasilitas Modal
Untuk memenuhi kebutuhan modal perusahaan, maka PT. Wijaya Mebel
menggunakan modal sendiri dan modal dari luar yang berupa pinjaman dari bank.

Kemungkinan Ekspansi
Untuk mengembangkan desain suatu item produk, ada tim khusus yaitu
desain, dimana tim ini akan melakukan riset pasar di dunia. Dengan begitu
perusahaan akan mudah untuk melakukan eksperimrn terhadap produk yang akan
dihasilkan, agar produk yang dihasilkan dapat diterima dan terlihat berkualitas dan
mewah.
6. Metode Penentuan Lokasi Pabrik
Ada beberapa metode yang digunakan untuk menetukan lokasi pabrik baru.
Dibawah ini merupakan aplikasi metode-metode penentuan lokasi pabrik.
a. Metode Ranking Procedure

Metode ini lebih bersifat kualitatif dan/atau subyektif. Prosesur yang harus
dilaksanakan dalam pendekatan metode kualitatif ini bisa diatur berdasarkan
langkah-langkah analisa sebagai berikut :
1. Penentuan alternatif-alternatif lokasi yang akan dipilih ( j ).
2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan dan memiliki signifikasi yang
berkaitan dengan proses pemilihan lokasi pabrik , seperti halnya dengan
faktor-faktor berikut :
Lokasi pensuplai bahan baku (X1)
Lokasi pemasaran (X2)
Lokasi tenaga kerja (X3)
Kondisi iklim (X4)
UU dan peraturan lainnya (X5)
Water & Industrial Waste (X6)
3. Pemberian bobot dari masing-masing faktor yang telah diidentifikasikan
tersebut berdasarkan derajat kepentingannya (weighted procedure). Harga
Xi

s/d

menunjukan bobot dari masing-masing faktor yang

diidentifikasikan memiliki pengaruh yang signifikan didalam menetapkan


lokasi pabrik.
4. Memberi skor (nilai) untuk masing-masing faktor yang diidentifikasikan
sesuai dengan skala angka (range berkisar 0 s/d 10, dengan 10 terbaik)
dari masing-masing alternatif lokasi yang dianalisa.
5. Mengalikan bobot dari masing-masing faktor tersebut diatas dengan skor
dari tiap-tiap alternatif yang ada (Xi x Yij) dan menghitung total perkalian
antara skor dan bobot ini yang dalam hal ini bisa diinformasikan sebagai :
Zj = Xi x Yij
Dari hasil total perkalian ini maka pemilihan alternatif lokasi yang
dianggap paling baik adalah alternatif lokasi yang memiliki Z j yang
terbesar.
Dengan menggunakan metode rangking procedure, diperoleh hasil
sebagai berikut :
Tabel 6.1 Matriks Penilaian Lokasi dengan Ranking Procedure
Alternatif (Yij)
Faktor Penentu (Xi)

Mangkang

Demak

Ungaran

Raw Material Supplies (30%)


Market Location (20%)
Labor Supplies (15%)
Climatic Conditions (15%)
Law & Rules (5%)
Water & Industrial waste (15%)

5
7
6
8
7
6

7
8
8
8
7
7

8
6
5
6
7
6

Penentuan total dari masing-masing alternatif lokasi adalah sebagai berikut :


Z Mangkang = (30% x 5) + (20% x 7) + (15% x 6) + (15% x 8) + (5% x 7) + (15% x 6)
= 6,25
Z Demak = (30% x 7) + (20% x 8) + (15% x 8) + (15% x 8) + (5% x 7) + (15% x 7)
= 7,50
Z Ungaran = (30% x 8) + (20% x 6) + (15% x 5) + (15% x 6) + (5% x 7) + (15% x 6)
= 6,50
Jadi, lokasi alternatif yang terbaik adalah lokasi Demak dengan total nilai 7,50.
Pertimbangan dalam memilih Demak sebagai lokasi pendirian pabrik yaitu
dikarenakan lokasi dari pembeli atau konsumen merupakan hal yang harus
diperhatikan dalam pendirian lokasi pabrik. Semua target pasar harus dipenuhi. Jadi
sebisa mungkin pendirian pabrik akses transportasi yang mudah untuk menjangkau
target pasar. Selain itu, suplai bahan baku dan tenaga kerja merupakan hal tak kalah
penting dalam pendirian lokasi pabrik. Adapun faktor seperti air & limbah pabrik
tidak merusak lingkungan karena limbahnya dipergunakan lagi untuk kepentingan
produksi kayu itu sendiri. Dengan begitu pendirian pabrik harus berada pada posisi
atau wilayah yang dapat menjangkau faktor utama dalam sebuah pabrik.
Adapun perhitungan menggunakan software POM untuk Ranking Procedure
yaitu :
Tabel 6.2 Input Rangking Procedure

Tabel 6.3 Output Rangking Procedure

Dari hasil output data menggunakan software POM for Windows didapat
hasil yang sama dengan perhitungan manual yaitu dihasilkan total nilai
terbesar adalah lokasi Demak dengan total nilai tertinggi yaitu 7,5, Ungaran
senilai 6,5, Mangkang senilai 6,25. Sehingga Demak dipilih sebagai lokasi
pendirian pabrik sebagai alternatif terbaik. Berikut merupakan pertimbangan
dalam memilih Demak adalah :
- Lokasi dimana potensi pembeli berada adalah satu faktor yang harus
diperhatikan didalam proses penentuan lokasi pabrik, Jika lokasi pasar
tersebar dalam beberapa wilayah tertentu maka posisi pabrik yang ideal
adalah berada ditengah-tengah (titik berat) dari posisi-posisi pasar. Dan
jika lokasi pasar terpusat pada wilayah tertentu maka lokasi pabrik dapat
didirikan mendekati wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil studi kelayakan diperoleh alternatif dan jarak
koordinat lokasi (dalam satuan puluhan kilometer) sebagai berikut:
o Alternatif lokasi Mangkang (80, 60)
o Alternatif lokasi Demak (80, 90)
o Alternatif lokasi Ungaran (60, 70)
Daerah pemasaran yang harus dipenuhi kebutuhannya terletak di dua kota
dengan koordinat pasar Jakarta (400, 700), pasar Jogja (200, 400), pasar Kalimantan
(250, 300), pasar Palembang (500, 450), pasar Bali (300, 250) dan kebutuhan 100, 40,
40, 40 dan 80 ton.
b. Metode Analisa Pusat Gravitasi
Analisa pusat gravitasi dibuat dengan memperhitungkan jarak masing-masing
lokasi sumber (j) atau daerah pemasaran (j) dengan alternatif lokasi (i), Pada metode

ini terdapat asumsi bahwa biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing lokasi
adalah sama.
Dalam metode ini diasumsikan bahwa biaya produksi dan distribusi tidak
diperhitungkan (biaya produksi dan distribusi untuk masing-masing lokasi baik dari
sumber material, pemasaran menuju lokasi pabrik dianggap sama). Untuk
menganalisa dengan metode ini input yang diperlukan adalah:
1.

Kebutuhan/demand produk jadi atau bahan baku dari masing - masing daerah

2.

pemasaran atau lokasi sumber bahan baku.


Koordinat geografis dari lokasi pabrik yang direncanakan, daerah pemasaran
ataupun daerah sumber bahan baku.
Rumus umum yang dipergunakan adalah:
m

Wj [ ( Xiaj )2 + ( Yibj )2 ] minimal


i=1 j=1

Keterangan:
m

= Banyaknya alternatif lokasi yang akan dipilih

= Banyaknya daerah pemasaran/sumber bahan baku

Wj

= Kebutuhan/demand produk jadi atau kapasitas supply dari sumber


bahan baku.

(Xi ; Yi)

= Koordinat alternatif lokasi, 1, 2, 3, 4,..., m

(aj ; bj)

= Koordinat lokasi daerah pemasaran atau lokasi sumber bahan baku,


1, 2, 3, 4,..., n

Alternatif 1 :
=

100{(80400)2 +(60700)2
40 {(80250)2 +( 60300)2

+
+

40 {(80200)2 +(60400)2
40 {(80500)2 +( 60450)2

80 {( 80300)2+(60250)2
= 7155,42 + 2280,35 + 1860,11 + 3624,91 + 2600

+
+

= 17520,79
Alternatif 2 :
=

100{(80400)2 +(90700)2

40 {(80250)2 +( 90300)2

40 {(80200)2 +( 90400)2

40 {(80500)2 +(90450)2

+
+

80 {(80300)2+(90250)2
= 5200,96 + 2102,38 + 1708,80 + 2433,11 + 2433,11
= 14943,82
Alternatif 3 :
=

100{(60400)2 +(70700)2
40 {(60250)2 +(70300)2

40 {(60200)2 +(70400)2
40 {(60500)2 +(70450)2

+
+

80 {(60300)2+(70250)2
= 5481,79 + 2267,16 + 1886,80 + 3676,96 + 2683,28
= 15995,99
Berdasarkan perhitungan diatas, alternatif yang terpilih adalah alternatif 2, yaitu
demak karena memiliki nilai terkacil sebesar 14943,82. sedangkan alternative 1
(Mangkang) 17520,79 dan alternative 3 (Ungaran) sebesar 15995,99. alternaf yang
memiliki nilai terkecil yaitu demak berarti memiliki jarak terdekat dari sumber.
c. Metode Heuristic (Least Cost Assignment Routine Method)
Metode heuristic seperti halnya dengan metode yang lain bertujuan untuk
meminimumkan total cost untuk alokasi/distribusi suplai produk untuk setiap lokasi
bertujuan. Dengan memperhatikan struktur biaya pengiriman atau distribusi (dalam
beberapa hal struktur biaya produksi juga akan digunakan jadi satu) yang ada, maka
alokasi suplay dari masing-masing sumber untuk memenuhi kebutuhan masing-

masing lokasi tujuan diprioritaskan berturut-turut sesuai dengan struktur biaya yang
terkecil, sehingga diharapkan pada akhirnya akan diperoleh total biaya transportasi
terkecil. Metode heuristic ini sederhana dan cepat aplikasinya, akan tetapi tidak
menjamin diperoleh hasil pemecahan yang optimal.
PT. Wijaya Mebel memiliki 1 pabrik dengan alternatif 3 lokasi (Mangkang,
Demak dan Ungaran) yang harus memenuhi permintaan di 5 wilayah pemasaran.
Diketahui Permintaan di pasar Jakarta sebesar 100 pcs/hari, pasar Jogja sebesar 40
pcs/hari, pasar Kalimantan sebesar 40 pcs/hari, pasar Palembang sebesar 40 pcs/hari,
dan pasar Bali sebesar 80 pcs/hari sehingga total permintaan 300 pcs/hari. Biaya
pengiriman (Rp. per unit) (dalam ribuan) dari masing-masing pabrik ke setiap pasar
adalah sebagai berikut:
SUMBER

Demak

TUJUAN
Jakarta
100

Jogja
2

Kalimantan

Palembang

2,5

1,5

Bali

Kapasitas

100 pcs

100 pcs

2
2
2

Mangkang

40

2,5

40

20

3,5 60

1
3

Ungaran

40
1

Permintaan

100 pcs

40 pcs

100 pcs

6
40 pcs

40 pcs

80 pcs

300 pcs

ZDemak = 100 x 2 = 200


Z Mangkang = (40 x 2.5) + (40 x 3) + (20 x 3) = 280
Z Ungaran = (40 x 1) + (60 x 3) = 220
Jadi yang terpilih adalah lokasi pemasaran demak ke jakarta yang memiliki biaya
200.000.000.

d. Metode NorthWest Corner-Corner Rule


Metode NorthWest Corner (NWC) adalah salah satu metode transportasi yang
paling mudah dilakukan, tetapi hasilnya belum tentu optimal. Dalam metode NWC
ini, sumber dan lokasi tujuan diurutkan dari sisi kiri ke kanan dan dari atas ke bawah
dalam peta data matriks. Cara penghitungan biaya transportasi dengan menggunakan
metode NWC sesuai dengan namanya dimulai dari sisi kiri atas, kemudian bergerak
ke kiri atau ke bawah sesuai dengan kapasitas produksi sumber (supply) dan atau
permintaan tujuan (demand).

Sumber
Demak

TUJUAN
Jakarta
100

Kalimantan

1.5

Palembang

2.5

Bali

Kapasitas

1
2

40

Ungaran
Permintaan

2
2

Mangkang

Jogja

100

2.5

40

40

40

20

3.5

20

5
40

60

6
80

100
100
100
300

ZDemak = 100 x 2 = 200


Z Mangkang = (40 x 2.5) + (40 x 3) + (20 x 3) = 280
Z Ungaran = (40 x 3.5) + (60 x 3) = 260
Jadi yang terpilih adalah lokasi pemasaran demak ke jakarta yang memiliki biaya
200.000.000.
Analisa produk
a. Kualitas dan analisa produk
Pada perusahhan kami memberikan kualitas mebel yang baik, dan jumlah item
desain yang banyak bervarian. Perusahaan kami memproduksi kursi, meja, lemari,

dan frame. Dengan kualitas bahan baku yang baik, dan finishing yang bagus maka
produk kami memiliki harga yang terjangkau untuk ekonomi menengah dan
menengah atas. Harga yang diberikan sesuai desain dan kualitas yang diminta dari
konsumen karena kami juga melayani untuk konsumen yang ingin membuat produk
mebel dengan desainnya sendiri. Dengan begitu produk yang kami buat diharapkan
sesuai dengan permintaan pasar dengan kualitas yang bagus. Dengan ini diharapkan
perusahaan kami dapat berkembang lebih pesat.
b. Kesesuaian Harga Produk
Harga Produk mebel dari perusahaan PT. Wijaya Mebel sangat bersaing dengan
desainnya kreatif, kualitas dan jenis bahan baku dan kualiatas finishing. Lagi pula
mebel yang dibuat oleh perusahaan kami untuk kalangan menengah sampai
menengah atas.
c. Promosi
Promosi yang digunakan untuk memasarkan produk ini salah satunya dengan
promosi lewat jalur internet dengan target pasar sampai keluar negeri baik yang
memasangkan sebagian harga barang yang dijual beserta foto-foto contoh dari produk
yang akan di pasarkan dengan kualitas ekspor, perusahaan ini juga menerima orderan
tas dan sepatu yang ingin dibuat atau diambil dari yang sudah ada, promosi yang
digunakan lagi adalah dengan memasang iklan-iklan ke media lokal karena biaya
promosi lebih murah.
d. Distribusi
Untuk pendistribusian dari produk ini di dalam negeri dan luar negeri. Untuk
didalam negeri kami memfokuskan di kota-kota besar sepertih Jakarta, bali,
Klimantan. Untuk luar negeri masih sebatas kawasan asia tenggara.
Analisa Proses
Tata letak yang digunakan pada perusahaan PT. Wijaya Mebel adalah proses
(Process Layout) atau tata letak fungsional adalah penyusunan tata letak dimana alat
yang sejenis atau mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama.
Misalnya, mesin-mesin yang dikumpulkan pada daerah yang sama, demikian pula

mesin-mesin peralatan diletakkan pada bagian yang sama. Mesin-mesin itu tidak
dikhususkan untuk produk tertentu melainkan dapat digunakan untuk berbagai jenis
produk. Dengan layout ini dapat memberikan keleluasaan untuk berkreasi dengan
model item yang akan dibuat pada perusahaan mebel kami.
Model ini cocok karena proses produksi tidak baku, yaitu jika perusahaan
membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang
diproduksi dalam berbagai macam variasi. Jenis tata letak ini dijumpai pada bengkelbengkel, pergudangan, rumah sakit, universitas atau perkantoran.
Kelebihan dari tata letak proses :

Memungkinkan utilisasi mesin yang tinggi.

Memungkinan penggunaan mesin-mesin yang multi guna sehingga dapat


dengan cepat mengikuti perubahan jenis produksi.

Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.

Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personil dan peralatan.

Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi Peralatan.

Memungkinkan spesialisasi supervisor

Tata letak proses juga memiliki kelemahan, yaitu :

Meningkatnya kebutuhan material handling karena aliran proses yang


beragam serta tidak dapat digunakannya ban berjalan.

Pegawasan produksi yang lebih sulit.

Meningkatnya persediaan barang dalam proses.

Total waktu produksi per unit yang lebih lama.

Memerlukan skill yang lebih tinggi.

Pekerjaan routing, penjadwalan dan acounting biaya yang lebih sulit, karena
setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan / perhitungan kembali.

LEMBAR ASISTENSI
Nama
Mata Kuliah
Dosen Pengampu
NO.

TANGGAL

: 1. Muhammad Arif Priyadi ( 31601200643 )


2. Widya Spalanzani
( 31601200673 )
: Perancangan Tata Letak Fasilitas
: Dr. Andre Sugiyono, ST, MM
ASISTENSI

TTD

1.