Anda di halaman 1dari 3

A.

Pentingnya Psikologi Pendidikan


Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami
manusia, dengan tujuan untuk dapat memperlakukannya dengan lebih
tepat. Karena itu pengetahuan psikologi mengenai anak didik dalam
proses pendidikan adalah hal yang perlu dan penting bagi setiap pendidik.
Sehingga pengetahuan tentang psikologi pendidikan menjadi kebutuhan
bagi setiap pendidik. (Hal. 2)
B. Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

BAB II
SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
A. PERHATIAN
1. Pengertian
Perhatian adalah permusatan tenaga psikis tertuju kepada
suatu objek. Selain itu, pengertian adalah banyak sedikitnya
kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan. (Hal.
14)
2. Macam-macam Pengertian
a. Atas dasar intensitasnya, yaitu banyak sedikitnya kesadaran
yang menyertai sesuatu aktivitas atau pengalaman batin,
maka dibedakan menjadi :
1) Perhatian intensif, dan
2) Perhatian tidak intensif. (Hal. 14)
b. Atas dasar cara timbulnya, perhatian dibedakan menjadi:
1) Perhatian spontan (perhatian tak-sekehendak, perhatian
tak disengaja)
2) Perhatian sekehendak (perhatian disengaja, perhatian
refleksi)
c. Atas dasar luasnya objek yang dikenai perhatian, perhatian
dibedakan menjadi:
1) Perhatian terpencar (distributif), dan
2) Perhatian terpusat (konsentratif). (Hal. 15)
3. Beberapa Kesimpulan Praktis
a. Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih
sukses, prestasinya lebih tinggi. Alangkah baiknya kalau tiaptiap pelajaran dapat diterima oleh murid-murid dengan yang
cukup intensif.
b. Perhatian spontan atau perhatian tak disengaja cnderung
untuk berlangsung lebih lama dan lebi intensif daripada
perhatian yang disengaja. Alangkah baiknya kalau pelajaranpelajaran dapat diterima oleh murid-murid dengan perhatian
yang spontan. (Hal. 18)
B. PENGAMATAN
1. Pengertian
Manusia mengenal dunia itu riil, baik dirinya sendiri maupun
dunia sekitar tempatnya berada dengan melihat, mendengar,
membau, atau mencecap. Cara mengenal objek ini disebut
mengamati sedangkan melihat, mendengar, dan seterusnya itu
disebut modalitas pengamatan. (Hal. 19)
2. Penglihatan

Modalitas pengamatan yaitu penglihatan, pendengaran,


rabaan, penciuman, dan pencecapn. Dari kelima modalitas
pengamatan yang telah mendapatkan penelitian psikologis secara
meluas dan mendalam adalah penglihatan. Menurut objeknya
penglihatan digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu melihat
bentuk, melihat dalam dan melihat warna. (Hal. 20)
3. Pendengaran
Modalittas pengamatan yang kedua adalah pendengaran.
Mendengar adalah menangkap bunyi-bunyi (suara) dengan indera
pendengar. Pendengaran memelihara komunikasi vocal antara
makhluk yang satu dengan yang lainnya. (Hal. 29)
4. Rabaan
Istilah rabaan mempunyai dua arti, yaitu:
a. Meraba, sebagai perbuatan aktif yang meliputi juga indera
keseimbangan atau kinestesi, dan
b. Pengalaman raba secara pasif, yang menglingkupi pula
beberapa indera atau kemampuan lain.
Kalau orang meraba dengan mata tertutup, maka akan terjadi
visualisasi, artinya kesan rabaan itu akan digambarkan sebagai
kesan penglihatan. Hal ini membuktikan betapa pentingnya
penglihatan itu di antara modalitas-modalitas pengamatan yang
lain. (Hal. 31)
5. Pembauan (penciuman)
Arti psikologis bau dan pembauan masih sedikit sekali diteliti
oleh para ahli, kualitas bau bisa dikatakan tak terhingga variasinya.
Biasanya para ahli yang melakukan penelitian dalam hal ini
membuat klasifikasi atas dasar bau utama yang mempunyai sifat
khas. Menurut Henning ada enam macam bau utama (bau pokok),
yaitu: bau bunga (bluming), bau akar (warzig), bau buah (cruchig),
bau getah (harzig), bau busuk (Faulig), dan bau sangit (brenzlich).
(Hal. 32)
6. Pencecapan
Dalam kehidupan sehari-hari variasi rasa cecapan itu
dibedakan menjadi banyak sekali, akan tetapi indera pencecap
terutama hanya peka terhadap empat macam rasa, yaitu: manis,
asam, asin, dan pahit. (Hal. 33)
C. TANGGAPAN DAN VARIASINYA
1. Pengertian Tanggapan
Tanggapan biasanya didefinisikan sebagai bayangan yang
tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan.