Anda di halaman 1dari 6

Upaya Peningkatan Keterampilan....

(Elsa Afifah Lusiana Dewi) 1

UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL


BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 16 YOGYAKARTA
DENGAN MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA PEMBELAJARAN IPA TEMA
CAHAYA DAN PENGLIHATAN
Oleh: 1) Elsa Afifah Lusiana Dewi 2) Sabar Nurohman, M.Pd 3) Purwanti Widhy Hastuti, M.Pd
FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
elssa.galaxyy.gmail.com
Abstrak
logo unyPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan proses sains dan hasil
belajar peserta didik di kelas VIII G SMP Negeri 16 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui keterlaksanaan model Learning Cycle 5E pada pembelajaran IPA, mengetahui apakah model
Learning Cycle 5E pada pembelajaran IPA dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil
belajar peserta didik di kelas VIII G SMP Negeri 16 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian
tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga tahap, yaitu (1)
perencanaan, (2) tindakan dan observasi, dan (3) refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas
VIII G di SMP Negeri 16 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014, yang berlokasi di Jalan Nagan Lor 8,
Yogyakarta, dengan jumlah 31 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan model Learning Cycle 5E, lembar observasi
keterampilan proses sains peserta didik, serta soal tes evaluasi akhir siklus. Teknik analisis yang
dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Learning Cycle
5E pada pembelajaran IPA dengan tema Cahaya dan Penglihatan dapat meningkatkan keterampilan
proses sains dan hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.
Ada lima tahapan pembelajaran dalam Learning Cycle 5E yang dilaksanakan dan pada setiap tahapannya
dapat mengukur keterampilan proses sains, yaitu: tahap engagement yang mengukur aspek memprediksi,
tahap exploration yang mengukur aspek mengamati, tahap explanation yang mengukur aspek
mengkomunikasikan, tahap elaboration yang mengukur aspek menerapkan konsep, dan tahap evaluation
yang mengukur aspek menyimpulkan. Peningkatan hasil belajar peserta didik dikarenakan dengan model
Learning Cycle 5E, peserta didik dapat menemukan konsep melalui kegiatan dan menerapkan konsep
tersebut pada soal-soal tes evaluasi. Keterampilan proses sains peserta didik meningkat dari siklus I ke
siklus II, hal tersebut ditunjukkan dengan kategori kelima aspek pada siklus II adalah sangat baik
setelah diadakan refleksi pada siklus I. Sedangkan, hasil belajar peserta didik meningkat dari nilai ratarata awal 64,50 menjadi 86,29 pada siklus I dan meningkat hingga 94,52 pada siklus II.
Kata kunci: Learning Cycle 5E, keterampilan proses sains, hasil belajar
Abstract

Problem of this research is lacking of science process skill and learning result of students class
VIII G SMP Negeri 16 Yogyakarta. Purpose of the research is to know the feasibility of Learning Cycle
5E model in learning IPA can increase science process skill and learning result of students class VIII G
SMP Negeri 16 Yogyakarta. This research is classroom action research implemented in two cycles. Every
cycle consist of three steps, (1) planning, (2) action and observation, (3) reflection. Subject of the
research is students class VIII G SMP Negeri 16 Yogyakarta academic year 2013/2014, it located in
Nagan Lor Street 8, Yogyakarta, and amount to 31 students. Instrument which was used in this research
includes sheet of learning feasibility observation by Learning Cycle 5E model sheet of student science
process and question of the last cycle of evaluation test. Analysis technical carried out by qualitative and
descriptive method. The result of research indicated that Learning Cycle 5E model in learning IPA by the
theme Light and Sight could increase science process skill and learning result of students implemented
in two cycles, they are cycle I and cycle II. There are five learning phases in Learning Cycle 5E and
could measure science process skill, both of them are: engagement phase which measure predicting
aspect, exploration phase measuring observing aspect, explanation phase measuring communicating
1)

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

Upaya Peningkatan Keterampilan.... (Elsa Afifah Lusiana Dewi)

aspect, elaboration phase measuring applying concept aspect and evolution which measure concluding
aspect. Increasing learning result of students was caused by Learning Cycle 5E model, students were be
able to find a concept through activity and applied the concept mentioned above in the questions of
evaluation test. Science process skill of students increased from cycle 1 until cycle 2, it is showed by the
category of five aspects in cycle II is very good after arranging reflection in cycle I. While students
learning result increased from the grade average in the first data 64,50 became 86,29 in cycle I and
increased until 94,52 in cycle II.
Key word: Learning Cycle 5E, science process skill, learning result

keterampilan proses tersebut. Menurut Trianto

PENDAHULUAN
Pendidikan IPA di sekolah diharapkan

(2010:

148-149),

dengan

mengembangan

dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk

keterampilan-keterampilan proses IPA, anak akan

mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya,

mampu menemukan dan mengembangkan sendiri

serta prospek pengembangan lebih lanjut dan

fakta dan konsep serta menumbuhkan dan

menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,

mengembangkan

yang didasarkan pada metode ilmiah. Ilmu

Melatihkan keterampilan proses merupakan salah

Pengetahuan Alam (IPA) meliputi tiga bidang

satu upaya untuk memperoleh keberhasilan

ilmu dasar yaitu fisika, kimia, dan biologi. Ilmu

belajar peserta didik yang optimal.

IPA dapat dipandang sebagai proses dan produk.

Solusi

sikap

yang

nilai

mampu

yang

dituntut.

meningkatkan

Oleh karena itu, pembelajaran IPA tidak boleh

keterampilan proses sains dan hasil belajar

mengesampingkan proses ditemukannya suatu

peserta didik adalah suatu model pembelajaran

konsep.

meliputi

yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam

keterampilan-keterampilan dan sikap-sikap yang

kegiatan pembelajaran. Sehingga terjadi interaksi

harus

antara guru dengan peserta didik, peserta didik

IPA

dimiliki

sebagai

untuk

proses

memperoleh

dan

mengembangkan suatu pengetahuan.


Masalah

yang

muncul

dengan peserta didik, dan peserta didik dengan


dalam

sumber maupun media belajar. Salah satu model

pembelajaran IPA pada kelas VIII G SMP Negeri

pembelajaran yang dapat digunakan adalah model

16 Yogyakarta yaitu kurangnya keterampilan

siklus belajar 5E (Learning Cycle 5E). Oleh

proses sains dan hasil belajar kognitif peserta

Lorsbach lima tahap pada

didik. Keterampian proses sains yang kurang

antara lain, tahap (a) pembangkitan minat

antara lain adalah keterampilan memprediksi,

(engagement), (b) eksplorasi (exploration), (c)

mengamati, mengkomunikasikan, menerapkan

penjelasan

konsep, dan menyimpulkan. Keterampilan proses

(elaboration), dan (e) evaluasi (evaluation)

sains digunakan sebagai wahana untuk penemuan

(Made Wena, 2009: 170-171).

(explanation),

Learning Cycle 5E

(d)

elaborasi

dan pengembangan konsep/teori. Konsep atau

Kelebihan dari model Learning Cycle 5E

teori yang telah ditemukan dan dikembangkan ini

antara lain membuat pembelajaran menjadi lebih

akan

bermakna, dapat meningkatkan antusias peserta

1)

memantapkan

pemahaman

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

tentang

Upaya Peningkatan Keterampilan.... (Elsa Afifah Lusiana Dewi) 3

didik untuk mengikuti pembelajaran IPA di kelas,

Prosedur Penelitian

serta dapat meningkatkan keterampilan proses


sains peserta didik. Hal tersebut dikarenakan pada
setiap

tahapan

pembelajaran

pada

model

Learning Cycle 5E dapat mengukur aspek


keterampilan proses sains.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian

ini

merupakan

penelitian

tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan

Gambar 1. Siklus PTK Menurut Kemmis &


Taggart
(Sumber. Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama,
2010: 21)
Desain yang dilakukan dalam penelitian ini

memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik

adalah desain spiral penelitian tindakan kelas

pembelajaran (Suharsimi Arikunto, 2008: 58).

menurut Kemmis dan Taggart. Alur dalam

tindakan kelas (Classroom Action Research).


Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian

tindakan diawali dengan perencanaan tindakan


(planning),

Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 16

penerapan

mengobservasi

tindakan

(observation),

(action)
dan

&

refleksi

Yogyakarta yang beralamat di Jalan Nagan Lor 8

(reflecting), dan seterusnya sampai perbaikan

Telp. (0274) 371032 Yogyakarta. Dilaksanakan

atau peningkatan yang diharapkan tercapai sesuai

pada bulan Desember April 2014 pada semester

dengan indikator keberhasilan.

genap

tahun

ajaran

2013/2014,

dengan

menyesuaikan jam pelajaran IPA di kelas


tersebut.

Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data


Instrumen pengumpul data menggunakan
lembar observasi keterlaksanaan Learning Cycle

Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek
penelitian adalah peserta didik kelas VIII G SMP

5E, lembar observasi keterampilan proses sains,


soal tes evaluasi hasil belajar kognitf produk, dan
catatan harian.

Negeri 16 Yogyakarta. Jumlah peserta didik di


kelas VIII G SMP Negeri 16 Yogyakarta

Teknik Analisis Data

semester genap tahun ajaran 2013/2014 adalah 31

Teknik

orang.

analisis

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

keterlaksanaan

pembelajaran digunakan rumus kuantitatif berikut


(Slameto, 2001: 115).

1)

data

Upaya Peningkatan Keterampilan.... (Elsa Afifah Lusiana Dewi)

Keterangan:

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

P = nilai yang dinyatakan dalam persentase

Berdasarkan

penelitian

yang

telah

nm= frekuensi yang sedang dicari persentasenya

dilakukan, data hasil keterlaksanaan pembelajaran

N = jumlah frekuensi

dengan

Data

persentase

model

Learning

Cycle

5E,

hasil

keterlaksanaan

peningkatan keterampilan proses sains peserta

pembelajaran kemudian diinterpretasikan menjadi

didik, dan hasil belajar kognitif peserta didik pada

data kualitatif menggunakan acuan kriteria dalam

siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel-tabel

tabel berikut.

berikut ini.

Tabel

Tabel 3. Data Persentase Keterlaksanaan Model


Learning Cycle 5E Siklus I dan Siklus
II
Persentase
Keterlaksanaan
No
Tahapan
Siklus I
Siklus II

1.

Kriteria Keterlaksanaan Model


Pembelajaran
Kategori
Keterlaksanaan
Kategori
Model (%)
0,0 24,9
Sangat kurang
25,0 37,5
Kurang
37,6 62,5
Sedang
62,6 87,5
Baik
87,6 100
Sangat baik
Teknik
analisis
data
ketercapaian

keterampilan proses sains peserta didik digunakan


rumus sebagai berikut.

Engagement

100 %

100 %

2 Exploration
100 %
100 %
3 Explanation
100 %
100 %
4 Elaboration
100 %
100 %
5 Evaluation
100 %
100 %
Merujuk dari Tabel 3. dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran IPA dengan model Learning Cycle

Keterangan:

5E terlaksana semua dengan baik pada siklus I

NP = nilai persen yang dicari atau diharapkan

dan siklus II. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil

R = skor mentah yang diperoleh peserta didik

observasi

SM = skor maksimum

pembelajarannya 100%. Semua sintaks pada

100 = bilangan tetap

setiap tahapan pembelajaran dengan model

(diadopsi dari Ngalim Purwanto, 2006: 102)

Learning Cycle 5E terlaksana dengan baik sesuai

Kriteria keterampilan proses sains peserta


didik berdasarkan skala kategori keterampilan
sebagai berikut.
Tabel 2. Kriteria Pencapaian Keterampilan Proses
Sains Peserta Didik
Rentang
Kriteria pencapaian
86 - 100%
Sangat baik
76 - 85%
Baik
60 - 75%
Cukup
55 - 59%
Kurang
54%
Kurang sekali
(diadopsi dari Ngalim Purwanto, 2006: 103)

1)

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

dengan

persentase

keterlaksanaan

dengan RPP yang telah disusun.


Tabel 4. Peningkatan Keterampilan Proses Sains
Peserta Didik Siklus I dan Siklus II
Aspek
Siklus
Siklus
No
Keterampilan
I
II
Proses Sains
(%)
(%)
1 Memprediksi
76,61
89,52
2 Mengamati
82,66
90,73
3 Mengkomunikasikan
80,65
87,50
4 Menerapkan konsep
86,29
91,13
5 Menyimpulkan
85,08
90,73
Keterampilan Proses
82,26
89,92
Sains

Upaya Peningkatan Keterampilan.... (Elsa Afifah Lusiana Dewi) 5

Merujuk pada Tabel 4. dapat diketahui bahwa

KESIMPULAN DAN SARAN

keterampilan proses sains peserta didik di kelas

Kesimpulan

VIII G mengalami peningkatan mencapai 7,66%.


Siklus

II

diperoleh

keterampilan

keseluruhan

proses

sains

Berdasarkan analisis data dan pembahasan

aspek

yang telah dilakukan pada penelitian tindakan

mengalami

kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut,

peningkatan dari siklus sebelumnya yaitu siklus I.

1)

Tabel 5. Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik


Siklus I dan Siklus II
Nilai
Nilai Tes
Nilai Tes
Ulangan
Nilai
Evaluasi
Evaluasi
Akhir
Siklus I
Siklus II
Semester 1
Rata64,50
86,29
94,52
rata
5 peserta
29 peserta 30 peserta
75
didik
didik
didik
Merujuk pada Tabel 5. Hasil nilai rerata tes

engagement yang mengukur aspek memprediksi,

evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa rerata

5E, peserta didik dapat menemukan konsep

nilainya lebih meningkat dibandingkan dengan

melalui kegiatan dan menerapkan konsep tersebut

data awal yang digunakan sebagai acuan. Untuk

pada soal-soal tes evaluasi, 2) pada keterampilan

hasil nilai rerata tes evaluasi pada siklus II juga

memprediksi dipembelajaran tahap engagement

menunjukkan peningkatan dari siklus I.

dengan

Pembelajaran IPA dengan model Learning


Cycle

5E

terbukti

tahap

exploration

yaitu

yang

pada

tahap

mengukur

aspek

mengamati, tahap explanation yang mengukur


aspek mengkomunikasikan, tahap elaboration
yang mengukur aspek menerapkan konsep, dan
tahap

evaluation

yang

mengukur

aspek

menyimpulkan. Peningkatan hasil belajar peserta


didik dikarenakan dengan model Learning Cycle

apersepsi

berupa

demonstrasi

serta

dengan memberikan fakta dan informasi yang

meningkatkan

dapat dipahami peserta didik. Keterampilan

keterampilan proses sains dan hasil belajar

mengamati dipembelajaran tahap exploration

kognitif peserta didik SMP. Hanya saja yang

dengan keaktifan peserta didik untuk melakukan

harus diperhatikan dalam implementasi model

pengamatan

Learning Cycle 5E dalam pembelajaran adalah

mengkomunikasikan

rencana kegiatan yang menarik pada setiap

explanation dengan keikutsertaan peserta didik

tahapannya. Sehingga peserta didik lebih antusias

dalam

dan serius dalam pembelajaran yang dilakukan

konsep.

dengan model tersebut. Selain itu, juga perlu

dipembelajaran tahap elaboration dengan peserta

adanya dukungan dari peserta didik yang

didik mengaplikasikan konsep yang didapat dari

memang

kegiatan

hasil kegiatan ke dalam pengerjaan pertanyaan-

penemuan, penyelidikan, serta penerapan konsep

pertanyaan yang terdapat di LKPD. Keterampilan

dalam proses pembelajaran IPA.

menyimpulkan dipembelajaran tahap evaluation

sudah

dapat

Keterlaksanaannya

terbiasa

dengan

dengan

secara

berdiskusi

langsung.

Keterampilan

dipembelajaran

untuk

Keterampilan

keseluruhan

tahap

menemukan
menerapkan

peserta

didik

suatu
konsep

menarik

kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan


pada LKPD, 3) upaya meningkatkannya dengan
1)

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

Upaya Peningkatan Keterampilan.... (Elsa Afifah Lusiana Dewi)

peserta didik dapat


kegiatan

saat

menemukan konsep dari

pembelajaran

pada

tahap

exploration dan menerapkan konsep tersebut


dalam menyelesaikan soal tes evaluasi.

Saran

DAFTAR PUSTAKA
Lorsbach, Anthony W. (2002). The Learning
Cycle as a Tool for Planning Science
Instruction.
Diakses
dari
http://dese.mo.gov/divimprove
/curriculum/science
/Learning
CyclePlanInst11.05.pdf pada tanggal 20
November 2013.

Merujuk pada hasil PTK yang telah


dilakukan maka peneliti memberikan saran bagi
guru atau tenaga pendidik dan peserta didik
antara lain, 1) pada pembelajaran ini menuntut
kesungguhan

dan

merancang

dan

kreativitas

guru

melaksanakan

dalam
proses

pembelajaran. Serta memerlukan pengelolaan


kelas yang lebih terencana dan terorganisasi, 2)
sebaiknya bagi peserta didik yang nilai hasil
belajar di siklus II tidak tuntas diberikan upaya
perbaikan atau remedial. Sebaiknya bagi peserta
didik yang nilai hasil belajar di siklus II tidak
tuntas diberikan upaya perbaikan atau remedial.

1)

Mahasiswa UNY 2)Dosen Pembimbing

Made Wena. (2009). Strategi Pembelajaran


Inovtif Kontemporer. Jakarta: Bumi
Aksara.
Ngalim Purwanto. (2006). Prinsip-prinsip dan
Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Slameto. (2001). Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi.
(2008). Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: Bumi Aksara.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu.
Jakarta: Bumi Aksara.