Anda di halaman 1dari 8

Upaya Pengingkatan Hasil ....

(Anna Nurfitriani) 1

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN


PENDEKATAN KETEREAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN
IPA PADA MATERI ENERGI DI KELAS VIII D SMP NEGERI 2 PENGASIH
IMPROVING STUDENTS ACHIEVEMENT BY USING SCIENCE PROCESS SKILLS APPROACH
ON SCIENCE SUBJECT PARTICULARY AT THE UNIT OF ENERGI IN CLASS VIII D OF SMP
N 2 PENGASIH
Oleh : Anna Nurfitriani, FMIPA UNY, nurfitrianna@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan
pendekatan keterampilan proses sains dalam pembelajaran IPA pada materi energi di kelas VIII D SMP N 2
Pengasih. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model
Stephen Kemmis dan Mc. Taggart meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dan tahapan ini
dilaksanakan pada setiap siklusnya. Pendekatan keterampilan proses yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi, klasifikasi, inferensi, pengukuran dan komunikasi meskipun tidak semua komponen keterampilan proses
tersebut terlihat dalam setiap siklus. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi ranah
sensorimotorik, lembar observasi ranah afektif dan soal evaluasi ranah kognitif. Teknis analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yakni secara deskriptif kualitatif dengan presentase. Setelah dilakukan analisis data
maka diperoleh hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan hasil belajar untuk ranah kognitif sebesar 83,87%, ranah
sensorimotorik sebesar 80,65% dan ranah afektif sebesar 75,48%. Pada siklus II diperoleh ketuntasan untuk hasil
belajar siswa pada ranah kognitif sebesar 100%, ranah sensorimotorik sebesar 93,55% dan ranah afektif sebesar
100%. Jadi, hasil belajar IPA mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Akan tetapi hasil belajar pada ranah
sensorimotorik pada siklus II mencapai 93,55% karena masih ada 2 siswa yang belum mencapai KKM. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di siklus II adalah dengan memberikan tugas observasi
perubahan energi dan sumber-sumber energi di lingkungan sekitar.
Kata kunci : hasil belajar siswa, pendekatan keterampilan proses IPA, materi energi.
Abstract
This research aimed to know the improvement of the sudents achievement in science subject learning
using science skill process approach in class VIII D SMP N 2 Pengasih. Action reasearch in nature and used
Stephen & Mc. Taggart model including planning, action, observation and reflection stages. Those stages were
conducted in each cycle. The science process skill appoach which was used in this research was observation,
classification, inference, measurement and communication skills although not all components of the process seen
in each cycle. The instruments of collecting data used in this research were sensory motor observation sheets,
affective observation sheets, and cognitive evaluation tests. The data analysis techniques used were descriptive
qualitative and percentage. The result of data analysis in cycle I showed that the students' achievement was 83, 87
% for cognitive domain; 80, 65 % for sensory motor domain, and 75, 48 % for affective domain. While the result of
data analysis in cycle II showed that the students' achievement was 100% for cognitive domain; 93,55% for
sensory motor domain; and 100% for affective domain. Therefore, there was a significant improvement on the
students' achievement in science subject learning from cycle I to cycle II. Actually there were two students who had
not passed the KKM yet in cycle II. The effort made by the researcher to improve the students' achievement in cycle
II was giving the students observation task for energi change in the invironment.
Keywords: the students' achievement, science process skill appoach, the learning material about energy.

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 2

mengaitkan

PENDAHULUAN

topik-topik

dalam

satu

mata

Guru memegang peranan yang sangat

pelajaran/disiplin ilmu berhubungan satu sama

penting dalam kegiatan pembelajaran di kelas

lain. Model ini mempunyai kelebihan konsep

sehingga guru harus mempunyai metode yang

konsep utama saling terhubung, mengarah pada

tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

pengulangan (review), rekonseptualisasi, dan

Indikator yang menunjukkan bahwa tujuan

asimilasi gagasan-gagasan dalam suatu disiplin

pembelajaran tercapai adalah hasil belajar siswa

meskipun mempunyai

telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang

pelajaran hanya terfokus pada satu disiplin ilmu.

Nana

telah ditetapkan.

kekurangan materi

Sudjana

(2010

22)

Berdasarkan identifikasi masalah yang

mengemukakan ranah kognitif berkenaan dengan

telah dilakukan terdapat permasalahan di kelas

hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam

VIII D SMP N 2 Pengasih antara lain hasil

aspek,

belajar pada ranah kognitif dilihat dari nilai

memahami/mengerti (understand), menerapkan

ulangan harian siswa kelas VIII D yang

(apply), menganalisis (analyze), mengevaluasi

memenuhi KKM 72 kurang dari 45%,

(evaluate), dan menciptakan (create).

yakni

mengingat

(remember),

Singer dalam Mimin Haryati (2007 : 25)

keterampilan proses sains siswa masih rendah


karena siswa jarang sekali melakukan percobaan

mengemukakan

saat pembelajaran IPA dan pembelajaran yang

kelompok mata ajar sensomotorik adalah mata

berlangsung cenderung terpusat pada guru

ajar yang lebih berorientasi pada gerakan dan

sehingga siswa kurang tertarik dengan metode

menekankan pada reaksi-reaksi fisik. Ryan

mengajar yang diterapkan oleh guru.

dalam

Surjani

Wonoraharjo

(2012

12)

mata

Mimin

mengemukakan

ajar

Haryati
penilaian

yang

termasuk

(2007

hasil

26)
belajar

menyatakan bahwa IPA adalah sekumpulan

sensomotorik dapat dilakukan dengan 3 cara

pengetahuan yang diperoleh melalui metode

yaitu

tertentu. Trianto (2010 : 151) menyatakan bahwa

penilaian tingkah laku siswa selama proses

IPA merupakan pengetahuan yang diperoleh

belajar

melalui pengumpulan data dengan eksperimen,

menggunakan tes kepada siswa untuk mengukur

pengamatan, dan deduksi untuk menghasilkan

pengetahuan, keterampilan

suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang

pengamatan setelah proses belajar selesai dan

dapat

merupakan

lingkungan kerjanya. Supratiknya (2012 : 15)

pengetahuan yang menekankan pada pengalaman

mengemukakan ranah sensomotorik mencakup

langsung dalam memahami alam sekitar melalui

kemampuan menggunakan aneka keterampilan

proses

motor,

dipercaya.

mencari

Jadi,

tahu

IPA

untuk

memperoleh

pemahaman.
Dalam penelitian ini menggunakan model
keterkaitan/keterhubungan (connected) dengan

melalui

pengamatan

mengajar

koordinasi,

langsung

(praktik

dan

serta

langsung);

dan sikap;

gerakan

dan

fisik.

Pengembangan aneka keterampilan ini menurut


praktik

atau

latihan,

dan

kemajuan

atau

keberhasilannya dapat diukur dari peningkatan

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 3

kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, atau teknik

Jenis penelitian ini merupakan Penelitian

dalam melaksanakan tugas atau akativitas motor

Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang

tertentu.

berbasis pada permasalah yang ada pada kelas

Krathwohl

(Purwanto,

2010

51)

atau pembelajaran.

membagi hasil belajar afektif menjadi 5 tingkat


yaitu

penerimaan

(merespon

rangsangan),

Waktu dan Tempat Penelitian

pilihan

Waktu penelitian ini dilakukan bulan Mei

organisasi

tahun 2014 pada semester genap tahun pelajaran

(menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari) dan

2013/2014. Penelitian ini dilakukan di SMP

internalisasi

Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta.

partisipasi,
sebuah

penilaian

nilai

dari

(menentukan
rangsangan),

(menjadikan

nilai-nilai

sebagai

pedoman hidup).

Subjek Penelitian

Niva Listiani (2009 : 10) mendefinisikan

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa

pendekatan keterampilan proses yaitu proses

kelas VIII D SMP Negeri 2 Pengasih yang

pembelajaran

yang

berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 16 siswa

nyata/objek

yang

dimulai

dari

sebenarnya

objek
dengan

menggunakan pengalaman langsung, sehingga

laki-laki dan 16 siswa perempuan.


Prosedur
Prosedur

peserta didik diharapkan terjun dalam kegiatan

penelitian

yang

digunakan

belajar mengajar yang lebih realistik dan peserta

dalam penelitian ini mengacu pada model spiral

didik diajak, dilatih dan dibiasakan melakukan

dari Kemmis

observasi dan membuat kesimpulan sendiri.

perencanaan (planing); b. tindakan (action); c.

Muhammad Nur (2011 : 1) menjelaskan

pengamatan

dan

Mc. Taggart

(observation);

dan

d.

yaitu

a.

refleksi

keterampilan proses tingkat dasar meliputi

(reflection). Penelitian ini dilakukan dengan

observasi (observation), klasifikasi (classifying),

melakukan percobaan pada setiap pertemuannya.

prediksi (predicting), inferensi dan komunikasi

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah

(communicating) dan pengukuran (measuring).

hasil belajar dari ranah kognitif yang diperoleh

Berdasarkan latarbelakang dan kajian

dari tes evaluasi pada setiap akhir siklus, lembar

pustaka tersebut maka rumusan masalah pada

observasi pada ranah sensorimorik untuk menilai

penelitian

upaya

unjuk kerja siswa dalam melakukan percobaan

dengan

dan lembar observasi pada ranah afektif untuk

peningkatan

ini

adalah

hasil

bagaimana

belajar

siswa

menerapkan pendekatan keterampilan proses

melihat hasil belajar siswa di ranah afektif.

sains dalam pembelajaran IPA materi energi di

Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data

kelas VIII D SMP Negeri 2 Pengasih?

Instrumen penelitian yang digunakan


dalam

penelitian

ini

adalah

instruemn

METODE PENELITIAN

pembelajaran dan instrumen pengambilan data.

Jenis Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam pembelajaran


terdiri dari RPP dan LKS sedangkan instrumen

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 4

yang dugunakan untuk mengambil data berupa


tes evaluasi ranah kognitif, lembar observasi
ranah sensorimotorik, dan lembar observasi

100%

NP : Nilai persen yang dicari atau diharapkan

ranah afektif.
Teknik

pengumpulan

data

yang

dilakukan dengan observasi, tes tertulis dan

: Jumlah skor yang diperoleh siswa tiap


indikator

SM : Skor maksimum

dokumentasi.

Kriteria

Teknik Analisis Data


Metode analisis data adalah cara yang
harus ditempuh untuk menguraikan data menurut
unsur-unsur yang ada di dalamnya. Analisis data
dalam

Keterangan:

NP =

penelitian

menggunakan

tindakan

analisis

kelas

diskrikriptif

ini

dengan

persentase terhadap perolehan hasil belajar IPA.

penilaian

menurut

Ngalim

Purwanto (2002 : 103) sebagai berikut:


54 %

= kurang sekali

55-59 %

= kurang

60-75 %

= cukup

76-85 %

= baik

85-100%

= sangat baik

Hasil observasi dianalisis menggunakan teknik


deskriptif kualitatif yang digambarkan dengan
kata-kata atau kalimat, dipisah-pisahkan menurut

masih ada beberapa siswa yang hasil belajarnya

Ranah Kognitif
Data yang diperoleh dalam penelitian
ini berupa tes kognitif dapat dianalisis
dengan

Pada penelitian ini setelah dilakukan


observasi dan refleksi pada siklus I ternyata

kategori untuk memperoleh kesimpulan.


1.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

menggunakan

rumus

sebagai

belum mencapai KKM. Kemudian sebagai upaya


perbaikan hasil belajar maka guru memberikan
tugas observasi kepada siswa. Pada pertemuan
yang selanjutnya di siklus II ini materi yang

berikut:

Keterangan:

P=

disampaikan merupakan pengulangan yang telah

100%

diberikan

pada

pembelajaran

di

semester

sebelumnya.

P : Persentase ketuntasan

a. Pengaruh Pendekatan Keterampilan

F : Jumlah siswa yang tuntas

Proses Sains terhadap Hasil Belajar Ranah

N : Jumlah seluruh siswa

Kognitif

2. Ranah Afektif dan Ranah Sensorimotorik


Data yang diperoleh dalam penelitian ini

Berdasarkan

data

penelitian

yang

didapatkan

pengaruh

merupakan hasil observasi untuk menilai hasil

keterampilan

proses

belajar pada ranah afektif dan sensorimotorik

meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.

siswa yang dapat dihitung dengan deskriptif

Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa

persentase.

yang awalnya rata-rata nilainya 84 meningkat

menghitung:

rumus

yang

digunakan

untuk

pendekatan
sains

dapat

menjadi 87. Pendekatan keterampilan proses

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 5

sains memudahkan siswa dalam memahami

pendekatan keterampilan proses sains dapat

materi

meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah

pembelajaran

dengan

melakukan

secara langsung melalui percobaan.

sensorimorik. Pada penelitaian ini hasil

Tabel 1. Hasil Belajar Ranah Kognitif

belajar ranah sensorimorik dapat diamati dari

Hasil
Siklus 1 Siklus II
Nilai rata-rata
84
87
Jumlah siswa yang
26
32
tuntas
Ketercapaian
83,87%
100 %
Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa
terjadi peningkatan

hasil belajar yang dari

siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai ratarata

siswa

sebesar

dan

peningkatan

ketercapainnya sebesar 16,13%. Jika dilihat


berdasarkan

kriteria

penilaian

menurut

Ngalim Purwanto, dari kriteria kurang pada


siklus I menjadi sangat baik pada siklus II.
120%

kegiatan siswa ketika melakukan percobaan.


Apabila

kegiatan

yang

teramati

maka

diberikan skor 1 dan jika tidak maka diberi


skor 0. Pada dasarnya siswa sangat antusias
untuk

mengikuti

melakukan
demikian

pembelajaran

percobaan
siswa

pembelajaran.

karena

dapat

Pendekatan

aktif

dengan
dengan
dalam

keterampilan

proses yang dilakukan pada penelitian ini


adalah

observasi,

mengklasifikasikan

mengukur,
dan

inferensi,
komunikasi,

meskipun tidak semua aspek selalu muncul


pada setiap siklusnya. Pada keterampilan

100%
80%

sensorimotorik ini dilakukan pengamatan

60%

pada tahap persiapan, pelaksanaan dan hasil.

40%
20%
0%
Siklus 1

Siklus 2

Gambar 1. Grafik perbandingan persentase


hasil belajar siswa ranah kognitif di siklus I
dan siklus II
Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat
bahwa peningkatan hasil belajar siklus I dan
siklus II meningkat tajam. Berdasarkan grafik
siswa yang mencapai (KKM 72) telah
100%, sehingga pada siklus II semua siswa
sudah mencapai indikator keberhasilan.
b. Pengaruh

Pendekatan

Keterampilan

Proses Sains terhadap Ketercapaian Hasil


Belajar Ranah Sensorimotorik
Berdasarkan

penelitian

yang

telah

dilakukan, kegiatan pembelajaran dengan

Tabel 2 Hasil Belajar Siswa Ranah


Sensorimotorik
Hasil
Siklus 1 Siklus II
Nilai rata-rata
8,05
8,23
Jumlah siswa yang
25
29
tuntas
Ketercapaian
80,65%
93,55%
Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa terjadi
peningkatan hasil belajar yang dari siklus I
ke siklus II. Jika dilihat berdasarkan kriteria
penilaian menurut Ngalim Purwanto, dari
kriteria cukup pada siklus I menjadi sangat
baik pada siklus II.

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 6


100%
80%

diamati

adalah

materi

yang

memerhatikan
disampaikan

penjelasan
oleh

guru,

kerjasama dengan anggota kelompok dalam

60%
40%

diskusi

20%

mempresentasikan hasil diskusi, menghargai

0%
Siklus 1

mengerjakan

LKS,

keberanian

pendapat orang lain, mengajukan pertanyaan

Siklus 2

Gambar 2 Grafik hubungan hasil belajar


siswa ranah sensorimotorik pada siklus I dan
siklus II

kepada teman atau guru, menganggapai


pertanyaan dari teman atau guru, kesopanan
dalam mengikuti pembelajaran di kelas,

Pada Gambar 2 terlihat hubungan hasil belajar

melaksanakan tugas diskusi yang diberikan

siswa pada ranah sensorimotorik pada siklus I

oleh guru, mendengarkan konfirmasi dari

dan siklus II yang mengalami peningkatan

guru dan ketepatan dalam melakukan langkah

sebesar 18,75% dan peningkatan nilai rata-

percobaan.

ratanya sebesar 0,18. Dengan demikian sebagian

Tabel 3. Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif

besar siswa sudah mencapai indikator yang


ditetapkan, meskipun masih 2 siswa yang belum
mencapai nilai KKM sebesar 73. Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan oleh guru,

Hasil
Nilai rata-rata
Jumlah
siswa
yang tuntas
Ketercapaian

Siklus 1
75,48
21 siswa

Siklus II
87,02
31 siswa

68 %

100 %

siswa yang belum mencapai KKM tersebut

Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui

ternyata memang mempunyai karakter yang

bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada

pasif,

ranah

siklus I ke siklus II sebanyak 32% dan

sensorimotorik di mata pelajaran lain juga

peningkatan nilai rata-ratanya sebesar 11,54.

kurang, sehingga hal ini tidak hanya terjadi pada

Jika dilihat dari kriteria penilaian menurut

mata pelajaran IPA.

Ngalim Purwanto, dari kriteria cukup pada

sehingga

hasil

belajar

Keterampilan

siklus I menjadi sangat baik pada siklus II.

Proses Sains Terhadap Ketercapaian Hasil

Hasil ini cukup signifikan meskipun pada

Belajar Ranah Afektif

siklus II terdapat 1 siswa yang tidak

c. Pengaruh

Pendekatan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah


dilakukan pengaruh pendekatan keterampilan
proses sains terhadap ranah afektif siswa yaitu
dengan
keterampilan

menggunakan
proses

sains

pendekatan
akan

lebih

memberikan kesempatan kepada siswa untuk


lebih aktif. Ranah afektif siswa yang dinilai
adalah pada aspek penerimaan, tanggapan dan
penilaian. Pada aspek penerimaan ini yang

mengikuti kegiatan pembelajaran dikarenakan


sedang sakit.

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 7

93,55 %. Hasil belajar siswa dari aspek

120%
100%

afektif dapat dilihat hasilnya siswa yang

80%

mendapatkan nilai 74 pada siklus I sebesar

60%

68% pada siklus II sebesar 100%.

40%

Saran

20%
0%
Siklus 1

1.

Siklus 2

penelitian

ini

dapat

IPA. Sebagai tindak lanjut, guru dapat

Pada Gambar 3 terlihat hubungan hasil

sains pada materi yang berbeda dengan

belajar siswa pada ranah afektif pada siklus I

alokasi waktu yang lebih panjang. Pada

dan siklus II yang mengalami peningkatan,

umumnya siswa lebih tertarik untuk belajar

sehingga

semua

siswa

IPA dengan melakukan percobaan secara

indikator

yang

ditetapkan

sudah

menerapkan pendekatan keterampilan proses

mencapai

yaitu

langsung sehingga lebih memahami materi

telah

yang disampaikan oleh guru.


2.

Pembelajaran

dengan

Diperlukan penambahan pengamat pada tiap


kelompok agar hasil pengamatan afektif

Simpulan
menggunakan

pendekatan keterampilan proses sains dapat


meningkatkan hasil belajar IPA pada materi
Energi di kelas VIII D SMP N 2 Pengasih.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
hasil belajar siswa ini adalah dengan

siswa selama pembelajaran dapat maksimal.


DAFTAR PUSTAKA
Mimin Haryati. (2007). Model dan Teknik
Penilaian
pada
Tingkat
Satuan
Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

bentuk energi dan sumber-sumber energi di

Mohamad Nur. (2011). Modul KeterampilanKeterampilan Proses Sains. Surabaya:


UNS.

lingkungan sekitar sebelum masuk ke siklus

Niva

memberikan tugas observasi perubahan

II.
3.

IPA,

Gambar 3 Grafik hubungan hasil belajar


siswa ranah afektif pada siklus I dan siklus II

SIMPULAN DAN SARAN

2.

guru

digunakan untuk meningkatkan hasil belajar

memenuhi KKM yang sebesar 74.

1.

Bagi

Peningkatan hasil belajar aspek kognitif


dapat dilihat dari hasil tes evaluasi siswa
yang mendapatkan nilai 72 pada siklus I
sebesar 83,87% dan pada siklus II sebesar
100%. Hasil belajar siswa dari aspek
sensorimotorik dapat dilihat hasilnya siswa
yang mendapatkan nilai 73 pada siklus I
sebesar 80,65 % dan pada siklus II sebesar

Listiani. (2009). Penerapan Pendekatan


Keterampilan Proses Berbantukan Media
LKMD Kimia pada Pembelajaran Kimia
Peserta Didik Kelas X Semester 2 SMA N 1
Kasihan Tahun Ajaran 2008/2009.

Ngalim Purwanto. (2002). Prinsip-prinsip dan


Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Purwanto. (2009). Evaluasi Hasil Belajar.
Surakarta : Pustaka Belajar.

Upaya Pengingkatan Hasil .... (Anna Nurfitriani) 8

Sudjana. (2010). Dasar-dasar Proses Belajar


Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algensindo Offset.
Supratiknya. (2012). Penilaian Hasil Belajar
dengan Teknik Nontes. Yogyakarta :
Universitas Sanata Dharma.
Surjani Wonoraharjo. (2012). Dasar dasar
Sains Menciptakan Masyarakat Sadar
Sains. Jakarta: PT. Indeks.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu.
Jakarta: Bumi Aksara.