Anda di halaman 1dari 2

Andrew Arfiant I.

NIM: 12340028

PROSTITUSI ONLINE
DI DAERAH YOGYAKARTA
Akhir-akhir ini masyarakat digegerkan dengan kabar kasus prostitusi yang melibatkan
public figure di berbagai media. Kabar tersebut bermula saat aparat Polres Metro Jakarta Selatan
melakukan penggerebekan di sebuah hotel di DKI Jakarta pada hari Jumat, 8 Mei 2015. Dari
penggerebekan tersebut, polisi menangkap seorang wanita berinisial AA dan mucikarinya. AA
diduga terlibat dalam praktik prostitusi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, AA mengaku berprofesi sebagai artis. Sementara, sang
mucikari merupakan mantan make up artis berinisial RA. Sampai saat ini kasus ini masih
bergulir dan memunculkan sederetan nama artis lain yang ikut terlibat dalam lingkaran prostitusi
yang dijalankan oleh RA sang mucikari. RA menjalankan bisnis prostitusinya dengan cara
bertransaksi online via media sosial dan pesan singkat Blackberry Messanger (BBM).
Saat ini juga berkembang kasus pembunuhan seorang wanita cantik yang bernama
Dedeuh di kamar kosnya, kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dalam perkembangannya korban
dikenal sebagai pekerja seks yang banyak dikenal dengan sebutan Tata Chubby. Pelaku
pembunuhan adalah salah satu tamu Dedeuh.
Sang korban (Dedeuh) dikenal sebagai pekerja seks yang menawarkan jasa seks melalui
akun media sosial twitter miliknya dan menjadikan kamar kos nya sebagai tempat untuk
melakukan hubungan seks.
Dari kasus dua ini, kita dapat melihat bahwa usaha untuk menutup berbagai tempat yang
digunakan sebagai tempat praktik prostitusi belum berhasil untuk menghilangkan praktik
prostitusi di negeri ini. Justru praktik prostitusi semakin tidak terkontrol dan tidak terawasi
karena saat ini praktik prostitusi justru berjalan secara underground (sembunyi-sembunyi) tanpa
terkonsentrasi pada satu tempat sehingga sangat sulit untuk mendeteksi adanya praktik prostitusi.
Dari berbagai modus praktik prostitusi yang berkembang di tengah masyarakat kini,
prostitusi online yang paling marak terjadi. Di daerah Yogyakarta sendiri prostitusi online

berkembang dengan berbagai modus mulai dari media sosial sampai berbagai forum online yang
menyediakan info mengenai bisnis esek-esek ini.
Modus prostitusi online yang banyak dilakukan di daerah Yogyakarta dilakukan melalui
forum online yang menyajikan konten dewasa. Pelaku prostitusi dalam modus ini beragam dari
mahasiswi, pramugari, sampai model yang didatangkan langsung oleh mucikari dari luar kota.
Sistem yang digunakan pun beragam mulai dari menerima panggilan langsung dari pria hidung
belang untuk langsung datang dan melayani di hotel / kos tempat para pria hidung belang berada.
Sistem lain yang digunakan adalah sistem expo, dimana sang mucikari menyiapkan wanita
terbaiknya untuk melayani beberapa pria sekaligus dalam satu hari di sebuah hotel berbintang
dengan durasi satu jam tiap pelanggannya. Dalam sistem expo biasanya dalam satu hari dibagi
menjadi beberapa slot dengan durasi satu jam dalam setiap slotnya dan para pria hidung belang
yang ingin menikmati cukup membeli slot yang tersedia. Tarif yang dipatok untuk setiap slotnya
rata-rata Rp 700.000,Selain modus prostitusi yang sudah disebutkan diatas, masih banyak lagi modus prostitusi
online di Yogyakarta yang mengincar kalangan mahasiswi sebagai pekerja seks. Semoga ada
tindakan tegas secepatnya dari aparat dan pejabat yang berwenang dalam menangani kasus
prostitusi yang semakin tak terkontrol.