Anda di halaman 1dari 2

1.

Metode ekstraksi untuk rimpang kunyit termasuk metode ekstraksi exhaustive atau
kesetimbangan?
Metode ekstraksi pada rimpang kunyit dapat dilakukan dengan metode
ekstraksi exhaustive maupun dengan metode kesetimbangan ekstraksi.
Pada metode ekstraksi exhaustive biasanya digunakan metode soxhlet. Soxhlet
adalah ekstraksi yang menggunakan pelarut yang selalu baru dan dilakukan dengan
alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinyu. Dalam metode soxhlet, jumlah pelarut
relative konstan dengan adanya pendingin balik (Depkes RI, 2000).
Soxhletasi dilakukan dalam sebuah alat yang disebut soxhlet. Cairan penyari
diisikan pada labu, serbuk simplisia diisikan pada tabung dari kertas saring, atau
tabung yang berlubang-lubang dari gelas, baja tahan karat, atau bahan lain yang
cocok. Cairan penyari dipanaskan hingga mendidih. Uap cairan penyari naik ke atas
melalui pipa samping, kemudian diembunkan kembali oleh pendingin tegak. Cairan
turun ke labu melalui tabung yang berisi serbuk simplisia. Cairan penyari sambil
turun melarutkan zat aktif serbuk simplisia. Karena adanya sifon maka setelah cairan
mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan kembali ke labu (Anonim, 1986).
Pada metode kesetimbangan ekstraksi biasanya digunakan metode maserasi.
Maserasi adalah proses ekstraksi dengan mengggunakan pelarut selama waktu
tertentu dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan. Maserasi dilakukan pada
temperature ruangan (25C). Remaserasi berarti dilakukannya pengulangan dala
penambahan pelarut setelah dilakukan penyaringan maserat pertama dan seterusnya
(Depkes RI, 2000).
Maserasi dilakukan dengan cara, bahan simplisia dihaluskan sesuai dengan
syarat farmakope (umumnya terpotong-potong atau berupa serbuk kasar) disatukan
dengan bahan pengekstraksi. Selanjutnya rendaman tersebut disimpan terlindung dari
cahaya langsung (mencegah reaksi yang dikatalisis cahaya atau perubahan warna) dan
dikocok kembali. Waktu lamanya maserasi berbeda-beda antara 4-10 hari. Secara
teoritis pada suatu maserasi tidak memungkinkan terjadinya ekstraksi absolute.
Semakin besar perbandingan cairan pengekstraksi terhadap simplisia, akan semakin
banyak hasil yang diperoleh (Voigt, 1995)
Metode maserasi merupakan metode yang paling efektif untuk mengesktrak
senyawa dari rimpang kunyit, karena hasil yang diperoleh dua kali lebih tinggi
dibandingkan dengan metode ekstraksi lainnya, sedangkan ekstraksi dengan soxhlet
membutuhkan waktu yang lebih lama dan membutuhkan pelarut yang lebih banyak.
Keuntungan utama dari soxhlet terekstrak secara berkesinambungan. Kekurangan dari
soxhlet adalah ekstraksinya membutuhkan pemanasan yang konstan pada titik didih
pelarut yang digunakan, yang mana dapat merusak senyawa yang tidak stabil pada
suhu tinggi.

2. Bagaimana pengaruh variable ekstaksi (suhu, solvent, lama ekstraksi, dll) terhadap
hasil ekstraksi?
1

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses ekstraksi antara lain :


1. Jenis pelarut
Jenis pelarut mempengaruhi senyawa yang tersari, jumlah solut yang terekstrak
dan kecepatan ekstraksi. Dalam dunia farmasi dan produk bahan obat alam,
pelarut etanol, air dan campuran keduanya lebih sering dipilih karena dapat
diterima oleh konsumen.
2. Temperatur
Secara umum, kenaikan temperatur akan meningkatkan jumlah zat terlarut ke
dalam pelarut. Temperatur pada proses ekstraksi memang terbatas hingga suhu
titik didih pelarut yang digunakan.
3. Rasio pelarut dan bahan baku
Jika rasio pelarut-bahan baku besar maka akan memperbesar pula jumlah senyawa
yang terlarut. Akibatnya laju ekstraksi akan semakin meningkat. Akan tetapi
semakin banyak pelarut, proses ekstraksi juga semakin mahal. digunakan maka
proses hilirnya akan semakin mahal.
4. Lama waktu ekstraksi
Semakin lama waktu ekstraksi maka akan menyebabkan penurunan efisiensi
proses ekstraksi. Hal ini disebabkan oleh adanya proses degradasi kukurmin pada
ekstak yang dihasilkan.

Anda mungkin juga menyukai