Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum geologi struktur ini yaitu tentang lipatan yang merupakan hasil

sebuah bentuk dari suatu bahan yang ditunjukan sebagai lengkungan atau kumpulan dari
lengkungan pada unsur garis atau bidang pada bahan tesebut yang mana mekanisme gaya
penyebabnya dapat berupa buckling (melipat) atau bending (pelengkungan). Praktikum yang
dilakukan di laboratorium geokimia dan lingkungan II ini bertujuan untuk mengetahui definis
lipatan dan mekanisme gaya yang membentuk lipatan, mengetahui unsur-unsur lipatan, jenis
dan klasifikasi lipatan, mampu menganalisa dan dan merekonstruksi lipatan. Dalam
praktikum ini akan melakukan rekonstruksi lipatan yang mana umumnya dilakukan
berdasarkan hasil pengukuran kedudukan lapisan dilapangan, atau pembuatan penampang
dari suatu peta geologi. Rekonstruksi ini juga hanya bisa dilakukan pada batuan sedimen dan
berdasarkan pada suatu lapisan penunjuk (keybed) dari lapisan tersebut. Dalam
merekonstruksi suatu lapisan, ada lima metode yang dapat digunakan yaitu :
1. Metode busur lingkaran (arc method)
Metode ini digunakan untuk lipatan pada batuan yang competent, misalnya lipatan
parallel dan dasar dari metode ini adalah anggapan bahwa lipatan merupakan bentuk
busur dari suatu lingkaran dengan pusatnya adalah perpotongan antara sumbu-sumbu
kemiringan yang berdekatan. Rekonstruksinya dapat dilakukan dengan menghubungkan
busur lingkaran secara langsung bila data yang ada hanya kemiringan dan batas lapisan
hanya setempat.
2. Metode interpolasi Higgins (1962)
Metode ini digunakan pada lintasan / penampang arah East-West, yang mana di lokasi A
dan B dijumpai batas lapisan yang sama dengan kedudukan yang berlawanan. Misalnya
di lokasi A kemiringan 50o ke barat dan B miring ke timur sebesar 70o.
3. Metode Interpolasi Busk (1929)
Metodi ini digunakan pada lintasan arah East-West, yang mana dijumpai batas lapisan
yang sama. Misalnya di lokasi A dan D, masing-masing kemiringannya 50 o ketimur dan
60o kebarat, dilokasi B dan C dijumpai singkapan dengan masing-masing kemiringannya
40o kebarat dan 30o ketimur.
4. Kombinasi Metode Busur Lingkaran (Arc Method) dan Free Hand Method
Kombinasi ini digunakan untuk lipatan yang melibatkan batuan incompetent, dimana
terjadi penebalan dan penipisan lapisan yang tidak teratur, free hand method khusus pada
interpolasi yang tidak dapat dilakukan pada arc method
5. Metode Kink
Merupakan metode rekonstruksi penampang dengan menggunakan dip domain, sebagai
batas dimana suatu lapisan kemiringan berubah, lipatan yang terbentuk pada jalur
anjakan lipatan umumnya tidak membentuk suatu kurva halus namun justru membentuk
beberapa dip domain sesuai dengan perubahan dip yang ada dan penggunaan metode

kink

dalam

restorasi

penampang

seimbang

sangat

berperan

penting

karena

mempermudah perhitungan panjang lapisan dan luas area perlapisan.


Dari kelima metode yang ada, dilakukan praktikum ini rekonstruksi dilakukan dengan
menggunakan metode Higgins (1962) dimana sebelumnya telah dimiliki data empat
kedudukan singkapan yaitu OC1 dengan sudut kemiringan 30o kearah timur ,OC2 dengan
sudut kemiringan 50o kearah barat, OC3 dengan sudut kemiringan 70o kearah barat, dan OC4
dengan sudut kemiringan 50o kearah timur. Langkah dalam rekonstruksi lapisan keempat
kedudukan singakapan tersebut adalah pertama menggambarkan suatu garis yang merupakan
bidang permukaan bumi dari arah West sampai East, plotkan OC1 pada jarak 7 cm dari arah
timur dan bentuk sudut 50o pada garis tersebut, plotkan OC2 pada jarak 7 cm dari arah barat
dan bentuk sudut 50o, plotkan OC3 pada jarak 3 cm dan bentuk sudut 70o dari arah barat, dan
plotkan OC4 pada jarak 3 cm dan bentuk sudut 50 o. Langkah kedua yaitu membuat garis
lurus sesuai dengan sudut keempat singkapan, lalu buat garis tegak lurus sesuai arah
kemiringan keempat singkapan sampai garis tegak lurus tersebut akan berpotongan satu sama
lain. Disini titik perpotongan yang terbentuk yaitu garis tegak lurus antara OC1 dan OC4,
OC2 dan OC3. Dari titik perpotongan yang terbentuk maka bentuklah garis setengah
lingkaran dengan menggunakan jangka yang diletakan pada titik perpotongan antara OC1 dan
OC4, begitu juga dengan titik perpotongan antara OC 2 dan OC3. Setelah keempat garis
setengah lingkaran terbentuk maka dibuatlah garis bantu dengan menggambarkan garis putusputus yang berarah tegak lurus pada titk perpotongan antara OC2 dan OC3. Dari hasil
rekonstruksi terlihat bahwa tidak adanya pertemuan lapisan OC1, OC2, OC3 dan OC4 .