Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

INOVASI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN PADA PROSES


PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh :
Juhnizar Pank Buminata

(NIM 21030112130124/Angkatan 2012)

Irma Saputri

(NIM 21030112130048/Angkatan 2012)

Lyan Dea Sagita

(NIM 21030113120056/Angkatan 2013)

Anisa Tri Hutami

(NIM 21030113140171/Angkatan 2013)

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM

INOVASI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN PADA PROSES


PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh :
Juhnizar Pank Buminata

(NIM 21030112130124/Angkatan 2012)

Irma Saputri

(NIM 21030112130048/Angkatan 2012)

Lyan Dea Sagita

(NIM 21030113120056/Angkatan 2013)

Anisa Tri Hutami

(NIM 21030113140171/Angkatan 2013)

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

PENGESAHAN PKM-PENELITIAN
1.

Judul Kegiatan

Inovasi Penambahan Enzim


Papain pada Proses
Pembuatan Biogas dari
Limbah Cair Industri
Tapioka

2.
3.

Bidang Kegiatan
Ketua Pelaksan Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No.Telp/HP

PKM-P

:
:
:
:
:

f. Alamat email

Juhnizar Pank Buminata


21030112130124
S-1 Teknik Kimia
Universitas Diponegoro
Desa Ujungrusi RT 30 RW
Kecamatan Adiwerna,
Kabupaten Tegal /
085742007991

Anggota Pelaksa Kegiatan/Penulis


Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah dan No. Tel./HP

4 orang

:
:
:

Ir. Agus Hadiyarto, MT.


0021085503
Jl. Kukilo Mukti Raya No. 140,
Telp. (024)6710348

:
:
:

Rp 11.682.000
5 bulan

juhnizar@gmail.com
4.
5.

6.

7.

Biaya Kegiatan Total


a. Dikti
b. Sumber lain
Jangka Waktu Pelaksanaan

Semarang, 18 September 2014


Menyetujui
Pembantu Dekan III
Fakultas Teknik

Ketua Pelaksana Kegiatan

Prof. Dr. Ir. Abdullah, MS


NIP. 195512311983031014

Juhnizar Pank Buminata


NIM. 21030112130124

Pembantu Rektor III


Universitas Diponegoro

Dosen Pendamping

Drs. Warsito, SU
NIP. 1954020219811031014

Ir. Agus Hadiyarto, MT.


NIDN. 0021085503

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
RINGKASAN ....................................................................................................... iv
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Tujuan ......................................................................................................... 2
1.4 Luaran yang Diharapkan ............................................................................ 2
1.5 Kegunaan .................................................................................................... 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 3
2.1 Limbah Cair Tapioka.................................................................................. 3
2.2 Biogas ......................................................................................................... 4
2.3 Enzim Papain .............................................................................................. 6
BAB 3 METODE PENELITIAN.......................................................................... 7
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ..................................................... 9
4.1 Anggaran Biaya .......................................................................................... 9
4.2 Jadwal Kegiatan ......................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 9

iii

RINGKASAN

Kebutuhan energi manusia semakin meningkat seiring dengan


meningkatnya populasi manusia, namun hal ini berbanding terbalik dengan
jumlah ketersediaan cadangan bahan bakar fosil yang semakin menipis.
Kebutuhan energi masyarakat Indonesia saat ini mencapai 1,5 juta barrel per hari,
padahal produktivitasnya hanya 804.000 barrel per hari, sehingga harus
melakukan impor dari negara lain.
Salah satu energi alternatif yang saat ini dikembangkan oleh masyarakat
Indonesia adalah biogas. Biogas merupakan gas produk akhir degradasi anaerobik
bahan-bahan organik oleh mikroorganisme anaerobik dalam lingkungan bebas
oksigen atau udara. Dalam pembuatan biogas, substrat yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk dapat berkembang adalah substrat yang mengandung
bahan-bahan organik, seperti COD, BOD, N, dan P yang cukup tinggi. Salah satu
substrat yang dapat digunakan adalah limbah cair industri tapioka. Kandungan
COD pada air limbah industri tapioka berkisar antar 7.000-30.000 mg/l, dan
kandungan BOD-nya sekitar 3.000-6.000 mg/l. Dalam pembuatan biogas, sistem
yang digunakan adalah fermentasi anaerob, dimana proses fermentasinya terdiri
dari 4 tahap, yaitu hidrolisis, acidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis.
Permasalahan yang sering timbul pada pembuatan biogas yaitu pada
proses hidrolisis, dimana mikroorganisme tumbuh dengan lambat, sehingga
biogas yang dihasilkan kurang optimim. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan
penambahan enzim papain untuk membantu mikroorganisme dalam mengubah
protein menjadi peptide dan asam amino agar lebih cepat. Penelitian ini
diharapkan dapat mengetahui pengaruh enzim papain terhadap produksi biogas
serta mengetahui jumlah penambahan konsentrasi enzim yang optimum pada
pembuatan biogas.

iv

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi
manusia kontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia.
Pada tahun 2013, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat
Jendral Minyak dan Gas Bumi mencatat cadangan minyak di Indonesia sebesar
3,692 milyar barrel, dengan tingkat produksi rata-rata 804.000 barrel per hari. Jika
tidak ada penemuan sumber minyak baru, diperkirakan 10-12 tahun lagi Indonesia
akan mengimpor seluruh kebutuhan minyaknya (Kementerian ESDM, 2013). Dari
fakta tersebut, perlu adanya bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan BBM
konvensional yang bernilai ekonomis sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 2006 tentang
Kebijakan Energi Nasional, Pemerintah telah menetapkan sasaran-sasaran
kebijakan nasional pada tahun 2025. Salah satu energi alternatif sebagai solusi
menghadapi krisis energi adalah energi bersumber dari biomassa. Pemerintah
menargetkan produksi energi terbarukan dari biomassa mencapai 5% total
konsumsi energi nasional pada tahun 2025. Salah satu pengembangan energi
terbarukan dari biomassa adalah pemanfaatan limbah tepung tapioka menjadi
biogas.
Industri tapioka selain dapat meningkatkan perekonomian daerah, juga
dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan bila tidak dikelola dengan
baik. Sebanyak 1000 kg ubi kayu yang telah bersih dan terkupas kulitnya
(kandungan bahan kering 35%) dapat menghasilkan limbah cair sebesar 514 kg
(Tjokroadikoesoemo, 1986). Air limbah yang dihasilkan industri tapioka ini
merupakan limbah yang masih banyak mengandung bahan-bahan organik dan
dapat didekomposisi secara biologis. Kandungan COD pada air limbah industri
tapioka berkisar antar 7.000-30.000 mg/l, dan kandungan BOD-nya sekitar 3.0006.000 mg/l. Jumlah bahan organik yang cukup tinggi ini dapat dijadikan sebagai
substrat tempat tumbuhnya mikroorganisme. Sistem biologis anaerobik sebagai
sistem utama dalam pengolahan air limbah industri tapioka menghasilkan gas
CH4, CO2, dan gas lain. Kedua gas tersebut merupakan gas rumah kaca yang
menimbulkan pemanasan global. Gas metana yang dihasilkan air limbah tapioka
tersebut sebenarnya merupakan gas yang dapat dibakar (flamable gas), sehingga
dapat dijadikan sumber energi alternatif yang bersifat terbarukan (Robby, dkk.
2013).
Biogas adalah gas produk akhir degradasi anaerobik bahan-bahan organik
oleh mikroorganisme anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen atau udara.
Proses fermentasi pembentukan biogas terdiri dari 4 tahap, yaitu hidrolisis,
acidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis. Pada tahap hidrolisis,
mikroorganisme yang berperan adalah enzim ekstraseluler seperti selulosa,
amilase, protease, dan lipase (Khasristya, 2004). Mikroorganisme ini berperan

menguraikan senyawa-senyawa yang kompleks menjadi senyawa dengan rantai


lebih pendek. Penguraian ini berlangsung ketika mikroorganisme dalam keadaan
lag phase (masa penambahan jumlah sel bakteri). Namun, permasalahan yang
sering timbul adalah lambatnya pertumbuhan bakteri yang berakibat pada
lambatnya penguraian bahan kompleks, sehingga waktu yang diperlukan dalam
pembuatan biogas kurang efektif.
Berdasarkan masalah yang timbul akibat lambatnya pertumbuhan bakteri
ini perlu adanya solusi yang tidak hanya memperbaiki kultur media. Solusinya
dapat melakukan penambahan enzim pada media fermentasi. Enzim yang
berperan penting dalam hidrolisis protein ada 2, yaitu protease yang dapat
memecah ikatan protein menjadi petide, dan peptidase yang memecah ikatan
peptida menjadi asam amino. Dengan kombinasi protease dan peptidase dapat
memecah 90% ikatan peptide (Fennema, 1985). Salah satu enzim proteolitik yaitu
enzim papain yang terdapat pada getah pepaya (Cacica papaya, L). Enzim papain
mempunyai daya tahan panas paling tinggi diantara enzim-enzim proteolitik
lainnya. Sifat enzim papain antara lain dapat bekerja secara optimum pada suhu
50 - 60 C dan pH 5-7, sehingga dapat bekerja efektif dalam kultur media
fermentasi.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh konsentrasi enzim papain terhadap kecepatan
pertumbuhan mikroorganisme pada tahap hidrolisis fermentasi biogas dari
limbah industri tapioka?
2. Bagaimana pengaruh konsentrasi enzim papain terhadap volume biogas
dan gas metana yang dihasilkan dari limbah industri tapioka?
1.3.
Tujuan
Berdasrkan rumusan masalah diatas, tujuan program ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi enzim papain
terhadap kecepatan pertumbuhan mikroorganisme pada tahap hidrolisis
fermentasi biogas dari limbah tapioka
2. Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi enzim papain
terhadap volume biogas dan gas metana yang dihasilkan dari limbah
industri tapioka
1.4.
Luaran yang Diharapkan
Secara keseluruhan program ini akan memberikan luaran penelitian terpadu,
antara lain:
1. Mendapatkan konsentrasi enzim papain optimum pada produksi biogas
dari limbah cair industri tapioka
2. Sebagai bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai
pengembangan pembuatan biogas dari limbah cair industri tapioka dengan
penambahan enzim papain.

1.5
Kegunaan
Manfaat yang dapat diperoleh dengan diterapkannya pembuatan biogas dengan
penambahan enzim papain antara lain :
1. Mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat adanya limbah cair
industri tapioka
2. Memberikan perumusan penambahan enzim papain yang tepat dalam
produksi biogas dari limbah cair industri tapioka
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Limbah Cair Tapioka


Ketela pohon merupakan bahan makananan yang sudah dikenal oleh
masyarakat Indonesia sejak dahulu sebagai bahan makanan pokok. Dewasa ini
ketela pohon juga digunakan dalam berbagai industri seperti industri makanan,
tekstil, farmasi dll. Dalam kaitanya dengan industri, ketela pohon dapat dibuat
menjadi tepung tapioka. Tepung tapioka mempunyai 2 peranan utama yaitu
sumber karbohidrat dan sebagai bahan pembantu industri seperti industri kertas,
glukosa dll. Industri pembuatan tapioka akan menghasilkan limbah cair maupun
padat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas.
Karakteristik limbah Tapioka
Pada industri tapioka pabrik akan menghasilkan limbah baik limbah padat
maupun cair. Buangan padat berasal dari proses pembersihan dan pemisahan pati
terhadap bermacam kotoran seperti kulit ubi, tanah liat yang menempel dan
ampas/onggok. Sedangkan limbah cair berasal air sisa pemerasan pati yang
terbuang. Limbah cair ini memiliki kandungan bahan-bahan organik yang cukup
tinggi sehingga akan mudah terurai oleh bakteri yang menyebabkan pembusukan
disertai keluar bau yang menyengat.
Bila dilihat dari sifat fisik dan kimianya limbah industri tapioka memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1. Warna
Air limbah tapioka yang berasal dari proses pencucian biasanya berwarna
putih kecoklatan. Hal ini akibat masih terdapat tanah liat yang menempel
pada kulit ketela pohon. Sedangkan limbah yang berasal dari hasil
pemisahan pati berwarna putih kecoklatan.
2. Bau
Air limbah yang masih baru memiliki bau khas seperti ubi jika dibiarkan
hingga satu hari maka akan bertambah asam baunya. Jika semakin lama
limbah dibiarkan dan tidak terolah maka akan terjadi pengendapan dan
penguraian oleh bakteri yang menyebabkan mau busuk yang menusuk.
3. pH
Air limbah industri tapioka yang masih segar memiliki kisaran pH 6-6,5
dan akan terus menurun dengan bertambahnya waktu. Penurunan pH

menandakan adanya aktivitas bakteri yang mengurai bahan organik yang


mudah terurai menjadi asam.
4. COD
COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan parameter yang digunakan
untuk mengetahui bahan organik yang ada di dalam air. COD yang ada
didalam limbah industri tapioka berkisar antara 7.000-30.000 mg/l.
5. BOD
BOD (Biochemical Oxygen Deman) juga merupakan parameter yang
umum dipakai di dalam menentukan pencemaran oleh bahan organik pada
air. Semakin tinggi harga BOD maka semakin tinggi pula tingkat
pencemaran air tersebut. Kandungan BOD limbah tapioka berkisar 3.0006.000 mg/l.
Dengan karakteristik seperti diatas, limbah industri tapioka memiliki kandungan
bahan organik cukup melimpah maka sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai
bahan baku pembuatan biogas.
2.2

Biogas
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobic atau
fermentasi dari bahan-bahan organik. Untuk dapat disebut biogas maka gas
tersebut perlu mempunyai susunan tertentu, seperti komposisi pada tabel dibawah
ini :
Tabel 1. Kandungan pada biogas (Teodorita, 2008)
Komponen
Konten (%)
Methana
50-75
Karbon dioksida 25-45
Uap air
2-7
Oksigen
<2
Nitrogen
<2
Ammonia
<1
Hydrogen
<1
Asam sulfide
<1
Berbagai macam limbah dapat dimanfaatkan sebagai penghasil biogas
seperti limbah industri tapioka. Pembuatan biogas selain menyediakan energi
alternatif juga beraspek positif dari segi teknis ekonomi maupun sosial.
Tahap reaksi biogas
1.
Hidrolisis
Pada fase pertama ini, komponen-komponen organik seperti lemak,
protein, selulosa terpecah menjadi monomer-monomernya. Dalam fase ini,
eksoenzim (hydrolase) dari bakteri fakultatif atau obligatorily anaerobik
memecah ikatan pada komponen yang tak terlarut.Akibatnya, ikatan
kovalen pada komponen tersebut terpecah dan terlarut dalam reaksi kimia

2.

3.

4.

dengan air. Pemecahan ikatan ini bertujuan agar senyawa organik tersebut
lebih mudah diserap dan dicerna oleh bakteri dalam metabolismenya.
(Grady dan Lim, 1980). Molekul hasil hidrolisa akan dimanfaatkan
mikroorganisme sebagai sumber karbon dan energi.
Acidogenesis
Monomer yang terbentuk pada fase hidrolisis akan didegradasi lebih
lanjut oleh bakteri fakultatif anaerobic untuk menjadi asam organik dengan
rantai yang pendek. Contoh pembentukan produk acidogenesis dapat dilihat
sebagai berikut :
C6H12O6 + 2 H2O 2 CH3COOH + 2 CO2 + 4 H2
(acetic acid)
C6H12O6 CH3CH2CH2COOH + 2 CO2 + 2 H2
(butiric acid)
C6H12O6 + 2H2 2 CH3CH2COOH + 2 H2O
(propionic acid)
Asam-asam yang terbentuk akan menurunkan pH sehingga
diperlukan kontrol pH agar tidak menghambat pertumbuhan bakteri
pembentukan metan yang membutuhkan pH optimal 6,5-8.
Acetogenesis
Produk yang terbentuk pada acidogenesis merupakan substrat bagi
bakteri acetogenic.Kelangsungan hidup bakteri ini didukung oleh adanya
senyawa hidrogen.Pada fase ini, mikroorganisme acetogenic mereduksi H2
dan CO2 menjadi asam asetat.Tahap acetogenesis penting untuk
menghindarkan akumulasi asam lemak volatil yang menghambat terjadinya
tahapan metanogenesis.
CH3CH2COOH
CH3COOH + CO2 + 3H2
(acetic acid)
CH3CH2CH2COOH
2 CH3COOH + 2H2
(acetic acid)
Methanogenesis
Fase akhir dalam pembentukan metana adalah methanogenesis.Pada
fase ini, kondisi anaerobic harus dipertahankan dan tidak semua substrat
dapat didegradasi oleh mikroorganisme methanogenesis (Gerardi, 2003).
Substrat yang dapat didegradasi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
CO2 type
: CO2, HCOO-, CO
Methyl type
: CH3OH, CH3NH3, (CH3)2NH2+, (CH3)3NH+, CH3SH,
(CH3)2S
Acetate type : CH3COOReaksi pembentukan metana yang terbentuk dari substrat di atas adalah :
CO2 + 4 H2 CH4 + 2 H2O
(metana)

CH3COO- + H2O CH4 + HCO3


(metana)
CH3OH + H2 CH4 + H2O
2.3

Enzim Papain
Papain adalah enzim yang sering kita temukan dalam berbagai jenis buah
termasuk juga dalam pepaya. Semua bagian papaya seperti buah, daun, tangkai
daun, dan batang mengandung enzim papain dalam getahnya, tetapi bagian yang
paling banyak mengandung enzim papain adalah buahnya. Kandungan papain
terdapat pada buah pepaya yang masih muda.
Papain merupakan enzim proteolitik hasil isolasi dari penyadapan getah
buah pepaya (Carica papaya L.). Getah pepaya mengandung sebanyak 10%
papain, 45% kimopapain dan lisozim sebesar 20% (Winarno, 1995). Berdasarkan
sifat-sifat kimianya, papain digolongkan sebagai protease sulfhidril (Muchtadi et
al., 1992). Papain tersusun atas 212 residu asam amino dengan sistein-25 tempat
gugus aktif thiol (-SH) essensial, yang membentuk sebuah rantai peptida tunggal
dengan bobot molekul 21.000 - 23.000 g/mol. Rantai ikatan tersebut tersusun atas
arginin, lisin, leusin, dan glisin (Harrison et al., 1997). Sisi aktif yang terdapat di
dalam molekul papain terdiri atas gugus histidin dan sistein yang selama katalisis
berlangsung, sisi aktif tersebut berfungsi sebagai ion zwitter (Wong, 1989 diacu
dalam Budiman, 2003).
Papain termasuk enzim hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis
suatu substrat dengan bantuan air. Aktivitas katalisis papain dilakukan melalui
hidrolisis yang berlangsung pada sisi-sisi aktif enzim papain. Pemisahan gugusgugus amida yang terdapat di dalam protein tersebut berlangsung melalui
pemutusan ikatan peptida (Wong, 1989 diacu dalam Budiman, 2003). Enzim ini
mempunyai aktivitas katalitik sebagai proteinase dan sanggup menghidrolisis
peptida.
Oleh sebab itulah digunakan enzim papain dalam pembuatan biogas yang
berfungsi mempercepat reaksi hidrolisa. Sehingga penguraian bahan organik oleh
mikroba berlangsung lebih cepat dengan bantuan enzim papain.

BAB 3. METODE PENELITIAN


Penelitian ini dilakukan dalam 9 tahap untuk mendapatkan penambahan
konsentrasi enzim papain optimum pada pembuatan biogas.
Pengumpulan bahan
untuk pembuatan
biodigester

Perangkaian alat
biodigester

Penyiapan limbah
cair industri tapioka

Pencampuran
limbah dan enzim
sesuai variabel

Penyiapan enzim
papain

Analisa awal pH,


COD, N, P

Pengukuran pH pada
limbah cair tapioka

Pengukuran volume
biogas dan gas
metana

Analisa akhir pH,


COD, N, P

Gambar 1. Diagram Alir Metode Pelaksanaan


A. Perangkaian Alat Biodigester
Keterangan gambar :
1. Biodigester
2. Selang
3. Gelas ukur
4. Beaker glass

Gambar 2. Rangkaian alat utama


B. Persiapan limbah yang akan digunakan
1. Siapkan ketela pohon sebanyak 5 kg
2. Kupas kulit ketela dengan menggunakan pisau dan cuci menggunakan air
3. Parut umbi ketela sehingga butir-butir patinya terlepas
4. Tambahkan air pada hasil parutan umbi ketela, kemudian peras diatas kain

5. Endapkan hasil saringan. Cairan bening diatas endapan merupakan limbah


cair dari tepung tapioka
6. Saring limbah cair tapioka dengan saringan 200 mesh
C. Persiapan enzim yang akan digunakan
1. Kupas 5 kg buah pepaya muda dan bersihkan biji-bijinya
2. Parut buah pepaya
3. Peras parutan pepaya diatas kain
4. Saring air perasan dengan saringan 200 mesh
D. Pembuatan biogas
1. Masukkan 1 liter limbah cair tapioka dalam biodigester
2. Cek kadar COD, N, dan P dalam limbah
3. Atur pH = 7 menggunakan asam nitrat
4. Masukkan enzim papain, aduk hingga merata
5. Biarkan gas mengalir melalui selang, kemudian hitung volume biogas dan
gas metana yang masuk dalam gelas ukur setiap hari hingga 40 hari
6. Cek kadar COD, N, dan P pada pengukuran volume gas terakhir
E. Analisa pH pada limbah serta volume biogas dan gas metana
1. Pengukuran pH pada limbah mengunakan pH meter
2. Pengukuran volume biogas
a. Isi beaker glass dan gelas ukur dengan air pada rangkaian alat utama
b. Ukur penurunan volume pada gelas ukur setiap hari. Volume yang
turun merupakan biogas yang dihasilkan dari fermentasi anaerob
3. Pengukuran volume gas metana
a. Isi beaker glass dan gelas ukur dengan NaOH pada rangkaian alat
utama
b. Ukur penurunan volume pada gelas ukur setiap hari. Volume yang
turun merupakan gas metana yang dihasilkan dari fermentasi anaerob
4. Catat hasil pengukuran pada tabel berikut
Tabel 2. Hasil Pengukuran
0
(hari
ke-)

pH

Biog
as
(ml)

Gas
met
ana
(ml)

pH

Konsentrasi enzim (v/v)


0,05
0,1
Gas
Bio
Bio
meta
gas
pH gas
na
(ml)
(ml)
(ml)

0,15
Gas
met
ana
(ml)

pH

Biog
as
(ml)

Gas
meta
na
(ml)

0
1
2
3
4
...
40

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1
No.
1.
2.
3.
4.

Anggaran Biaya
Jenis Pengeluaran
Peralatan Penunjang
Bahan Habis Pakai
Perjalanan
Lain-lain
Jumlah

Biaya (Rp)
3.530.000
4.680.000
1.225.000
2.247.000
11.682.000

4.2

Jadwal Kegiatan
BulanKeKegiatan
1
2
3
4
5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Studi
Literatur
Persiapan
Alat
Penelitian
Analisa
Hasil
Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
Budiman A. 2003. Kajian terhadap Pengaruh Etanol sebagai Bahan Pengendap
dan Pengaruh Air, Buffer Fosfat serta Etanol pada Ekstraksi Papain.
Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Fennema, O.R. 1985. Food Chemistry. Mac Kerel Bekker, Inc. New York.
Gerardi M.H. 2003. The Microbiology of Anaerobic Disgesters. Wiley Intercsice.
Grady, Leskie and Hendry C. Lim. 1980. Biological Waste Water Treatment :
Teory and Application. Marcel Dekker. New York.
Harrison T, Graham F, William J. Host Range Mutants of Adenovirus type 5
defective for growth in HeLa cells.
Khasristya Amaru, 2004, Rancang Bangun dan Uji Kinerja Biodigester Plastik
Polyethilene Skala Kecil (Studi Kasus Ds. Cidatar Kec. Cisurupan, Kab.
garut), Fakultas Pertanian, UNPAD, Indonesia.
Muchtadi, D.N. S Palupi, dan M. Gustawan. 1992. Enzim dalam Industri Pangan.
Pusat Antar Universitas, IPB. Bogor.
9

Rahmatul Robby, Nurrokhim Avief, dkk. 2013. Produksi Biogas dari Limbah Cair
Tapioka dengan Reaktor Anaerobik 3.000 liter Berdistributor. Jurnal
Teknik Pomits Vol.2, No.1 (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)
Teodorita. 2008. Biogas Handbook. University of Southern Denmark. Denmark.
Tjokroadikoesoemo, P. S. 1986. HFS dan Industri Ubi Kayu Lainnya. PT
Gramedia, Jakarta.

10

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
1.1 Ketua Pelaksana
Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Juhnizar Pank Buminata
2
Jenis Kelamin
Laki-laki
3
Program studi
S-1 Teknik Kimia
4
NIM
21030112130124
5
Tempat dan Tanggal Tegal, 7 Juni 1993
Lahir
6
E-mail
juhnizar@gmail.com
7
Nomor telepon/HP
085742007991
A. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
Nama Institusi
SD N 01 Ujungrusi SMP N 2 Tegal
Jurusan
Tahun
Masuk- 1999-2005
2005-2008
Lulus
B. Pemakalah/ Seminar Ilmiah
NO Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah
Seminar

SMA
SMA N 2 Tegal
IPA
2008-2011

Waktu
Tempat

dan

C. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


NO Jenis Penghargaan
Institusi
Pemberi tahun
penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapatdipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalampengajuan Hibah PKM-P
Semarang, 18 September 2014
Pengusul

Juhnizar Pank Buminata

1.2. Anggota Pelaksana 1


A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap

Irma Saputri

2
3
4
5

Jenis Kelamin
Perempuan
Program studi
S-1 Teknik Kimia
NIM
21030112130048
Tempat dan Tanggal Semarang, 7 April 1994
Lahir
6
E-mail
saputri.irma3@gmail.com
7
Nomor telepon/HP
085640525855
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN Sawah Besar SMP
N
4 SMA
N
01 Semarang
Semarang
Semarang
Jurusan
IPA
Tahun
Masuk- 2000-2006
2006-2009
2009-2012
Lulus
C. Pemakalah/ Seminar Ilmiah
NO Nama Pertemuan Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah
Waktu
Seminar
Tempat

dan

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


NO Jenis Penghargaan
Institusi
Pemberi tahun
penghargaan
1.
Juara III Lomba Cerdas Dinas
Pendidikan 2011
Cermat Nasionalisme
Provinsi Jawa Tengah
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-P
Semarang, 18 September 2014
Pengusul

Irma Saputri

1.3. Anggota Pelaksana 2


A. IdentitasDiri
1
Nama Lengkap

Lyan Dea Sagita

2
3
4
5
6
7

Perempuan
S-1 Teknik Kimia
21030113120056
Purbalingga, 20 September 1995
lyandeasagita@gmail.com
085726535509

Jenis Kelamin
Program studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor telepon/HP

B. RiwayatPendidikan
SD
NamaInstitusi

SD Negeri I
Wanogara Wetan

TahunMasukLulus

2001-2007

SMP
SMP Negeri 1
Rembang,
Purbalingga

SMA
SMA Negeri I
Rembang,
Purbalingga

2007-2010

2010-2013

C. Penghargaandalam 10 TahunTerakhir
No

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi
Penghargaan

Tempat

Juara Harapan 2 English Debate


Competition (2012)

SMA Negeri 1
Kutasari

SMA Negeri 1
Kutasari

Peserta Lomba Debat Bahasa


Indonesia Tingkat SMA se
Kabupaten Purbalingga (2012)

Dinas Pendidikan
Kota Purbalingga

SMA Negeri 1
Bukateja

Universitas
3
Muhammadiyah
Purwokerto
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-penelitian.
Semarang, 18 September 2014
Pengusul,
Peserta Lomba OSN Biologi
Tingkat Jawa Tengah (2012)

Dinas Pendidikan
Kota Purwokerto

Lyan Dea Sagita

1.4. Anggota Pelaksana 3


IdentitasDiri
1. NamaLengkap (dengangelar)
2. JenisKelamin
3. Program Studi
4. NIM
5. TempatdanTanggalLahir
6. E-mail
7. NomorTelepon/HP

Anisa Tri Hutami


P
S1-Teknik Kimia
21030113140171
Sorong, 26 Oktober 1995
anisa.trihutami@gmail.com
085344273762

B. RiwayatPendidikan
NamaInstitusi
Jurusan
TahunMasuk-Lulus

SD
SD Inpres 109
Kota Sorong

SMP
SMP N 5 Kota
Sorong

2001-2007

2007-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No NamaPertemuanIlmiah / Seminar JudulArtikelIlmiah
1

SMA
SMA N 3 Kota
Sorong
IPA
2010-2013

WaktudanTempat

D. Penghargaandalam 10 tahunTerakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi


lainnya)
No
JenisPenghargaan
InstusiPemberiPenghargaan
Tahun
1
Akademis, Juara III Lomba
Dinas
Pendidikan
dan
Cerdas Cermat SD tingkat Kota
2005
Kebudayaan Kota Sorong
Sorong
2
Non-Akademis, Juara II Lomba
DinasPendidikandanKebudayaan
Menulis Cerpen SMP tingkat
2008
Kota Sorong
Kota Sorong
3
Non-Akademis, Finalis Lomba
Bahasa Inggris da Vinci Da Vinci Polytechnic Papua
2010
Challenge Cup
4
Non-Akademis, Juara II Lomba
Bahasa Inggris da Vinci Da Vinci Polytechnic Papua
2011
Challenge Cup
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-penelitian.

Semarang, 18 September 2014


Pengusul,

Anisa Tri Hutami

1.5 Biodata Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan Ir. Agus Hadiyarto, MT.
gelar)
2. Jenis Kelamin
L
3. NIDN
0021085503
4. Tempat dan Tanggal Lahir
Solo, 21 Agustus 1955
5. E-mail
agushadi55@gmail.com
6. Nomor Telepon/HP
(024) 6710348
7. Bidang Keahlian
Teknik Pengolahan Limbah
B. Pendidikan Formal
1. Ir. (Teknik Kimia Universitas Diponegoro)
1982
2. MT. (Teknik Kimia Universitas Gajah Mada)
1994
C. Pengalaman Kerja
1. Dosen Teknik Kimia Universitas Diponegoro
2. Sekretaris Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNDIP
3. Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNDIP

Semarang, 18 September 2014


Pembimbing

(Ir. Agus Hadiyarto, MT.)


NIDN. 0021085503

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


Peralatan Penunjang
No
Jenis
Justifikasi Pemakaian
1 Biodigester 1 liter
Tempat fermentasi biogas
2 Selang
Mengalirkan gas
3 pH-Meter
Mengukur pH air
Menampung air dan
4 Beaker glass
NaOH
Mengukur volume biogas
5 Gelas ukur
dan gas metana
Menampung limbah cair
6 Jerigen 5 liter
tapioka
7 Labu takar
Mengencerkan air limbah
8 Perangkat Kjedahl
Menganalisa protein
9 Buret
Menitrasi sampel
10 Erlenmeyer
Tempat hasil titrasi
11 Corong
Memasukkan cairan
Pipet tetes, pipet
12
volume, pipet ukur Mengambil cairan
Menyaring limbah cair
13 Saringan 200 mesh
tapioka
14 Mesin Parut
Memarut umbi ketela

Kuantitas Satuan
8 buah
50.000
8 meter
10.000
2 paket 300.000

Biaya
400.000
80.000
600.000

8 buah

50.000

400.000

8 buah

30.000

240.000

2 buah
4 buah
1 paket
1 paket
4 buah
2 buah

10.000
60.000
400.000
200.000
50.000
25.000

20.000
240.000
400.000
200.000
200.000
50.000

2 paket

150.000

300.000

1 paket 100.000 100.000


1 paket 300.000 300.000
Sub Total (Rp) 3.530.000

Biaya Habis Pakai


No
Bahan
Justifikasi Pemakaian
Kuantitas Satuan
Biaya
1 Ketela pohon Membuat limbah cair tapioka
5 kg
5.000
20.000
2 Asam nitrat
Pengatur pH
500 ml 450.000 450.000
3 Buah pepaya
Membuat enzim
5 kg
8.000
40.000
4 Aquadest
Pengencer
100 liter
2.500 250.000
Mengecek kandungan gas
5 NaOH
1 kg 1.000.000 1.000.000
metana
6 Serbuk Zn
Bahan analisa kadar N
200 gr
3.600 720.000
7 HCl
Bahan analisa kadar N
1 liter 500.000 500.000
8 H2SO4
Bahan analisa kadar N
500 ml
1.500 750.000
9 MO
Indikator dalam analisa N
2 gram
50.000 100.000
10 CuSO4
Bahan analisa kadar N
500 gram
100
50.000
11 Asam boraks
Bahan analisa kadar N
200 gram
2.000 400.000
12 Na2SO4 anhidrit Bahan analisa kadar N
200 gram
2.000 400.000
Sub Total (Rp) 4.680.000

Perjalanan
No
Uraian Kegiatan
Perjalanan Analisa
1
hasil
2 Pembelian alat
3 Dalam Kota
Lain-lain
No
Jenis
1 Dokumentasi
2 Analisa COD
3
3
4
5
6
7

Justifikasi Perjalanan Kuantitas

Satuan

Analisa COD dan P

Semua

Pembelian alat&bahan
Komunikasi

5 bulan
350.000 350.000
5 bulan
500.000 500.000
Sub Total (Rp) 1.225.000

Justifikasi Pemakaian
Peliputan kegiatan
Pengujian COD yang
diperoleh
Analisa Phospat
Pengujian phosphat
Poster dan benner Pertanggng jawaban
Pamflet
Pertanggung jawaban
Kertas HVS
Pembuatan laporan
Catride warna dan
hitam
Mengeprint laporan
Alat tulis
Laporan

Kuantitas
1 paket
8 paket
8 paket
1 paket
2*3 meter
5 rim

375.000

Biaya
375.000

Satuan
Biaya
200.000 200.000
75.000

600.000

300.000
205.000
157.000
40.000

480.000
205.000
157.000
200.000

1 paket
350.000 350.000
1 paket
55.000
55.000
Sub Total (Rp) 2.247.000
Total (Rp) 11.682.000

Lampiran 3.Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas


NO Nama/NIM

Program
Studi

Bidang
Ilmu

1.

Juhnizar Pank
Buminata
/21030112130124

S-1
Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

2.

Irma Saputri
/21030112130048

S-1
Teknik
Kimia

Teknik
Kimia

3.

Lyan Dea Sagita/ S-1


21030113120056
Teknik
Kimia
Anisa Tri Hutami/ Teknik
21030113140171
Kimia-S1

4.

Teknik
Kimia

Alokasi
Uraian Tugas
Waktu
(jam/mingg
u)
15
Menyiapkan
Jam/minggu alat
dan
bahan,
Pembuatan
biodigester,
analisa hasil
15
Menyiapkan
Jam/minggu alat
dan
bahan,
analisa hasil
15
Pencatatan
Jam/minggu hasil

Teknik
Kimia

15
Pencatatan
Jam/minggu hasil

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H Tembalang Semarang, Kode Pos 50275
Situs : www. undip.ac.id
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: Juhnizar Pank Buminata

NIM

: 21030112130124

Program Studi

: S1- Teknik Kimia

Fakultas

: Teknik

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM-P saya dengan judul:


Inovasi Penambahan Enzim Papain pada Proses Fermentasi Anaerobik Pembuatan
Biogas dari Limbah Cair Industri Tapioka

yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar
benarnya.

Semarang, 18 September 2014


Mengetahui,

Yang menyatakan,

Pembantu Rektor III


Universitas Diponegoro

Drs. Warsito, SU

Juhnizar Pank Buminata

NIP. 1954020219811031014

NIM. 21030112130124