Anda di halaman 1dari 53

BAGIAN

P2M

Data Input

Analisis Data Input disetiap program


kerja P2M
No.

1.

2.

Program Kerja

Cakupan
Desa/Kelurahan
Universal Child
Immunization
(UCI)

Cakupan
Desa/Kelurahan
dalam hal
pelayanan
Pencegahan
penyakit

Man

Tersedia tenaga
kesehatan (dokter,
bidan, perawat) dan
koordinator program
desa/kelurahan
Universal Child
Immunization (UCI)

Tersedia tenaga
kesehatan (dokter,
bidan, perawat) dan
koordinator program
desa/keluraha

Data Input
Money
Method
Material
Machine
- Terdapat SOP
Tersedianya
alat
- Ada Puskesmas,
untuk
untuk
Pustu, pondok
Tersedia dana dari melaksanakan
pemeriksaan
bidan kelurahan,
upaya Universal Posyandu,
fisik pada bayi
pemerintah untuk
Child
dan balita
program
Polindes, kader
Immunization
(stetoskop,
desa/kelurahan
posyandu
(UCI)
termometer,
- Ada ambulans
Universal Child
timbangan,
- Penyuluhan
dan kendaraan
Immunization
meteran dll)
dilakukan setiap roda dua sebagai
(UCI)
alat transportasi - Tersedianya KMS
posyandu
ke masyarakat

Tersedia dana dari


pemerintah untuk
program
desa/kelurahan
dalam pelayanan
pencegahan
penyakit

Terdapat SOP
- Ada Puskesmas, Tersedianya alat
untuk
untuk
Pustu, pondok
melaksanakan
pemeriksaan
bidan kelurahan,
upaya pelayanan Posyandu,
fisik pada bayi
pencegahan
dan balita
Polindes, kader
penyakit
(stetoskop,
posyandu
termometer,
- Ada ambulans
timbangan,
dan kendaraan
meteran dll)
roda dua sebagai
alat transportasi
ke masyarakat

Data Proses
Sistem yang berkaitan dengan
komponen-komponen program
No
.

Data Proses

Penjelasan
-

1.

P1 (Perencanaan)
-

2.

P2 (Pelaksanaan)

3.

P3 (Pengawasan & Pengendalian)

Rencana pelaksanaan program di bagian P2M


bekerja sama lintas program (KIA,Promkes,
kesling, Pengobatan)
Petugas (dokter dan bidan) melakukan
perawatan terhadap balita gizi buruk
mendapat perawatan
Penggalian tentang riwayat kelahiran dan
imunisasi cukup memadai Penggalian tentang
riwayat dalm keluarga
Laporan program kegiatan di bagian P2M
mendapat perawatan dilaporkan ke dinas
kesehatan kabupaten tiap triwulan, disertai
dengan data pencapaian program.
Evaluasi program dilakukan setiap 6 bulan
s/d 1 tahun.
Jika angka cakupan mendapat perawatan
rendah tindak lanjut dilakukan dengan
mendorong pustu, bidan praktek swasta dan
kader yang ada untuk melakukan penyuluhan
tentang pentingnya pemantauan gizi.

Peninjauan Wilayah Setempat (PWS)

a. Analisis kejadian penyakit di empat kelurahan


wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kecamatan
Gambar.1. Grafik
dan Tabel pws kejadian penyakit
di wilayah2015.
a puskesmas lepo-lepo
Baruga Bulan
Januari-April
tahun
Januari-april 2015
350

300

250

200
Kunjungan
150

100

50

Diare

ISPA

Pneumonia

DBD

Campak

Ty foid

Kusta

TB Paru

Data Output

Analisis kejadian penyakit Berdasarkan data


yang ada dapat diketahui bahwa hasil kegiatan
indikator kinerja Penemuan pasien baru di empat
kelurahan wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo
Kecamatan Baruga Bulan Januari-April tahun 2015
adalah mencapai target pencapaian yang ditetapkan
Dinas Kesehatan Nasional untuk tahun 2010-2015
yaitu sebesar 100%. Dari pencapaian skor ini
menjadi masalah karena tidakmencapai target dinas
kesehatan nasional.

b. Analisis Program Kegiatan Imunisasi diempat


kelurahan wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo
Kecamatan Baruga 4 bulan terakhir tahun 2015.
Gambar.2. Grafik dan Tabel PWS imunisasi BCG

80

No.

Nama
Kelurahan

Sasaran

Kel. Lepo-lepo

105

Balita

Kumulatif

Cakupan

70
60

33,25%
/Tahun =

Kel. Wundudopi

77

17,19%

50

100%
Kunjungan

kel. Baruga

184

100%

kel. Watubangga

112

39,9%

40

/Bulan =
8,33%

30

/4bulan =

20

33,33%

Total

478

10
0

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.3. Grafik dan Tabel PWS imunisasiDPT/HB/HIB 1

70

No
.

Nama
Kelurahan

Kel. Lepolepo

Kel.
Wundudopi

kel. Baruga

kel.
Watubangga

Sasara
n
Balita
105
77
184

Kumul

Cakupa

atif

38,15%

/Tahun

16,93
%
103,0%

60

50

= 100%
40

/Bulan =
8,33%

Kunjungan
30

Total

112

43,67%

/4bulan
=

478

33,33%

20

10

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.4 . Table dan Grafik PWS imunisasi DPT/HB/HIB 2


70

No.

Nama
Kelurahan

Sasaran

Kel. Lepo-lepo

105

Kel.
Wundudopi

77

kel. Baruga

Balita

Kumulatif

Cakupan

40,6%

/Tahun

60

50

= 100%
17,96%

40

184

99,96%

/Bulan = Kunjungan
8,33%
30

kel.
Watubangga

112

45,91%

/4bulan

Total

478

20

33,33%
10

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.5. Grafik dan Tabel PWS imunisasi DPT/HB/HIB 3


70

60

No.

Nama Kelurahan

Sasaran
Balita

50

Kumulatif

Cakupan
40

Kel. Lepo-lepo

105

31,5%
/Tahun =

Kel. Wundudopi

77

16,42%

kel. Baruga

184

98,12%

kel. Watubangga

112

35,09%

100%
/Bulan =
8,33%
/4bulan =

Kunjungan
30

20

10

33,33%
Total

478
0

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.6. Grafik dan Tabel PWS imunisasi Campak dan Polio 4

No.

Nama Kelurahan

Sasaran

Kumulati

Balita

70

Cakupan
60

Kel. Lepo-lepo

105

39,55%
/Tahun =

Kel. Wundudopi

77

18,73%

kel. Baruga

184

96,90%

kel. Watubangga

112

104%

100%
/Bulan =
8,33%
/4bulan =

50

40
Kunjungan
30

33,33%
Total

478

20

10

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.7.Grafik dan Tabel pws imunisasi tetatus toxoid (TT1) pada ibu hamil
50
45
40

No.

Nama Kelurahan

Sasaran

Kumulati

Bumil

Cakupan

35
30

Kel. Lepo-lepo

116

25
Knjungan

10,82%
/Tahun =

Kel. Wundudopi

85

7,93%

kel. Baruga

202

82,14%

kel. Watubangga

123

32,39

100%

15

/Bulan =
8,33%
/4bulan =
33,33%

Total

526

20

10
5
0

Lepo-lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar.8.Table dan Grafik pws imunisasi tetatus toxoid (TT2) pada ibu hamil

40

No.

Nama
Kelurahan

Kel. Lepo-lepo

Kel.
Wundudopi

Sasara
n
Bumil
116

Kumula

Cakupa

tif

9,66%

30

/Tahun
= 100%

85

35

3,39%
/Bulan =

kel. Baruga

202

55,88%

8,33%

kel.
Watubangga

123

15,17%

/4bulan

Total

526

=
33,33%

25

20
Kunjungan

15

10

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Data Output
Imunisasi BCG di kelurahan lepo-lepo cakupannya hanya
33,25% , Wundudopi 17, 19%.
imunisasiDPT/HB/HIB 1 di kelurahan Wundudopi cakupannya
hanya 16,93%
imunisasi DPT/HB/HIB 2 1 di kelurahan Wundudopi cakupannya
17,96%
imunisasi DPT/HB/HIB 3 di kelurahan Lepo-Lepo cakupanya
31,5 %, Wundudopi cakupannya 16,42%
imunisasi Campak dan Polio 4 di kelurahan Wundudopi
cakupannya18, 73%
imunisasi tetatus toxoid (TT1) pada ibu hamil kelurahan Lepo-Lepo
cakupanya 10,82 %, Wundudopi cakupannya 7,93%, Watubangga 32,39%
imunisasi tetatus toxoid (TT2) pada ibu hamil kelurahan Lepo-Lepo
cakupanya 9,66%, Wundudopi cakupannya 3,39%, Watubangga 15,17%.

Analisis Masalah Imunisasi


Masih kurangnya pengetahuan dan
wawasan warga terhadap kesehatan
Masih kurangnya media promosi kesehatan
Masih ada sebagian warga yang tidak
mengikuti kegiatan posyandu-podyandu
yang diselenggarakan, seperti warga yang
bekerja bertepatan pada jadwal posyandu
Ibu hamil lebih memilih melakukan
pemeriksaan kesehatan langsung ke rumah
sakit atau klinik praktek.
Kurangnya koordinasi pada tempat tempat
praktek dokter yang ada di wilayah kerja

BAGIAN
GIZI

Data Input
Analisis Data Input disetiap program kerja Gizi
Program
No.
Kerja

Data Input
Man

Money

Method

Material

Machine

- Ada Puskesmas, Pustu,


pondok bidan
Terdapat
SOP
untuk
Tersedia dana dari
kelurahan, Posyandu,
pemerintah untuk melaksanakan Pemantauan
Polindes, kader
Berat Badan dengan
program
posyandu
Pemantauan Berat menggunakan timbangan
- Ada ambulans dan
Badan, Tinggi
dacin, injak dan Tinggi Badan kendaraan roda dua
Badan Balita
dengan meteran
sebagai alat transportasi
ke masyarakat

Tersedianya alat
untuk melakukan
pemantauan dengan
menggunakan
timbangan dacin,
injak, dan meteran
dll

Terdapat SOP untuk


- Ada Puskesmas, Pustu,
melaksanakanPelacakan
pondok bidan
Tersedia dana dari Balita Gizi kurang dengan
Tersedia tenaga
kelurahan, Posyandu,
pemerintah untuk cara aktif dan pasif.
Pelacakan Balita kesehatan perawat dan
Polindeskader posyandu
2.
program
Cara Aktif : Tenaga kesehatan
Ada ambulans dan
Gizi kurang
koordinator program
Pelacakan Balita
turun ke rumah warga untuk
kendaraan roda dua
desa/kelurahan
Gizi kurang
mencari balita gizi kurang
sebagai alat transportasi
Cara Pasif :
ke masyarakat
Menungu di tempat

Tersedianya alat
untuk melakukan
pemantauan dengan
menggunakan
timbangan , injak,
dan meteran dll

- Terdapat SOP untuk


melaksanakanPemantauan
- Ada Puskesmas, Pustu,
status Gizi dengan cara :
pondok bidan
Tersedia dana dari
Tersedia tenaga
pantau selama 1 bulan pasien kelurahan, Posyandu,
pemerintah untuk
Pemantauan
kesehatan perawat dan
yang tergolong gizi kurang
Polindeskader posyandu
3.
Program
status Gizi Buruk koordinator program
kemudian Hit. Kembali status - Ada ambulans dan
Pemantauan
kendaraan roda dua
desa/kelurahan
gizinya apabila tergol. Gizi
status Gizi buruk
sebagai alat transportasi
buruk maka ;Mendata,Lapor
ke masyarakat
di Dinas, berikan batuan
(Taburia, Susu, telur dll)

Tersedianya alat
untuk melakukan
pemantauan dengan
menggunakan
timbangan dacin,
injak, dan meteran
dll

Pemantauan
Berat Badan,
1.
Tinggi Badan
Balita

Tersedia tenaga
kesehatan perawat dan
koordinator program
desa/kelurahan untuk
melakukanpemantauan
Berat Badan, Tinggi
Badan Balita

Terdapat SOP untuk


Tersedia tenaga
melaksanakanPemantauan
Tersedianya alat untuk
kesehatan
Tersedia dana dari Gizi Lapas dengan Cara
- Ada ambulans dan melakukan pemantauan
perawat dan
pemerintah untuk Melakukan kunjungan di
kendaraan roda
dengan menggunakan
dua sebagai alat
koordinator
ProgramPemanta lapas melihay kondisi
timbangan dacin, injak,
transportasi ke
program
uan Gizi Lapas
dapur, cara mengolah
dan meteran dll
desa/kelurahan
makanan dan menyiapkan lapas
makanan

4.

Pemantauan
Gizi Lapas

5.

Terdapat SOP untuk


melaksanakanPemantauan
garam yodium dengan 2
cara : yang pertama turun - Ada Puskesmas,
Pustu, pondok
ke sekolah-sekolah
bidan kelurahan,
Tersedia tenaga
Tersedia dana dari meminta para siswanya
Posyandu,
kesehatan
Tersedianya alat untuk
pemerintah untuk untuk membawa garam
Polindes,
kader
Pemantauan perawat dan
melakukan pemantauan
ProgramPemanta dari rumahnya, yang
posyandu
garam yodium koordinator
- Ada ambulans dan dengan menggunakan
uan garam
kedua mendatangi ke
program
kendaraan roda iodina tes 2-3 tetes
yodium
rumah warga yang
desa/kelurahan
dua sebagai alat
mengalami kekurangan
transportasi ke
yodium dan melakukan tes masyarakat
iodina pada garam yang
mereka gunakan selama
ini.

6.

Pemantauan
Asi Ekslusif

Tersedia tenaga
kesehatan
perawat, bidan,
dan koordinator
program
desa/kelurahan

- Terdapat SOP untuk


melaksanakan
- Ada Puskesmas,
Pemantauan Asi Ekslusif Pustu, pondok
bidan kelurahan,
dengan cara
Tersedia dana dari menannyakan kepada ibu Posyandu,
Tersedianya alat untuk
Polindes,
kader
pemerintah untuk
apakah dari lahir
melakukan pemantauan
posyandu
ProgramPemanta
anaknya diberikan ASI
- Ada ambulans dan dengan menggunakan
uan Asi Ekslusif
atau tidak
kendaraan roda Flipchart
- Diberikan penyuluhan
dua sebagai alat

7.

Tersedia tenaga
kesehatan perawat
Distribusi Fe
dan koordinator
Bumil
program
desa/kelurahan

Terdapat SOP untuk


melaksanakan
Tersedia dana dari
Distribusi Fe Bumil
pemerintah untuk
dengan cara
ProgramDistribusi Fe
memberikan Fe ke
Bumil
bumil sebanyak 30
tablet untuk 1 bulan
-

8.

Distribusi
Vit. A

Tersedia tenaga
kesehatan perawat
dan koordinator
program
desa/kelurahan

Tersedia dana dari


pemerintah untuk
ProgramDistribusi
Vit. A

Terdapat SOP untuk


melaksanakan
Distribusi
Vit. A yang di
lakukan setiap bulan
Februari dan Agustus

9.

Swipping
Vit. A

Tersedia tenaga
kesehatan perawat
dan koordinator
program
desa/kelurahan

Tersedia dana dari


pemerintah untuk
ProgramDistribusi
Vit. A

Terdapat SOP untuk


melaksanakanSwippi
ng
Vit. A setiap bulan
Maret dan September

Ada Puskesmas,
Pustu, pondok
bidan kelurahan,
Posyandu,
Tersedianya obat Fe
Polindes, kader untuk melakukan
posyandu
Ada ambulans distribusi kepada ibu
dan kendaraan hamil
roda dua sebagai
alat transportasi
ke masyarakat
Ada Puskesmas,
Pustu, pondok
bidan kelurahan,
Tersedianya Vit. A,
Posyandu,
Polindes, kader merah dan biru
posyandu
untuk melakukan
Ada ambulans distribusi kepada
dan kendaraan Balita
roda dua sebagai
alat transportasi
ke masyarakat
Ada Puskesmas,
Pustu, pondok
bidan kelurahan,
Tersedianya Vit. A,
Posyandu,
Polindes, kader merah dan biru
posyandu
untuk melakukan
Ada ambulans distribusi kepada
dan kendaraan Balita
roda dua sebagai
alat transportasi
ke masyarakat

Data Proses
Sistem yang berkaitan dengan komponen-komponen
program

No
.
1.

2.

Data Proses

Penjelasan
-

Rencana pelaksanaan program di bagian


gizi
bekerja sama lintas program
(KIA,Promkes, kesling, Pengobatan)

Petugas (dokter dan bidan) melakukan


perawatan terhadap balita gizi buruk
mendapat perawatan
Penggalian tentang riwayat kelahiran dan
imunisasi cukup memadai Penggalian
tentang riwayat dalm keluarga
Laporan program kegiatan di bagian gizi
mendapat perawatan dilaporkan ke dinas
kesehatan kabupaten
tiap
triwulan,
disertai dengan data pencapaian program.
Evaluasi program dilakukan setiap 6
bulan s/d 1 tahun.
Jika angka cakupan mendapat perawatan
rendah tindak lanjut dilakukan dengan
mendorong pustu, bidan praktek swasta
dan kader yang ada untuk melakukan
penyuluhan
tentang
pentingnya
pemantauan gizi.

P1 (Perencanaan)

P2 (Pelaksanaan)

3.

P3 (Pengawasan & Pengendalian)

Peninjauan Wilayah Setempat (PWS)


Gambar. . Grafik dan Tabel Pemantauan pertumbuhan balita (0 59 bulan) dari bulan januari -April

Keluraha
n

Sasara
n
Balita
(0-59
bulan)

Kumulatif
J

Targe
t (%)
A

800
7 00
600
500

Lepo-Lepo

525

60,1
9%

83,6
%

81,3 %

83,2%

Wundudopi

385

58,1
8%

80,2
%

82,3%

97,4%

Baruga

920

70,6
%

86,1
%

85,7%

86,3%

Watubangg
a

560

63,9
%

88,3
%

87,5%

85,8%

/
400
Kunjungan
Tahun
=85%
300

/
Bulan
=
7,08%

200
100
0

Lepo-lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

N0.

Kelurahan

Jumla
h
Balita
Gizi
Buruk

Kumulati
f

Targe
t (%)

Gambar. . Grafik dan Tabel Pemantauan Status Gizi Buruk

1.

Lepo-Lepo

100%

2.

Wundudopi

100%

3.

Baruga

100%

4.

Watubangga

100%

/tahun
= 100%

2.5

1.5
Kunjungan

0.5

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

No.

Kelurahan

Bumil

Kumula
tif

Target
(%)/
Tahun

Lepo-Lepo

116

10,31%

/tahun =
95%

Wundudopi

85

7,08%

Baruga

202

46,45%

Watubangga

123

18,04%

/Bulan =
7,91%
/ 4 Bulan
=
31,66%

Gambar. . Grafik dan Tabel Distribusi Fe 90 tablet Bumil


25
20
15

Kunjungan
10
5
0

Lepo-Lepo Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar. . Grafik dan Tabel Pemantauan pemberian Vit.A pada Balita pada Bulan Februari
7 00
600
500
400
Axis T itle

300
200
100
0

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Gambar. . Grafik dan Tabel Swipping Vit. A pada Bulan Maret


Sasaran
Kelur
ahan

Akumulasi
6-11
Bulan

12- 59
Bulan

Target

40
35

6-11
Bulan

12- 59
Bulan

LepoLepo

52

420

96,15
%

88,09
%

25

Wund
udopi

38

308

100%

93,18
%

Barug
a

92

736

109%

91,85
%

/ Kunjungan 20
Tahun
=85%

100%

11,83
%

Watub
angga

56

448

30

15

10
5
0

Lepo-Lepo

Wundudopi

Baruga

Watubangga

Data Output
Berdasarkan data yang ada, dapat diketahui
bahwa hasil kegiatan indikator kinerja program
cakupan Distribusi Fe 90 tablet
Bumil
di
wilayah kerja Puskesmas perawatan Lepo-Lepo
selama Bulan Januari-April tahun 2015, ada
beberapa kelurahan yang tidak mencukupi target
yaitu: di kelurahan lepo-lepo cakupannya hanya
10,31%, Wundudopi 7, 08%. Watubangga
18,04%.
dimana
target
pencapaian
yang
ditetapkan Dinas Kesehatan Nasional untuk tahun
2010-2015 yaitu sebesar per tahun 95% dan per
4 bulan 31,66% . Dari Pencapaian skor ini
merupakan suatu masalah karena tidak mencapai
target dinas kesehatan nasional.
Pemantauan pemberian Vit.A pada Balita usia 12-

Analisis Masalah Gizi

Sumber daya manusia puskesmas sudah cukup


besar tetapi pada waktu jadwal lapangan
terbentur dalam satu hari akibat tanggal merah
yang membuat jadwal turun lapangan dalam 1
hari terkadang 3 tempat sehingga SDM
puskesmas
terbagi-bagi
membuat
SDM
berkurang pada satu tempat
dokter umum yang ada di puskesmas untuk
turun di kegiatan luar puskesmas kurang.
Tidak adanya dana khusus (reward) untuk
petugas yang terlibat langsung dengan program
pelayanan di luar gedung puskesmas
Masih minimnya media promosi yang beredar di
masyarakat misalnya poster, pamphlet dll,
bahwa pentingnya kita mengetahui status gizi,
menggunakan garam yodium, pentingnya

BAGIAN KIA-KB

Data Proses
Proses
P1 (Perencanaan)

P2 (Pelaksanaan)

P3 (Pengawasan dan
Pengendalian)

Kelebihan
Kekurangan
Rencana program kunjungan ibu hamil dan bayi Tidak ada masalah
bekerja sama lintas program (Promkes, Gizi,
atau pengobatan)
Petugas (dokter, bidan, perawat dan kader - Masih banyaknya
posyandu) melakukan pemeriksaan pada bayi
bayi yang tidak
tiap ada kunjungan bayi baik di puskesmas,
mendapatkan ASI
posyandu, pustu dll
eksklusif
Penyuluhan
individu
dilakukan
setiap
kunjungan
Laporan
program cakupan kunjungan Tidak ada masalah
bayidilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten
tiap triwulan, disertai dengan data pencapaian
program.
Evaluasi program dilakukan setiap 6 bulan s/d 1
tahun.
Jika angka cakupan kunjungan bayi yang
ditangani rendah tindak lanjut dilakukan dengan
mendorong pustu, bidan praktek swasta dan
kader yang ada untuk melakukan penyuluhan
pentingnya kunjungan bayi

Data Output dan Peninjauan


Wilayah Setempat (PWS)

PWS K1
25

20

wundudopi
lepo-lepo
baruga
watubangga

15

10

Kelurahan

Wundudopi
Lepo-lepo
Baruga
Watubangga

Bulan

Januari Februari Maret


April
4
9
6
14
7
6
22
11
17
8
10
10

Total

8
14
20
13

27
41
70
41

Sasara
n/4bul
an
28
39
67
41

PWS K4
25

20
wundudopi
lepo-lepo
baruga
watubangga

15

10

bulan

Kelurahan Januari
Wundudopi 5
9
Lepo-lepo
18
Baruga
Watubangga 11

Februari
2
10
14
19

Maret
7
8
13
4

April
9
11
22
10

Kumulat Sasaran/
if
4bulan
23
28
38
39
67
67
44
41

PWS BUMIL RESTI


60
50
40
bulan
bulan
bulan
bulan

30

januari
februari
maret
april

20
10
0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
Kelurahan
Wundudopi
Lepo-lepo
Baruga
Watubangga

Januari Februari Maret April


1
0
1
2
2
2
2

1
2
1

1
1
1

2
3
2

Sasaran/
Kumulatif 4bulan
4
6
8

7
8
4

PWS BULIN NAKES


60
50
40
bulan
bulan
bulan
bulan

30

januari
februari
maret
april

20
10
0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
Kelurahan Januari Februari Maret
Wundudopi
3
4
Lepo-lepo
7
13
Baruga
14
8
Watubangg
a
13
9

Kumulat Sasaran/
April
if
4bulan
3
10
20
27
5
10
35
37
18
22
62
64
6

12

40

38

PWS BULIN RESTI


6

4
bulan
bulan
bulan
bulan

januari
februari
maret
april

0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
KelurahanJanuari FebruariMaret
April
Wundudo
pi
1
0
1
Lepo-lepo
1
3
0
Baruga
2
0
2
Watubang

Kumulat Sasaran/
if
4bulan
1
2
2

3
6
6

5
7
13

PWS NEONATUS
70
60
50
bulan
bulan
bulan
bulan

40
30

januari
februari
maret
april

20
10
0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
Januar
Kumulat Sasaran
Kelurahan i
FebruariMaret April
if
/4bulan
Wundudopi
31
4
3
10
48
26
Lepo-lepo
7
14
5
10
36
35
Baruga
14
8
18
22
62
61
Watubang
ga
13
9
6
12
40
37

PWS NEONATUS RESTI


7
6
5
bulan
bulan
bulan
bulan

4
3

januari
februari
maret
april

2
1
0
wundudopi

Kelurahan
Wundudopi
Lepo-lepo
Baruga
Watubangga

lepo-lepo

baruga

watubangga

Bulan
Februa
Januari ri
Maret April
0
1
1
1
2
1
2
2
1
1
2
1

TOTAL

Kumula Sasaran/
tif
4bulan
1
3
4
1
5
5
1
6
9
1
5
6

PWS BAYI RESTI


2
1.8
1.6
1.4
1.2

bulan
bulan
bulan
bulan

1
0.8

januari
februari
maret
april

0.6
0.4
0.2
0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
Kelurahan
Wundudopi
Lepo-lepo
Baruga
Watubangga

Februa
Januari ri
Maret April
0
0
0
0
2
0
1
0
1
0
0
0

0
0
1
0

Sasaran
Kumul /4bulan
atif
0
4
2
5
3
9
0
6

PWS ASI EKSLUSIF


30

25

20
bulan
bulan
bulan
bulan

15

januari
februari
maret
april

10

0
wundudopi

lepo-lepo

baruga

watubangga

TOTAL

Bulan
Februa
Kumulat Sasaran/
Kelurahan Januari ri
Maret April
if
4bulan
Wundudopi
3
3
3
3
12
13
Lepo-lepo
7
3
1
6
17
17
Baruga
14
2
7
8
31
31
Watubangga
5
5
6
3
19
19

PWS KB
2500

2000

1500
Januari
Februari
Maret

1000

500

0
KB Baru

KB Aktif

Pil

Suntikan

Implan

IUD

No.

Kontrasepsi

Januari

Februari

Maret

1.

KB baru

85

46

100

2.

KB aktif

2058

84

98

3.

Pil

166

66

118

4.

Suntikan

196

57

78

MASALAH
Kurangnya pemahaman dan ketidakpedulian ibu hamil

dalam pemeriksaan kehamilan pada kunjungan


pertama dan keempat kehamilan.
Ibu hamil dengan pendapatan ekonomi yang kurang,
lebih memilih memeriksakan diri ke dukun beranak.
Kurangnya pengetahuan akan risiko-risiko yang dapat
terjadi selama kehamilan yang dapat membahayakan
ibu dan anak
Kurangnya pengetahuan akan manfaat pemeriksaan
kehamilan secara rutin
Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI
Ekslusif, sehingga pemberian ASI ekslusif masih jarang
diberikan pada bayi usia 0-6 bulan pertamas

BAGIAN PROMKES

Indikator input

Man: Jumlah tenaga kesehatan yang ada sebanyak 2 orang


Money: tidak semua program mendapat dana BOK
Methode: melakukan penyuluhan perorangan dan perindividu

Material: Sarana dan prasarana pendukung kegiatan adalah flip


chart. Ada kendaraan roda empat milik puskesmas untuk
digunakan tenaga kesehatan mencapai tempat kegiatan dan
kendaraan roda milik petugas puskesmas.
Machine: Tersedianya media flip chart dalam pemberian di
rumah warga

Indikator proses
P1 (

Indikator output / keluaran


.

Petugas mengetahui kondisi lingkungan tempat akan dilakukan


penyuluhan, masalah-masalah yang ada, sehingga mampu
melakukan penyuluhan sesuai dengan sasaran

MASALAH
Media penyuluhan masih kurang (flipchart, poster, brosur, leaflet dll)
Kurangnya kesadaran warga setempat tentang kesehatan, sehingga
ketika dilakukan penyuluhan kesehatan terutama ke rumah warga,
petugas kesehatan terkadang tidak mendapat sambutan baik oleh
warga.
Masih ada program yang tidak mempunyai jadwal yang tetap

Masih adanya program yang tidak mendapat dana BOK

Fungsi Kader Promkes masih belum berjalan sesuai harapan.

BAGIAN KESEHATAN
LINGKUNGAN

Pengawasan Kualitas Lingkungan Puskesmas Lepo-Lepo Tahun 2015

350

308

293

293

300
249
250
200

166

100

135

132

150
85

50
0
Januari

Februari

Maret

April

Bagan pengawasan kualitas lingkungan


puskesmas lepo-lepo tahun 2015

Memenuhi sy arat
Tidak memenuhi sy arat

350

308
300

250

293

293

249

200
Memenuhi sy arat
Tidak memenuhi sy arat

166
150
132

135

Maret

April

1 00
85
50

0
Januari

Februari

Grafik kualitas lingkungan puskesmas lepolepo pada tahun 2015

MASALAH
Kurang pedulinya masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.
Tidak adanya sarana dan prasarana misalnya (tempat sampah

dan sanitasi)
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap akibat dari
masalah yang ditimbulkan akibat lingkungan sekitarnya
Kurangnya data yang didapat saat dilapangan karena
masyarakat yang kurang peduli terhadapat petugas.
Banyaknya perumahan elit yang tidak berpenghuni sehingga
terdapat masalah lingkungan disekitarnya .
Tidak adanya sarana pengingat misalnya pamplet, spanduk
ataupun poster dengan tujuan mengingatkan masyarakat
tentang masalah lingkungannya.

MASALAH
Banyaknya
Kurangnya
Tidak
Kurang

SIMPULAN

Media promosi kesehatan terutama untuk kegiatan penyuluhan


masih kurang dan Sumber Daya Manusia yang masih kurang
Kurangnya pemahaman dan ketidakpedulian ibu hamil dalam
pemeriksaan kehamilan
Kurangnya alat penimbangan berat badan modern di beberapa
posyandu sehingga hasil pengukuran kurang akurat
Tidak adanya dana khusus (reward) untuk petugas yang terlibat
langsung dengan program pelayanan di luar gedung puskesmas
Kurangnya koordinasi pada tempat tempat praktek dokter yang
ada di wilayah kerja puskesmas lepo-lepo sehingga data unijek
tidak di peroleh

SARAN
Melakukan penyuluhan di Posyandu ibu hamil tentang pentingnya

kunjungan K1 dan K4
Memberikan informasi pada kepala RT masing-masing kelurahan
untuk pendataan dan pelaporan jika terdapat ibu hamil dilingkungan
tempat tinggal wilayah kerja Puskesmas perawatan Lepo-Lepo
Promosi kesehatan dilakukan dengan media penujang yang lebih
modern sehingga masyarakat lebih tertarik
Sebaiknya dilakukan perekrutan sumber daya manusia khususnya
untuk pelaksanaan program promkes, serta kader posyandu yang
benar-benar ingin dengan sukarela membantu kalau perlu diberikan
reward bagi mereka agar menarik perhatian kader untuk ikut aktif
dalam kegiatan posyandu
Pengadaan alat-alat yang menunjang kelancaran kegiatan seperti
misalnya di posyandu yaitu alat penimbangan berat badan balita.

TERIMAKASIH