Anda di halaman 1dari 14

Prinsip Kerja pH Meter

BY TECHNOART STAFF

Prinsip kerja utama pH meter adalah terletak pada sensorprobe berupa elektrode kaca (glass electrode)
dengan jalan mengukur jumlah ion H3O+di dalam larutan. Ujung elektrode kaca adalah lapisan kaca
setebal 0,1 mm yang berbentuk bulat (bulb). Bulb ini dipasangkan dengan silinder kaca non-konduktor
atau plastik memanjang, yang selanjutnya diisi dengan larutan HCl (0,1 mol/dm3). Di dalam larutan HCl,
terendam sebuah kawat elektrode panjang berbahan perak yang pada permukaannya terbentuk senyawa
setimbang AgCl. Konstannya jumlah larutan HCl pada sistem ini membuat elektrode Ag/AgCl memiliki
nilai potensial stabil.

Skema Sistem Elektrode Kaca


(Sumber)
Inti sensor pH terdapat pada permukaan bulb kaca yang memiliki kemampuan untuk bertukar ion positif
(H+) dengan larutan terukur. Kaca tersusun atas molekul silikon dioksida dengan sejumlah ikatan logam
alkali. Pada saat bulb kaca ini terekspos air, ikatan SiO akan terprotonasi membentuk membran tipis
HSiO+ sesuai dengan reaksi berikut:
SiO + H3O+ HSiO+ + H2O

Proses Pertukaran Ion H+


(Sumber)
Seperti pada ilustrasi di atas bahwa pada permukaan bulbterbentuk semacam lapisan gel sebagai tempat
pertukaran ion H+. Jika larutan bersifat asam, maka ion H+ akan terikat ke permukaan bulb. Hal ini
menimbulkan muatan positif terakumulasi pada lapisan gel. Sedangkan jika larutan bersifat basa, maka
ion H+ dari dinding bulb terlepas untuk bereaksi dengan larutan tadi. Hal ini menghasilkan muatan negatif
pada dinding bulb.
Pertukaran ion hidronium (H+) yang terjadi antara permukaanbulb kaca dengan larutan sekitarnya inilah
yang menjadi kunci pengukuran jumlah ion H3O+ di dalam larutan. Kesetimbangan pertukaran ion yang
terjadi di antara dua fase dinding kaca bulb dengan larutan, menghasilkan beda potensial di antara
keduanya.
Edinding kaca/larutan |RT/2,303F loga(H3O+)|
Eq. 1
dimana R adalah konstanta molar gas (8,314 J/mol K), Tuntuk temperatur (Kelvin), F adalah konstanta
Faraday 96.485,3 C/mol, 2,303 adalah angka konversi antara logaritma alami dengan umum, dan a(H3O+)
adalah aktivitas dari hidronium (bernilai rendah jika konsentrasinya rendah). Pada temperatur 25C nilai
dari RT/2,303F mendekati angka 59,16 mV. Angka 59,16 mV ini menjadi bilangan penting karena pada

suhu konstan larutan 25C, setiap perubahan 1 satuan pH, terjadi perubahan beda potensial elektrode kaca
sebesar 59,16 mV.

Kurva Perubahan pH Dengan Beda Potensial


(Sumber)
Perhitungan nilai aktivitas hidronium (a(H3O+)) pada persamaan di atas memiliki rentang yang sangat
lebar yakni antara 10 hingga 10-15 mol/dm3. Sehingga untuk meringkas persamaan, maka lahirlah istilah
pH dengan persamaan sebagai berikut:
pH = -log a(H3O+)
Eq. 2
Tanda negatif adalah untuk membuat semua nilai pH dari berbagai larutan, kecuali larutan yang bersifat
sangat ekstrim asam, menjadi bernilai positif.
Seperti yang telah kita bahas di atas, bulb kaca berisi larutan HCl yang merendam sebuah elektrode perak.
HCl ini memiliki pH konstan karena ia berada pada sistem yang terisolasi. Karena pH konstan inilah
maka ia menciptakan beda potensial yang konstan pada temperatur yang konstan pula. Sebut saja
potensial tersebut bernilai E, maka persamaan (Eq. 1) di atas bersama dengan persamaan (Eq. 2)
didapatkan persamaan beda potensial total dari elektrode kaca:
Eelektrode kaca = E RT/2,303F pH
Eq. 3

Bagian-bagian Elektrode Referensi


(Sumber)
Pada sebuah sistem pH meter secara keseluruhan, selain terdapat elektrode kaca juga terdapat elektrode
referensi. Kedua elektrode tersebut sama-sama terendam ke dalam media ukur yang sama. Elektrode
referensi digunakan untuk menciptakan rangkaian listrik pH meter. Untuk menghasilkan pembacaan pH
yang valid, elektrode referensi harus memiliki nilai potensial stabil dan tidak terpengaruh oleh jenis fluida
yang diukur.
Seperti halnya elektrode kaca, di dalam elektrode referensi juga digunakan larutan HCl (elektrolit) yang
merendam elektrode kecil Ag/AgCl. Pada ujung elektrode referensi terdapat liquid junction berupa bahan
keramik sebagai tempat pertukaran ion antara elektrolit dengan larutan terukur, pertukaran ion ini

dibutuhkan untuk menciptakan aliran listrik sehingga pengukuran potensiometer (pH meter) dapat
dilakukan.

Rangkaian Elektrode Kaca dan Elektrode Referensi Pada pH Meter


(Sumber)
Elektrode referensi memiliki nilai potensial yang konstan, sehingga persamaan rangkaian potensiometer
secara keseluruhan dapat ditulis sebagai berikut:
E = Eelektrode referensi + Eelektrode kaca
Eq. 4
Dengan memasukkan persamaan (Eq. 3) ke dalam persamaan di atas, didapatkan persamaan dasar
perhitungan pH.
E = Eelektrode referensi + E RT/2,303F pH
Eq. 5

Pengaruh Perubahan Temperatur Terhadap Pengukuran pH


(Sumber)
Pengukuran pH sangat dipengaruhi oleh temperatur larutan. Oleh karena itu diperlukan sensor temperatur
(thermoprobe) pada rangkaian pH meter. Pembacaan temperatur tersebut menjadi input perhitungan pH
yang dilakukan olehmicroprocessor.

Diagram Sederhana pH Meter


(Sumber)
Referensi:

Wikipedia: pH meter

Wikipedia: glass electrode

Wikipedia: reference electrode

vl-pc.com

eBook Gratis pH Meter

A Guide to pH Measurement

The Glass pH Electrode

The Theory of pH Measurement

pH Theory and Practice

Komponen pH Meter
BY TECHNOART STAFF

Setelah padaartikel sebelumnya kita membahas prinsip kerja ph


meter, maka kali ini akan kita bahas komponen-komponen utama
dari sistem ph meter. Sebuah sistem pH meter tersusun atas
beberapa komponen penting yang tidak dapat dipisahkan antara
satu dengan yang lainnya. Berikut adalah komponen-komponen
tersebut:
1. Elektrode Kaca
Elektrode kaca berfungsi sebagai salah satu kutub di antara dua
elektrode ph meter yang tercelup ke dalam larutan. Pada ujung
elektrode ini terdapat bulb yang berfungsi sebagai tempat
terjadinya pertukaran ion positif (H ). Pertukaran ion yang terjadi
menyebabkan adanya perbedaan beda potensial di antara dua
elektrode, sehingga pembacaan potensiometer akan
menghasilkan positif atau negatif. Jika larutan bersifat netral,
+

maka potensiometer tidak membaca adanya perbedaan


potensial di antara kedua kutub (pH=7). Sedangkan jika larutan
bersifat asam, maka potensial elektrode kaca menjadi lebih
positif daripada elektrode referensi. Pada kondisi ini,
potensiometer membaca negatif yang akan diartikan oleh sistem
sebagai pH<7. Dan jika larutan bersifat basa, maka elektrode
kaca akan memiliki potensial yang lebih rendah daripada
elektrode referensi. Pada kondisi ini pembacaan pH menjadi lebih
besar daripada angka 7.

Elektrode Kaca
(Sumber)
Elektrode kaca tersusun atas ujung bulb bulat dari bahan kaca
yang terpasang ke sebuah silinder panjang dari kaca atau bahan
isolator lain. Di dalam bulb dan silinder ini berisi cairan HCl yang
memiliki nilai pH konstan = 7. HCl merendam sebuah kawat
elektrode kecil dengan bahan perak, yang karena terendam di
dalam larutan HCl maka pada permukaannya membentuk
senyawa stabil AgCl.
2. Elektrode Referensi
Elektrode referensi berfungsi sebagai kutub lain selain elektrode
kaca sehingga diantara keduanya, yang terendam larutan
tertentu, terbentuk rangkaian listrik. Elektrode ini didesain
memiliki nilai potensial yang tetap pada kondisi larutan apapun.
Sehingga arah aliran listrik yang terjadi hanya tergantung dari
lebih besar atau lebih kecilnya potensial elektrode kaca terhadap
elektrode referensi.

Elektrode Referensi dan Elektrode Gabungan dengan Elektrode


Kaca
(Sumber)
Seperti halnya elektrode kaca, di dalam elektrode referensi juga
digunakan larutan HCl (elektrolit) yang merendam elektrode
Ag/AgCl. Pada ujung elektrode referensi terdapat liquid
junction berupa bahan keramik sebagai tempat pertukaran ion
antara elektrolit dengan larutan terukur, pertukaran ion ini
dibutuhkan untuk menciptakan aliran listrik sehingga
pengukuran potensiometer (pH meter) dapat dilakukan.
Sekalipun pada liquid junction terjadi pertukaran ion, hal ini tidak
diikuti dengan reaksi kimia. Sehingga pH elektrolit di dalam
elektrode referensi akan selalu konstan dan nilai potensial
elektrode pun juga konstan.
3. Termometer
Sensor temperatur menjadi satu komponen wajib pH meter,
karena nilai pH sangat dipengaruhi oleh temperatur larutan. Pada
pH larutan 7 (netral), perubahan temperatur tidak berpengaruh
terhadap nilai tersebut. Namun jika larutan bersifat asam atau
basa, pembentukan ion sangat dipengaruhi oleh temperatur. Dan
karena pembacaan pH distandardisasi pada temperatur ruang
25C, maka keberadaan sensor temperatur sangat krusial untuk
mendapatkan pembacaan pH meter yang akurat.

Sensor Temperatur pH Meter


(Sumber)
Tiga sensor pH meter yang terendam di dalam larutan yakni
elektrode kaca, elektrode referensi, dan sensor temperatur,
dapat digabungkan menjadi satu komponenprobe saja sehingga
didapatkan bentuk sensor pH meter yang lebih praktis.

Combined pH Electrode
(Sumber)
4.

Amplifier
Setiap pH meter selalu membutuhkan penguat voltase atau
dikenal dengan amplifier. Voltase yang dihasilkan oleh dua
elektrode pH meter terlalu rendah yakni hanya sekitar 60 mV
untuk setiap tingkatan nilai pH. Jika pada pH netral (=7) beda
potensial antar elektrode kaca dengan referensi sama dengan
nol, maka besar voltase yang dihasilkan oleh keduanya pada nilai
pH terendah hingga tertinggi (0pH14) adalah di antara angka
-350 mV hingga +350 mV. Agar voltase ini dapat diproses di
mikrokontroler, maka harus diperkuat oleh amplifier. Sebagai
contoh pada salah satu tipe amplifier pH meter, amplifier ini
akan memperkuat voltase menjadi pada rentangan 0 hingga 14
V. Sehingga jika potensiometer membaca nilai 4,5 V, maka pH
larutan yang diukur adalah 4,5.

pH Meter Amplifier
(Sumber)
5.

Mikroprosesor
Mikroprosesor pada pH meter berfungsi untuk menterjemahkan
nilai voltase yang dikirim oleh amplifier menjadi nilai pH.
Perhitungan kompensasi nilai temperatur larutan terukur, juga
dihitung oleh mikroprosesor ini. Mikroprosesor juga memproses
semua opsi input yang ada pada pH meter. Hasil dari
pemrosesan mikroprosesor ini ditampilkan pada layar LCD pH
meter.

Sistem Mikroprosesor pH Meter


(Sumber)
eBook Gratis pH Meter

A Guide to pH Measurement

The Glass pH Electrode

The Theory of pH Measurement

pH Theory and Practice

ELECTROCHEMISTRY: Theory and Practice

PH meter adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk mengukur pH (derajat keasaman atau
kebasaan) suatu cairan (ada elektroda khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan
semi-padat). Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke
sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH.