Anda di halaman 1dari 4

http://dupakperawat.blogspot.

com

1. Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab,
wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan
pelayanan Keperawatan kepda masyarakat pada sarana kesehatan.
2. Perawat terampil adalah seseorang perawat yang ditetapkan berdasarkan jenjang
pendidikannya, mulai dari SPK / sederajat, SLTA, D-I, D-II, dan D-III
Keperawatan serta fungsinya yang sesuai dengan jenjang pangkat dan golongan
mulai dari yang terendah II/a sampai dengan tetinggi golongan III/d.

om

3. Perawat ahli adalah seseorang perawat yang ditetapkan bedasarkan jenjang


pendidikannya, dari S1 / D-IV Keperawatan, S2 Keperawatan dan S3 Keperawatan,
serta fungsinya yang sesuai dengan jenjang pangkat dan golongan mulai dari yang
terendah III/a sampai dengan tetinggi golongan IV/c.

lo
gs
po
t.c

4. Pendidikan dan latihan fungsional di bidang kesehatan adalah Pendidikan /


latihan baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain berupa penataran, kursus
dalam bidang kesehatan / keperawatan, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap
dan keterampilan, untuk kelancaran pelaksanaan tugas kesehatan / keperawatan,
diikuti secara terus menerus dan mendapat STTPL.

ra
w

at

.b

5. Pelayanan Keperawatan adalah bentuk pelayanan professional yang merupakan


bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat
Keperawatan yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif
ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan masyarakat, baik sakit
maupun sehat yang meliputi peningkatan derajat kesehatan, pencegahan penyakit,
penyembuhan dan pemulihan kesehatan dan alam pelaksanaannya menggunakan
pendekatan proses Keperawatan.

ak
pe

6. Asuhan Keperawatan
Suatu rangkaian kegiatan praktik keperawatan yang langsung diberikan kepada
pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan dengan menggunakan
metodologi proses keperawatan, (pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan,
merencanakan tindakan keperawatan, melaksanakan tindakan dan evaluasi
keperawatan) dalam lingkup dan wewenang serta tanggung jawab keperawatan.

up

7. Pengkajian dasar adalah kegiatan pengumpulan data keperawatan, meliputi biopsiko-sosio-spiritual pada masalah sederhana.

tp
://
d

8. Pengkajian lanjutan adalah kegiatan pengumpulan data keperawatan, meliputi biopsiko-sosio-spiritual pada masalah kompleks.

ht

9. Konsultasi pengkajian adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan


konsultasi, bimbingan, pengarahan, dan menerima rujukan dari perawat untuk
melaksanakan pengkajian keperawatan dasar dan pengkajian lanjutan.
10. Analisa sederhana adalah kegiatan menganalisa data keperawatan dasar yang telah
dikumpulkan untuk merumuskan diagnosa keperawatan pada masalah sederhana.
11. Analisa kompleks adalah kegiatan menganalisa data keperawatan dasar yang telah
dikumpulkan untuk merumuskan diagnosa keperawatan pada masalah kompleks.
12. Konsultasi analisis data keperawatan adalah kegiatan untuk memberikan konsultasi,
bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dari perawatan untuk menganalisa
data keperawatan dasar dan pengkajian yang telah dilakukan.
13. Rencana tindakan keperawatan sederhana adalah kegiatan menyusun rencana
tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan / keperawatan yang
bersifat sederhana.

http://dupakperawat.blogspot.com

14. Rencana tindakan keperawatan kompleks adalah kegiatan menyusun rencana


tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah kesehatan / keperawatan yang
bersifat kompleks.
15. Menerima konsultasi / rujukan penyusunan rencana tindakan keperawatan
kompleks adalah kegiatan untuk memberikan konsultasi, bimbingan, pengarahan
dan menerima rujukan dari perawatan untuk menyusun rencana tindakan
keperawatan terhadap masalah kompleks.

om

16. Tindakan keperawatan dasar Kategori I adalah Tindakan keperawatan dasar yang
memerlukan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh semua jenjang jabatan perawat,
tanpa kesulitan dan tanpa mengandung resiko.

lo
gs
po
t.c

17. Tindakan keperawatan dasar Kategori II adalah Tindakan keperawatan dasar yang
memiliki kesulitan minimal dan memerlukan bimbingan tanpa mengandung resiko
tapi perlu pengalaman kerja.
18. Tindakan keperawatan dasar Kategori III adalah Tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dan memerlukan pengalaman tanpa mengandung
resiko.

.b

19. Tindakan keperawatan dasar Kategori IV adalah Tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis.

ra
w

at

20. Tindakan keperawatan kompleks Kategori I adalah Tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan minimal, perlu bimbingan dapat menimbulkan
gangguan fisik dan psikis, perlu pengalaman kerja.

ak
pe

21. Tindakan keperawatan kompleks Kategori II adalah Tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan sedang, dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis,
perlu pengalaman dan tambahan pengetahuan.

up

22. Tindakan keperawatan kompleks Kategori III adalah Tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan besar, dapat mengancam keselamatan jiwa, perlu
tambahan pengetahuan khusus melalui pelatihan

tp
://
d

23. Tindakan keperawatan kompleks Kategori IV adalah Tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan besar, perlu tambahan pengetahuan khusus melalui
pelatihan (sertifikat) dapat mengancam keselamatan jiwa (akibat henti
nafas/ganguan jantung).

ht

24. Penyuluhan kesehatan masyarakat, adalah upaya pemberian informasi dan


pendidikan oleh perawat kepada kelompok-kelompok tertentu kepada masyarakat,
dengan cara membeikan ceramah dan demonstrasi dengan mempegunakan alat-alat
peraga yang berkaitan dengan materi penyuluhan.
25. Program penyuluhan kesehatan dengan metoda sederhana adalah menyusun
progam penyuluhan kesehatan tanpa alat peraga.
26. Menyusun program penyuluhan kesehatan dengan metoda kompleks adalah
menyusun progam penyuluhan kesehatan dengan alat peraga.
27. Penyuluhan dengan metoda sederhana adalah memberikan penyuluhan kesehatan
secara sistematis dengan menggunakan alat peraga yang telah ada.
28. Penyuluhan dengan metoda kompleks adalah memberikan penyuluhan kesehatan
secara sistematis dengan menggunakan alat peraga sesuai dengan masalah telah
ada.

http://dupakperawat.blogspot.com

29. Pelatihan kader adalah kegiatan melatih kader yang berasal dari masyarakat, yang
selanjutnya dapat membantu di dalam kegiatan-kegiatan peningkatan derajat
kesehatan masyarakat. Kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstasi,
memberikan pedoman tertulis dan lain-lain.
30. Menyusun rancangan pelatihan kader adalah kegiatan menyusun program pelatihan
kader meliputi tujuan, sasaran, materi pelatihan, jadwal dan biaya pelatihan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

om

31. Konsultasi (konsulen) penyusunan program pelatihan adalah kegiatan memberikan


konsultasi, bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dari perawat tentang
berbagai hal yang berkaitan dengan penyusunan program pelatihan kader.

lo
gs
po
t.c

32. Membimbing kader dilapangan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh dan
petunjuk kepada kader kesehatan dalam upaya mengatasi masalah kesehatan di
masyarakat.
33. Pertolongan persalinan normal tanpa episiotomi adalah menolong persalinan
(Partus) normal tanpa melakukan episiotomi sesuai SOP.

34. Pertolongan persalinan normal dengan episiotomi adalah menolong persalinan


(Partus) normal dengan melakukan episiotomi sesuai SOP.

at

.b

35. Persalinan dengan pertolongan khusus menolong persalinan dengan bantuan alat
sesuai SOP.

ra
w

36. Konsultasi pertolongan persalinan adalah kegiatan memberikan konsultasi,


bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dari perawat tentang berbagai hal
yang berkaitan dengan pertolongan persalinan.

ak
pe

37. Tindakan Anestesi adalah melakukan tindakan medik yang dilakukan oleh
Perawat Anestesi dan atau Perawat bersertifikat an dilaksanakan berdasarkan
program operasi yang dibuat oleh operator sesuai dengan pengetahuan, kemampuan
dan keterampilan paa operasi kecil, sedang, besar dan khusus.

tp
://
d

up

38. Konsultasi pelaksanaan tugas anestesi adalah kegiatan membeikan, konsultasi,


bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dari perawat dalam pelaksana /
tindakan anestesi sesuai program operasi.
39. Melaksanakan tugas limpah adalah melaksanakan kegiatan / tindakan diluar
kewenangan perawat sesuai SOP.

ht

40. Evaluasi keperawatan sederhana adalah kegiatan menilai pencapaian hasil


tindakan keperawatan, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, pada masalah
keperawatan sederhana.
41. Evaluasi keperawatan kompleks adalah kegiatan menilai pencapaian hasil tindakan
keperawatan, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, pada masalah
keperawatan kompleks.
42. Konsultasi evaluasi keperawatan secara sederhana adalah kegiatan memberikan
konsultasi, bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dari perawat untuk
pelaksanaan evaluasi keperawatan pada masalah keperawatan sederhana.
43. Konsultasi evaluasi keperawatan secara kompleks adalah kegiatan memberikan
konsultasi, bimbingan, pengarahan dan menerima rujukan dai perawat untuk
pelaksanaan evaluasi keperawatan pada masalah keperawatan kompleks.

http://dupakperawat.blogspot.com

44. Daerah terpencil adalah daerah yang sangat sukar dijangkau oleh transportasi dan
komunikasi termasuk daerah sangat terpencil dan rawan konflik yang ditetapkan
oleh pejabat berwenang.
45. Resiko pekerjaan adalah suatu ancaman terhadap keselamatan / kesehatan pada
peawat sebagai akibat bertugas di unit pelayanaan kesehatan tertentu.
46. Pengembangan teknologi tepat guna dibidang keperawatan adalah mengembangkan
suatu cara / metode pemberian pelayanan kepertawatan dengan ketentuan :

lo
gs
po
t.c

om

47. Mengutamakan pengunaan bahan-bahan yang ada dan mudah dijangkau serta tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam bidang keperawatan. Didukung oleh
karya tulis ilmiah ( makalah) yang memenuhi persyaratan. Diuji, dinilai dan
disyahkan serta dibuktikan dengan SK, Tim penilai khusus (Tim Teknis) yang
ditunjuk. Dibuat dan dikaji oleh perawat pada kedudukan golongan IV/a - IV/c.
48. Penunjang pelayanan keperawatan adalah kegiatan lain di luar keperawatan yang
dilakukan oleh perawat dalam upaya memperlanca pelaksanaan pelayanan.

Peran serta dalam delegasi ilmiah dalam bidang keperawatan atau kesehatan
adalah setiap kali ditunjuk oleh pejabat yang berwenang sebagi wakil untuk
mengikuti pertemuan ilmiah dalam rangka pengembangan atau saling tukar
informasi di bidang kesehatan / keperawatan yang diselenggarakan di dalam atau di
luar negeri.

at

.b

49.

ra
w

50. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya adalah mendapat tambahan gelar akademi /
keahlian lain yang tidak ada kaitannya dengan bidang keperawatan dalam rangka
tugas belajar.

ht

tp
://
d

up

ak
pe

51. Pejabat yang berwenang adalah pejabat di lingkungan Departemen Kesehatan yang
diberi kuasa oleh Menteri Kesehatan untuk menetapkan angka kredit (PAK) sesuai
dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 76 / MENKES / SK / I / 2002
tentang Pemberian Kuasa Penandatanganan Keputusan Mutasi Kepegawaian Dalam
Lingkungan Departemen Kesehatan.