Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN CLINICAL ASSESSMENT

TERAPI INHALASI DENGAN VENTILATOR MEKANIK


PADA NY. S DENGAN POST KRANIOTOMI EC SOL

OLEH :
Quartilosia Pinastika S.
22020114210049

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXIV


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

LAPORAN CLINICAL ASSESSMENT


TERAPI INHALASI DENGAN VENTILATOR MEKANIK
PADA NY. S DENGAN POST KRANIOTOMI EC SOL
A. Jenis kegiatan

Intervensi
B. Nama kegiatan :
Terapi inhalasi dengan ventilator mekanik
C. Tujuan kegiatan :
Tujuan terapi inhalasi adalah mengubah bentuk obat-obatan cair menjadi
bentuk aerosol dan diinhalasi melalui ventilator mekanik sehingga dapat
langsung masuk ke traktus respiratorius bawah untuk memaksimalkan fungsi
pernapasan dengan cara mengencerkan sekret atau sebagai bronkodilatator.
D. Resume kegiatan :
1. Masalah Keperawatan
Ny. S, 40 tahun dirawat di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi setelah
menjalani operasi kraniotomi 2 minggu yang lalu. Klien terpasang
trakeostomi yang terhubung dengan ventilator mekanik dengan mode
CPAP, Fi O2 45%, PEEP 6 cmH2O, dan tidal volume 210. Terlihat
penumpukan sekret pada trakeostomi berwarna putih kental. Hasil
pengkajian didapatkan tanda-tanda vital TD 103/62 mmHg, nadi
96x/menit, pernapasan 22x/menit, SpO2 99% dan suhu 36,4 celsius.
Auskultasi dada terdengar suara vesikuler menurun pada paru kanan,
dan terdengar suara ronchi basah halus pada paru kanan lobus inferior.
Sementara hasil foto rongent tanggal 2 februari 2015 menunjukkan
gambaran bronkopneumonia dan efusi pleura kanan. Berdasarkan data

pengkajian

tersebut

ketidakefektifan

muncul

bersihan

jalan

masalah
nafas

keperawatan
berhubungan

yaitu
dengan

penumpukan sekret. Salah satu intervensi yang dilakukan adalah


pemberian terapi inhalasi melalui ventilator mekanik.
2. Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan yang telah dilakukan terhadap klien untuk
mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas antara lain
a. Mengkaji kepatenan jalan napas
b. Mengkaji suara napas abnormal
c. Mendorong cairan per oral
d. Melakukan postural drainase
e. Melakukan suction
Tindakan keperawatan yang akan dilakukan kepada klien adalah terapi
inhalasi dengan ventilator mekanik.
Prosedur tindakan
a

Pra interaksi
Persiapan alat
1) Masker
2) Handscoon
3) Nebulizer set
4) Spuit 5cc
5) Obat-obatan bisolvon: berotec: atrovent: NaCL = 1:1:1:1
Persiapan perawat dan pasien
1) Membuat kontrak waktu dengan klien

Tahap kerja
Orientasi
1) Mengucapkan salam dan menyapa klien
2) Menjelaskan tujuan dan manfaat kegiatan

3) Menanyakan persetujuan klien dan membuat kontrak waktu


4) Menjaga privasi
Kerja
5) Menyiapkan posisi pasien dalam keadaan posisi semi fowler
6) Mengisi tempat nebulizer dengan obat dan pelarut
7) Mematikan fungsi pada humidifier ventilator mekanik
8) Menyambungkan air tube nebulizer pada compresor ventilator
mekanik
9) Mengidentifikasi jalur inspirasi
10) Melepas Y piece pada jalur inspirasi
11) Menempatkan nebulizer dengan memasang diantara Y piece
dan jalur inspirasi
12) Menghidupkan fungsi nebulizer pada ventilator mekanik
13) Memantau fungsi dan respon klien selama terapi inhalasi
14) Melepas nebulizer dari sirkuit setelah terapi selesai, dan
memasang kembali jalur inspirasi pada Y piece.
15) Melepas air tube nebulizer dari compresor pada ventilator
mekanik
16) Menghidupkan kembali humidifier ventilator mekanik.
Terminasi
17) Melakukan evaluasi terhadap respon klien setelah dilakukan
tindakan
18) Mengucapkan terimakasih kepada klien
19) Membereskan alat dan melakukan dokumentasi
c

Evaluasi
S :O :
Sekret berwarna putih encer
Klien terlihat lebih nyaman dan rileks saat berapas
SpO2 100%

Terdengar suara ronchi basah halus pada paru kanan lobus

inferior
A : Masalah teratasi sebagian
P :
Suction untuk mengurangi penumpukan sekret
Lakukan terapi inhalasi sesuai advice setiap 6 jam (jam 16.00)

E. Evaluasi kegiatan:
Kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur tindakan mulai dari tahap
orientasi, tahap kerja, hingga tahap terminasi. Klien sangat kooperatif saat
dilakukan tindakan terapi inhalasi dengan ventilator mekanik. Setelah dilakukan
terapi inhalasi melalui ventilator mekanik klien terlihat rileks dan nyaman, sekret
berwarrna putih encer dan mudah untuk dikeluarkan, SpO2 100%, namun masih
terdengar suara ronchi basah halus pada paru kanan lobus inferior sehingga perlu
dilakukan intervensi lainnya seperti postural drainage dan suction agar masalah
ketidakefektifan bersihan jalan napas pada Ny. S dapat teratasi secara optimal.

Anda mungkin juga menyukai