Anda di halaman 1dari 40

MAKALAH TERMODINAMIKA

PEMICU 5
VAPOR LIQUID EQUILIBRIA
Dosen : Ir. Kamarza Mulia, M.Sc., Ph. D.

Disusun oleh :
KELOMPOK 6

Astrini Pradyasti

(1306370404)

Mega Puspitasari

(1306370713)

Pangiastika Putri Wulandari (1306370493)


Rayhan Hafidz

(1306409362)

Sahala Harahap

(1306423190)

UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2015

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Termodinamika. Dalam makalah
ini, kami ingin memaparkan jawaban Pemicu 5 mengenai Vapor-Liquid Equilibria.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kamarza Mulia, sebagai dosen mata
kuliah Termodinamika. Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada kelompok kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Kami menyadari dalam
pembuatan karya tulis ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
para pembaca yang membangun sangat kami harapkan.

Depok, Mei 2015

Penulis

Kelompok 6

|i

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................

Daftar Isi ...............................................................................................................

ii

Jawaban Pemicu ....................................................................................................

Daftar Pustaka .......................................................................................................

37

Kelompok 6

| ii

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


JAWABAN PEMICU 5
First part (40/100): VLE models
Aan, Boy, and Cia are excited to start using Hysis, an advanced chemical simulator used in
chemical, oil, and gas industries. They found out that there are many vapor-liquid equilibria
(VLE) packages available in Hysis (32 options or models or correlation), so they selected
seven models for their further study: Antoine, NRTL, Lee-Kesler-Plocker, Margules, NBS
Steam, PengRobinson, and PRSV. Using the divide and conquer approach, they divided the following
plan:
Categorize the models into one or more following class of VLE models: Equation of
state, specific correlation, activity coefficient model, fugacity coefficient model,
predictive model.
Prepare a table that would show the characteristics of each VLE model. Consider
the following aspects: typical application, example of mixtures suitable for VLE
modeling, suitable temperature and pressure range, ways optimize the parameters in
the model such as using a binary interaction parameter.
In spite of having a good plan, unfortunately, these students were stuck and the turned to you
for help. How do you help them? First of all, read the paper on VLE Dont Gamble with
Physical Properties for Simulations by Eric C. Carison, Chemical Engineering Progress,
October 1996, p. 35-46.
Answer :
Equation of state :
Lee-Kesler-Plocker, Peng-Robinson and PRSV
Aspects

Peng-Robinson

PRSV

Typical application

Oil and gas industry

Cryogenic gas processing

TEG dehydration

Air separation

TEG

dehydration

with Chemical systems

aromatics
Cryogenic gas processing
Air separation
Atm crude towers
Vacuum towers
High H2 systems

Kelompok 6

|1

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


Reservoir systems
Hydrate inhibitions
Crude systems
Example

of

suitable

for

mixture Hydrocarbon mixtures, such Hydrocarbon


VLE as n-heptane and n-hexane

polar

calculation

than PR

modelling
Suitable

better

mixtures,

temperature Temperature: -271C or - Temperature: -271C or -

and pressure range

456F

456F

Pressure: > 100.000 kPa or > Pressure: > 100.000 kPa or


15.000 psia

> 15.000 psia

Ways to optimize the Mixing rules


parameters in the model

Mixing rules

= 1

= 1

Sumber gambar: Nasri, Zakia and Housam Binous. Application of the Peng Robinson
Equation of State Using MATLAB. Tunisia: National Institute of Applied Sciences and
Technology.
Metode Korelasi (Correlation Method)

Kelompok 6

|2

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


Korelasi adalah hubungan timbal balik antara satu persamaan keadaan dengan persamaan
keadaan lainnya. Korelasi di termodinamika dapat dikelompokan menjadi dua yaitu korelasi
spesifik (specific correlation) dan korelasi umum (universal correlation).
a.

Korelasi Spesifik (specific correlation)


Korelasi spesifik adalah korelasi yang digunakan spesifik dengan satu parameter
misalnya untuk penentuan tekanan uap jenuh yang dikenal dengan persamaan Antoine.
Pada persamaan ini tekanan uap (pressure vapour) tergantung pada temperatur sistem.

b. Korelasi Umum (universal correlation)


Korelasi umum didasari dari teori persamaan keadaan sebanding (corresponding
state) yang menyatakan bahwa besarnya suatu besaran termodinamika dari berbagai
fluida akan sama jika dievaluasi pada kondisi tereduksi yang sama misalnya pada suhu
tereduksi (Tr) atau tekanan tereduksi (Pr). Prinsip keadaan sebanding ini merupakan
korelasi umum PVT

untuk menentukan besaran termodinamika seperti faktor

kompresibilitas (Z) dan entalpi (h). Dalam penggunaan persamaan keadaan sebanding
untuk fluida murni memerlukan 2 parameter dan senyawa non polar memerlukan 3
parameter. Salah satu contoh pada korelasi umum misalnya korelasi umum Pitzer, LeeKesler (LK).
1. Model / Persamaan Antoine (Antoine Model)
Persamaan Antoine merupakan salah satu metode korelasi sederhana yang umum
digunakan untuk menentukan tekananan uap jenuh. Dengan persamaan sebagai
berikut :
( ) = +
dimana :

. . . . . . (1)

, , =

= ()
= ()
Persamaan atau Model Antoine berlaku untuk tekanan rendah sampai menengah
dan suhu dibawah titik didih normal yang berprilaku sebagai gas ideal. Persamaan
Antoine tidak dapat diberlakukan pada tekanan tinggi dan suhu diatas titik didih
normal.
Seperti telah dijelaskan bahwa Model Antoine berlaku untuk sistem pada tekanan
rendah.

Persamaan Antoine ini tidak dapat digunakan untuk memprediksi pada

kesetimbangan cair-uap (VLE) untuk sistem operasi pada tekanan tinggi dan model
ini juga tidak dapat diterapkan pada sistem hidrokarbon ringan. Model Antoine telah

Kelompok 6

|3

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


diterapkan untuk sistem fraksinasi hidrokarbon berat pada rentang tekanan dan suhu
rendah sampai sedang.

Adapun rentang perlakukan pada Model Antoine adalah

sebagai berikut :
Temperature (K)

Pressure (psia)

Pressure (kPa)

< 1.6 Tci

< 100

< 700

Model Antoine tidak dapat diperoleh data dari eksperimen secara akurat untuk suhu
diatas titik didih normal sehingga dikembangkann persamaan dengan regresi
komputer misalnya untuk persamaan Riedel :
( ) = 1 +
dimana

2
+ 3 ln + 4 5 . . . . . . . . . (2)

1 , 2 , 3 , 4 =

5 =
Persamaan Riedel dapat dimodifikasi untuk rentang hidrokarbon pada semua rentang
tekanan dengan persamaan
2

+ 3 ln + 4 2 + 2 . . . . . . (3)

Dari persamaan (2) dan (3) ini dapat di ekstrapolasi diatas temperatur kritis jika
( ) = 1 +

diperlukan untuk hitungan termodinamika.


2. Lee Kesler Plocker Model ( LKP Model )
Lee Kesler Plocker model merupakan salah satu model dari persamaan keadaan
(equation of state models) yang paling sesuai digunakan untuk zat dan campuran
untuk gas non polar dan sedikit polar pada tekanan yang relatif rendah. Model LKP
telah diterapkan pada industri Ethylene tower. Untuk menghitung kesetimbangan uap
cair (VLE) menggunakan metode Lee Kesler Plocker (LKP) sedangkan untuk
menghitung Entalpi dan Entropi menggunakan metode Lee Kesler (LK). Persamaan
Plocker diterapkan ke persamaan Lee Kesler untuk senyawa campuran yang telah
dimodifikasi dari persamaan BWR (Benedict/Webb/Rubi). Persamaan BWR telah
diterapkan pada zat murni untuk gas dan hidrokarbon ringan.

= 0 + () ( () (0) )
. . . . . . (4)

Faktor kompresibilitas ditentukan sebagai berikut


=

Kelompok 6


=
= ( , , )

. . . . . . (5)

|4

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


=1 +

+ 2 + 5 + 3 2 [ + 2 ] exp [ 2 ] . . . . . . (6)

dimana
=

= 1
(0) = 0

(7)

3
2

= 1
(9)

2
3
4
2 3

= 1

(8)

(10)

() = 0,3978

Untuk campuran properti pseudocritical


1
= ( ) . . . . . . (11)

3. Lee-Kesler Model (LK Model)


Metode Lee dan Kesler merupakan korelasi lanjutan yang telah dibuat oleh Pitzer
untuk suhu yang lebih rendah dari 0,8 Tr . Lee kesler memperluas faktor
kompresibilitas (Z) dari Pitzer.

= 0 + () ( () (0) ) . . . . . . (12)

Dimana
0 =
=
Kemudian ke bentuk reduksi persamaan keadaan BWR untuk mengganti 0 dan
=1 +
Dimana

+ 2 + 5 + 3 2 [ + 2 ] exp [ 2 ] . . . . . . (13)

2
3
4
2 3

2
3
= 1
+ 2

= 1

= 1

(14)

(15)
(16)
(17)

Konstanta kompressibilitas dalam persamaan ini ditentukan menggunakan data dari


eksperiment dan data entalpi. Misalnya untuk cairan sederhana
(0) = 0 () = 0,3978, 8
Untuk mendapatkan Entalpi dan Entropi adalah sebagai berikut

Kelompok 6

|5

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Untuk campuran

Penerapan Lee Kesler Plocker


Type of System
Ethylene Towers

Recommended Property Method


Lee Kesler Plocker

Property Method

VLE Calculation

Enthalpy/Entropy Calculation

Equations of State
Lee Kesler Plocker

Lee Kesler Plocker

Lee Kesler

PR LK ENTH

PR

Lee Kesler

SRK LK ENTH

SRK

Lee Kesler

PRSV LK

PRSV

Lee Kesler

Zudkevitch-Joffee

Zudkevitch-Joffee

Lee Kesler

CS-RK

Lee Kesler

Semi-Empirical Models
Chao-Seader

Kelompok 6

|6

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


Grayson-Streed

GS-RK

Lee Kesler

Mod Antoine

Mod Antoine-Ideal Gas

Lee-Kesler

Braun K10

Braun K10-Ideal Gas

Lee-Kesler

Esso K

Esso-Ideal Gas

Lee-Kesler

Vapour Pressure Models

Miscellaneous - Special Application Methods


Steam Package
Pada steam package Hysys ada 2 steam package
1. ASME Steam
2. NBS Steam
Kedua paket ini properti dibatasi untuk komponen tunggal yaitu Air. ASME Steam dapat
diakses di steam tabel ASME 1967. Keterbatsan pada ASME Steam sama dengan steam
tabel ASME asli yaitu tekanannya kurang dari 15.000 psia dansuhunya lebih besar dari 32 0F
(00C) dan kurang dari 1500 0F. Sedangkan NBS Steam dpat memanfaatkan NBS Steam 1984
yang telah dilakukan memiliki perhitungan lebih baik pada suhu titik kritis.

Prediksi Model (Predictive model)


Prediksi model merupakan model yang belum kita miliki dan akan kita prediksi model
apa yang akan kita gunakan. Dalam penentuan proses simulasi atau memprediksi model yang
akan kita gunakan ada empat faktor yang akan digunakan dalam pemilihan metode yang tepat
adalah sebagai berikut :
1.

Sifat fisik bawaan

2. Komposisi campuran
3. Perkiraan tekanan dan temperatur
4. Ketersediaan parameter
Untuk memudahkan dalam pemilihan metode dapat kita gunakan pada gambar 1-3. Gambargambar ini didasarkan pada 4 faktor dalam pemilihan metode untuk memperkirakan
komponen kimia, suhu dan tekanan. Karena banyak proses kimia dalam simulasi termasuk
destilasi ,stripping, atau penguapan. Salah satu pertimbangan yang penting dalam pemilihan
metode adalah memilih sifat fisik pada saat kesetimbangan uap-cair (VLE), kesetimbangan
cair-cair (LLE) juga penting dalam proses ekstraksi pelarut dan destilasi ekstraksi.

Kelompok 6

|7

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Gambar 1 langkah pertama dalam pemilihan metode

Gambar 2 Tindakan untuk komponen polar dan non elektrolit

Kelompok 6

|8

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Gambar 3 Opsi untuk perhitungan fase uap dengan model koefesien


aktifitas
Penyeleksian metode (Selecting Property Methods)
Untuk menyeleksi metode yang akan diprediksi dapat kita gunakan Hysys. Hysys dalam
menyeleksi metode dengan mengelompokkan yaitu

Equation of State (EOS), Activity

Models, Semi Empirical Models, Vapour Pressure Models, Miscellaneous Special Application
Methods, Steam Packages. Semua metode memiliki keterbatasan masing-masing. Tabel
berikut ini berisi beberapa sistem yang khas dan dianjurkan.

Kelompok 6

|9

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Kelompok 6

| 10

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Kelompok 6

| 11

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Categorize the seven models:


Models

Equation

Specific

Activity

Fugacity

Predictive

of State

Correlation

Coefficient

Coefficient

Model

Model

Model

Antoine

NRTL
Lee-Kesler-

Plocker

Margules

NBS Steam
Peng-

Robinson
PRSV

Characteristics of VLE equation:


Model

Typical

Example of

Temperature Pressure

Parameter

application

mixtures

range

range

A12, A21

Margules Liquid biner

Chloroform(1)- Methanol(2)

NRTL

Polar, non

Nitroethane(1)- -

elektrolit,

Isooctane(2)

Multikomponen,
Azeotrop, LLE,
sistem encer

Margules:

GE
x1 x2 A12 x1 A21 x2
RT
ln 1 A12 2 A21 A12 x1 x22

ln 2 A21 2 A12 A21 x2 x12

NRTL:

Kelompok 6

| 12

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

Second part (50/100) Peng-Robinson Equation of State


You are interested in learning the application of the Peng-Robinson equation of state (PR
EoS) to generate the P,x,y diagram (P as a function of vapor and liquid compositions) of
propane and n-butane binary mixture at 303.15 K. You decided not to write a computer
program, but you are going to learn an available computer program anyway. The procedure
is as follows.
a. Prepare an algorithm for the bubble point calculation
b. Derive fugacity coefficient for component i in the mixture using PR EoS
c. Read the given FORTRAN computer proram given to you. Identify which part of the
computer program is written for each step in the algorithm? You will need to identify
wheter the program statements as part of the main program, a subroutine, or a
function. Try to find error(s) contained in the program as each individual is
responsible for the accuracy of the computer program submitted to the instructor.
d. Plot the phase diagram of this binary mixture at using all the points reported by
Seong et al, (I. Chem, Eng, Data, 2008,53, 2783-2786). Write down your
observations!
Jawaban :

Kelompok 6

| 13

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


a.

Gambar 1. Algorithm of Bubble Point Calculation

Amati T, {xi}, EOS


Parameter, taksirlah
nilai P, {yi}

Evaluasi {iL},
{iv}, {Ki}. Hitung
{Ki xi} and Ki xi

Hitung semuanya:
yi=Ki xi / Ki xi

Print P,
{yi}

Sesuaikan
P

Ya

Tidak

Apakah
Ki xi=1

Apakah Ki xi
sudah berubah
nilainya?

Evaluasi kembali
{iL}, {iv}, {Ki}
{Ki xi} and Ki xi

Gambar 2. Algoritma Perhitungan Tekanan Bubble Point

Kelompok 6

| 14

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


Penjelasan algoritma:
1. Prosedur yang dilakukan untuk menghitung buble point calculation memberikan data
suhu sistem dan komposisi cair sistem. Adapun pada fraksi mol cair pada sistem biner
di atas berlaku x1+x2=1 sehingga input nilai x1 sudah termasuk member nilai untuk x2.
Tujuan dari bubble point calculation ini adalah untuk mengetahui tekanan dan fraksi
uap pada sistem dan membuatnya menjadi diagram P-x-y. Pendekatan yang dilakukan
melalui algoritma ini lebih sederhana dibandingkan menggunakan gamma phi karena
persamaan keadaan ditandemkan dengan koefisien fugasitas untuk analisis
kesetimbangan cair-uap.
Setelah mendapatkan nilai T dan xi dicari parameter-parameter yang dibutuhkan untuk
persamaan keadaan. Adapun persamaan keadaan yang digunakan pada persoalan ini
adalah persamaan Peng-Robinson EoS:
=

()

( + ) + ( )

B dan A untuk campuran (Av, Bv) :


= =

Dimana :
1

= ( )2 (1 )
Sedangkan Ai, Aj, atau Bi untuk campuran zat murni :

2 2

dimana 0.45723553

(1 + (1 ))

2 2

dan 0.07779607

dimana 0.37464 + 1.54226 0.26993 2


=

Dalam bentuk polinomial, persamaan Soave Redlich Kwong:


3 (1 ) 2 + ( 2 3 2 ) ( 2 3 ) = 0
= /() adalah factor kompresibilitas.

Variabel xi dapat diganti oleh yi bila volum yang dicari volum molar fasa uap.
Oleh karena itu, pada penyelesaian kasus ini, dibutuhkan nilai Tc, Pc, dari kedua

Kelompok 6

| 15

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


komponen untuk mendapatkan parameter-parameter pada persamaan polinomial
Peng-Robinson. Tujuan persamaan ini adalah untuk mendapatkan volum molar dari
komponen-komponen pada sistem, baik pada fasa cair atau uap. Volum molar tersebut
akan digunakan untuk mendapatkan nilai koefisien fugasitas untuk zat 1 dan 2 pada
komponen cair maupun uap. Akan ada dua nilai volum yang digunakan, yaiut volum
molar cair dan volum molar uap. Karena nilai koefisien fugasitas yang ingin dicari
ada 4 dan komponen dalam sistem ada 2 maka akan ada dua persamaan polinomial
dimana satu untuk fasa cair dan satunya untuk fasa uap. Untuk mencari Z cair dan Z
uap, perlu diperhatikan bahwa persamaan tersebut akan menghasilkan tiga akar atau
satu akar yang identik. Bila persamaan menghasilkan 3 akar, maka untuk Z cair dicari
nilai yang paling rendah, dan untuk Z uap dicari nilai akar yang paling tinggi. Akar di
tengah secara fisik tidak berarti dan dibuang dalam perhitungan. Bila didapatkan satu
akar, maka Z cair sama dengan Z uap. Proses mencari akar-akar dari persamaan
polinomial ini adalah kunci kesuksesan penyelesaian masalah. Pencarian akar bisa
dilakukan secara analitis maupun numerik. Namun penyelesaian dengan metode
numerik lebih sering digunakan.
Setelah mendapatkan semua parameter pada persamaan keadaan, dibutuhkan nilai
P dan yi tebakan. Nilai ini bisa didapat dari data eksperimen atau mendapatkannya
dengan menggunakan Persamaan Antoine dan Hukum Raoult. Namun, persamaan
tersebut tidak berlaku pada semua sistem. Pada sistem dimana salah satu
komponennya telah melewati suhu kritisnya maka tekanan jenuh tidak dapat diberikan
oleh hukum Raoult karena di atas titik kritis, tidak ada tekanan jenuh. Untuk tebakan
sebenarnya masih bisa diaplikasikan, namun dikarenakan pada soal telah ada data
eksperimen, maka penulis lebih memilih menggunakan data eksperimen untuk
tebakan P dan yi dikarenakan proses iterasi akan lebih cepat nantinya.

2. Tahapan kedua adalah menghitung nilai koefisien fugasitas pada cairan 1, cairan 2,
uap 1, dan uap 2:

Kelompok 6

| 16

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


Maka, akan didapatkan nilai cair 1, cair 2, uap 1, uap 2 dimana empat
nilai koefisien fugasitas ini akan digunakan untuk mendapatkan nilai K. K
didefinisikan sebagai kecenderungan volatilitas. Jika nilai K lebih dari 1, maka zat
tersebut (dalam kesetimbangan) mempunyai jumlah uap lebih banyak dibandingkan
jumlah cairnya. Sebaliknya jika nilai K kurang dari 1, maka zat tersebut dalam
kesetimbangan mempunyai jumlah cairan lebih banyak dibandingkan uapnya. Rumus
menghitung nilai K yaitu perbandingan koefisien fugasitas cair dengan koefisien
fugasitas uap (l/v) Maka, akan didapatkan dua nilai K yaitu K komponen 1 dan K
komponen 2. Setelah itu, dicari nilai Kixi
3. Langkah berikutnya adalah menghitung ulang fraksi uap masing-masing komponen
(yi) menggunakan rumus K sesuai yang ada di algoritma. Ketika nilai yi berubah,
maka nilai v juga berubah karena dalam rumus penentuan v terdapat yi. Ketika v,
otomatis nilai Ki, , berubah.
4. Setelah nilai normalisasi yi dilakukan, evaluasi ulang nilai v dilakukan. Hanya v saja
karena yang diubah hanya fraksi mol uap. Lalu, akan didapatkan nilai Ki baru dan
tentunya baru. Kita terus melakukan normalisasi fraksi uap pada tahap ini
sampai nilai tetap. Artinya perubahan nilai yi yang diperoleh (yang
menyebabkan perubahan v, Ki, , ) sudah sangat kecil dari iterasi
sebelumnya dengan iterasi sekarang.
5. Lalu bila nilai sudah stabil, dilakukan pengecekan apakah nilainya sama
dengan 1. Nilai sama dengan nilai yi. Penjumlahan massa uap setiap
komponen dalam campuran harus sama dengan total massa uap dalam campuran yang
dilambangkan dengan yi =1. Jika syarat ini tidak dipenuhi, kita harus mengevaluasi
ulang nilai Pestimasi. Jika nilai > 1, artinya Pestimasi kita terlalu rendah maka
nilainya harus dinaikkan. Jika nilai < 1, artinya Pestimasi kita terlalu tinggi maka
nilainya harus diturunkan. Lalu kita kembali menentukan v, l, v, Ki,yi, Ki, ,
. Setelah syarat yi =1 terpenuhi, kita mendapatkan nilai P dan fraksi uap
masing-masing (yi) dan dapat dibuat plot.

Kelompok 6

| 17

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)

b. Koefisien Fugasitas campuran komponen i dari persamaan keadaan Peng-Robinson


Persamaan Keadaan Peng-Robinson :
=

()

( + ) + ( )

B dan A untuk campuran (Av, Bv) :


= =

Dimana :
= (

1
)2 (1

Sedangkan Ai, Aj, atau Bi untuk campuran zat murni :


2 2

2 2

dimana 0.45723553
dan 0.07779607

(1 + (1 ))

dimana 0.37464 + 1.54226 0.26993 2

Koefisien fugasitas dari Peng-Robinson EoS untuk uap pada campuran Biner :

Koefisien fugasitas dari Peng-Robinson EoS untuk cairan pada campuran Biner :

Persamaan Umum Koefisien Fugasitas dari Peng-Robinson EoS :

Kelompok 6

| 18

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


c. Program FORTRAN :

SUBROUTINE BUBLP (nc, id_fl, n_eos, pexp, T, x, yexp, n_av, n_kij,


&

kij, prkij, p, y)

implicit double precision (a-h, o-z)


double precision x(5), y(5), yexp(5), a(5), b(5), c(5),
&

fugl(5), fugv(5), dfdp_l(5), dfdp_v(5), Tr(5),

&

eqk(5), kij(5,5), prkij(5,5), ps(5), dkdp(5)

integer id_fl(5)
character*10 flname

R = 0.08314

* ...........................................................
* This routine calculates bubble pressure of a multicomponent
* mixture. If experimental data is available, n_av is
* equal to 1, otherwise it is set to 0.
* ...........................................................

* Set calculation parameters here...


iterPmax = 2000
iterymax = 400

* If available, use experimental p & {yi} data as initial guesses...


if (n_av .eq. 1) then
p = pexp
i=1
do while (i .le. nc)
y(i) = yexp(i)
i=i+1
end do
endif

* or, use Raoult's law...

Kelompok 6

| 19

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


if (n_av .eq. 0) then
p = 0.
i=1
do while (i .le. nc)
call fluid_prop (id_fl(i), Tc, pc, Tmin, flname,
&

ac_f, zc, f_wght)


tr(i) = t/tc
ps(i) = vap_pres (id_fl(i), Tr(i))
p = p + x(i)*ps(i)
i=i+1
end do
i=1
do while (i .le. nc)
y(i) = x(i)*ps(i)/p
i=i+1
end do

endif

* Begin iteration, outer loop is to adjust P...


sumkxm1 = 1.
iterP = 1
do while (dabs(sumkxm1) .gt. 0.0001)

* Calculate fugacity coefficients...

* For saturated vapor...


call mixparam (nc, id_fl, n_eos, T, p, y, n_kij, kij,
&

prkij, a, b, c, am, bm, cm, vl, vv)


icomp = 1
do while (icomp .le. nc)
if (n_eos .eq. 1) then
call fuga_p_qph (nc, icomp, y, a, b, c, am, bm, cm, vv,

&

Kelompok 6

T, p, fugv(icomp), dfdp_v(icomp),
| 20

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


&

n_kij, kij, prkij)


else
call fuga_p_cub (nc, n_eos, icomp, y, a, b, c, am, bm,

&

cm, vv, T, p, fugv(icomp),

&

dfdp_v(icomp), n_kij, kij, prkij)


endif
icomp = icomp + 1
end do

* For saturated liquid...


call mixparam (nc, id_fl, n_eos, T, p, x, n_kij, kij,
&

prkij, a, b, c, am, bm, cm, vl, vv)


icomp = 1
do while (icomp .le. nc)
if (n_eos .eq. 1) then
call fuga_p_qph (nc, icomp, x, a, b, c, am, bm, cm, vl,

&

T, p, fugl(icomp), dfdp_l(icomp),

&

n_kij, kij, prkij)


else
call fuga_p_cub (nc, n_eos, icomp, x, a, b, c, am, bm,

&

cm, vl, T, p, fugl(icomp),

&

dfdp_l(icomp), n_kij, kij, prkij)


endif
icomp = icomp + 1
end do

* Find K values...
sumkx = 0.0
i=1
do while (i .le. nc)
eqk(i) = dexp(fugl(i))/dexp(fugv(i))
sumkx = sumkx + eqk(i)*x(i)
i=i+1
end do

Kelompok 6

| 21

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


oldsum = sumkx

* Begin iteration to stabilize sum of ki*xi...


diffkx = 0.001
itery = 1
do while (dabs(diffkx) .gt. 0.0001)
i=1
do while (i .le. nc)
y(i) = eqk(i)*x(i)/sumkx
i=i+1
end do

* Recalculate vapor phase fugacity coefficient...


call mixparam (nc, id_fl, n_eos, T, p, y, n_kij, kij, prkij,
&

a, b, c, am, bm, cm, vl, vv)


i=1
do while (i .le. nc)
if (n_eos .eq. 1) then
call fuga_p_qph (nc, i, y, a, b, c, am, bm, cm,

&

vv, T, p, fugv(i), dfdp_v(i),

&

n_kij, kij, prkij)


else
call fuga_p_cub (nc, n_eos, i, y, a, b, c, am, bm,

&

cm, vv, T, p, fugv(i), dfdp_v(i),

&

n_kij, kij, prkij)


endif
i=i+1
end do

* Find K values with ...


sumkx = 0.0
i=1
do while (i .le. nc)
eqk(i) = dexp(fugl(i))/dexp(fugv(i))

Kelompok 6

| 22

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


sumkx = sumkx + eqk(i)*x(i)
i=i+1
end do
diffkx = oldsum - sumkx
oldsum = sumkx
itery = itery + 1
if (itery .eq. iterymax) then
write(*,1)
stop
endif
end do

* Adjust P by Newton Raphson formula...


dfdp = 0.
i=1
do while (i .le. nc)
dkdp(i) = eqk(i)*(dfdp_l(i)- dfdp_v(i))
dfdp = dfdp + x(i)*dkdp(i)
i=i+1
end do
fp = sumkx - 1.
pnew = p - fp/dfdp
diffP = pnew - p
* Write(*,5) p, pnew, diffp
p = pnew

iterP = iterP + 1
sumkxm1 = fp
if (iterP .eq. iterPmax) then
write(*,2)
stop
endif
end do

Kelompok 6

| 23

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


* Convergence achieved, end of calculations...

1 format(5x,'excessive iteration for sum ki*xi')


2 format(5x,'excessive iteration for p')
3 format(5x,'p=',f7.3,3x,'pexp=',f7.3,3x,f7.3)
4 format(5x,'y=',f7.4,3x,'yexp=',f7.3,3x,f7.3)
5 format(5x,'p, pnew, diffp=',3(f8.4,3x))
return
End

SUBROUTINE FLUID_PROP (n, crit_T, crit_p, temp_min, fluidname,


&

omega, crit_z, formula_wt)


implicit double precision (a-h, o-z)
parameter (ntot=40)
double precision Tc(ntot), pc(ntot), Tmin(ntot),

&

ac_factor(ntot),

zc(ntot),

formulawt(ntot)
character fl_name(ntot)*10, fluidname*10

................................................

This subroutine returns the critical temperature

Tc(K) and the critical pressure pc(bar).

................................................

data (fl_name(i), i=1,ntot)/


& 'argon', 'methane', 'ethane', 'propane', 'n butane',
& 'n hexane', 'n octane', 'n decane', 'water', 'ammonia',
& 'methanol', 'ethanol', 'propanol', 'butanol', 'acetone',
& 'ch3cn', 'et eter', 'clform', 'CO', 'met eter',
& 'c1c2eter', 'he', 'hcl', 'ch3cooh', 'ethanal',
& 'met acet', 'R 114', 'ethyl cl', 'cyclo c6', 'benzene',
& 'toluene', 'ethylen', 'et oxide', 'phenol', 'c2sh',

Kelompok 6

| 24

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


& 'cos', 'co2', 'n2', 'c2f6', 'n pentane'/

data (zc(i), i=1,ntot)/


& 0.291, 0.288, 0.285, 0.281, 0.274, 0.264, 0.259, 0.249,
& 0.235, 0.244, 0.224, 0.240, 0.253, 0.259, 0.232, 0.184,
& 0.262, 0.293, 0.295, 0.287, 0.267, 0.302, 0.249, 0.201,
& 0.220, 0.254, 0.275, 0.274, 0.273, 0.271, 0.263, 0.280,
& 0.259, 0.240, 0.274, 0.275, 0.274, 0.290, 0.279, 0.263/

data (ac_factor(i), i=1,ntot)/


& 0.001, 0.011, 0.099, 0.153, 0.199, 0.299, 0.398, 0.489,
& 0.344, 0.250, 0.556, 0.644, 0.623, 0.593, 0.304, 0.327,
& 0.281, 0.218, 0.066, 0.200, 0.244, 0.365, 0.133, 0.447,
& 0.303, 0.326, 0.246, 0.191, 0.212, 0.212, 0.263, 0.089,
& 0.202, 0.438, 0.191, 0.105, 0.239, 0.039, 0.256, 0.251/

data (Tc(i), i=1,ntot)/


& 150.8, 190.4, 305.4, 369.8, 425.2, 507.5, 568.8, 617.7,
& 647.3, 405.5, 512.6, 513.9, 536.8, 563.1, 508.1, 545.5,
& 466.7, 536.4, 132.9, 400.0, 437.8, 5.19, 324.7, 592.7,
& 461.0, 506.8, 418.9, 460.4, 553.5, 562.2, 591.8, 282.4,
& 469.0, 694.2, 499.0, 378.8, 304.1, 126.2, 293.0, 469.7/

data (pc(i), i=1,ntot)/


& 48.7, 46.0, 48.8, 42.5, 38.0, 30.1, 24.9, 21.2,
& 221.2, 113.5, 80.9, 61.4, 51.7, 44.2, 47.0, 48.3,
& 36.4, 53.7, 35.0, 52.4, 44.0, 2.27, 83.1, 57.9,
& 55.7, 46.9, 32.6, 52.7, 40.7, 48.9, 41.0, 50.4,
& 71.9, 61.3, 54.9, 63.5, 73.8, 33.9, 30.6, 33.7/

data (Tmin(i), i=1,ntot)/


& 84.,

91.,

133., 145., 170., 220., 260., 368.,

& 275., 220., 288., 293., 260., 275., 259., 300.,


& 250., 215., 71.,

Kelompok 6

194., 224., 2.,

180., 304.,
| 25

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


& 273., 275., 180., 217., 293., 288., 309., 105.,
& 238., 380., 273., 162., 217., 63.,

173., 195/

data (formulawt(i), i=1,ntot)/


& 39.948, 16.043, 30.070, 44.094, 58.124, 86.178, 114.232,
& 142.286, 18.015, 17.031, 32.042, 46.069, 60.096, 74.123,
& 58.080, 41.053, 74.123,119.378, 28.010, 46.069, 60.096,
& 4.003, 36.461, 60.052, 44.054, 74.080,170.922, 64.515,
& 84.162, 78.114, 92.141, 28.054, 44.054, 94.113, 62.134,
& 60.070, 44.010, 28.013,138.012, 72.151/

crit_T = Tc(n)
crit_p = pc(n)
temp_min = Tmin(n)
fluidname = fl_name(n)
omega = ac_factor(n)
crit_z = zc(n)
formula_wt = formulawt(n)

return
END

SUBROUTINE MIXPARAM (nc, id_fl, T, p, z, n_kij, kij, prkij,


&

a, b, c, am, bm, cm, vl, vv)

*-------------------------------------------------------------------*

Returns parameters a and b of Peng-Robinson cubic EOS...

implicit double precision (a-h,o-z)


double precision z(5), ac(5), a(5), b(5), c(5), kij(5,5),
&

prkij(5,5)
integer id_fl(5)
character flname*10

Kelompok 6

| 26

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


*-------------------------------------------------------------------R = 0.08314

* Calculate pure fluid variables...


ipure = 1
do while (ipure .le. nc)
*

Get fluid properties...


id = id_fl(ipure)
call fluid_prop (id, Tc, pc, Tmin, flname, ac_f, zc, f_wght)
Tr = T/Tc

Calculate EOS parameter a and b...


coef_a = 0.45724
coef_b = 0.07780
ac(ipure) = coef_a*(R*Tc)**2/pc
acpure = ac(ipure)
a(ipure) = find_a (id, acpure, ac_f, zc, Tr, f)
b(ipure) = coef_b*R*Tc/pc
ipure = ipure + 1
end do

* Calculate mixture variables...


am = 0.
bm = 0.
i=1
do while (i .le. nc)
*

Mixture parameter b...


bm = bm + z(i)*b(i)
j=1
do while (j .le. nc)

Mixture parameter am in simple kij combining rule...


am = am + z(i)*z(j)*dsqrt(a(i)*a(j))*(1.-kij(i,j))
j=j+1
end do
i=i+1

Kelompok 6

| 27

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


end do

* Calculate saturated liquid & vapor volumes...


call cubic_coef (n_eos, am, bm, cm, T, p, c2, c1, c0)
call cubic (c2, c1, c0, vv, vl)
return
END
*--------------------------------------------------------------------

SUBROUTINE FUGA_P_CUB (nc, n_eos, ic, z, a, b, c, am, bm, cm,


&

v, T, p, f, dfdp, n_kij, kij, prkij)

implicit double precision (a-h,o-z)


double precision z(5), a(5), b(5), c(5), f, dfdp,
&

kij(5,5), prkij(5,5)

R = 0.08314

* .........................................................
* f is ln(f/p) of the liquid and vapor phase for vliq and
* vvap respectively. df is df(p)/dp needed to calculate
* bubble point pressure.
* .........................................................

if (n_kij .eq. 1 .or. n_kij .eq. 2 .or. n_kij .eq. 4) then


sum = 0.
i=1
do while (i .le. nc)
sum = sum + z(i)*dsqrt(a(ic)*a(i))*
&

(1.-kij(ic,i))
i=i+1
end do

endif

Kelompok 6

| 28

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


if (n_kij .eq. 3) then
term1 = 0.
term2 = 0.
term3 = 0.
i=1
do while (i .le. nc)
term1 = term1 + z(i)*(dsqrt(a(ic)*a(i))*(1.-prkij(ic,i)+
&

(prkij(ic,i)- prkij(i,ic))*z(ic)) + dsqrt(a(i)*a(ic))

&

*(1.-prkij(i,ic)+(prkij(i,ic) - prkij(ic,i))*z(i)))
term2 = term2 + z(i)*(prkij(ic,i)- prkij(i,ic))*

&

dsqrt(a(ic)*a(i))
j=1
do while (j .le. nc)
term3 = term3 + z(i)**2*z(j)*(prkij(i,j)- prkij(j,i))*

&

dsqrt(a(i)*a(j))
j=j+1
end do
i=i+1
end do
sum = (term1 + z(ic)*term2-term3)/2.

endif

if (n_eos .eq. 2) then


f = b(ic)*(p*v/r/t-1.)/bm - dlog(p*v/r/t-bm*p/r/t) +
&

(am/(2.8284*bm*r*t))*(b(ic)/bm-2.*sum/am)*

&

dlog((v+2.4142*bm)/(v-0.4142*bm))
t1 = b(ic)*p/(bm*r*t)- 1./(v-bm) - am*(b(ic)/bm-2.*sum/am)/

&

(r*t*(v+2.4142*bm)*(v-0.4142*bm))
dvdp = (v-bm)**2*(v**2+2.*bm*v - bm**2)**2/(-r*t*(v**2+2*bm*v

&

bm**2)**2+am*(2.*v+2.*bm)*(v-bm)**2)
dfdp = b(ic)*v/(bm*r*t)- 1./p + t1*dvdp

endif

Kelompok 6

| 29

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


if (n_eos .eq. 3) then
t1 = dsqrt(cm**2+6.*bm*cm+bm**2)
t2 = v**2+v*(bm+cm) - bm*cm
t3 = -bm*cm**3 - 5.*bm**2*cm**2+5.*bm**3*cm+bm**4
t4 = ((bm*cm+3.*bm**2)*c(ic)+3.*bm*b(ic)*cm+bm**2*b(ic))*t1*t2
&

*dlog((-2.*t1*v+2.*t2 - (cm+bm)*t1+cm**2+6.*bm*cm+bm**2)/

&

(2.*t2))
t4 = t4 + ((bm*cm**3+9.*bm**2*cm**2+19.*bm**3*cm+3.*bm**4)*

&

c(ic)+3.*bm*b(ic)*cm**3+19.*bm**2*b(ic)*cm**2+9.*bm**3*

&

b(ic)*cm+bm**4*b(ic))*v+(bm*c(ic)- b(ic)*cm)*t3
t5 = t2*(bm*cm**4+12.*bm**2*cm**3+38.*bm**3*cm**2+12.*bm**4*cm

&

+bm**5)
t6 = (2.*v**2+2.*(-t1+cm+bm)*v-bm*t1+cm*(4.*bm-t1)+bm**2+cm**2)

&

/(2.*v**2+2.*(cm+bm)*v-2.*bm*cm)
f = dlog(v/(v-bm))+b(ic)/(v-bm)+2*sum*dlog(t6)/(r*t*t1)-am*t4/

&

(t5*r*t)-dlog(p*v/r/t)
t1 = dsqrt(bm*cm+(bm+cm)**2/4.)
t3 = v+(bm+cm)/2.
t6 = -1./p
t7 = -(v-bm+b(ic))/(v-bm)**2+2.*sum/(r*t*(t3**2-t1**2))

&

-am*t3*(b(ic)+c(ic))/(r*t*(t3**2-t1**2)**2)
t8 = am*(c(ic)*(3.*bm+cm)+b(ic)*(3.*cm+bm))*(-1./(t3**2 t1**2)+

&

(-t3**2-t1**2)/(t3**2-t1**2)**2)/(4.*t1**2*r*t)
t9 = -r*t/(v-bm)**2+am*(2.*v+bm+cm)/(v**2+(bm+cm)*v-bm*cm)**2
dfdp = t6 + (t7+t8)/t9

endif

if (n_eos .eq. 4) then


t1 = dsqrt(cm**2+4.*bm*cm)
t2 = (cm+2.*bm)*c(ic)+2.*b(ic)*cm
t3 = v**2+cm*v-bm*cm
t4 = cm**2+4.*bm*cm
t5 = t1*t2*t3*dlog((t4+2.*t3-2.*t1*v-cm*t1)/(2.*t3))+
&

t2*t4*v+b(ic)*t4**2-(bm*cm*c(ic)+4.*bm*b(ic)*cm)*t4

Kelompok 6

| 30

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


t6 = t3*t4**2
t7 = dlog((2.*v**2-t1*(2.*v+cm)+2.*cm*v+cm**2+2.*bm*cm)/
&

(2.*v**2+2.*cm*v-2.*bm*cm))
f = dlog(v/(v-bm))+b(ic)/(v-bm)+2*sum*t7/(r*t*t1)-am*t5/

&

(t6*r*t)-dlog(p*v/r/t)
t8 = t4+2.*t3-2.*t1*v-cm*
t9 = t1*t2*(-2.*t1*t3-2.*v*t4+4.*t1*v**2+cm**2*t1+4.*cm*t1*v-

&

t4*cm)/t8+dlog(t8/2./t3)*t1*t2*(2.*v+cm)+t2*t4
t10= t4**2*(2.*v+cm)
t11= -b(ic)/(v-bm)**2-bm/v/(v-bm)-1./v + (2.*sum/(r*t*t1

&

*dexp(t7)))*((4.*v-2.*t1+2.*cm)/2./t3-(2.*v+cm)*dexp(t7)

&

/t3)-am*(t6*t9-t5*t10)/(r*t*t6**2)
t12= -r*t/(v-bm)**2+am*(2.*v+cm)/(v**2+cm*(v-bm))**2
dfdp = -1./p + t11/t12

endif

return
END
*-------------------------------------------------------------------SUBROUTINE CUBIC (q, r, s, zv, zl)
implicit double precision (a-h,o-z)
dimension z(3)

.........................................................

Cubic.for :

This routine solves cubic equation of the form

z^3 + q.z^2 + r.z + s = 0

where z could be the compressibility factor or volume.

The liquid root is returned as the smallest root,zl,

the vapor root is returned as the highest root, zv,

and the intermediate root, if there is one, is discarded.

.........................................................

g = r-q*q/3.

Kelompok 6

| 31

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


h = (2.*q**3-9.*q*r+27.*s)/27.
disc = h**2/4.+g**3/27.

Either one (disc>0) or three identical real root

(disc=0)

if (disc .ge. 0.0) then

tt = dabs(-h/2. + dsqrt(g**3/27. + h**2/4.))

uu = dabs(-h/2. - dsqrt(g**3/27. + h**2/4.))

zv = tt**(1./3.) - uu**(1./3.)-q/3.

zl = zv

return

end if

if (disc .ge. 0.0) then


tt = -h/2. + dsqrt(g**3/27. + h**2/4.)
uu = -h/2. - dsqrt(g**3/27. + h**2/4.)
if (tt .ge. 0.0) then
zv1 = tt**(1./3.)
else
zv1 = -(dabs(tt))**(1./3.)
endif
if (uu .ge. 0.0) then
zv2 = uu**(1./3.)
else
zv2 = -(dabs(uu))**(1./3.)
endif
zv = zv1 + zv2 - q/3.
zl = zv
return
endif

Kelompok 6

| 32

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


*

Three real unidentical roots, the intermediate

root is not physically meaningful

xa = -h/2./dsqrt(-g**3/27.)
phi = 3.1415926535/2. - datan(xa/dsqrt(1.-xa**2))
z(1) = 2.*dsqrt(-g/3.)*dcos(phi/3.) - q/3.
z(2) = 2.*dsqrt(-g/3.)*dcos(phi/3. + 2.094395) - q/3.
z(3) = 2.*dsqrt(-g/3.)*dcos(phi/3. + 4.188790) - q/3.
zl = dmin1 (z(1),z(2),z(3))
zv = dmax1 (z(1),z(2),z(3))

return
END

*----------------------------------------------------------------

SUBROUTINE CUBIC_COEF (a, b, c, T, p, c2, c1, c0)


implicit double precision (a-h,o-z)
R = 0.08314
*---------------------------------------------------------------*

Returns coefficients of the cubic polynomial in volume

for the cubic EOS

c2 = -(R*T - b*p)/p
c1 = -(2.*b*R*T + 3.*b**2*p - a)/p
c0 = (b**2*R*T + b**3*p - a*b)/p
return
END

Kelompok 6

| 33

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


d. Memplot diagram P-x-y untuk campuran biner propana dan n-butana.
Tabel 1. Vapor-Liquid Equilibrium Measurements for the
Propane (1) + Butane (2) System at 303,15 K
(Sumber : J. Chem. Eng. Data 2008, 53, 27832786 by Seong et al.)
T = 303,15 K
P (MPa)

0,284

0,000

0,000

0,324

0,054

0,132

0,364

0,113

0,266

0,456

0,235

0,464

0,529

0,330

0,582

0,611

0,436

0,686

0,693

0,543

0,768

0,775

0,641

0,826

0,856

0,736

0,882

0,910

0,802

0,916

0,966

0,866

0,945

1,010

0,919

0,966

1,049

0,964

0,986

1,079

1,000

1,000

Berdasarkan variasi nilai tekanan P dengan komposisi x dan y pada suhu konstan yaitu
T=303.15 K untuk campuran biner propana dan n-butana, diperoleh grafik sebagai berikut:

Kelompok 6

| 34

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


1,2
1,1
1

subcooled
liquid

0,9

P (MPa)

0,8
0,7
0,6
0,5
0,4
0,3

superheated
vapor

0,2
0,1
0
0

0,1

0,2

0,3

0,4

0,5

0,6

0,7

0,8

0,9

1,1

X1,y1

Gambar 1. Diagram P-x-y untuk propana(1)/n-butana(2) pada 303.15 K.


(Sumber : Dokumen Pribadi)

Gambar 1 merupakan diagram fasa yang menunjukkan hubungan antara tekanan


dengan komposisi uap dan cair dari sistem biner propana(1)/n-butana(2) pada suhu
konstan 303.15 K. Garis berwarna orange merupakan tempat terjadinya titik gelembung
(Bubblepoint). Sementara garis berwarna biru merupakan tempat terjadinya titik embun
(Dewpoint). Kedua garis ini akan bertemu pada ujung diagram dimana uap jenuh dan cair
jenuh dari senyawa murni berdampingan pada P 1sat dan P2sat. Tekanan uap jenuh propana
(P1sat ) berada pada kondisi x1 = 1 yaitu 1,079 MPa dan tekanan uap jenuh n-butana (P2sat )
berada pada kondisi x1 = 0 yaitu 0,284 MPa.
Kurva dengan tanda P-y1 menunjukkan keadaan uap jenuh (saturated vapor) dengan
daerah dibawahnya merupakan uap panas lanjutan (superheated vapor). Kurva ini lebih
linear dari kurva P-x1. Sementara kurva P-x1 menunjukkan keadaan cair jenuh (saturated
liquid) dengan daerah diatasnya merupakan subcooled liquid. Daerah yang berada diantara
dua titik kurva tersebut merupakan daerah dua fasa.
Berdasarkan diagram terlihat bahwa komposisi fraksi uap pada suatu tekanan tertentu
lebih besar dari pada komposisi fraksi cair. Akan tetapi perubahan komposisi fraksi uap
lebih kecil dibandingkan komposisi fraksi cair ketika mengalami peningkatan ataupun
penurunan tekanan. Hal ini yang menyebabkan kurva P-y1 lebih linear. Dari kondisi

Kelompok 6

| 35

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


kesetimbangan pada kondisi tetap konstan selama proses, ketika tekanan mengalami
penurunan maka jumlah uap akan meningkat sementara jumlah liquid menurun.

Kelompok 6

| 36

Makalah Termodinamika Pemicu 5 (Vapor-Liquid Equilibria)


DAFTAR PUSTAKA

Smith, J.M., Van Ness, H.C., Abbott, M.M. Abbott, M,M. 2001. Introduction to Chemical
Engineering Thermodinamics in SI Units Sixth edition. Mc Graw-Hills
Eric C. Carlson, Dont Gamble With Physical Properties For Simulations. Aspen Technology.
Inc

Kelompok 6

| 37